Wednesday, 9 March 2016

Rasulullah Takut Akan Gerhana, Tapi Umatnya Malah Menyepelekan .

Rasulullah Takut Akan Gerhana, Tapi Umatnya Malah Menyepelekan
.
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

.

Ketika Madinah terjadi gerhana matahari, ketahuilah bahwa Rasulullah merasa takut dan segera mengajak umat Islam untuk shalat di mesjid.  Meskipun beliau adalah manusia yang paling mengetahui segala sesuatunya [ lewat ijin Allah ] tapi Rasulullah tidak menunjukkan sikap yang tenang ketika terjadi gerhana.


Sebaliknya, Rasulullah malah waspada.  Beliau takut dan khawatir akan terjadi kiamat.

Lihatlah, sungguh berbeda dengan sikap umat [ Islam ] sekarang ini.  Merasa teknologi sudah demikian canggihnya, sehingga menganggap peristitwa gerhana [ matahari atau bulan ] adalah sebuah peristiwa alam 'biasa' yang tidak perlu disikapi apapun.  Jika Rasulullah takut, umatnya malah gembira.  Jika Rasulullah waspada, umatnya malah sibuk berencana foto selfie.  Jika Rasulullah khawatir akan terjadi kiamat, umatnya malah larut dalam rencana pesta gemerlap.

Astagfirullah.

Akan jadi apakah umat ini jika sikap Rasulullah tidak menjadi teladan bagi kita?  Janganlah kita merasa sok lebih pintar, sok lebih hebat, lebih canggih ketimbang jaman Rasulullah.

Meskipun jaman Rasulullah belum ada satelit luar angkasa, belum ada teropong bintang, bahkan belum ada mobil.  Tapi ketahuilah, ilmu yang dimiliki Rasululah adalah yang paling luas, dalam dan lengkap yang pernah dimiliki oleh manusia.

Kita hanya tahu peristiwa gerhana matahari hanya dalam perspektif ilmu pengetahuan.  Tapi apa kandungan peristiwa dibalik semua itu, kita buta sama sekali.  Kita tidak punya ilmu sedikitpun untuk menyingkap tabir dibalik peristiwa gerhana yang terjadi di tahun 2016 ini.  Mengapa gerhana tidak terjadi tahun sebelumnya, atau mengapa tidak 4 tahun lagi ?

Jawabannya bukan hanya persoalan science.  Tapi sesungguhnya ada sesuatu yang menyelimuti hal itu, yang tidak kita ketahui.  Ada 'suatu pesan'  yang hendak disampaikan Allah Ta'ala dari peristiwa gerhana ini.

Sesuatu yang menyelimuti itulah yang diketahui oleh Rasulullah, sehingga beliau merasa khawatir, takut dan waspada.  Dan sebagai solusi dari ketakutan beliau, Rasulullah melakukan shalat kusuf,



Sungguh, Nabi Takut Akan Gerhana

عَنْ أَبِى مُوسَى قَالَ خَسَفَتِ الشَّمْسُ فِى زَمَنِ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- فَقَامَ فَزِعًا يَخْشَى أَنْ تَكُونَ السَّاعَةُ حَتَّى أَتَى الْمَسْجِدَ فَقَامَ يُصَلِّى بِأَطْوَلِ قِيَامٍ وَرُكُوعٍ وَسُجُودٍ مَا رَأَيْتُهُ يَفْعَلُهُ فِى صَلاَةٍ قَطُّ ثُمَّ قَالَ « إِنَّ هَذِهِ الآيَاتِ الَّتِى يُرْسِلُ اللَّهُ لاَ تَكُونُ لِمَوْتِ أَحَدٍ وَلاَ لِحَيَاتِهِ وَلَكِنَّ اللَّهَ يُرْسِلُهَا يُخَوِّفُ بِهَا عِبَادَهُ فَإِذَا رَأَيْتُمْ مِنْهَا شَيْئًا فَافْزَعُوا إِلَى ذِكْرِهِ وَدُعَائِهِ وَاسْتِغْفَارِهِ

Abu Musa Al Asy'ari radhiyallahu 'anhu menuturkan, "Pernah terjadi gerhana matahari pada zaman Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Nabi lantas berdiri takut karena khawatir akan terjadi hari kiamat, sehingga beliau pun mendatangi masjid kemudian beliau mengerjakan shalat dengan berdiri, ruku' dan sujud yang lama. Aku belum pernah melihat beliau melakukan shalat sedemikian rupa."

Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam lantas bersabda,"Sesungguhnya ini adalah tanda tanda kekuasaan Allah yang ditunjukkan-Nya. Gerhana tersebut tidaklah terjadi karena kematian atau hidupnya seseorang. Akan tetapi Allah menjadikan demikian untuk menakuti hamba hambaNya. Jika kalian melihat sebagian dari gerhana tersebut, maka bersegeralah untuk berdzikir, berdoa dan memohon ampun kepada Allah."

An Nawawi rahimahullah menjelaskan mengenai maksud kenapa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam takut, khawatir terjadi hari kiamat. Beliau rahimahullah menjelaskan dengan beberapa alasan, di antaranya:

Gerhana tersebut merupakan tanda yang muncul sebelum tanda tanda kiamat seperti terbitnya matahari dari barat atau keluarnya Dajjal. Atau mungkin gerhana tersebut merupakan sebagian tanda kiamat.

