Sunday, 8 November 2015
Ajaran Islam, Kerjakanlah Sesuatu Sesuai keahlian Seseorang
Smartphone Hancurkan Otak Anak Anda dan Creativitas Anak
Bahaya radiasi yang timbul dari smartphone sudah menjadi perdebatan sejak lama. Beberapa ahli menyebut ponsel terutama ponsel cerdas memiliki radiasi yang sangat kuat yang dapat menyebabkan kanker otak.
Thursday, 29 October 2015
Surat Penolakan Permintaan Imam Dari Majelis Ulama Indonesia
JEMAAT AHMADIYAH INDONESIA
CABANG SUKABUMI.
Badan Hukum Keputusan Menteri Kehakiman RI No. JA.5/23/13 Tgl.13-3-1953
Domisili: Jln Sriwedari Gg. Sriwedari VI No.06,RT.06, RW.01, Kel. Selabatu, Kec. Cikole, Kodya Sukabumi,43114 Phone.081346635204
Nomer: 01/JAI-Sukabumi/10-09-2015
Lampiran: 6 lembar
Hal.: Tanggapan dan Penjelasan Surat Dari MUI Kota Sukabumi
Bapak Wali Kota Sukabumi
H. Muhammad Muraz
Di
T e m p a t
Dengan surat ini kami sampaikan kepada bapak mengenai tanggapan kami tentang rencana Majelis Ulama Indonesi (MUI) Kota Sukabumi untuk untuk bertindak selaku Imam dan khotib pada Jum'at tanggal 11 September 2015 di masjid Bilal - Jalan Sriwedari.
Terlebih dahulu kami sampaikan kronologisnya bahwa pada hari Rabu, Tanggal 09/09/2015 JAI Sukabumi kedatangan tamu dari MUI Kota Sukabumi, yang diantaranya adalah Bapak Ketua umum I MUI Kota Sukabumi, Sekretris MUI Kota Sukabumi dan juga jajarannya. Adapun maksud dan tujuannya adalah untuk menyampaikan surat No.85/K/MUI-KOSI/IX/2015 perihal Ajakan sholat Jum'at Di Mesjid Bilal.
Kami dalam hal ini pengurus JAI Kota Sukabumi yang berbadan Hukum Keputusan Menteri Kehakiman RI No. JA.5/23/13 Tgl.13-3-1953, telah mengambil sikap bahwa kami JAI Kota Sukabumi tidak dapat mengizinkan yang Yth. Bapak-bapak Pengurus MUI untuk bertindak selaku Imam dan khotib pada Jum'at Tanggal 11 September 2015, karena di masjid kami telah diatur dengan resmi susunan kepengurusan dan juga jadwal imam sholat dan Khotibnya. Maka dengan hal ini harap bapak-bapak dari Pengurus MUI kota dapat memakluminya.
Sebagai tambahan lain mengenai sikap kami tidak mengizinkan sebagaimana yang tercantum dalam penjelasan diatas adalah sebagaimana tercantum dalam penjelasan kami berikut ini:
1.Kami menyambut baik gagasan tersebut dan sesungguhnya kami pun sudah sangat rindu untuk sholat berjamaah bermakmum khususnya dengan MUI, namun selama ini sikap MUI terhadap kami sangatlah intoleran, kami telah dinyatakan sesat, kafir, non muslim, dan lain-lain bukan hanya kepada kami tapi terlebih kepada pimpinan kami dengan menyatakan bahwa pimpinan kami sebagai Nabi Palsu, dajjal, pendusta dan lain-lain. Bahkan bukan hanya hal yang tersebut diatas, tindakan penganiayaan secara bathin, secara pisik pun kami rasakan kami telah diberlakukan secara intoleran, mesjid kami dirusak, dibakar bahkan ada saudara-saudara kami yang terbunuh dan diasingkan tidak dapat tinggal lagi di rumahnya sendiri diakibatkan dari fatwa-fatwa sesat menyesatkan, dan juga fatwa kafir yang mana sudah menjadi label dari jemaah kami. Dengan kondisi demikian, bagaiman kami dapat bermakmum dengan saudara-saudara kami dari MUI?. Sungguh sangat naif sekiranya diri kita, orang tua kita telah dihina dan dicaci maki, dijelek-jelekan kemudian kita harus mengikuti org yang telah menghina dan menjelek-jelekan diri kita dan orang tua kita sendiri?.
2.Sebagaimana Sabda Rasulullah saw, : وَلَا تَؤُمَّنَّ الرَّجُلَ فِي أَهْلِهِ وَلَا فِي سُلْطَانِهِ وَلَا تَجْلِسْ عَلَى تَكْرِمَتِهِ فِي بَيْتِهِ إِلَّا أَنْ يَأْذَنَ لَكَ أَوْ بِإِذْنِهِ yang artinnya : Jangan sampai seseorang menjadi imam dalam keluarga orang lain dan jangan pula dalam wilayah kekuasaan (wewenang) nya dan jangan duduk di tempat duduk di rumah orang lain selain telah mendapat izin, atau seizinnya."(HR. Muslim), 3.Begitupun dalam hal bertamu di lingkungan mesjid yang telah terbentuk kepengurusan DKM, pihak MUI tidak dapat sewenang-wenang untuk dapat menjadi Imam Dan Khotib ditempat kami karena seuai dengan ketentuan dan perintah Nabi Muhammad saw pun demikian petunjuknya.
