Sunday, 13 March 2016

Informasi Banjir Bandung Barat Maret 2016

2 TEWAS DAN 24.000 JIWA TERDAMPAK BANJIR AKIBAT MELUAPNYA SUNGAI CITARUM DI BANDUNG.

Sungai Citarum di daerah Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat untuk kesekian kalinya meluap dan menimbulkan banjir tahunan. Hujan deras yang berlangsung sejak Selasa (8/3/2016) hingga Sabtu Minggu dini hari (13/3/2016) dengan puncak hujan deras pada Sabtu (12/3/2016) pukul 16.00 – 19.30 Wib sehingga menyebabkan banjir yang cukup luas. 15 daerah di Kabupaten Bandung terendam banjir yang meliputi Kecamatan Cicalengka, Rancaekek, Cileunyi, Solokan Jeruk, Majalaya, Ciparay, Baleendah, Dayeuhkolot, Bojongsoang, Pameungpeuk, Banjaran, Arjasri, Cangkuang, Katapang dan Kutawaringin. Berdasarkan data sementara hasil kaji cepat BPBD Kabupaten Bandung, sebanyak 5.900 KK (24.000 jiwa) terdampak banjir dan lebih dari 3.000 jiwa mengungsi. Tinggi banjir sekitar 80 – 300 centimeter. Daerah di sekitar bantaran sungai Citarum dan cekungan tinggi banjir mencapai 3 meter.

Banjir telah menyebabkan 2 orang meninggal dunia dan 3 orang hilang. Korban meninggal adalah Risa (13 tahun) akibat tersengat listrik saat banjir dengan alamat Kampung Ciburuy Desa Citeureup Kec. Dayeuhkolot dan Ibu Ela (40 tahun) warga Kampung Sawahluhur, RW 10 Desa Sukasari Kecamatan Pameungpeuk akibat terseret arus. Tiga orang yang hilang adalah suami Ibu Ela dan kedua anak perempuan dari Ibu Ela. Saat banjir mengungsi ke bangunan di tepi sungai yang kemudian roboh. Saat ini tim BPBD dan Basarnas masih melakukan pencarian.

BPBD Kabupaten Bandung, BPBD Provinsi Jawa Barat, TRC BNPB bersama TNI, Polri, Basarnas, Tagana, PMI, SKPD, beberapa komunitas penggiat kebencanaan seperti Dompet Dhuafa, Rumah Zakat, Tabara, Unit Cegah Siaga, relawan dan masyarakat saling membantu melakukan penanganan darurat. Upaya BPBD masih melakukan evakuasi dan penyelamatan korban. Pengungsi berada di Kantor Kelurahan Baleendah, Gedung Inkanas, GOR SKB, Gedung Juang, dll

Seorang Muslim Melakukan Segala Sesuatu Sesuai dengan Al Quran

Seorang Muslim Melakukan Segala Sesuatu Sesuai dengan Al Quran. 

Sahabat dan Kerabat, Allah SWT. telah berfirman : "Jika kamu memperoleh kebaikan, niscaya mereka bersedih hati, tetapi jika kamu tertimpa bencana, mereka bergembira karenanya. Jika kamu bersabar dan bertakwa, tipu daya mereka tidak akan menyusahkanmu sedikitpun. Sungguh Allah Maha Mengetahui segala apa yang mereka kerjakan". (QS. Ali Imran : 120).
Maha Benar Allah dengan segala firman-Nya.
Sahabat dan Kerabat, itulah sifat orang-orang yang dengki. Jika kita mendapatkan kebaikan atau kenikmatan, mereka akan iri dan bersedih hati, tetapi jika kita mendapatkan bencana atau musibah, mereka akan senang dan bergembira karenanya. 
Jika kita berada didalam lingkungan yang seperti itu, maka sebaiknya kita tetap bersabar dan bertakwa, Insya Allah sikap mereka itu tidak akan bisa mendatangkan kemudaratan bagi kita.   
Sebaliknya, janganlah kita sampai mengikuti jejak mereka, ingatlah bahwa Rasulullah SAW.telah bersabda : "Jauhilah oleh kamu (sifat) dengki, sebab (sifat) dengki itu akan memakan berbagai kebaikan sebagaimana api memakan kayu bakar". (HR Abu Daud dan Ibnu Majah).
Semoga dengan menjauhi sifat dengki itu, semua kebaikan kita akan bisa terjaga karenanya dan akan bisa menjadi bekal yang baik bagi kita di akhirat nanti.
Aamiin Yaa Rabbal'alaamiin.
Selamat pagi ......