Hendaknya seorang mukmin merasa takut kepada Allah, khawatir akan tertimpa adzab-Nya. Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam saja sangat takut ketika itu, padahal kita semua tahu bersama bahwa beliau shallallahu 'alaihi wa sallam adalah hamba yang paling dicintai Allah.

Lalu mengapa kita hanya melewati fenomena semacam ini dengan perasaan biasa saja, mungkin hanya diisi dengan perkara yang tidak bermanfaat dan sia-sia, bahkan mungkin diisi dengan berbuat maksiat.

Siapa yang  tahu peristiwa ini ternyata  adalah tanda datangnya bencana atau adzab ?  Atau tanda semakin dekatnya hari kiamat, misalnya dengan semakin lemahnya tembok yang mengukung Ya'juj dan Ma'juj ?  Atau akan semakin keringlah sungai Eufrat di Iraq ?

Sesungguhnyam, ada 'pesan' apakah yang hendak disampaikan Allah Ta'ala dari peristiwa gerhana ini ?

Tidak patutlah umat Nabi Muhammad menyambut gerhana [ matahari atau bulan ] dengan suka cita.  Karena tuntunan Rasulullah menyuruh kita untuk menghadapi gerhana dengan mempertebal keimanan, dan terus menerus berzikir mengingat Allah.  Kita tidak tahu bencana apa sesungguhnya yang tengah menanti kita, tapi kita pasrahkan semuanya kepada Allah Ta'la.

Perbanyaklah dzikir, istighfar, takbir, sedekah dan bentuk ketaatan lainnya.  Dan bukannya malah berpikir untuk foto selfie atau mengagumi peristiwa gerhana itu sendiri.

Dari 'Aisyah radhiyallahu 'anha, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ ، لاَ يَنْخَسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ وَلاَ لِحَيَاتِهِ ، فَإِذَا رَأَيْتُمْ ذَلِكَ فَادْعُوا اللَّهَ وَكَبِّرُوا ، وَصَلُّوا وَتَصَدَّقُوا

"Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda di antara tanda-tanda kekuasaan Allah. Gerhana ini tidak terjadi karena kematian seseorang atau lahirnya seseorang. Jika melihat hal tersebut maka berdo'alah kepada Allah, bertakbirlah, kerjakanlah shalat dan bersedekahlah." (HR. Bukhari no. 1044)

#BelajarShirah #NabiMuhammadDotInfo

Wallahu a'lam bishowab

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ ♥ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ ♥ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ ♥ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ ♥ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ.

Sunday, 8 November 2015

Ajaran Islam, Kerjakanlah Sesuatu Sesuai keahlian Seseorang


Ajaran Islam, Kerjakanlah Sesuatu Sesuai keahlian Seseorang.

Ada seorang pria, tidak lolos ujian masuk universitas, orang tuanya pun menikahkan ia dengan seorang wanita.

Setelah menikah, ia mengajar di sekolah dasar. Karena tidak punya pengalaman, maka belum satu minggu mengajar sudah dikeluarkan.

Setelah pulang ke rumah, sang istri menghapuskan air mata nya, menghiburnya dengan berkata: "Banyak ilmu di dalam otak, ada orang yang bisa menuangkannya, ada orang yang tidak bisa menuangkannya. Tidak perlu bersedih karena hal ini. mungkin ada pekerjaan yang lebih cocok untukmu sedang menantimu."

Kemudian, ia pergi bekerja keluar, juga dipecat oleh bosnya, karena gerakannya yang lambat.
Saat itu sang istri berkata padanya, kegesitan tangan-kaki setiap orang berbeda, orang lain sudah bekerja beberapa tahun lamanya, dan kamu hanya belajar di sekolah, bagaimana bisa cepat?
Kemudian ia bekerja lagi di banyak pekerjaan lain, namun tidak ada satu pun, semuanya gagal di tengah jalan.

Namun, setiap kali ia pulang dengan patah semangat, sang istri selalu menghiburnya, tidak pernah mengeluh.

Ketika sudah berumur 30 tahun-an, ia mulai dapat berkat sedikit melalui bakat berbahasanya, menjadi pembimbing di sekolah luar biasa tuna rungu wicara.

Kemudian, ia membuka sekolah siswa cacat, dan akhirnya ia bisa membuka banyak cabang toko yang menjual alat-alat bantu orang cacat di berbagai kota.

Ia sudah menjadi bos yang memiliki harta kekayaan berlimpah.
Suatu hari, ia yang sekarang sudah sukses besar, bertanya kepada sang istri, bahwa ketika dirinya sendiri saja sudah merasakan masa depan yang suram, mengapa engkau tetap begitu percaya kepada ku?

Ternyata jawaban sang istri sangat polos dan sederhana.
Sang istri menjawab: sebidang tanah, tidak cocok untuk menanam gandum, bisa dicoba menanam kacang, jika kacang pun tidak bisa tumbuh dengan baik, bisa ditanam buah-buahan; jika buah-buahan pun tidak bisa tumbuh, semaikan bibit gandum hitam pasti bisa berbunga. karena sebidang tanah, pasti ada bibit yang cocok untuknya, dan pasti bisa menghasilkan panen dari nya.

Mendengar penjelasan sang istri, ia pun terharu mengeluarkan air mata. Keyakinan kuat, katabahan serta kasih sayang sang istri, bagaikan sebutir bibit yang unggul;

Semua prestasi pada dirinya, semua adalah keajaiban berkat bibit unggul yang kukuh sehingga tumbuh dan berkembang menjadi kenyataan.