Selama ini beberapa kalangan MUI menyatakan bahwa sholat kami berbeda dengan muslim pada umumnya, seharusnya yang dilakukan oleh MUI adalah mengikuti sholat yang kami lakukan baik dari segi bacaan dan gerakan dalam sholat, bukan memaksa kami bermakmum, bagaimana kami bisa membuktikan tuduhan bahwa sholat kami sama apabila kami tidak diberi kesempatan untuk menjadi Imam Sholat?.
4.Prinsip sholat pada hakekatnya adalah hubungan pribadi hamba dengan Sang Khalik dan untuk itu terdapat syarat-syarat yang dapat dikategorikan syah dan tidaknya sholat sebagaimana hadist Rasulullah saw diantaranya adalah bahwa dalam berjamaah seorang makmum harus yakin terhadap kualitas iman seseorang Imam dan juga bukan dalam keadaan terdzalim.
5.Kami sangat berterima kasih dan siap menerima dengan rasa hormat dan penuh kehangatan, apabila pihak MUI ingin melakukan pembinaan kepada kami dalam bentuk tarbiyah dan diskusi shingga dapat terjalin rasa saling pengertian yang selama ini terkesan terputus dan juga kami terkesan eklusif. Dan adapun mengenai mengadakan Sholat dan juga khutbah jum'at bagi kami bukanlah sarana yang efektif untuk hal itu itu karena tidak tersedia ruang dua arah dan cenderung kontra produktif sehingga menimbulkan suasana ukuwah islamiyyah kita tercedrai dimanfaatkan oleh oknum yang akan memperkeruh suasana dikarenakan masih terdapat hambatan-hambatan prinsip dalam pelaksanaan ibadah tersebut sebagaimana diuraikan dalam point-point awal. Dan dengan hal itu kami siap menerima kapan saja pembinaan dari MUI diluar rencana Sholat Jum'at dan juga Khutbahnya.
Demikianlah uraian kami ini kami sampaikan kepada Yth. Bapak Wali Kota Sukabumi, semoga hal ini dapat bapak maklumi untuk dapat ditindak lanjuti oleh jajaran staf MUSPIDA Kota Sukabumi.
Jazakumullah Ahsanal jaza
والسلام عليكم ورحمت الله وبركاته
Kami Yang termat Lemah,
Ketua Cabang Sukabumi Kota
Yth. Bapak Ketua MUI Kota Sukabumi di Sukabumi
Yth. Kapolres Sukabumi di Sukabumi
Yth. DANDIM 0607 Sukabumi kota di Sukabumi
Yth. Kepala Kemenag Kota Sukabumi di Sukabumi
Yth. Komnasham
Yth. LBH Jabar
Yth. Kapolda Jabar
Yth. Kementrian Dalam Negeri RI
Yth. Menkopolhukam RI
Yth. Kementrian Agama RI
Yth. Amir Jemaat Ahmadiyah Indonesia.
Dalam kondisi sedikit "tegang" dan dlm penjagaan dr kepolisian,, Alhamdulillah sktr jam.10 td pagi justru bai'at seorang pemuda u/ bergabung k dlm jemaat.
Pentingnya Tahrik Jadid Dalam Jemaat Ahmadiyah
Huzur bersabda bahwa banyaklah berdoa, berdoa, dan berdoa agar keadaan kita akan berubah meraih kemenangan seperti yg disabdakan Masih Mau'ud. Bersabarlah Anda semua menghadapi keadaan ini, banyak berdoa, insya Allah akan berubah baik. Tidak perlu takut dan cemas, justru harus banyak-banyak berdoa.
Selanjutnya beliau sampaikan bahwa Masih Mau'ud as. adalah nabi Allah. Kita harus bersyukur atas nikmat ini karena berada dalam jemaat Nabi ini. Cara terbaik mensyukuri nikmat ini adalah dengan mengamalkan sabda-sabda Masih Mau'ud as. Hanya mengatakan bahwa sudah baiat, baiat secara zahir, tak ada nilai apa-apa, selama belum mengamalkan amalan soleh dan ajaran-ajaran Masih Mau'ud as.
Hendaknya kita mengabarkan pada orang2 bahwa ini adalah Jemaat Nabi Allah yang membawa petunjuk bagi hidup kita. Seseorang telah datang dalam wujud Masih Mau'ud as. Beliau as. Bersabda "lihatlah wajahku, apakah ini wajah yang benar atau wajah pendusta. Karena wajah pendusta dan wajah yang benar sangat berbeda." Karena itu ketika kita berada di jemaat Nabi yang benar, maka kita pun harus menjadi anggota yang benar. Maka akan terbukti jemaat ini benar apabila kita mengamalkan ajaran2 Masih Mau'ud as. Tinggalkan hal-hal yang jelek. Harus berusaha sekuat tenaga mencapai kebaikan-kebaikan.
Beliau as. adalah seorang nabi yang ditunggu orang-orang suci sebelum beliau. Begitupula para aulia yang telah berlalu. Tetapi Allah Ta'ala memberi kita taufik berada di jemaat ini. Karena itulah kita harus bersyukur degan mengerjakan apa yang diperintahkan-Nya. Beliau juga mengatakan bahwa setelah beliau akan ada nikmat lain berupa khilafat. Sebagaimana setelah Rasulullah khilafat berdiri. Yang setelah itu berlalu. Yang mana pada waktu itu para sahabat telah hidup bersama mereka. Jika kita bandingkan diri kita dengan para sahabat, kita tidak ada apa-apanya, tak secuil debu pun. Tetapi Allah telah mengaruniakan kita menjadi murid-murid masih mauud as.