Saturday, 12 March 2016

Resep Harmonisnya Rumahtangga Rasulullah Saw

Resep Harmonisnya Rumahtangga Rasulullah Saw

1. Suami membukakan pintu untuk istrinya, baik di kendaraan, rumah, maupun yang lain
Istilah yang cukup akrab di telinga kita, yang katanya orang-orang modern ini "Ladies First" ternyata sudah dilakukan Rasulullah sejak berabad-abad yang lalu, disaat kebudayaan lain di dunia menganggap wanita lebih rendah, bahkan diragukan statusnya sebagai "manusia". Dari Anas, dia berkata: "Kemudian kami pergi menuju Madinah (dari Khaibar). Aku lihat Nabi SAW menyediakan tempat duduk yang empuk dari kain di belakang beliau untuk Shafiyyah.

Kemudian beliau duduk di samping untanya sambil menegakkan lutut beliau dan Shafiyyah meletakkan kakinya di atas lutut beliau sehingga dia bisa menaiki unta tersebut." (HR Bukhari)

2. Mencium istri ketika pergi dan datang
Sungguh hal yang romantis dan bisa menimbulkan rasa kasih sayang jika kita bisa membiasakan mencium istri/suami ketika hendak bepergian atau baru pulang.
Dari Aisyah ra, bahwa NabiSAW biasa mencium istrinya setelah wudhu, kemudian beliau shalat dan tidak mengulangi wudhunya."(HR Abdurrazaq)

3. Makan/minum sepiring/segelas berdua
Dari Aisyah RA, ia berkata : Saya dahulu biasa makan his (sejenis bubur) bersama Nabi Shallallahu Alaihi Wassalam " (HR. Bukhori dalam Adabul Mufrod)
Dari Aisyah Ra, ia berkata : Aku biasa minum dari gelas yang sama ketika haidh, lalu Nabi Shallallahu Alaihi Wassalam mengambil gelas tersebut dan meletakkan mulutnya di tempat aku meletakkan mulut, lalu beliau minum (HR Abdurrozaq dan Said bin Manshur, dan riwayat lain yang senada dari Muslim.)

Nabi saw pernah minum di gelas yang digunakan Aisyah. Beliau juga pernah makan daging yang pernah digigit Aisyah.(HR Muslim No. 300) Bahkan keberkahannya dijamin,diriwayatkan Abu Hurairah : "Makanan berdua cukup untuk tiga orang, makanan tiga orang cukup untuk empat orang" ( HR Bukhori (5392) dan Muslim (2058))

4. Suami menyuapi istri
Dari Saad bin Abi Waqosh ra berkata : Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam bersabda : "Dan sesungguhnya jika engkau memberikan nafkah, maka hal itu adalah sedekah, hingga suapan nasi yang engkau suapkan ke dalam mulut istrimu" (HR Bukhori (VI/293) dan Muslim (V/71)

5. Berlemah lembut, melayani/menemani istri yang sedang sakit (memanjakan istri sakit)
Diriwayatkan oleh Aisyah ra, nabi SAW adalah orang yang penyayang lagi lembut. Beliau orang yang paling lembut dan banyak menemani
istrinya yang sedang mengadu atau sakit. (HR Bukhari No 4750, HR Muslim No 2770)

6. Bersenda gurau dan membangun kemesraan
Aisyah dan Saudah pernah saling melumuri muka dengan makanan. Nabi SAW tertawa melihat mereka. (HR Nasai dengan isnad hasan)
Dari Zaid bin Tsabit berkata tentang Rasulullah : suka bercanda dengan istrinya (HR Bukhari)

7. Menyayangi istri dan melayaninya dengan baik
Dari Abu Hurairah, dia berkata: Rasulullah bersabda: Orang mukmin yang paling sempurna imannya ialah yang paling baik akhlaknya, dan
orang yang paling baik diantara kalian ialah yang paling baik terhadap istrinya (HR.Tirmidzi, Ibnu Hibban, hadits hasan shahih).