Di dunia ini tidak ada seorang pun adalah sampah. hanya saja tidak ditempatkan di posisi yang tepat.
Setelah membaca cerita ini, jangan dibiarkan saja, sharing dan teruskan ke orang lain, Anda adalah orang yang berbahagia.

Delapan kalimat di bawah ini, semuanya adalah intisari kehidupan:
1. Orang yang tidak tahu menghargai sesuatu, biarpun diberi gunung emas pun tidak akan bisa merasakan kebahagiaan.

2. Orang yang tidak bisa toleransi, seberapa banyak teman pun, akhirnya semua akan meninggalkannya.
3. Orang yang tidak tahu bersyukur, seberapa pintar pun, tidak akan sukses.
4. Orang yang tidak bisa bertindak nyata, seberapa cerdas pun tidak akan tercapai cita-cita nya.
5. Orang yang tidak bisa bekerjasama dengan orang lain, seberapa giat bekerja pun tidak akan mendapatkan hasil yang optimal.
6. Orang yang tidak bisa menabung, terus mendapatkan rejeki pun tidak akan bisa menjadi kaya.
7. Orang yang tidak bisa merasa puas, seberapa kaya pun tidak akan bisa bahagia.
8. Orang yang tidak bisa menjaga kesehatan, terus melakukan pengobatan pun tidak akan berusia panjang.

Smartphone Hancurkan Otak Anak Anda dan Creativitas Anak


Wajib Baca!! Smartphone Hancurkan Otak Anak Anda dan Creativitas Anak.

RABU, 28 OKTOBER 2015  KESEHATAN.
Bahaya radiasi yang timbul dari smartphone sudah menjadi perdebatan sejak lama. Beberapa ahli menyebut ponsel terutama ponsel cerdas memiliki radiasi yang sangat kuat yang dapat menyebabkan kanker otak.

Sebuah penelitian terbaru menyebut radiasi ponsel yang menyerang anak-anak ribuan kali lipat lebih berbahaya daripada orang dewasa disebabkan daya tahan tubuh pada anak belum sesempurna orang dewasa.


Apalagi saat ini jumlah anak kecil yang menggunakan smartphone bisa dikatakan sangat banyak. Maka hasil penelitian tersebut perlu ditanggapi dengan serius oleh semua orang tua.

Bagaimana teknologi canggih ini dapat menghancurkan otak anak anda, berikut ini ulasannya:

1. Anak-anak yang menghabiskan banyak waktu di layar komputer atau smatphone akan menyebabkan Emotional Quotient (EQ) yang rendah.

Perkembangan EQ pada usia anak sangat penting dan segala hal yang menghambat perkembangan tersebut wajib disingkirkan termasuk smartphone.

Di Amerika Serikat, semua orang tua dihimbau untuk tidak menginjinkan anak mereka yang berusia 3 tahun ke bawah untuk menggenggam smartphone. Sebab radiasi dari ponsel dapat mengganggu perkembangan EQ mereka.

Jika anak-anak bayi tersebut tetap diberi mainan ponsel maka besar kemungkinan mereka akan mengalami gangguan dalam berkomunikasi di dunia nyata. Anak-anak akan terbiasa berkonsentra pada layar tv atau layar ponsel dan tidak memiliki keinginan untuk berinteraksi dengan hal-hal lain di luar diri mereka.

2. Anak jadi kesulitan berbicara
Sebuah penelitian dilakukan oleh Common Sense Media dan menemukan bahwa 38% anak-anak beruisia di bawah 2 tahun sudah menggunakan gadget, bahkan sebelum mereka dapat bicara atau berjalan.

Anak-anak ini diketahui memiliki kesulitan dalam berbicara. Oleh American Academy of Pediatrics (AAP), dijelaskan bahwa di usia tersebut mereka belum memahami apa yang berada di layar ponsel meskipun otak mereka berusaha mencernanya, sementara itu kemampuan kognitif anak tidak akan berkembang yang membuat mereka sulit berbicara.

3. Anak jadi kurang aktif bermain
Saat anak-anak kecil diberi ponsel mereka akan terlatih untuk hanya menggunakan mata dan pikiran mereka saja dalam bermain aneka jenis games di ponsel.

Anak-anak ini tidak terlatih untuk bermain di dunia nyata. Mereka menganggap dunia nyata tidak semenyenangkan ketika mereka online di internet menggunakan ponsel cerdas. Dokter John Ratey dari Harvard menjelaskan salah satu keuntungan anak bermain di luar adalah tubuh mereka menjadi sehat dan merasa nyaman secara sosial.

Maka jangan heran jika anak-anak yang kecanduan games di ponsel cerdas akan mengalami perlambatan pertumbuhan dan memiliki daya tahan tubuh yang rendah.
4. Kesehatan berkurang
Karena kurang bergerak, otot pada tubuh anak-anak jadi tidak terlatih menyebabkan banyak masalah kesehatan bermunculan. Salah satu yang paling sering dialami adalah gangguan mata.

Secara psikis anak-anak juga jadi gampang stres dan mudah takut dikarenakan segala permainan di dalam ponsel sangat mempengaruhi kondisi emosional mereka.

5. Anak-anak menderita penyakit mental
Sebuah penelitian pernah dilakukan oleh sebuah team bernama PEACH yang meneliti 1000 orang anak berusia 10 dan 11 tahun.