Semoga Allah Ta'ala memberi kita semua karunia untuk dapat menyemournakan apa yang dikehendaki dalam jemaat ini. Semoga Allah Ta'ala menutupi keburukan-keburukan dalam dir kita.
A: Allah telah menjanjikan kemenangan Islam. Dia tidak pernah mengingkari janji-Nya. Janji ini telah Dia sabdakan kepada Rasulullah saw. dan Masih Mau'ud as. Dia telah bersabda bahwa Jemaat ini tidak hanya berdiri 300 tahun saa, tetapi hingga laut menjadi kring. Kemenangan itu akan terjadi kapanpun Dia menghendakinya.
A: Tidak perlu banyak adu argumen dalam bertabligh. Tunjukkan bahwa kita orang yang benar dan baik. Allah telah menanamkan bibit kebaikan dalam diri setiap manusia, cukup tunjukkan itu. Kalau orang melihat kita baik, tidak mungkin mereka akan berbuat buruk pada kita. Kalau orang tertarik akan kebaikan kita, maka apapun yang Anda sampaikan akan diterima. Dengan sendirinya mereka akan mengikuti jemaat ini. Itulah yang paling berpengaruh dalam pertablighan. Saya perhatikan banyak turis datang ke Indonesia. Apabila Anda melihat turis, jangan sungkan-sungkan untuk menawarkan rumah misi juga perpustakaan. Syaratnya perpustakaan Anda harus sempurna isinya. Buku-buku tersedia dalam berbagai bahasa.
A: Ajak makan bersama. Kalau dia senang dan menerima ajakan Anda, maka dia percaya pada Anda. Buat dia tertarik pada Anda dengan membicarakan apa yang dia suka.
A: Benar bahwa Huzur V melarang penggunaan Facebook terutama untuk anak-anak perempuan. Karena terbukti Facebook banyak melahirkan keburukan dan banyak kebohongan. Karena itu Huzur melarang penggunaan Facebook untuk anak-anak perempuan. Memang setiap hal itu ada dua sisi. Ada hal baik dan buruk. Kalau kita bisa menggunakannya dengan baik, kita akan meraih faedah. Sesuatu yg lebih banyak keburukannya, maka tinggalkanlah. Inilah alasan Huzur melarang penggunaan Facebook khususnya bagi anak perempuan kta agar mereka terjaga, selamat.
A: Tidak benar kalau seorang ghaer Ahmadi dan pemuda Ahmadi mengadakan hubungan gelap tanpa sepengetahuan orangtua atau pengurus. Karena banyak keburukannya.
Amanat Huzur ATBA melalui Utusannya Tuan Laiq Ahmad Nasir.
Huzur bersabda bahwa banyaklah berdoa, berdoa, dan berdoa agar keadaan kita akan berubah meraih kemenangan seperti yg disabdakan Masih Mau'ud. Bersabarlah Anda semua menghadapi keadaan ini, banyak berdoa, insya Allah akan berubah baik. Tidak perlu takut dan cemas, justru harus banyak-banyak berdoa.
Selanjutnya beliau sampaikan bahwa Masih Mau'ud as. adalah nabi Allah. Kita harus bersyukur atas nikmat ini karena berada dalam jemaat Nabi ini. Cara terbaik mensyukuri nikmat ini adalah dengan mengamalkan sabda-sabda Masih Mau'ud as. Hanya mengatakan bahwa sudah baiat, baiat secara zahir, tak ada nilai apa-apa, selama belum mengamalkan amalan soleh dan ajaran-ajaran Masih Mau'ud as.
Hendaknya kita mengabarkan pada orang2 bahwa ini adalah Jemaat Nabi Allah yang membawa petunjuk bagi hidup kita. Seseorang telah datang kehadapan Masih Mau'ud as.
Beliau as. adalah seorang nabi yang ditunggu oleh ribuan orang-orang suci sebelum beliau. Begitupula para aulia yang telah berlalu. Tetapi Allah Ta'ala memberi kita taufik berada di jemaat ini. Karena itulah kita harus bersyukur degan mengerjakan apa yang diperintahkan-Nya. Beliau juga mengatakan bahwa setelah beliau akan ada nikmat lain berupa khilafat. Sebagaimana setelah Rasulullah khilafat berdiri. Yang setelah itu berlalu. Yang mana pada waktu itu para sahabat telah hidup bersama mereka. Jika kita bandingkan diri kita dengan para sahabat, kita tidak ada apa-apanya, bahkan dengan secuil debu yang menempel dispatu mereka pun kita tidak ada apa-apanya. Tetapi Allah telah mengaruniakan kita menjadi murid-murid masih mauud as.
Semoga Allah Ta'ala memberi kita semua karunia untuk dapat menyemournakan apa yang dikehendaki dalam jemaat ini. Semoga Allah Ta'ala menutupi keburukan-keburukan dalam dir kita.
A: insyaAllah kemenangan akan terjadi. Allah telah menjanjikan kemenangan Islam. Allah SWT berfirman"lam tajida li sunnatillahi tabdila" bahwa sunnah Allah tidak akan melenceng.