8. Memberi hadiah
Dari Ummu Kaltsum binti Abu Salamah, ia berkata, "Ketika Nabi SAW menikah dengan Ummu Salamah, beliau bersabda kepadanya, Sesungguhnya aku pernah hendak memberi hadiah kepada Raja Najasyi sebuah pakaian berenda dan beberapa botol minyak kasturi, namun aku mengetahui ternyata Raja Najasyi telah meninggal dunia dan aku mengira hadiah itu akan dikembalikan. Jika hadiah itu memang dikembalikan kepadaku, aku akan memberikannya kepadamu." Ia (Ummu Kultsum) berkata, "Ternyata keadaan Raja Najasyi seperti yang disabdakan Rasulullah SAW, dan hadiah tersebut dikembalikan kepada beliau, lalu beliau memberikan kepada masing- masing istrinya satu botol minyak kasturi, sedang sisa minyak kasturi dan pakaian tersebut beliau berikan kepada Ummu Salamah." (HR Ahmad)

9. Tetap romantis walau istri sedang haid
Haid, adalah sesuatu yang alamiah bagi wanita. Berbeda dengan pandangan kaum Yahudi, yang menganggap wanita haid adalah najis besar dan tidak boleh didekati. Ketika Aisya
h sedang haid, Nabi SAW pernah membangunkannya, beliau lalu tidur dipangkuannya dan membaca Al Quran (HR Bukhari no 7945)

10. Mengajak istri makan di luar
Mungkin kebanyakan kita, lebih suka pergi bersama teman-teman, meninggalkan istri di rumah. Nah yang ini mungkin familiar, saya suka bilang ama istri "nge-date" yuk! ini bisa membangkitkan romantisme berdua. Menikmati lingkungan disekitar. Anas mengatakan bahwa tetangga Rasulullah SAW -seorang Persia- pintar sekali membuat masakan gulai. Pada suatu hari dia membuatkan masakan gulai yang enak untuk Rasulullah SAW. Lalu dia datang menemui Rasululiah SAW untuk
mengundang makan beliau. Beliau bertanya: "Bagaimana dengan ini? (maksudnya Aisyah)." Orang itu menjawab: "Tidak." Rasulullah SAW berkata: "(Kalau begitu) aku juga tidak mau."

Orang itu kembali mengundang Rasulullah SAW. Rasulullah SAW bertanya: "Bagaimana dengan ini?" Orang itu menjawab: "Tidak." Rasulullah kembali berkata: "Kalau begitu, aku juga tidak mau." Kemudian, orang itu kembali mengundang Rasulullah saw. dan Rasulullah saw. kembali bertanya: "Bagaimana dengan ini?" Pada yang ketiga kalinya ini orang Persia itu mengatakan: "Ya." Akhirnya mereka bangun dan segera berangkat ke rumah laki-laki itu." (HR Muslim)

11. Mengajak istri jika hendak ke luar kota.
Biasanya para suami, kalau ada tugas ke luar kota, hal-hal seperti ini dijadikan kesempatan. Tapi tak ada salahnya kalau rejeki kita cukup, kita ajak istri kita pergi juga, tinggal bilang sama bos (syukur-syukur kalau bos mau bayarin hehehe..), kalo saya biasanya biaya sendiri. Aisyah berkata: "Biasanya Nabi saw. apabila ingin melakukan suatu perjalanan, beliau melakukan undian di antara para istri. Barangsiapa yang keluar nama/nomor undiannya, maka dialah yang ikut pergi bersama Rasulullah saw. (HR Bukhari dan Muslim)

12. Menghibur diri bersama istri ke luar rumah (entertainment)
Dari Aisyah, dia berkata: "Pada suatu hari raya orang-orang berkulit hitam mempertontonkan permainan perisai dan lembing. Aku tidak ingat apakah aku yang meminta atau Nabi saw. sendiri yang berkata padaku: Apakah aku ingin melihatnya?Aku jawab: Ya. Lalu beliau menyuruhku berdiri di belakangnya. Pipiku
menempel ke pipi beliau. Beliau berkata: Teruskan main kalian, wahai Bani Arfidah (julukan orang-orang Habsyah)! Hingga ketika aku sudah merasa bosan beliau bertanya: Apakah kamu sudah puas?Aku jawab: Ya. Beliau berkata: Kalau begitu, pergilah!'" (HR Bukhari dan Muslim)

13. Mencium istri sering-sering
Mencium istri dengan penuh kasih sayang, sangatlah mulia dan romantis. Berbeda dengan ciuman yang dilakukan karena nafsu seperti di film-film yang  kebanyakan ada di layar kaca. Nabi saw sering mencium Aisyah dan itu tidak membatalkan puasa (HR Nasai dalam Sunan Kubra II/204)