Hasil penelitian menunjukkan anak-anak yang bermain ponsel dua jam lebih setiap hari mengalami masalah psikologis sepeti depresi, cemas, dan mengalami perubahan tingkah laku yang negatif.
Sejatinya anak-anak bermain dengan orang tua dan mendapatkan kasih sayang yang cukup untuk mendukung pertumbuhan fisik dan mental mereka. Jika di usia yang sangat muda tersebut, anak-anak telah aktif bermain ponsel maka dampak yang serius akan terjadi baik itu fisik maupun psikis.
Bila anda membaca artikel ini, buruan informasikan ke teman, tetangga atau rekan yang memiliki anak kecil. Beritahu mereka tentang bahaya smartphone jika digunakan oleh si kecil. Hindarkan dan selamatkan anak kita

Thursday, 29 October 2015

Surat Penolakan Permintaan Imam Dari Majelis Ulama Indonesia


8‬: أشْهَدُ أنْ لا إله إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لا شَرِيك لَهُ وأشْهَدُ أنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ.
JEMAAT AHMADIYAH INDONESIA
CABANG SUKABUMI.

Badan Hukum Keputusan Menteri Kehakiman RI No. JA.5/23/13 Tgl.13-3-1953
Domisili: Jln Sriwedari Gg. Sriwedari VI No.06,RT.06, RW.01, Kel. Selabatu, Kec. Cikole, Kodya Sukabumi,43114 Phone.081346635204
Nomer: 01/JAI-Sukabumi/10-09-2015
Lampiran: 6 lembar
Hal.: Tanggapan dan Penjelasan Surat Dari MUI Kota Sukabumi
Kepada Yth.
Bapak Wali Kota Sukabumi
H. Muhammad Muraz
Di
T e m p a t
السلام عليكم ورحمت الله وبركاته
Semoga Bapak beserta staf senantiasa berada dalam keadaan sehat wal afiat serta dalam limpahan karunia dan Inayah yang khas dari Allah Ta'ala. Aamiin.
Dengan surat ini kami sampaikan kepada bapak mengenai tanggapan kami tentang rencana Majelis Ulama Indonesi (MUI) Kota Sukabumi untuk untuk bertindak selaku Imam dan khotib pada Jum'at tanggal 11 September 2015 di masjid Bilal - Jalan Sriwedari.
Terlebih dahulu kami sampaikan kronologisnya bahwa pada hari Rabu, Tanggal 09/09/2015 JAI Sukabumi kedatangan tamu dari MUI Kota Sukabumi, yang diantaranya adalah Bapak Ketua umum I MUI Kota Sukabumi, Sekretris MUI Kota Sukabumi dan juga jajarannya. Adapun maksud dan tujuannya adalah untuk menyampaikan surat No.85/K/MUI-KOSI/IX/2015 perihal Ajakan sholat Jum'at Di Mesjid Bilal.
Kami dalam hal ini pengurus JAI Kota Sukabumi yang berbadan Hukum Keputusan Menteri Kehakiman RI No. JA.5/23/13 Tgl.13-3-1953, telah mengambil sikap bahwa kami JAI Kota Sukabumi tidak dapat mengizinkan yang Yth. Bapak-bapak Pengurus MUI untuk bertindak selaku Imam dan khotib pada Jum'at Tanggal 11 September 2015, karena di masjid kami telah diatur dengan resmi susunan kepengurusan dan juga jadwal imam sholat dan Khotibnya. Maka dengan hal ini harap bapak-bapak dari Pengurus MUI kota dapat memakluminya.
Sebagai tambahan lain mengenai sikap kami tidak mengizinkan sebagaimana yang tercantum dalam penjelasan diatas adalah sebagaimana tercantum dalam penjelasan kami berikut ini:
1.Kami menyambut baik gagasan tersebut dan sesungguhnya kami pun sudah sangat rindu untuk sholat berjamaah bermakmum khususnya dengan MUI, namun selama ini sikap MUI terhadap kami sangatlah intoleran, kami telah dinyatakan sesat, kafir, non muslim,  dan lain-lain bukan hanya kepada kami tapi terlebih kepada pimpinan kami dengan menyatakan bahwa pimpinan kami sebagai Nabi Palsu, dajjal, pendusta dan lain-lain. Bahkan bukan hanya hal yang tersebut diatas, tindakan penganiayaan secara bathin, secara pisik pun kami rasakan kami telah diberlakukan secara intoleran, mesjid kami dirusak, dibakar bahkan ada saudara-saudara kami yang terbunuh dan diasingkan tidak dapat tinggal lagi di rumahnya sendiri diakibatkan dari fatwa-fatwa sesat menyesatkan, dan juga fatwa kafir yang mana sudah menjadi label dari jemaah kami. Dengan kondisi demikian, bagaiman kami dapat bermakmum dengan saudara-saudara kami dari MUI?. Sungguh sangat naif sekiranya diri kita, orang tua kita telah dihina dan dicaci maki, dijelek-jelekan kemudian kita harus mengikuti org yang telah menghina dan menjelek-jelekan diri kita dan orang tua kita sendiri?.
2.Sebagaimana Sabda Rasulullah saw, : وَلَا تَؤُمَّنَّ الرَّجُلَ فِي أَهْلِهِ وَلَا فِي سُلْطَانِهِ وَلَا تَجْلِسْ عَلَى تَكْرِمَتِهِ فِي بَيْتِهِ إِلَّا أَنْ يَأْذَنَ لَكَ أَوْ بِإِذْنِهِ yang artinnya : Jangan sampai seseorang menjadi imam dalam keluarga orang lain dan jangan pula dalam wilayah kekuasaan (wewenang) nya dan jangan duduk di tempat duduk di rumah orang lain selain telah mendapat izin, atau seizinnya."(HR. Muslim), 3.Begitupun dalam hal bertamu di lingkungan mesjid yang telah terbentuk kepengurusan DKM, pihak MUI tidak dapat sewenang-wenang untuk dapat menjadi Imam Dan Khotib ditempat kami karena seuai dengan ketentuan dan perintah Nabi Muhammad saw pun demikian petunjuknya.
Selama ini beberapa kalangan MUI menyatakan bahwa sholat kami berbeda dengan muslim pada umumnya, seharusnya yang dilakukan oleh MUI adalah mengikuti sholat yang kami lakukan baik dari segi bacaan dan gerakan dalam sholat, bukan memaksa kami bermakmum, bagaimana kami bisa membuktikan tuduhan bahwa sholat kami sama apabila kami tidak diberi kesempatan untuk menjadi Imam Sholat?.
4.Prinsip sholat pada hakekatnya adalah hubungan pribadi  hamba dengan Sang Khalik  dan untuk itu terdapat syarat-syarat yang dapat dikategorikan syah dan tidaknya sholat sebagaimana hadist Rasulullah saw diantaranya adalah bahwa dalam berjamaah seorang makmum harus yakin terhadap kualitas iman seseorang Imam dan juga bukan dalam keadaan terdzalim.
5.Kami sangat berterima kasih dan siap menerima dengan rasa hormat dan penuh kehangatan, apabila pihak MUI ingin melakukan pembinaan kepada kami dalam bentuk tarbiyah dan diskusi shingga dapat terjalin rasa saling pengertian yang selama ini terkesan terputus dan juga kami terkesan eklusif. Dan adapun mengenai mengadakan Sholat dan juga khutbah jum'at bagi kami bukanlah sarana yang efektif untuk hal itu itu karena tidak tersedia ruang dua arah dan cenderung  kontra produktif sehingga menimbulkan suasana ukuwah islamiyyah kita tercedrai dimanfaatkan oleh oknum yang akan memperkeruh suasana dikarenakan masih terdapat hambatan-hambatan prinsip dalam pelaksanaan ibadah tersebut sebagaimana diuraikan dalam point-point awal. Dan dengan hal itu kami siap menerima kapan saja pembinaan dari MUI diluar rencana Sholat Jum'at dan juga Khutbahnya.
Demikianlah uraian kami ini kami sampaikan kepada Yth. Bapak Wali Kota Sukabumi, semoga hal ini dapat bapak maklumi untuk dapat ditindak lanjuti oleh jajaran staf MUSPIDA Kota Sukabumi.
Jazakumullah Ahsanal jaza
والسلام عليكم ورحمت الله وبركاته
Kami Yang termat Lemah,
            H. Agus Yunus
Ketua Cabang Sukabumi Kota
Tembusan Disampaikan kepada :
Yth. Bapak Ketua MUI Kota Sukabumi di Sukabumi
Yth. Kapolres Sukabumi di Sukabumi
Yth. DANDIM 0607 Sukabumi kota di Sukabumi
Yth. Kepala Kemenag Kota Sukabumi di Sukabumi
Yth. Komnasham
Yth. LBH Jabar
Yth. Kapolda Jabar
Yth. Kementrian Dalam Negeri RI
Yth. Menkopolhukam RI
Yth. Kementrian Agama RI
Yth. Amir Jemaat Ahmadiyah Indonesia.
Dalam kondisi sedikit "tegang" dan dlm penjagaan dr kepolisian,, Alhamdulillah sktr jam.10 td pagi justru bai'at seorang pemuda u/ bergabung k dlm jemaat.