A: Tidak perlu banyak adu argumen dalam bertabligh. Tunjukkan bahwa kita orang yang benar dan baik. Allah telah menanamkan bibit kebaikan dalam diri setiap manusia, cukup tunjukkan itu. Kalau orang melihat kita baik, tidak mungkin mereka akan berbuat buruk pada kita. Kalau orang tertarik akan kebaikan kita, maka apapun yang Anda sampaikan akan diterima. Dengan sendirinya mereka akan mengikuti jemaat ini. Itulah yang paling berpengaruh dalam pertablighan. Saya perhatikan banyak turis datang ke Indonesia. Apabila Anda melihat turis, jangan sungkan-sungkan untuk menawarkan rumah misi juga perpustakaan. Syaratnya perpustakaan Anda harus sempurna isinya. Buku-buku tersedia dalam berbagai bahasa.
A: dekati, jadikan teman atau sahabat. Cari hal-hal yang membuat dia tertarik. Kalau dia sudah bisa diajak/diundang makan bersama. InsyaAllah dia pun akan mau diajak kemesjid. Jangan mengajak dengan kasar dan membuka aibnya. Kalo seperti itu justru dia akan semakin menjauh.
A: Benar bahwa Huzur V melarang penggunaan Facebook terutama untuk anak-anak perempuan. Karena terbukti Facebook banyak melahirkan keburukan dan banyak kebohongan. Karena itu Huzur melarang penggunaan Facebook untuk anak-anak perempuan. Memang setiap hal itu ada dua sisi. Ada hal baik dan buruk. Kalau kita bisa menggunakannya dengan baik, kita akan meraih faedah. Sesuatu yg lebih banyak keburukannya, maka tinggalkanlah. Inilah alasan Huzur melarang penggunaan Facebook khususnya bagi anak perempuan kta agar mereka terjaga, selamat.
A: Tidak benar kalau seorang khuddam atau Lajnah mengadakan hubungan gelap tanpa sepengetahuan orangtua atau pengurus. Karena akan banyak keburukannya.
A: dengan mengikuti jalsah dengan baik maka dia akan mengetahui kelemahan dirinya sehingga dia bisa merubah dirinya menjadi lebih baik. Kalo ada orang yang mengatakan hal itu berarti dia tidak mengikuti jalsah dengan sebaik-baiknya.
Berkaca Pada Contoh Nabi Muhammad SAW mengenai Perbedaan
Sunday, 30 August 2015
Doa bukanlah Ban Serep, Doa adalah kompas Penunjuk Arah.
Karena masa lalu kita tidak sepenting masa depan kita.
Jadi, pandanglah ke depan dan majulah.
Hanya membutuhkan waktu beberapa detik untuk membakarnya, tapi butuh waktu tahunan untuk menulisnya.
Jika berlangsung baik, nikmatilah, karena tidak akan bertahan selamanya.
Jika berlangsung salah, jangan khawatir, karena juga tidak akan bertahan lama.
Thursday, 27 August 2015
Perubahan Cepat Melalui Sudden Shift, Umat Manusia Di Abad 21
Wednesday, 26 August 2015
Konsep Ketuhanan Islam Yang Dijalankan Oleh Om Google.
Dan pendekatan kita dalam mengatasi masalah itu selama ini adalah seperti golongan IBM yang merasa harus mengatasi segala masalahnya sendiri.
Tuesday, 25 August 2015
Polisi Paksa Muslim Ahmadiyah Menurunkan Bendera Merah Putih di Banjar Ciamis
2. Dedi (Kanit Intel Polres Banjar) 081394247473
3. Yunus (JAI Banjar) 081323745476
4. Dedi Mulyadi (JAI Banjar) 085315449199
Monday, 24 August 2015
20 Macam Bahaya Kebiasaan Makan Mie Instan Yang Sangat Metikan Manusia.
Friday, 21 August 2015
Pertemuan Tahunan #JalsaUK2015 Muslim Ahmadiyah di London Inggris
Pertemuan Tahunan #JalsaUK2015 Muslim Ahmadiyah di London Inggris dihadiri dari seluruh Dunia.
Ringkasan wawancara Jalsah UK yg diterjemahkan oleh: Mln. Saefullah M.A. 21/08/2015
"Berkenaan dg stndar pnglhidmatan tamu Hz Masih Mauud as adalh standar yg dulu dprlihatkan oleh Rasulullah saw yg dihdupkan kmbali oleh Hz Masih Mauud as.
Tamu Hz Masih Mauud as bukanlah tamu biasa...
Beliau as dapat wahyu.. ya'tika min kulli fajjin 'amiq ( orang orang dr jauh akan datamg k pada mu)
Wahyu ini dtrima Hz Masih Mauud as ketika bliau tdk dikenal oleh siapapu, yakni qadian tak ada seorangpun yg mengenal dulu... tapi sekarang kita lihat bagaimna orang dr seluruh penjuru dunia datang sebagai tamu Masih Mau'ud a.s.
Wahyu lagi, wasi' makaanaka... perluaslah tempatmu,...
Dulu orang duniawi akan berpikir bahwa ini adalah konyol, namun sekarang kita melihat tempat yg dulu luas sekarang sudah mulai tampak kecil, sehingga penggenapan wahyu itu kita dapat saksikan sekarang dseluruh dunia. Bendera jemaat disiapkan oleh para sahabat. Pertama kali dikibarkan oleh Hz Muslih Mauud ra pada pada pukul 2 siang, 28 desember 1939 di Talimul Islam Hight School Qadian d hari kedua jalsah.