14. Suami mengantar istri
Kadang banyak dari kita malas mengantar istri kita bepergian. Saya tidak bisa membayangkan bagaimana jika istri saya keluar rumah sendirian, ada masalah di jalan dia kebingungan. Shafiyyah, istri Nabi SAW, menceritakan bahwa dia datang mengunjungi Rasulullah saw. ketika beliau sedang melakukan itikaf pada hari sepuluh yang terakhir dari bulan Ramadhan. Dia berbicara dekat beliau beberapa saat, kemudian berdiri untuk kembali. Nabi saw. juga ikut berdiri untuk mengantarkannya." (Dalam satu riwayat 492 dikatakan: "Nabi SAW berada di masjid. Di samping beliau ada para istri beliau. Kemudian mereka pergi (pulang). Lantas Nabi saw. berkata kepada Shafiyyah binti Huyay: Jangan terburu- buru, agar aku dapat pulang bersamamu'") (HR Bukhari dan Muslim)

15. Suami istri berjalan dimalam hari
Duh, so sweet.. Jalan berdua menikmati keindahan alam. Rasulullah datang pada malam hari, kemudian mengajak aisyah berjalan-jalan dan berbincang-bincang (HR Muslim 2445)

16. Panggilan khusus pada istri
Kadang kita memanggil istri kita, honey, yayank, dan seterusnya, dan seterusnya.. seperti itu pun Rasulullah.Nabi saw memanggil Aisyah dengan Humairah artinya yang kemerah-merahan pipinya. Rasulullah juga suka memanggil aisyah dg sebutan "aisy/aisyi", dalam culture arab pemenggalan huruf terakhir menunjukan
"panggilan manja/tanda sayang"

17. Memberi sesuatu yang menyenangkan istri
Dari Said bin Yazid, bahwa ada seorang wanita datang menemui Nabi, kemudian Nabi bertanya kepada Aisyah: "Wahai Aisyah, apakah engkau kenal dia?" Aisyah menjawab: "Tidak, wahai Nabi Allah." Lalu, Nabi bersabda: "Dia itu Qaynah dari Bani Fulan, apakah kamu mau ia bernyanyi untukmu?", maka bernyanyilah qaynah itu untuk Aisyah. (HR. An Nasai, kitab Asyratun Nisa, no. 74)

18. Memperhatikan perasaan istri
"Sesungguhnya ketika seorang suami memperhatikan istrinya dan begitu pula dengan istrinya, maka Allah memperhatikan mereka dengan penuh rahmat, manakala suaminya merengkuh telapak tangan istrinya dengan mesra, berguguranlah dosa-dosa suami istri itu dari sela jemarinya" (Diriwayatkan Maisarah bin Ali dari Ar- Rafi dari Abu Said Alkhudzri r.a)

19. Segera menemui istri jika tergoda.
Dari Jabir, sesungguhnya Nabi saw pernah melihat wanita, lalu beliau masuk ke tempat Zainab, lalu beliau tumpahkan keinginan beliau kepadanya, lalu keluar dan bersabda, "Wanita, kalau menghadap, ia menghadap dalam rupa setan. Bila seseorang di antara kamu melihat seorang wanita yang menarik, hendaklah ia datangi istrinya, karena pada diri istrinya ada hal yang sama dengan yang ada pada wanita itu." (HR Tirmidzi)

20. Berpelukan saat tidur
Tidak saya deskripsikan, soalnya ada yang belum merid lho? (HR Tirmidzi 132)

21. Membantu pekerjaan rumah tangga
Hal inilah yang kadang-kadang masih males. Tapi jika dikerjakan berdua, biasanya jadi tidak berasa, sambil becanda ataupun ngobrol-ngobrol.Aisyah pernah ditanya: "Apa yang dilakukan Nabi saw. di rumahnya?" Aisyah menjawab: "Beliau ikut membantu melaksanakan pekerjaan keluarganya." (HR Bukhari)

22. Mengistimewakan istri
Dari Anas, dia berkata: "Kemudian kami pergi menuju Madinah (dari Khaibar). Aku lihat Nabi SAW menyediakan tempat duduk yang empuk dari kain di belakang beliau untuk Shafiyyah." (HR Bukhari)

23. Mendinginkan kemarahan istri dengan mesra
Nabi saw biasa memijit hidung Aisyah jika ia marah dan beliau berkata, Wahai Aisy, bacalah doa: Wahai Tuhanku, Tuhan Muhammad, ampunilah dosa-dosaku, hilangkanlah kekerasan hatiku, dan lindungilah diriku dari fitnah yang menyesatkan." (HR. Ibnu Sunni)

Friday, 11 March 2016

Kebiasaan Rasullah SAW Memanggil Mesra Istri-istrinya

Kebiasaan Rasullah SAW Memanggil Mesra Istri-istrinya "panggilan manja/tanda sayang".


