Showing posts with label Ajaran. Show all posts
Showing posts with label Ajaran. Show all posts

Wednesday, 12 August 2015

Arti Kemerdekaan Menurut Ajaran Islam dan Alquran

Arti Kemerdekaan Menurut Ajaran Islam dan Alquran dalam artian banyak Bersyukur.


 “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (ni’mat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (ni’mat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” (QS Ibrahim ayat 7).

Kemerdekaan merupakan salah satu karunia besar dari Allah subhaanahu wa ta’aala kepada hamba-hambaNya. Ia merupakan ni’mat urutan kedua sesudah ni’mat kehidupan. Namun ia tetap berada pada satu urutan di bawah ni’mat termahal, yakni ni’mat keimanan.

Sebagaimana ni’mat-ni’mat lainnya Allah subhaanahu wa ta’aala memerintahkan kita untuk mensyukurinya. Sebab mensyukuri ni’mat akan menghasilkan pelipatgandaan ni’mat itu sendiri. Sedangkan kufur ni’mat akan menyebabkan ni’mat itu berubah menjadi sumber bencana bahkan azab. Sebagian ‘ulama mendefinisikan syukur ni’mat sebagaiاستعمال النعمة في الطاعة لزيادة النعمة “memanfaatkan ni’mat di jalan ketaatan sehingga ni’mat tersebut bertambah.”

Apabila kita sebagai suatu bangsa pandai memanfaatkan ni’mat kemerdekaan dengan menjalani kehidupan berbangsa, bermasyarakat dan bernegara penuh dengan berbagai program ketaatan kepada Allah subhaanahu wa ta’aala, niscaya ni’mat tersebut akan Allah subhaanahu wa ta’aala tambah kepada kita semua. Namun sebaliknya bilamana kemerdekaan itu kita sikapi dengan menjalani kehidupan berbangsa, bermasyarakat dan bernegara jauh dari tuntunan ilahi, maka sudah sewajarnya ni’mat kemerdekaan malah terasa menjadi sumber bencana dan bahkan azab. Adalah suatu ironi bila sebagai suatu bangsa yang berjuang berabad-abad mengusir para penjajah kafir Inggris, Portugis, Belanda dan Jepang dengan semangat takbir Allah Maha Besar… الله اكبر ..

Lalu saat meraih kemerdekaan justru membesarkan faham nasionalisme-materialisme-sekulerisme dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Masihkah kita perlu heran mengapa setelah hidup di alam kemerdekaan berpuluh tahun justru kita sebagai bangsa semakin terpuruk? Bukankah apa yang sedang kita alami sekarang hanyalah sebuah bukti kebenaran firman Allah di atas? ”… dan jika kamu mengingkari (ni’mat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.”

Mengingkari ni’mat maknanya di sini adalah tidak memanfaatkan ni’mat kemerdekaan di jalan Allah subhaanahu wa ta’aala, artinya tidak menjadikan Islam (ajaran Allah subhaanahu wa ta’aala) sebagai landasan kehidupan berbangsa dan bernegara. Kita lebih percaya dan bangga dengan man-made ideology daripada way of life yang telah digariskan Allah subhaanahu wa ta’aala.

Padahal saat sedang terjepit oleh para penjajah hanya Allah subhaanahu wa ta’aala yang kita panggil dan mohonkan pertolonganNya. Menurut seorang ‘ulama hakekat kemerdekaan atau kebebasan adalah: كون الإنسان عبدًا لله خلقا و شعورًا و خلقا “keberadaan manusia sebagai hamba Allah baik dari sudut penciptaan, perasaan maupun akhlaq.” Artinya, seorang manusia, menurut pandangan Islam, barulah akan disebut merdeka bilamana ia sadar dan berusaha keras mamposisikan dirinya selaku hamba Allah subhaanahu wa ta’aala saja dalam segenap dimensi dirinya, baik penciptaan, perasaan maupun akhlaq. Dan segera ia akan divonis tidak merdeka atau belum merdeka bilamana ia masih menghambakan dirinya kepada selain Allah subhaanahu wa ta’aala.

Atau, dengan kata lain, kemerdekaan seseorang atau suatu bangsa sangat ditentukan pada seberapa besar upaya individu atau bangsa tersebut menjadikan kalimat tauhid لآ إله إلا الله Sebagai motivator dan inspirator utama pembebasan diri atau bangsa dari dominasi apapun atau siapapun selain Allah subhaanahu wa ta’aala.

Dan pada dasarnya inilah yang telah dida’wahkan oleh Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam dan oleh segenap Nabi dan Rasul lainnya dahulu kala. Tak ada seorangpun Rasul yang diutus Allah kepada ummat manusia melainkan menyampaikan pesan abadi dan universal untuk ”hanya menyembah Allah dan menjauhi thaghut (syaithan)”. وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِي كُلِّ أُمَّةٍ رَسُولًا أَنِ اُعْبُدُوا اللَّهَ وَاجْتَنِبُوا الطَّاغُوتَ “Dan sungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan), “Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut itu” (QS An-Nahl ayat 36) Ini pula yang telah disampaikan oleh sahabat Rib’iy bin Aamer radhiyallahu ‘anhu saat beliau diutus khalifah Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu untuk bernegosiasi bilateral dengan negara adidaya Persia.