Bendera adalah lambang hidupnya suatu kaum.. para sahabat Rasulullah saw rela menyerahkan nyawanya demi bendera islam...
Warna hitam dr bendera Ahmadiyah (Liwa e Ahmadiyyat) berdasarkan sabda Rasulullah saw.
Warna hitam melambangkan keadaan islam pada saat Hz Masih Mauud as turun yg berada dalam kegelapan. Sedangkan warna putih melambangkan melalui jemaat ahmadiyah lah keadaan gelap itu akan ditarik ke arah nur. Iman hendaknya tdk sebatas pada ilmu, melainkan juga dibuktikan melalui amal. Hz aqdas: tujuan aku diutus adalah menegakkan kembali iman yg hakiki. Baik itu secara amal maupun ilmu. Dan menyelamatkan islam dr serangan kehancuran, Orang2 heran melihat jemaat ahmadiyah menyampaikan talim hakiki islam mereka bertanya2 apakah betul ini hakiki islam? Kita sebagai pngikut Hz aqdas as harus senantiasa menyadari dan meningkatkan keimanan, amalan dan ilmu kta.. supay kita selamat dr cengkraman dunia. Kita harus meningkatkan ketakwan supaya bisa menunjukan dunia ke arah kebenaran.
Al quran karim sangat menekankan ketakwaan.. takwa menyelamatkan insan dr kesalahan2 kecil sekalipun. Takwa memberikan kekatan untuk selamat dr keburukan dan kekuatan menuju kebaikan. Buruk sangka adalah faktor hancurnya rumah tangga, dan masyarakat, Hendknya kita menghindari buruk sangka. Allah Taala menetapkan buruk sangka, memata matai dan ghibat sebagai dosa besar, sebagian manusia terpuruk dalam dosa2 kecil tapi dia todak memahaminya, shingga mengancurkannya. Hz Aqdas: ingatlah segala keburukan berasal dari buruk sangka. Buruk sangka menghamcurkan keimanan dan menjadikan teman jd musuh.
Jadi jika kalian pernah berprasangka buruk maka cepatlah beristighfar. Jangan memganggap jni sepele. Buruk sangka adalah hal yg sangat berbahaya yg dapat dengan cepat menghancurkan keimanan. Para ulama sekarang telah berburuk sangka trhadap Masih Mau'ud as. Allah Taala telah menyelamatkan kita dri berburuk sangka thdp Masih Mauud as dan memberikan karunia kpd kita utk menerima beliau. Namun kita masih harus selamat dr buruk sangka secara pribadi.
Maka banyaklah beristighfar. Sebarkan lah rasa kasih sayang antara satu sama lain. Apabila kita menegakkan cinta di masyarakat maka kita berhak menirima cinta Allah Taala. Sesungguhnya setiap mukmin adalah bersaudara. Hindari lah ghibat supaya Allah Taala mengasihi kalian. Setiap ahmadi harus ingat, apbila kita ingin membawa jemaat kearah kamajuan, apabila kita ingin meraih keridoan Allah Taala, apabila kita ingin menjaga hubungan baik kekeluargaan maka tegakkan lah cinta dan kasih sayang antara sesama, hendaklah juga diingat bahwa kasih sayang bukan hanya antar mukmin saja, melainkan juga dimasyarkat, dengan ini pintu tabligh akan terbuka dg sendirinya, begitu juga dalam nikah kejujuran juga harus dikedepankan, Dalam ketakwaan insan tdk akan mendekati dosa. Stiap kita harus menjadikan quran sebagai pedoman dan penunjuk jalan kita, perhatikan baik2 dan amalkan quran karim. Selama ini tidak ada maka kita akan sulit untuk menegakkan ketakwaan.
Itaat kpd Allah dan Rasul adalh yg paling utama, itaat baru dapat dilakukan apabila kita mengetahui perintah2. Dan untuk mengetahui perintah tentu perlu mencari, Seorang muttaqi tdk cukup hanya menjadikan dirinya sbgai muttaqi atau istiqamah dalam ketakwaannya.. melainkan harua menjd imam dr para muttaqi, pengaruh ketalwannya harus terpancar pada istri, anak dan masyarakat...
ini lah tuntutan dri doa
Rabbana hablana min azwaajina....Coba bayang kan apabila stiap kita memanjatkan doa ini dg memahami maksud ayat ini maka seperti apa kemajuan yg akan dialami dlam masyarakat, krna setiap kita berdoa utk menjadi.imam par muttaqi, Utk meraih berkat dr doa ini kita tdak cukup hanya puas dg ketakwan kita, melainkan haru menjadi teladan bagi yg lain. Kita berjaji utk mendahulukan agama dr dunia. Ya akan ditrima disisi Allah hanyalah yg menunaikan janjinya, Dan bentuk penyempurnaan janji itu adalah ketakwaan. Islam berkata bahwa qaule sadid ( perkataan bnar) dan menunaikan janji adalah ketakwaan. Selah beriman yg dibutuhknn adalah senantiasa maju dalam keimanan.