Memberi sesuatu yang menyenangkan istri.

Dari Said bin Yazid, bahwa ada seorang wanita datang menemui Nabi, kemudian Nabi bertanya kepada Aisyah: "Wahai Aisyah, apakah engkau kenal dia?" Aisyah menjawab: "Tidak, wahai Nabi Allah." Lalu, Nabi bersabda: "Dia itu Qaynah dari Bani Fulan, apakah kamu mau ia bernyanyi untukmu?", maka bernyanyilah qaynah itu untuk Aisyah. (HR. An Nasai, kitab Asyratun Nisa, no. 74)

Memperhatikan perasaan istri.

"Sesungguhnya ketika seorang suami memperhatikan istrinya dan begitu pula dengan istrinya, maka Allah memperhatikan mereka dengan penuh rahmat, manakala suaminya merengkuh telapak tangan istrinya dengan mesra, berguguranlah dosa-dosa suami istri itu dari sela jemarinya" (Diriwayatkan Maisarah bin Ali dari Ar- Rafi dari Abu Said Alkhudzri r.a)

Segera menemui istri jika tergoda.

Dari Jabir, sesungguhnya Nabi saw pernah melihat wanita, lalu beliau masuk ke tempat Zainab, lalu beliau tumpahkan keinginan beliau kepadanya, lalu keluar dan bersabda, "Wanita, kalau menghadap, ia menghadap dalam rupa setan. Bila seseorang di antara kamu melihat seorang wanita yang menarik, hendaklah ia datangi istrinya, karena pada diri istrinya ada hal yang sama dengan yang ada pada wanita itu." (HR Tirmidzi)

Berpelukan saat tidur.

Tidak saya deskripsikan, soalnya ada yang belum merid lho? (HR Tirmidzi 132)

Membantu pekerjaan rumah tangga.

Hal inilah yang kadang-kadang masih males. Tapi jika dikerjakan berdua, biasanya jadi tidak berasa, sambil becanda ataupun ngobrol-ngobrol.Aisyah pernah ditanya: "Apa yang dilakukan Nabi saw. di rumahnya?" Aisyah menjawab: "Beliau ikut membantu melaksanakan pekerjaan keluarganya." (HR Bukhari)

Mengistimewakan istri.

Dari Anas, dia berkata: "Kemudian kami pergi menuju Madinah (dari Khaibar). Aku lihat Nabi SAW menyediakan tempat duduk yang empuk dari kain di belakang beliau untuk Shafiyyah." (HR Bukhari)

Mendinginkan kemarahan istri dengan mesra.

Nabi saw biasa memijit hidung Aisyah jika ia marah dan beliau berkata, Wahai Aisy, bacalah doa: Wahai Tuhanku, Tuhan Muhammad, ampunilah dosa-dosaku, hilangkanlah kekerasan hatiku, dan lindungilah diriku dari fitnah yang menyesatkan." (HR. Ibnu Sunni)

Resep Sukses, Segera Mulai Hindari Menunggu.

RESEP SUKSES SEGERA MULAI, HINDARI MENUNGGU.!! ini yang mungkin masih belum hilang pada diri kita, atau mungkin anda sudah melakukannya?


Tulisan ini diambil dari broadcast pagi ini disalah satu grup Whats App karena menurut tim ini bermanafaat maka tim menukil tulisan dari Broadcast tadi pagi ini.

Dan berharap semoga dengan disebar ulang tulisan ini menjadi berkah dan penulis tulian ini pun menjadi amal jariah untuknya. Sehingga orang yang membacanya termotivasi untuk segera melakukan susuatu  dan menghindari menunggu.

SAUDARAKU, jika kita bermaksud untuk melakukan sesuatu aktivitas yang BAIK  dan BERMANFAAT, lakukan lah,  JANGAN MENUNDA-NUNDA .

1.Jangan menunggu BAHAGIA baru tersenyum, tapi tersenyumlah, maka kita akan bahagia.