Pentingnya Tahrik Jadid Dalam Jemaat Ahmadiyah


Amanat Huzur melalui Utusannya Tuan Laiq Ahmad Nasir. Berkantor di Rabwah di bidang Tahrik Jadid, membawahi seluruh mubaligh di seluruh dunia.

Saya hadir di hadapan Bapak-Bapak dan Ibu-Ibu atas perintah Huzur. Huzur bersabda bahwa beliau mengirim salam kepada anda. Huzur ingin mengetahui kabar kebaikan-kebaikan di cabang Anda.
Huzur bersabda bahwa banyaklah berdoa, berdoa, dan berdoa agar keadaan kita akan berubah meraih kemenangan seperti yg disabdakan Masih Mau'ud. Bersabarlah Anda semua menghadapi keadaan ini, banyak berdoa, insya Allah akan berubah baik. Tidak perlu takut dan cemas, justru harus banyak-banyak berdoa.

Selanjutnya beliau sampaikan bahwa Masih Mau'ud as. adalah nabi Allah. Kita harus bersyukur atas nikmat ini karena berada dalam jemaat Nabi ini. Cara terbaik mensyukuri nikmat ini adalah dengan mengamalkan sabda-sabda Masih Mau'ud as. Hanya mengatakan bahwa sudah baiat, baiat secara zahir, tak ada nilai apa-apa, selama belum mengamalkan amalan soleh dan ajaran-ajaran Masih Mau'ud as.
Hendaknya kita mengabarkan pada orang2 bahwa ini adalah Jemaat Nabi Allah yang membawa petunjuk bagi hidup kita. Seseorang telah datang dalam wujud Masih Mau'ud as. Beliau as. Bersabda "lihatlah wajahku, apakah ini wajah yang benar atau wajah pendusta. Karena wajah pendusta dan wajah yang benar sangat berbeda." Karena itu ketika kita berada di jemaat Nabi yang benar, maka kita pun harus menjadi anggota yang benar. Maka akan terbukti jemaat ini benar apabila kita mengamalkan ajaran2 Masih Mau'ud as. Tinggalkan hal-hal yang jelek. Harus berusaha sekuat tenaga mencapai kebaikan-kebaikan.