Ini lah tuntutan syarat baiat, Apa bila kita datang kesini hanya sebatas mendengar penceramah lalu mengumndangkan takbir maka kedatangan ksini dan susah payah dalan menyiapkan jalsah ini adalah suatu yg tdk bermanfaat dan sia sia. Hz Aqdas: jangan lah mencaci maki meskipun dicaci maki, bersimpatilah kpada sesama, kalau kalian besar maka kasihilah yg kecil, banyak yg dr luar terlihat suci namun didalam adalah ular, oleh krma itu jangan dekati dosa, takutlah lepada laknat Allah. Sucilah kalian dan luruslah, jamgan membohongi Tuhan. Jangan ada sedikitpun takabur dalam diri. Betapa buruknya nasib orang yg tdk mengikuti nasehat yg berasal dr Allah ini yg aku sampaikan."
Umat Muslim Wajib Berlindung kepada Allah dari Kejahatan Nafsu
CARA UMAT MUSLIM MENGHORMATI dan MENCINTAI KITAB SUCI ALQURAN
'Kami semua yang sedang sakit ini hanya melihat Anda semata, Karena Tuhan, jadilah Anda Al-Masih!'
Sayyidina Amirul Mu'minin, Hadhrat Mirza Masroor Ahmad
Khalifatul Masih al-Khaamis ayyadahullaahu Ta'ala binashrihil 'aziiz
Editor: Dildaar Ahmad Dartono
---
Monday, 17 August 2015
Renungan Kemerdekaan Indonesia, 17 Agustus Untuk Manusia Indonesia
Thursday, 13 August 2015
Kisah Teladan: Kisah Rasulullah SAW dan Pemuda yang Bertaubat
Ada contoh riwayat Rasulullah SAW tentang seorang pemuda yang bisa kita ambil hikmah dan pelajaran di dalamnya.
Dikisahkan pada zaman Rasululullah SAW ada seorang pemuda yang gemar melakukan perbuatan tercela seperti mencuri, berjudi, mabuk, dan berzina. Kegemarannya ini sudah menjadi rahasia umum dan Rasulullah SAW pun telah mengetahuinya.
Suatu hari setelah semakin banyak orang memeluk Islam, pemuda itu juga ingin bertaubat dan ingin memeluk agama Islam. Tapi ada suatu hal yang mengganjal hatinya, ia takut kegemarannya nanti dilarang oleh Rasulullah SAW. Maka Ia pun setengah hati dan ragu-ragu antara ingin menemui Rasulullah SAW untuk menyatakan niatnya memeluk agama Islam atau tidak.
Namun keinginannya untuk masuk agama Islam sangat lah besar. Apa lagi ia menyaksikan para tetangganya yang telah memeluk Islam hidup dalam ketenteraman dan kedamaian. Pemuda itu pun penasaran, apalagi ketika ia mendengar dari para tetangganya bahwa Islam itu agama yang mudah dan tidak memberatkan. Maka ia pun membulatkan tekadnya untuk menemui Rasulullah SAW. Kepada Beliau SAW ia utarakan niatnya memeluk Islam. Dan alangkah senangnya ia ketika mendengar jawaban Rasululullah SAW bahwa beliau tidak menyinggung-nyinggung soal kegemarannya itu. Rasulullah SAW cuma menyebut satu syarat baginya untuk bisa memeluk Islam, ''Jangan berbohong.'' . Lalu pemuda tersebut berkata "Hanya itu kah y Rasulullah?". "Iya, laksanakanlah. Nanti temui saya lagi." kata Beliau SAW. ''Kalau cuma itu syarat untuk memeluk Islam, baiklah wahai Rasulullah saya bersedia masuk Islam,'' jawab pemuda itu. Maka, dengan sukacita ia meninggalkan majelis Rasululullah SAW untuk kembali kepada kaumnya. Di sepanjang jalan ia tak habis-habisnya bergumam, ''Islam ternyata memang gampang dan tidak memberatkan saya dan Rasulullah hanya melarang saya untuk berbohong.''.
Hingga datang suatu saat dimana pemuda itu berhasrat untuk berzina. Namun di saat mau melakukannya hatinya berkata, ''Nanti kalau Rasulullah bertanya dari mana saya, lalu apa jawab saya? Saya pasti akan berkata seadanya. Sebab Rasulullah melarang saya untuk berbohong,''. Maka niat untuk berzina itu pun ia tinggalkan. Begitu juga saat pemuda itu berhasrat untuk melakukan kejahatan lainnya, maka setiap kali pula ia berhasil meredamnya. Akhirnya ia sadar bahwa hal yang dianggapnya mudah ternyata solusinya agar ia tidak melakukan semua kebiasaan buruknya yang secara halus diajarkan Rasululullah SAW.
Hikmah dari kisah teladan Rasulullah SAW dan pemuda yang bertaubat ini adalah mengajarkan kepada kita untuk menanamkan sikap kejujuran dalam diri dengan tidak berbohong agar tidak terjerumus ke dalam perbuatan dosa dan merugikan diri sendiri juga orang lain. Semoga kita bisa mengambil hikmah dari kisah di atas dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari kita.
Wednesday, 12 August 2015
Arti Kemerdekaan Menurut Ajaran Islam dan Alquran
“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (ni’mat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (ni’mat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” (QS Ibrahim ayat 7).
Kemerdekaan merupakan salah satu karunia besar dari Allah subhaanahu wa ta’aala kepada hamba-hambaNya. Ia merupakan ni’mat urutan kedua sesudah ni’mat kehidupan. Namun ia tetap berada pada satu urutan di bawah ni’mat termahal, yakni ni’mat keimanan.