2. Jangan menunggu KAYA baru bersedekah, tapi bersedekahlah, maka kita akan  semakin kaya.

3. Jangan menunggu TERMOTIVASI baru bergerak, tapi bergeraklah, maka kita  akan termotivasi.

4. Jangan menunggu DIPEDULIKAN ORANG baru kamu peduli, tapi pedulilah dengan orang lain,  maka kita akan dipedulikan...

5. Jangan menunggu orang MEMAHAMI KITA  baru kita  memahami dia, tâÞi pahamilah orang itu, maka orang itu akan paham dengan kita.

6. Jangan menunggu TERINSPIRASI baru menulis. tapi menulislah, maka inspirasi akan hadir dalam tulisan kita

7. Jangan MENUNGGU PROYEK  baru bekerja, tapi bekerjalah, maka proyek akan menunggu.

8. Jangan MENUNGGU DICINTAI  baru mencintai, tapi belajarlah mencintai,maka kita  akan dicintai.

9. Jangan menunggu BANYAK UANG  baru hidup tenang, tapi hiduplah dengan tenang. Percayalah,. bukan sekadar uang yang datang tapi juga rejeki yang lainnya.

10. Jangan MENUNGGU CONTOH  baru bergerak mengikuti, tapi bergeraklah,maka kita  akan menjadi contoh yang diikuti.

11. Jangan MENUNGGU SUKSES  baru bersyukur. tapi bersyukurlah, maka akan  bertambahlah kesuksesan kita

12. Jangan MENUNGGU BISA  baru melakukan, tapi lakukanlah! Kita  pasti bisa!

Demikian SAUDARAKU, semoga BERMANFAAT, SEMOGA membawa KEBERKAHAN untuk sekedar MENAMBAH MOTIVASI.

Wassalamualaikum wrwb

Bagaimana Perjumpaan Manusia dengan Allah SWT.

Perjumpaan Manusia dengan Allah SWT. Tujuan terakhir hidup manusia ialah liqaullah artinya bertemu dengan Allah.



Dalam salah satu Surat yang diturunkan paling awal, terdapat ayat yang berbunyi:

"Wahai manusia! Sesungguhnya engkau harus berusaha keras untuk mencapai Tuhan Engkau, sampai engkau bertemu dengan Nya" (84:6).

Tetapi tujuan itu tak akan sampai sepenuhnya di dunia. Hanya di Akhirat sajalah manusia dapat mencapai tingkatan itu.Oleh sebab itu, orang yang mendustakan kehidupan Akhirat dikatakan oleh Qur'an sebagai orang yang mendustakan pertemuan dengan Allah. Qur'an mengatakan:

"Dan mereka berkata: Apakah jika kita telah lenyap dalam tanah, akan dijadikan ciptaan baru? Sebaliknya, merekalah yang mengafiri pertemuan dengan Tuhan mereka" (32:10).

Berkali-kali Qur'an Suci mencela orang-orang yang puas de ngan kehidupan dunia dan tak menghiraukan tujuan hidup yang tinggi. Qur'an mengatakan:

"Sesungguhnya orang yang tak mengharapkan bertemu dengan Kami, dan merasa puas dengan kehidupan dunia, dan merasa   tentram dengan itu, dan orang yang lalai terhadap ayat-ayat Kami, mereka itu tempat tinggalnya ialah Neraka" (10:7-8). "

Tetapi orang yang tak mengharapkan bertemu dengan Kami,
Kami biarkan mereka dalam kesewenang-wenangan mereka, membabi-buta semau-maunya" (10:11). "
Dan orang-orang yang mengafiri ayat-ayat Allah dan mengafiri pertemuan dengan Dia, mereka merasa putus asa dari rahmat Ku, dan mereka mendapat siksa yang pedih" (29:23).

"Mereka tahu apa yang nampak di luar tentang kehidupan dunia, tetapi mereka lalai terhadap kehidupan Akhirat. Apakah mereka tak merenungkan dalam diri mereka sendiri? Allah tak mencipta kan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya melain kan dengan benar dan untuk jangka waktu yang telah ditetapkan.

Dan sungguh kebanyakan manusia mengafiri pertemuan dengan Tuhan mereka" (30:7-8).

Hanya orang yang yakin bahwa mereka akan bertemu de ngan Tuhan mereka, akan bekerja dengan tekun untuk mencapai tujuan yang tinggi itu. Qur'an mengatakan:

"Dan mohonlah pertolongan (Allah) dengan sabar dan shalat, dan sesungguhnya ini berat, kecuali bagi orang yang rendah hati. Ya itu orang yang tahu bahwa mereka akan bertemu dengan Tuhan mereka, dan mereka akan kembali kepada-Nya" (2:45-46).