Beliau as. adalah seorang nabi yang ditunggu orang-orang suci sebelum beliau. Begitupula para aulia yang telah berlalu. Tetapi Allah Ta'ala memberi kita taufik berada di jemaat ini. Karena itulah kita harus bersyukur degan mengerjakan apa yang diperintahkan-Nya. Beliau juga mengatakan bahwa setelah beliau akan ada nikmat lain berupa khilafat. Sebagaimana setelah Rasulullah khilafat berdiri. Yang setelah itu berlalu. Yang mana pada waktu itu para sahabat telah hidup bersama mereka. Jika kita bandingkan diri kita dengan para sahabat, kita tidak ada apa-apanya, tak secuil debu pun. Tetapi Allah telah mengaruniakan kita menjadi murid-murid masih mauud as.

Semoga Allah Ta'ala memberi kita semua karunia untuk dapat menyemournakan apa yang dikehendaki dalam jemaat ini. Semoga Allah Ta'ala menutupi keburukan-keburukan dalam dir kita.
Q: Kapankah kemenangan Islam akan terjadi?

A: Allah telah menjanjikan kemenangan Islam. Dia tidak pernah mengingkari janji-Nya. Janji ini telah Dia sabdakan kepada Rasulullah saw. dan Masih Mau'ud as. Dia telah bersabda bahwa Jemaat ini tidak hanya berdiri 300 tahun saa, tetapi hingga laut menjadi kring. Kemenangan itu akan terjadi kapanpun Dia menghendakinya.

Q: Metode bertabligh
A: Tidak perlu banyak adu argumen dalam bertabligh. Tunjukkan bahwa kita orang yang benar dan baik. Allah telah menanamkan bibit kebaikan dalam diri setiap manusia, cukup tunjukkan itu. Kalau orang melihat kita baik, tidak mungkin mereka akan berbuat buruk pada kita. Kalau orang tertarik akan kebaikan kita, maka apapun yang Anda sampaikan akan diterima. Dengan sendirinya mereka akan mengikuti jemaat ini. Itulah yang paling berpengaruh dalam pertablighan. Saya perhatikan banyak turis datang ke Indonesia. Apabila Anda melihat turis, jangan sungkan-sungkan untuk menawarkan rumah misi juga perpustakaan. Syaratnya perpustakaan Anda harus sempurna isinya. Buku-buku tersedia dalam berbagai bahasa.
Q: bagaimana caranya mengajak seseorang untuk aktif?
A: Ajak makan bersama. Kalau dia senang dan menerima ajakan Anda, maka dia percaya pada Anda. Buat dia tertarik pada Anda dengan membicarakan apa yang dia suka.
Q: Bagaimana pembatasan penggunaan Facebook mengingat manfaatnya bisa bertemu kawan-kawan, tetapi Huzur V melarang penggunaannya?
A: Benar bahwa Huzur V melarang penggunaan Facebook terutama untuk anak-anak perempuan. Karena terbukti Facebook banyak melahirkan keburukan dan banyak kebohongan. Karena itu Huzur melarang penggunaan Facebook untuk anak-anak perempuan. Memang setiap hal itu ada dua sisi. Ada hal baik dan buruk. Kalau kita bisa menggunakannya dengan baik, kita akan meraih faedah. Sesuatu yg lebih banyak keburukannya, maka tinggalkanlah. Inilah alasan Huzur melarang penggunaan Facebook khususnya bagi anak perempuan kta agar mereka terjaga, selamat.
Q: Apakah Ristanata seperti ta'aruf?
A: Tidak benar kalau seorang ghaer Ahmadi dan pemuda Ahmadi mengadakan hubungan gelap tanpa sepengetahuan orangtua atau pengurus. Karena banyak keburukannya.

Amanat Huzur ATBA melalui Utusannya Tuan Laiq Ahmad Nasir.


Bontang, 21 sep 2015. Amanat Huzur melalui Utusannya Tuan Laiq Ahmad Nasir. Muballigh yang berkantor di Rabwah di bidang Tahrik Jadid.

Saya hadir di hadapan Bapak-Bapak dan Ibu-Ibu atas perintah Huzur. Huzur bersabda bahwa beliau mengirim salam kepada anda. Huzur ingin mengetahui kabar kebaikan-kebaikan di cabang Anda.
Huzur bersabda bahwa banyaklah berdoa, berdoa, dan berdoa agar keadaan kita akan berubah meraih kemenangan seperti yg disabdakan Masih Mau'ud. Bersabarlah Anda semua menghadapi keadaan ini, banyak berdoa, insya Allah akan berubah baik. Tidak perlu takut dan cemas, justru harus banyak-banyak berdoa.