Sebagaimana ni’mat-ni’mat lainnya Allah subhaanahu wa ta’aala memerintahkan kita untuk mensyukurinya. Sebab mensyukuri ni’mat akan menghasilkan pelipatgandaan ni’mat itu sendiri. Sedangkan kufur ni’mat akan menyebabkan ni’mat itu berubah menjadi sumber bencana bahkan azab. Sebagian ‘ulama mendefinisikan syukur ni’mat sebagaiاستعمال النعمة في الطاعة لزيادة النعمة “memanfaatkan ni’mat di jalan ketaatan sehingga ni’mat tersebut bertambah.”
Apabila kita sebagai suatu bangsa pandai memanfaatkan ni’mat kemerdekaan dengan menjalani kehidupan berbangsa, bermasyarakat dan bernegara penuh dengan berbagai program ketaatan kepada Allah subhaanahu wa ta’aala, niscaya ni’mat tersebut akan Allah subhaanahu wa ta’aala tambah kepada kita semua. Namun sebaliknya bilamana kemerdekaan itu kita sikapi dengan menjalani kehidupan berbangsa, bermasyarakat dan bernegara jauh dari tuntunan ilahi, maka sudah sewajarnya ni’mat kemerdekaan malah terasa menjadi sumber bencana dan bahkan azab. Adalah suatu ironi bila sebagai suatu bangsa yang berjuang berabad-abad mengusir para penjajah kafir Inggris, Portugis, Belanda dan Jepang dengan semangat takbir Allah Maha Besar… الله اكبر ..
Lalu saat meraih kemerdekaan justru membesarkan faham nasionalisme-materialisme-sekulerisme dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Masihkah kita perlu heran mengapa setelah hidup di alam kemerdekaan berpuluh tahun justru kita sebagai bangsa semakin terpuruk? Bukankah apa yang sedang kita alami sekarang hanyalah sebuah bukti kebenaran firman Allah di atas? ”… dan jika kamu mengingkari (ni’mat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.”
Mengingkari ni’mat maknanya di sini adalah tidak memanfaatkan ni’mat kemerdekaan di jalan Allah subhaanahu wa ta’aala, artinya tidak menjadikan Islam (ajaran Allah subhaanahu wa ta’aala) sebagai landasan kehidupan berbangsa dan bernegara. Kita lebih percaya dan bangga dengan man-made ideology daripada way of life yang telah digariskan Allah subhaanahu wa ta’aala.
Padahal saat sedang terjepit oleh para penjajah hanya Allah subhaanahu wa ta’aala yang kita panggil dan mohonkan pertolonganNya. Menurut seorang ‘ulama hakekat kemerdekaan atau kebebasan adalah: كون الإنسان عبدًا لله خلقا و شعورًا و خلقا “keberadaan manusia sebagai hamba Allah baik dari sudut penciptaan, perasaan maupun akhlaq.” Artinya, seorang manusia, menurut pandangan Islam, barulah akan disebut merdeka bilamana ia sadar dan berusaha keras mamposisikan dirinya selaku hamba Allah subhaanahu wa ta’aala saja dalam segenap dimensi dirinya, baik penciptaan, perasaan maupun akhlaq. Dan segera ia akan divonis tidak merdeka atau belum merdeka bilamana ia masih menghambakan dirinya kepada selain Allah subhaanahu wa ta’aala.
Atau, dengan kata lain, kemerdekaan seseorang atau suatu bangsa sangat ditentukan pada seberapa besar upaya individu atau bangsa tersebut menjadikan kalimat tauhid لآ إله إلا الله Sebagai motivator dan inspirator utama pembebasan diri atau bangsa dari dominasi apapun atau siapapun selain Allah subhaanahu wa ta’aala.
Dan pada dasarnya inilah yang telah dida’wahkan oleh Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam dan oleh segenap Nabi dan Rasul lainnya dahulu kala. Tak ada seorangpun Rasul yang diutus Allah kepada ummat manusia melainkan menyampaikan pesan abadi dan universal untuk ”hanya menyembah Allah dan menjauhi thaghut (syaithan)”. وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِي كُلِّ أُمَّةٍ رَسُولًا أَنِ اُعْبُدُوا اللَّهَ وَاجْتَنِبُوا الطَّاغُوتَ “Dan sungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan), “Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut itu” (QS An-Nahl ayat 36) Ini pula yang telah disampaikan oleh sahabat Rib’iy bin Aamer radhiyallahu ‘anhu saat beliau diutus khalifah Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu untuk bernegosiasi bilateral dengan negara adidaya Persia.
Rib’iy berkata kepada Panglima Persia Rustum: ابتعثنا الله لنخرج الناس من عبادة العباد لعبادة الله وحده “Kami (umat Islam) diutus Allah untuk mengeluarkan manusia dari penghambaan sesama hamba untuk menghamba kepada Allah semata.”
Sehingga Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam berhasil dengan gilang-gemilang mengeluarkan bangsa Arab dari kubangan kegelapan jahiliah kepada kecemerlangan kehidupan dan peradaban di bawah naungan ridho Allah ‘Azza wa Jalla.
Arti Kemerdekaan Menurut Ajaran Islam dan Alquran adalah bersyukur dan semoga bangsa ini bersyukur dengan kemerdekaan yang ke 70 ini bangsa Indonesia lebih dewasa dan tentunya lebih menghargai apa yang di brikan Tuhan kepada negara ini.
Dan para Koruptor segera sadar dan melakukan taubat dengan mengisi dan membangun bangsa Indonesia ini dengan hal yang lebih positif.