Pertemuan dengan Tuhan adalah tujuan tertinggi yang harus dicapai, yang harus dilakukan dengan mengerjakan segala amal perbuatan baik. Qur'an mengatakan:

"Oleh karena itu, barangsiapa berharap akan bertemu dengan Tuhannya, hendaklah ia mengerjakan perbuatan baik, dan tak menyekutukan sesuatu pun dalam mengabdi kepada Tuhan nya" (18:110).

Bukankah yang disebut Neraka itu karena terasing dari Tu han? Qur'an mengatakan:

"Tidak! Malahan apa yang mereka usahakan hanyalah karat yang ada pada hati mereka. Tidak! Pada hari itu mereka akan terasingdari Tuhan mereka, lalu mereka akan masuk di Neraka yang me nyala" (83:14-16).
Oleh karena itu, Sorga adalah tempat pertemuan dengan Allah, dan kehidupan Sorga adalah di atas segala angan angan jasmaniah.

Wednesday, 9 March 2016

Rasulullah Takut Akan Gerhana, Tapi Umatnya Malah Menyepelekan .

Rasulullah Takut Akan Gerhana, Tapi Umatnya Malah Menyepelekan
.
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

.

Ketika Madinah terjadi gerhana matahari, ketahuilah bahwa Rasulullah merasa takut dan segera mengajak umat Islam untuk shalat di mesjid.  Meskipun beliau adalah manusia yang paling mengetahui segala sesuatunya [ lewat ijin Allah ] tapi Rasulullah tidak menunjukkan sikap yang tenang ketika terjadi gerhana.


Sebaliknya, Rasulullah malah waspada.  Beliau takut dan khawatir akan terjadi kiamat.

Lihatlah, sungguh berbeda dengan sikap umat [ Islam ] sekarang ini.  Merasa teknologi sudah demikian canggihnya, sehingga menganggap peristitwa gerhana [ matahari atau bulan ] adalah sebuah peristiwa alam 'biasa' yang tidak perlu disikapi apapun.  Jika Rasulullah takut, umatnya malah gembira.  Jika Rasulullah waspada, umatnya malah sibuk berencana foto selfie.  Jika Rasulullah khawatir akan terjadi kiamat, umatnya malah larut dalam rencana pesta gemerlap.

Astagfirullah.

Akan jadi apakah umat ini jika sikap Rasulullah tidak menjadi teladan bagi kita?  Janganlah kita merasa sok lebih pintar, sok lebih hebat, lebih canggih ketimbang jaman Rasulullah.

Meskipun jaman Rasulullah belum ada satelit luar angkasa, belum ada teropong bintang, bahkan belum ada mobil.  Tapi ketahuilah, ilmu yang dimiliki Rasululah adalah yang paling luas, dalam dan lengkap yang pernah dimiliki oleh manusia.

Kita hanya tahu peristiwa gerhana matahari hanya dalam perspektif ilmu pengetahuan.  Tapi apa kandungan peristiwa dibalik semua itu, kita buta sama sekali.  Kita tidak punya ilmu sedikitpun untuk menyingkap tabir dibalik peristiwa gerhana yang terjadi di tahun 2016 ini.  Mengapa gerhana tidak terjadi tahun sebelumnya, atau mengapa tidak 4 tahun lagi ?

Jawabannya bukan hanya persoalan science.  Tapi sesungguhnya ada sesuatu yang menyelimuti hal itu, yang tidak kita ketahui.  Ada 'suatu pesan'  yang hendak disampaikan Allah Ta'ala dari peristiwa gerhana ini.

Sesuatu yang menyelimuti itulah yang diketahui oleh Rasulullah, sehingga beliau merasa khawatir, takut dan waspada.  Dan sebagai solusi dari ketakutan beliau, Rasulullah melakukan shalat kusuf,