Selanjutnya beliau sampaikan bahwa Masih Mau'ud as. adalah nabi Allah. Kita harus bersyukur atas nikmat ini karena berada dalam jemaat Nabi ini. Cara terbaik mensyukuri nikmat ini adalah dengan mengamalkan sabda-sabda Masih Mau'ud as. Hanya mengatakan bahwa sudah baiat, baiat secara zahir, tak ada nilai apa-apa, selama belum mengamalkan amalan soleh dan ajaran-ajaran Masih Mau'ud as.
Hendaknya kita mengabarkan pada orang2 bahwa ini adalah Jemaat Nabi Allah yang membawa petunjuk bagi hidup kita. Seseorang telah datang  kehadapan Masih Mau'ud as. 

Dan bertanya untuk menunjukkan 1 tanda kebenaran beliau. Beliau as. Bersabda "lihatlah wajahku, apakah ini wajah yang benar atau wajah pendusta. Karena wajah pendusta dan wajah yang benar sangat berbeda." Karena itu ketika kita berada di jemaat Nabi yang benar, maka kita pun harus menjadi anggota yang benar. Maka akan terbukti jemaat ini benar apabila kita mengamalkan ajaran2 Masih Mau'ud as. Itu akan terbukti dari amal baik kita yang akan mempengaruhi orang.Tinggalkan hal-hal yang jelek. Harus berusaha sekuat tenaga mencapai kebaikan-kebaikan.

Beliau as. adalah seorang nabi yang ditunggu oleh ribuan orang-orang suci sebelum beliau. Begitupula para aulia yang telah berlalu. Tetapi Allah Ta'ala memberi kita taufik berada di jemaat ini. Karena itulah kita harus bersyukur degan mengerjakan apa yang diperintahkan-Nya. Beliau juga mengatakan bahwa setelah beliau akan ada nikmat lain berupa khilafat. Sebagaimana setelah Rasulullah khilafat berdiri. Yang setelah itu berlalu. Yang mana pada waktu itu para sahabat telah hidup bersama mereka. Jika kita bandingkan diri kita dengan para sahabat, kita tidak ada apa-apanya, bahkan dengan secuil debu yang menempel dispatu mereka pun kita tidak ada apa-apanya. Tetapi Allah telah mengaruniakan kita menjadi murid-murid masih mauud as.

Semoga Allah Ta'ala memberi kita semua karunia untuk dapat menyemournakan apa yang dikehendaki dalam jemaat ini. Semoga Allah Ta'ala menutupi keburukan-keburukan dalam dir kita.
Q: Kapankah kemenangan Islam akan terjadi dibawah khilafat dan sampai kapan?
A: insyaAllah kemenangan akan terjadi. Allah telah menjanjikan kemenangan Islam. Allah SWT berfirman"lam tajida li sunnatillahi tabdila" bahwa sunnah Allah tidak akan melenceng. 

Allah adalah zat yang tidak pernah mengingkari janji-Nya. Janji ini telah Dia sabdakan kepada Rasulullah saw. dan Masih Mau'ud as. Dia telah bersabda bahwa Jemaat ini tidak hanya berdiri 300 tahun saja, bahkan hingga lautan menjadi kring. Tetapi Kemenangan itu akan terjadi kapanpun Dia menghendakinya. Sebagaimana dalam hadits Rasulullah bahwa khilafat ini akan sampai pada hari Qiyamat. Kalau kita lihat dalam Alquran Bahwa orang-orang mukmin yang akan mendapatkannya adalah yang mengamalkan amal shaleh.

Q: Metode bertabligh yang terbaik?
A: Tidak perlu banyak adu argumen dalam bertabligh. Tunjukkan bahwa kita orang yang benar dan baik. Allah telah menanamkan bibit kebaikan dalam diri setiap manusia, cukup tunjukkan itu. Kalau orang melihat kita baik, tidak mungkin mereka akan berbuat buruk pada kita. Kalau orang tertarik akan kebaikan kita, maka apapun yang Anda sampaikan akan diterima. Dengan sendirinya mereka akan mengikuti jemaat ini. Itulah yang paling berpengaruh dalam pertablighan. Saya perhatikan banyak turis datang ke Indonesia. Apabila Anda melihat turis, jangan sungkan-sungkan untuk menawarkan rumah misi juga perpustakaan. Syaratnya perpustakaan Anda harus sempurna isinya. Buku-buku tersedia dalam berbagai bahasa.

Q: bagaimana caranya mengajak anggota yang tidak aktif?
A: dekati,  jadikan teman atau sahabat. Cari hal-hal yang membuat dia tertarik. Kalau dia sudah bisa diajak/diundang makan bersama. InsyaAllah dia pun akan mau diajak kemesjid. Jangan mengajak dengan kasar dan membuka aibnya. Kalo seperti itu justru dia akan semakin menjauh.
Q: Bagaimana pembatasan penggunaan Facebook mengingat manfaatnya bisa bertemu kawan-kawan, tetapi Huzur V melarang penggunaannya?

A: Benar bahwa Huzur V melarang penggunaan Facebook terutama untuk anak-anak perempuan. Karena terbukti Facebook banyak melahirkan keburukan dan banyak kebohongan. Karena itu Huzur melarang penggunaan Facebook untuk anak-anak perempuan. Memang setiap hal itu ada dua sisi. Ada hal baik dan buruk. Kalau kita bisa menggunakannya dengan baik, kita akan meraih faedah. Sesuatu yg lebih banyak keburukannya, maka tinggalkanlah. Inilah alasan Huzur melarang penggunaan Facebook khususnya bagi anak perempuan kta agar mereka terjaga, selamat.