Sehingga tampillah suatu masyarakat berperadaban baru yang menyerahkan segenap dimensi kehidupannya mengikuti apa-apa yang diturunkan Allah subhaanahu wa ta’aala. Sehingga lahirlah suatu ummat terbaik (khairu ummah) yang tidak mencintai, mentaati serta merasa takut kepada apapun dan siapapun selain kepada Allah subhaanahu wa ta’aala.
Monday, 10 August 2015
Meneladani 4 Sifat Rasulullah: Shiddiq, Amanah, Fathonah, dan Tabligh
Nabi Muhammad SAW adalah seorang insan kamil (manusia sempurna) yang memiliki akhlaq dan sifat-sifat yang sangat mulia. Oleh karena itu sebagai manusia yang mengaku diri sebagai umatnya, sudah seharusnya kita mencontoh perilaku dari Rasulullah SAW, karena memang tidak ada lagi contoh yang lebih baik dibanding Beliau SAW. Ada empat sifat utama yang dimiliki oleh Rasulullah SAW.
Shiddiq
Shiddiq artinya benar. Tidak hanya perkataannya yang benar, tapi juga perbuatannya juga benar. Tidak ada pertentangan antara yang diucapkan dengan yang dilakukan. Hal-hal yang diucapkannya pun adalah hal-hal yang penuh hikmah yang merupakan petunjuk dari Allah SWT.
Hal itu sesuai dengan firman Allah SWT.
"Dan tiadalah yang diucapkannya itu (Al Qur'an) menurut kemauan hawa nafsunya. Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan kepadanya." - An Najm 4-5
Begitulah seharusnya kita sebagai umat Rasulullah SAW. Segala ucapan dan tingkah laku kita pun harus sesuai dengan isi dari Al-Qur'an. Karena Al-Qur'an itu adalah pedoman hidup sebaik-baiknya.
Amanah
Amanah artinya bisa dipercaya. Jika satu urusan diserahkan kepadanya, niscaya orang percaya bahwa urusan itu akan dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Oleh karena itulah Rasulullah SAW dijuluki oleh penduduk Mekkah dengan gelar "Al-Amin" yang artinya terpercaya jauh sejak beliau belum diangkat menjadi Nabi. Apa pun yang tanggung jawab yang diberikan kepada beliau, beliau emban dengan sebaik-baiknya.
"Aku menyampaikan amanat-amanat Tuhanku kepadamu dan aku hanyalah pemberi nasehat yang terpercaya bagimu." - Al A'raaf 69.
Mustahil Rasulullah SAW khianat terhadap yang memberinya amanah. Ketika Rasulullah SAW ditawari kerajaan, harta, wanita oleh kaum Quraisy agar beliau meninggalkan tugas ilahinya menyiarkan agama Islam, beliau menjawab: "Demi Allah. Wahai paman, seandainya mereka dapat meletakkan matahari di tangan kananku dan bulan di tangan kiriku agar aku meninggalkan tugas suciku, maka aku tidak akan meninggalkannya sampai Allah memenangkan (Islam) atau aku hancur karena-Nya".
Meski kaum kafir Quraisy mengancam membunuh Rasulullah SAW, namun beliau SAW tidak gentar dan tetap menjalankan amanah yang dia terima. Seorang Muslim harusnya bersikap amanah seperti yang dicontohkan oleh beliau SAW.
Tabligh
Tabligh artinya menyampaikan. Semua firman Allah SWT yang ditujukan kepada manusia, disampaikan oleh Rasulullah SAW. Tidak ada yang disembunyikan meski itu menyinggung beliau SAW sendiri.
"Supaya Dia mengetahui, bahwa sesungguhnya rasul-rasul itu telah menyampaikan risalah-risalah Tuhannya, sedang (sebenarnya) ilmu-Nya meliputi apa yang ada pada mereka, dan Dia menghitung segala sesuatu satu persatu." - Al Jin 29.
Dalam suatu riwayat dikisahkan suatu ketika datang seorang buta, Ummi Maktum, kepada Rasulullah SAW sambil berkata, "Berilah petunjuk kepadaku ya Rasulullah." Pada waktu itu Rasulullah SAW sedang menghadapi para pembesar kaum musyrikin Quraisy, sehingga Rasulullah berpaling daripadanya dan tetap mengahadapi pembesar-pembesar Quraisy. Ummi Maktum berkata, "Apakah yang saya katakan ini mengganggu tuan?". Rasulullah SAW menjawab, "Tidak."
Sebetulnya apa yang dilakukan Rasulullah SAW itu menurut standard umum adalah hal yang wajar. Saat sedang berbicara di depan umum atau dengan seseorang, tentu kita tidak suka diinterupsi oleh orang lain. Namun untuk standard Rasulullah SAW, itu tidak cukup. Karena setiap orang berhak mendapatkan perhatian yang sama dan disampaikan firman-firman Illahi.
Fathona
Fathona artinya cerdas. Berkebalikan dengan bodoh atau jahlun. Dalam menyampaikan enam ribu lebih ayat Al-Qur'an kemudian menjelaskannya dalam puluhan ribu hadits membutuhkan kecerdasan yang luar biasa. Rasulullah SAW harus mampu menjelaskan firman-firman Allah SWT kepada kaumnya sehingga mereka paham dan masuk ke dalam Islam. Rasulullah SAW juga harus mampu berdebat dengan orang-orang kafir dengan cara yang sebaik-baiknya.