Rib’iy berkata kepada Panglima Persia Rustum: ابتعثنا الله لنخرج الناس من عبادة العباد لعبادة الله وحده “Kami (umat Islam) diutus Allah untuk mengeluarkan manusia dari penghambaan sesama hamba untuk menghamba kepada Allah semata.”

Sehingga Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam berhasil dengan gilang-gemilang mengeluarkan bangsa Arab dari kubangan kegelapan jahiliah kepada kecemerlangan kehidupan dan peradaban di bawah naungan ridho Allah ‘Azza wa Jalla.

Arti Kemerdekaan Menurut Ajaran Islam dan Alquran adalah bersyukur dan semoga bangsa ini bersyukur dengan kemerdekaan yang ke 70 ini bangsa Indonesia lebih dewasa dan tentunya lebih menghargai apa yang di brikan Tuhan kepada negara ini.

Dan para Koruptor segera sadar dan melakukan taubat dengan mengisi dan membangun bangsa Indonesia ini dengan hal yang lebih positif.

Sehingga tampillah suatu masyarakat berperadaban baru yang menyerahkan segenap dimensi kehidupannya mengikuti apa-apa yang diturunkan Allah subhaanahu wa ta’aala. Sehingga lahirlah suatu ummat terbaik (khairu ummah) yang tidak mencintai, mentaati serta merasa takut kepada apapun dan siapapun selain kepada Allah subhaanahu wa ta’aala.

Saturday, 8 August 2015

Ajaran Mulia Rasulullah SAW Kurangilah Hukuman

Ajaran Rasulullah SAW Kurangilah hukuman pada orang-orang sejauh yang kamu bisa.


Berikanlaah kesempatan pada tiap-tiap pembelaan yang diberikan.. (Ajaran Mulia Rasulullah Saw h.85).

..akan lebih baik bagi hakim untuk salah dalam mengampuni daripada salah dalam menjatuhkan hukuman. (Ajaran Mulia Rasulullah Saw h.850.

..hakim berusaha sebaik mungkin & akhirnya memperoleh keputusan yg tepat mk ia mendapatkan pahala ganda.. (Ajaran Mulia Rasulullah Saw h.85).

Barangsiapa yg menyembunyikan bukti, apabila dipanggil sebagai saksi, maka dia sama seperti telah bersaksi palsu.(Ajaran Mulia Rasulullah Saw h.85).

Kesaksian dari seorang musuh adalah tidak berharga, juga kesaksian anggota keluarganya serta pembantunya. (Ajaran Mulia Rasulullah Saw h.86).

Penuhilah setiap janjimu karena sesungguhnya janji itu pasti diminta pertanggung jawabannya (Q.17:34). (Ajaran Mulia Rasulullah Saw h.86).

Memenuhi janji adalah sebagian dari iman. (Ajaran Mulia Rasulullah Saw h.86).

Buatlah janji hanya dgn nama Allah, berjanjilah dengan hati benar dan penuhilah dengan tepat. (Ajaran Mulia Rasulullah Saw h.87).

Orang yang diberikan kepadanya kewajiban/tugas dituntut untuk melaksanakan tanggung jawabnya. (Ajaran Mulia Rasulullah Saw h.87).

..janganlah membuat janji dengannya yang tidak mampu memenuhinya. (Ajaran Mulia Rasulullah Saw h.87).
-----

Sunday, 19 July 2015

Ajaran Yang Mulia Rasulullah SAW Tentang Tatacara Memotong Kuku.

Ajaran Yang Mulia Rasulullah SAW Tentang Tatacara Memotong Kuku.

Ada sebagian diantara kalian yg mencari kebaikan tetapi membiarkan kukunya tumbuh seperti cakar burung.. (Ajaran Mulia Rasulullah Saw h.40).

..laki2 yg tdk mencukur bulu badannya yg berlebihan&tdk merapikan kuku&kumisnya,bukan termasuk golonganku.(Ajaran Mulia Rasulullah Saw h.40).

..pergi tidur selagi tanganya berbau makanan, maka hny bagi dirinyalah kesalahan & kerugian ditimpakan. (Ajaran Mulia Rasulullah Saw h.40).

Jika kamu mendengar adanya wabah penyakit menular di suatu daerah menjauhlah dari sana.. (Ajaran Mulia Rasulullah Saw h.41).

Terdapat 2 nikmat yang tidak dimanfaatkan oleh seseorang secara penuh (maksimal): kesehatan & waktu luang.(Ajaran Mulia Rasulullah Saw h.41).

Pakailah pakaianmu dan jangan keluar rumah tanpa menutup auratmu. (Ajaran Mulia Rasulullah Saw h.41).

Berbusanalah dgn baik & hiasilah binatang tungganganmu dgn baik, shg kamu akan dibedakan diantara orang2..(Ajaran Mulia Rasulullah Saw h.42).

Memakai pakaian putih adalah yg terbaik, dan kafani mayatmu juga dengan warna ini. (Ajaran Mulia Rasulullah Saw h.42).


Ketika Allah mengarunaiai kemakmuran bagimu, kamu harus menampakkan tanda-tanda kemurahan dan rahmat-Nya. (Ajaran Mulia Rasulullah Saw h.42)
Rasulullah Saw mencela laki-laki yang memakai pakaian wanita dan wanita yang memakai pakaian laki-laki. (Ajaran Mulia Rasulullah Saw h.42)