Q: Apakah Ristanata seperti ta'aruf?
A: Tidak benar kalau seorang khuddam atau Lajnah mengadakan hubungan gelap tanpa sepengetahuan orangtua atau pengurus. Karena akan banyak keburukannya.

Q: bagaimana kedudukan jalsah. Ada yg mngatakan saya ikut jalsah tapi tidak ada perubahan dalam diri saya, bagaimana dengan hal itu?
A: dengan mengikuti jalsah dengan baik maka dia akan mengetahui kelemahan dirinya sehingga dia bisa merubah dirinya menjadi lebih baik. Kalo ada orang yang mengatakan hal itu berarti dia tidak mengikuti jalsah dengan sebaik-baiknya.

Berkaca Pada Contoh Nabi Muhammad SAW mengenai Perbedaan


Berkaca Pada Contoh Nabi Muhammad SAW Mengenai Perbedaan Keyakinan.


Oleh: Nasaruddin Umar (Wamenag RI)
DALAM wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), perlu didefinisikan apa itu aliran sesat? Siapa yang berhak menyesatkan sebuah aliran? Apa kriteria aliran sesat? Siapa yang menentukan kriteria itu? Apa dasarnya?

Apakah aliran sesat itu pelanggaran pidana? Apa sanksi aliran yang dinyatakan sesat itu? Bagaimana menghukum aliran sesat? Siapa yang berhak menghukumnya? Bagaimana menyelesaikan dampak penyesatan sebuah aliran yang sudah lama eksis di dalam masyarakat?

Kesemuanya ini menjadi bukti tidak sederhananya menyelesaikan persoalan penyesatan sebuah aliran. Apalagi aliran itu berada di dalam wilayah keyakinan seseorang, sulit dideteksi, dan berpotensi menghakimi secara tidak adil kepada orang yang disangka penganut aliran sesat.

Ketika sebuah rezim otoriter berkuasa dan ketika dinasti mayoritas memegang kendali nilai, maka di situ berpotensi muncul kalimat dan akronim menakutkan, terutama kepada kaum minoritas.

Akronim itu misalnya kelompok oposisi, pemberontak, ideologi radikal, aliran sesat, ajaran terlarang, dan lain sebagainya. Bahkan tokoh di balik kelompok minoritas itu sering disebut orang gila, tukang sihir, paranormal, provokator, dan lain-lain.

Nabi Muhammad saw sendiri, sama seperti nabi-nabi sebelumnya, pernah mengalami hal yang sama dari penguasa Mekkah ketika pertama kali memperkenalkan ajaran Islam yang dibawanya. Ia pernah dianggap sebagai penganut aliran sesat, diusir, diancam akan dibunuh, dan ajaran agama yang diperkenalkannya dianggap sesat.

Nabi Muhammad sendiri dianggap orang gila (Mereka berkata: "Hai orang yang diturunkan Al Qur'an kepadanya, sesungguhnya kamu benar-benar orang yang gila". (Q.S. al-Hijr/15:16), dianggap paranormal atau tukang tenung ("Maka tetaplah memberi peringatan, dan kamu disebabkan nikmat Tuhanmu bukanlah seorang tukang tenung dan bukan pula seorang gila. (Q.S. al-Thur/52:29).

Bahkan Nabi dianggap tukang sihir ("Demikianlah tidak seorang rasul pun yang datang kepada orang-orang yang sebelum mereka, melainkan mereka mengatakan: "Ia adalah seorang tukang sihir atau orang gila"). (Q.S. al-Dzariyat/51: 52). Ada juga yang mengganggap penyair gila (Dan mereka berkata: "Apakah sesungguhnya kami harus meninggalkan sembahan-sembahan kami karena seorang penyair gila? (Q.S. al-Shaffat/37:36).

Nabi Muhammad sebagai seorang pemegang kendali otoritas Mekah-Madinah, tidak pernah membumi hanguskan para penganut aliran sesat. Bahkan Musailimah al-Kadzdzab yang nyata-nyata mendeklarasikan diri sebagai Nabi (palsu) di depan Nabi tidak pernah ditangkap atau diinstruksikan untuk dieksekusi.

Musailimah bahkan ditantang untuk menayangkan karya andalannya berupa imitasi wahyu yang dibuatnya sendiri dipamerkan di pintu masuk ka'bah. Biar nanti masyarakat menilai, mana ajaran orisinal mana ajaran yang palsu.

Nabi Muhammad juga pernah memarahi panglima perang Usamah lantaran membunuh seorang musuh yang sudah bersyahadat. Setelah Usama diinterogasi Nabi, Ia menjawab saya membunuh orang itu karena hanya ingin menyelamatkan diri ketika dirinya terpojok.

Saat itulah Rasulullah mengeluarkan pernyataan sebagaimana dikutip di dalam Al-Muwaththa': Nahnu nahkumu bi al-dhawahir waAllahu yatawalla al-sarair (Kita hanya menghukum apa yang tampak, hanya Allah yang berhak menghukum apa yang tidak tampak).

Dalam banyak riwayat Nabi memberikan kesempatan kepada mereka yang dianggap sesat untuk mengintrospeksi diri. Nabi tidak pernah memaksakan kehendaknya kepada kelompok minoritas, apalagi kalau hal itu menyangkut masalah aliran.

Bukankah Allah Swt juga telah mengingatkan kita: "Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah member petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya". (Q.S. al-Qashash/28:56).