Sungguh, Nabi Takut Akan Gerhana

عَنْ أَبِى مُوسَى قَالَ خَسَفَتِ الشَّمْسُ فِى زَمَنِ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- فَقَامَ فَزِعًا يَخْشَى أَنْ تَكُونَ السَّاعَةُ حَتَّى أَتَى الْمَسْجِدَ فَقَامَ يُصَلِّى بِأَطْوَلِ قِيَامٍ وَرُكُوعٍ وَسُجُودٍ مَا رَأَيْتُهُ يَفْعَلُهُ فِى صَلاَةٍ قَطُّ ثُمَّ قَالَ « إِنَّ هَذِهِ الآيَاتِ الَّتِى يُرْسِلُ اللَّهُ لاَ تَكُونُ لِمَوْتِ أَحَدٍ وَلاَ لِحَيَاتِهِ وَلَكِنَّ اللَّهَ يُرْسِلُهَا يُخَوِّفُ بِهَا عِبَادَهُ فَإِذَا رَأَيْتُمْ مِنْهَا شَيْئًا فَافْزَعُوا إِلَى ذِكْرِهِ وَدُعَائِهِ وَاسْتِغْفَارِهِ

Abu Musa Al Asy'ari radhiyallahu 'anhu menuturkan, "Pernah terjadi gerhana matahari pada zaman Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Nabi lantas berdiri takut karena khawatir akan terjadi hari kiamat, sehingga beliau pun mendatangi masjid kemudian beliau mengerjakan shalat dengan berdiri, ruku' dan sujud yang lama. Aku belum pernah melihat beliau melakukan shalat sedemikian rupa."

Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam lantas bersabda,"Sesungguhnya ini adalah tanda tanda kekuasaan Allah yang ditunjukkan-Nya. Gerhana tersebut tidaklah terjadi karena kematian atau hidupnya seseorang. Akan tetapi Allah menjadikan demikian untuk menakuti hamba hambaNya. Jika kalian melihat sebagian dari gerhana tersebut, maka bersegeralah untuk berdzikir, berdoa dan memohon ampun kepada Allah."

An Nawawi rahimahullah menjelaskan mengenai maksud kenapa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam takut, khawatir terjadi hari kiamat. Beliau rahimahullah menjelaskan dengan beberapa alasan, di antaranya:

Gerhana tersebut merupakan tanda yang muncul sebelum tanda tanda kiamat seperti terbitnya matahari dari barat atau keluarnya Dajjal. Atau mungkin gerhana tersebut merupakan sebagian tanda kiamat.

Hendaknya seorang mukmin merasa takut kepada Allah, khawatir akan tertimpa adzab-Nya. Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam saja sangat takut ketika itu, padahal kita semua tahu bersama bahwa beliau shallallahu 'alaihi wa sallam adalah hamba yang paling dicintai Allah.

Lalu mengapa kita hanya melewati fenomena semacam ini dengan perasaan biasa saja, mungkin hanya diisi dengan perkara yang tidak bermanfaat dan sia-sia, bahkan mungkin diisi dengan berbuat maksiat.

Siapa yang  tahu peristiwa ini ternyata  adalah tanda datangnya bencana atau adzab ?  Atau tanda semakin dekatnya hari kiamat, misalnya dengan semakin lemahnya tembok yang mengukung Ya'juj dan Ma'juj ?  Atau akan semakin keringlah sungai Eufrat di Iraq ?

Sesungguhnyam, ada 'pesan' apakah yang hendak disampaikan Allah Ta'ala dari peristiwa gerhana ini ?

Tidak patutlah umat Nabi Muhammad menyambut gerhana [ matahari atau bulan ] dengan suka cita.  Karena tuntunan Rasulullah menyuruh kita untuk menghadapi gerhana dengan mempertebal keimanan, dan terus menerus berzikir mengingat Allah.  Kita tidak tahu bencana apa sesungguhnya yang tengah menanti kita, tapi kita pasrahkan semuanya kepada Allah Ta'la.

Perbanyaklah dzikir, istighfar, takbir, sedekah dan bentuk ketaatan lainnya.  Dan bukannya malah berpikir untuk foto selfie atau mengagumi peristiwa gerhana itu sendiri.

Dari 'Aisyah radhiyallahu 'anha, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ ، لاَ يَنْخَسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ وَلاَ لِحَيَاتِهِ ، فَإِذَا رَأَيْتُمْ ذَلِكَ فَادْعُوا اللَّهَ وَكَبِّرُوا ، وَصَلُّوا وَتَصَدَّقُوا

"Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda di antara tanda-tanda kekuasaan Allah. Gerhana ini tidak terjadi karena kematian seseorang atau lahirnya seseorang. Jika melihat hal tersebut maka berdo'alah kepada Allah, bertakbirlah, kerjakanlah shalat dan bersedekahlah." (HR. Bukhari no. 1044)

#BelajarShirah #NabiMuhammadDotInfo

Wallahu a'lam bishowab

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ ♥ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ ♥ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ ♥ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ ♥ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ.