Wednesday, 13 April 2016

Kegunaan Madu Bagi Tubuh Manusia

9 Manfaat Madu yang Dicampur Air Hangat ::
Tahukah Anda bahwa campuran madu dengan air hangat memiliki banyak sekali manfaat untuk kesehatan. Dan kebanyakan orang meminum segelas penuh madu dengan air hangat di pagi hari. Salah satu manfaat utama madu dengan air hangat adalah menurunkan berat badan. Bahkan, air hangat tetap bagus untuk menurunkan berat badan dan akan membantu membakar lemak. Berikut adalah sejumlah manfaat dari air madu plus air hangat seperti dikutip Boldsky, di antaranya :
1. Menurunkan Berat Badan
Madu dan air hangat dua-duanya membantu membakar lemak. Itu sebabnya, meminum air madu hangat setiap pagi bisa membantu Anda menurunkan timbunan lemak;
2. Melancarkan Buang Air Besar
Meminum madu dengan air hangat bisa membantu melancarkan buang air besar;
3. Memberi Tambahan Energi
Madu memberi Anda energi tapi tak membuat Anda gemuk. Itu sebabnya, cobalah minum minuman sehat ini di pagi hari;
4. Membersihkan Kulit
Madu memiliki sifat antibakteri dan antijamur. Itu sebabnya, minuman ini membantu menyembuhkan jerawat dan mencegah jerawat. Anda pun mendapatkan kulit bersih yang sempurna;
5. Memiliki Efek Detoksifikasi
Madu dan air hangat memiliki efek detoksifikasi pada tubuh Anda. Ini bisa meluruhkan racun dari sistem tubuh Anda. Itu sebabnya, minuman ini selalu menjadi bagian dari diet detoks;
6. Meningkatkan Imunitas
Salah satu manfaat kesehatan dari madu adalah meningkatkan kekebalan tubuh Anda baik dari batuk ataupun pilek. Minuman ini meningkatkan kekuatan Anda untuk melawan penyakit;
7. Mempercepat Metabolisme
Madu dan air hangat bisa mempercepat metabolisme Anda. Makanan Anda akan mudah dicerna dan diserap jika Anda meminum madu dan air hangat. Akibatnya, Anda jadi berselera makan dan menurunkan berat badan;
8. Membantu Cairan Agar Tetap Terhidrasi
Madu dan air hangat membantu menambah cairan tubuh Anda. Jadi, Anda tetap terhidrasi dan energik sepanjang hari;
9. Baik untuk Pencernaan
Madu memiliki enzim yang bisa membantu mencerna makanan. Jika Anda memiliki masalah pencernaan, Anda harus minum madu dengan air hangat setelah makan.

Tuesday, 12 April 2016

fenomena Equinox yang akan mempengaruhi Malaysia, Singapura dan Indonesia di 5 hr ke dpn.

Dear all, karena fenomena Equinox yang akan mempengaruhi Malaysia, Singapura dan Indonesia di 5 hr ke dpn. Pls tinggal di dalam rumah terutama dari jam 12:00-15:00 setiap hari. Suhu akan berfluktuasi sampai 40 derajat Celcius. Hal ini dapat dengan mudah menyebabkan dehidrasi dan matahari stroke. (Ps:. Fenomena ini adalah karena matahari diposisikan tepat di atas garis khatulistiwa di tgl 20 Maret.

Harap menjaga diri agar tdk dehidrasi. Setiap orang harus mengkonsumsi sekitar 3 liter cairan setiap hari. Memonitor tekanan darah. Kemungkinan mendapatkan serangan panas.

Mandi air dingin sesering mungkin. Mengurangi mkn daging, perbanyak mkn buah & sayuran.

Tempatkan lilin tidak terpakai di luar rumah. Jika lilin bisa meleleh, berarti udara dalam tingkat yang berbahaya.

Selalu menempatkan ember dgn air setengah penuh di ruang tamu & di setiap kamar untuk menjaga suhu tetap lembab.

Pengalaman pertama di Malaysia dan Singapore. Heat stroke yang tidak memiliki gejala indikasi. Setelah pingsan, yang serius berbahaya seperti kegagalan organ dalam.
Hari menjadi lebih hangat mungkin lebih dari 2 minggu ke depan. Bisa sampai 9 derajat lebih tinggi dari
biasanya !

http://www.straitstimes.com/singapore/warmer-days-likely-over-next-2-weeks-nea

Kebiasaan Menggunakan Penyegar dan Pengharum Ruangan

Penyegar dan Pengharum Ruangan

عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا  قَالَتْ : أَمَرَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ بِبَنَاءِ الْمَسْجِدِ فِي الدُّوْرِ وَ أَنْ يُّنَظَّفُ وَ يُطَيَّبُ. (رواه أبو داود و الترمذي و ابن ماجه).
Artinya:
      Dari Hadhrat Aisyah r.a., dia berkata: "Rasulullah Saw memerintahkan untuk mendirikan masjid di tanah-tanah lapang serta menjaga kebersihannya dan memperhatikan kenyamanan udaranya." [HR Abu Dawud, Tirmidzi dan Ibnu Mājah].  

Penjelasan:
       Dalam sebuah Hadis diriwayatkan dengan membakar setanggi [kemenyan yang berbau wangi] seharusnya udara terus dijaga kebersihannya. Sejumlah orang menyalakan setanggi yang terkadang menimbulkan kerugian. Di Pakistan seseorang menyalakan setanggi di masjid dan lama kelamaan lemari terbakar sehingga terjadi kerugian.

Pertama,  harus berhati-hati bahwa setanggi akan dinyalakan kalau memang sedang berada di sana. Kedua, ada juga setanggi atau kemenyan yang beraroma keras sehingga bukannya mendatangkan kenyamanan, justru mendatangkan kesusahan yang membuat orang pusing-pusing dan sakit kepala. Yang boleh dibakar adalah sesuatu atau setanggi yang baunya tidak begitu keras. [sekarang ini sudah banyak didapatkan beraneka penyegar dan pengharum ruangan].

Tertera dalam sebuah Hadis bahwa Rasulullah Saw selalu menganjurkan kepada orang-orang Islam, khususnya pada hari-hari pertemuan [atau Jalsah] yang mana orang-orang tengah berkumpul, seharusnya memberikan perhatian akan kebersihan masjid dan bakarlah setanggi [atau berilah pengharum ruangan] di dalam mesjid itu supaya udara menjadi bersih. [Misykāt, Kitābush-shalāt].

Tertera dalam sebuah Riwayat bahwa beliau menasihatkan pada para Sahabah, "Janganlah datang ke masjid setelah makan makanan yang bau. Tatkala datang ke masjid untuk melaksanakan shalat, maka jangan datang setelah makan bawang putih dan bawang merah tanpa dimasak terlebh dahulu." [Bukhari, Kitābul-Ath'imah].

Sejalan dengan hal itu, terkadang juga kaus kaki yang sudah kotor beberapa hari, darinya pun timbul bau tak sedap. Janganlah datang ke mesjid dengan memakai itu.

Hadhrat Masih Mau'ud a.s. bersabda : [وَالرُّجْزَ فَاهْجُرْ] – dan tinggalkanlah kekotoran. Perintah-perintah dengan maksud supaya orang-orang dengan memerhatikan fasilitas-fasilitas, demi menjaga kesehatan, manusia dapat melindungi dirinya dari bahaya lahiriah. Orang-orang Kristen menyampaikan kritikan bahwa – ini merupakan perintah-perintah yang tidak dapat kami pahami bahwasanya Al-Quran mengatakan, 'dengan  mandi, peliharalah kebersihan tubuhmu, bersiwaklah bersihkan celah-celah gigimu, jagalah dirimu dari segala kekotoran dan jagalah rumahmu dari setiap kekotoran jasmani dan jauhkanlah dirimu dari bau-bau tidak sedap serta janganlah memakan bangkai dan makanan yang kotor.'

Sebagai jawabannya, "Al-Quran mendapatkan orang-orang dalam keadaan seperti itu. Orang-orang itu bukan saja dari segi rohani dalam keadaan sangat berbahaya, bahkan dari segi jasmani pun, kesehatan lahiriah dalam kondisi yang sangat berbahaya. Kebersihan lahiriah, jelasnya di Eropa ini sangat kurang. Jadi ini merupakan karunia pada mereka dan juga pada seluruh dunia bahwa Tuhan telah menetapkan metode:
وَ كُلُوْا وَ اشْرَبُوْا وَ لَا تُسْرِفُوْا

"… makan minumlah itu dan janganlah berlebih-lebihan [lihatlah jumlah yang dimakan dan diminum serta jangan sampai berlebih-lebihan].

Sangat disayangkan, pendeta sama sekali tidak mengetahui hal itu, bahwa orang yang sama sekali tidak memperhatikan pemeliharaan kebersihan jasmani, maka lama-kelamaan mereka jatuh dalam kondisi buas lalu akan kehilangan kesucian rohani mereka. Misalnya, untuk beberapa hari saja apabila gigi tidak dibersihkan, yang merupakan tingkat terendah dalam hal kebersihan, maka potongan-potongan makanan yang ada di sela-sela gigi itu akan mendatangkan bau bangkai. Dan akhirnya gigi akan menjadi rusak dan pengaruhnya yang beracun, jatuh pada pencernaan lalu pencernaan pun menjadi rusak.

[Dikutip dari Khutbah Jum'ah Hadhrat Khalifatul Masih V aba tanggal 23 April 2004 di Masjid Baitul Futūh, Morden – London].

Diterjemahkan oleh: Mln. Qomaruddin Syahid.

Monday, 11 April 2016

Pengertian Rishtanata Dalam Jemaat Ahmadiyah sebutan rishtanata

Pengertian Rishtanata
Dalam Jemaat Ahmadiyah sebutan rishtanata sangat dikenal dan terdengar akrab dikalangan para anggotanya. Perkatakaan Rishtanata tak asing lagi dikalangan Anggota Ahmadiyah.
Rishtanata  berasal dari bahasa Urdu yang terdiri dari dua kata, yaitu rishta dan nata. Rishta berarti hubungan kerabat dan nata berarti intim. {Publishers Oriental Book Society, Practical Dictionary, Urdu-English, Ganapat Lahore, Pakistan: Publishers Oriental Book Society, New Edition Popular Oxpord}Hubungan yang dimaksud disini adalah hubungan antara laki-laki dan perempuan, atau dikalangan umum lebih dikenal dengan istilah perjodohan.
Risytah, berarti juga  a string relationship (perhubungan atau kekerabatan yang kuat), risytahdaar berarti a relative, a kinsman (keluarga, kerabat) sedangkan risytahdaari berarti a relationship (kekeluargaan, kekerabatan). Lebih lanjut risytanata dapat diartikan sebagai qaribi ta'alluq (perhubungan yang dekat) dan syadi (pernikahan)
Kata Naata ternyata berarti sama dengan risytah yakni relationship, kin (sanak famili), alliance (persekutuan) dan affinity  (pertalian keturunan).

Ristanata dan Perjodohan merupakan salah satu bentuk proses menuju pernikahan. Masalah perjodohan maupun pernikahan ini sangat mendapatkan perhatian yang khusus dalam Jemaat Ahmadiyah. Hal ini terbukti dengan dibentuknya sekretaris khusus yang menangani permasalahan ini, yaitu Sekretaris Rishtanata. Sekretaris di bidang ini pada awalnya dipilih melalui Majelis Musyawarah (MM), namun berdasarkan intruksi dari Khalifahtul Masih IV, Hadhrat Mirza Tahir Ahmad rha tentang penunjukan sekretaris rishtanata mulai dari tingkat Nasional hingga tingkat lokal tidak akan dipilih lagi (melalui sistem pemilihan seperti memilih sekretaris-sekretaris lainnya), melainkan akan ditunjuk langsung oleh Amir Nasional masing-masing negara. {Jemaat Ahmadiyah Indonesia (ditanda tangani oleh Amir Nasional, Muhammad Lius Ma'ala), No. 392/22 Nubuwah 1379 HS/ November 1997, "Sekretaris Rishta Nata"}       
Sedangkan Pernikahan Kata dasarnya adalah nikah. Menurut bahasa Indonesia, kata nikah berarti berkumpul atau bersatu. Dalam istilah syari'at, nikah itu berarti melakukan suatu akad atau perjanjian untuk mengikatkan diri antara seorang laki-laki dan seorang perempuan serta menghalalkan hubungan suami-istri dengan dasar sukarela dan persetujuan bersama, demi terwujudnya keluarga (rumah tangga) bahagia dan membina sebuah rumah tangga yang shalih dan masyarakat yang baik, yang diridhai oleh Allah Ta'ala.
Nikah termasuk perbuatan yang telah dicontohkan oleh Nabi Muhammad saw atau sunnah Rasul. Dalam hal ini, disebutkan dalam hadis Rasulullah saw yang artinya, "Dari Anas Bin Malik ra, bahwasannya Nabi saw memuji Allah Ta'ala dan menjunjung-Nya, beliau saw bersabda, ; 'Akan tetapi aku shalat, tidur, berpuasa, makan, dan menikahi wanita, barangsiapa yang tidak suka perbuatanku, maka dia bukanlah dari golonganku.'"(Bukhari dan Muslim)
PAM-mubarak

Sunday, 10 April 2016

AHMADIYAH, DEPAG, MUI DAN NU SAMA-SAMA MEYAKINI ADANYA NABI DAN RASUL SETELAH MUHAMMAD, S.A.W.

AHMADIYAH, DEPAG, MUI DAN NU SAMA-SAMA MEYAKINI ADANYA NABI DAN RASUL SETELAH MUHAMMAD, S.A.W.
Q.S AL 'ARAF (7:35)

TERJEMAHAN : JAMA'AH MUSLIM AHMADIYAH

(7 : 36). Wahai Bani Adam, jika datang kepadamu rasul-rasul dari antaramu yang memperdengarkan Ayat-ayat-Ku kepadamu, maka barangsiapa bertakwa dan memperbaiki diri, tidak akan ada ketakutan menimpa mereka dan tidak pula mereka akan bersedih hati.

TAFSIR : JAMA'AH MUSLIM AHMADIYAH

Hal ini patut mendapat perhatian istimewa. Seperti pada beberapa ayat sebelumnya (yakni 7:27, 28, 32), seruan dengan kata-kata, Hai Anak-cucu Adam, dialamatkan kepada umat di zaman Rasulullah saw. Dan kepada generasi-generasi yang akan lahir dan bukan kepada umat yang hidup di masa jauh silam dan yang datang tak lama sesudah masa Adam as.

(Sumber AL QUR'AN DENGAN ERJEMAHAN DAN TAFSIR SINGKAT JUZ I S/D 10 hal.571 EDISI KELIMA Penerbit YAYASAN WISMA DAMAI)

TERJEMAHAN : DEPARTEMEN AGAMA RI

(7 : 35). Hai anak-anak Adam, jika datang kepadamu rasul-rasul daripada kamu yang menceritakan kepadamu ayat-ayat-Ku, maka barangsiapa yang bertakwa dan mengadakan perbaikan, tidaklah ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.

(Sumber AL QUR'AN DAN TERJEMAHANNYA JUZ 1 – JUZ 30 hal 226 EDISI BARU REVISI TERJEMAH JULI 1889 OLEH YAYASAN PENYELENGGARA PENTERJEMAH AL QUR'AN Penerbit DEPARTEMEN AGAMA REPUBILIK INDONESIA

TERJEMAHAN DAN TAFSIR MAJLIS ULAMA INDONESIA : AKAN DATANG TERUS NABI DAN RASUL SELAMA BUMI MASIH DI DIAMI MANUSIA

(7 : 35). Wahai anak-anak Adam! "Jika datang kepadamu Rasul-rasul dari antara kamu sendiri yang menceritakan kepada kamu ayat-ayat-Kami, maka barangsiapa yang bertakwa dan berbuat perbaikan, tidaklah ada ketakutan atas mereka mereka dan tidaklah mereka akan berdukacita".

Tafsir : Ayat ini dimulai (ayat 35) sekali lagi dengan menyeru manusia sebagai Anak-anak Adam. Sebab itu meskipun mulai diturunkan adalah terhadap kaum Quraisy di Mekah, dia berlaku untuk selanjutnya , bagi seluruh bani Adam selama bumi ini masih di diami manusia. Dia adalah sebagai salah satu dasar dari pada ilmu masyarakat.

(Sumber Tafsir Al Azhar Juz VI – VIII hal 221-225 Oleh PROF. DR. HAJI ABDUL MALIK ABDULKARIM AMRULLAH (HAMKA) Cetakan Februari 2004 Penerbit PUSTAKA PANJUNAS Jakarta

PENDAPAT AKAN ADA NABI SETELAH RASULULLAH MUHAMMAD SAW : NAHDATUL ULAMA (NU)

PERTANYAAN : Bagaimana pendapat Mu'tamar tentang Nabi Isa,a.s. setelah turun kembali ke dunia. Apakah tetap sebagai nabi dan Rasul? Pada hal Nabi Muhammad s.a.w. adalah nabi terakhir. Dan apakah mazhab empat itu akan tetap ada pada waktu itu?

JAWABAN : Kita wajib berkeyakinan bahwa Nabi Isa a.s. itu akan diturunkan kembali pada akhir zaman nanti sebagai nabi dan rasul yang melaksanakan syariat Nabi Muhammad s.a.w. dan hal itu tidak berarti menghalangi nabi Muhammad s.a.w. sebagai nabi yang terakhir sebab Nabi Isa a.s. hanya akan melaksanakan syariat nabi Muhammad s.a.w.. Sebab mazhab empat pada waktu itu hapus (tidak berlaku.

(Sumber MU'TAMAR NAHDATUL ULAMA KE III DI SURABAYA (22Rabiuts-Tsani 1347 – 26 September 1928

Friday, 8 April 2016

Bagaimana mendirikan SHALAT TANPA PENUTUP KEPALA

SHALAT TANPA PENUTUP KEPALA (PECI DLL) ???


Sholat bukanlah permainan, tapi ia adalah tanda ketundukan, keseriusan, ketawadhuan, dan kerendahan diri di hadapan Allah -Azza wa Jalla-. Seyogyanya seorang hamba saat ia menghadap, ia mengenakan pakaian yang layak digunakan; jangan asal-asalan dalam melaksanakan sholat !! Pilihlah pakaian yang layak, sebab sebagian orang ada yang tidak memperhatikan pakaian dan kondisi dirinya, seperti ia masuk ke dalam sholat, tanpa mengenakan penutup kepala, semisal surban, songkok, dan lainnya. Seakan-akan ia adalah seorang pekerja kuli yang mengenakan pakaian seadanya, padahal ia menghadap Allah Robbul Alamin.
Allah -Ta'ala- berfirman,
"Hai anak Adam, pakailah perhiasan kalian di setiap (memasuki) mesjid, makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan". (QS. Al-A'raaf: 32).


Diantara perhiasan seorang mukmin adalah penutup kepala, seperti songkok, dan imamah (surban). Kebiasaan Nabi -Shallallahu 'alaihi wa sallam-, dan para sahabatnya, baik dalam sholat, maupun di luar sholat, mereka senantiasa mengenakan imamah (surban), burnus (penutup kepala yang bersambung dengan pakaian), atau songkok. Adapun kebiasaan menelanjangi kepala, tanpa songkok atau surban, maka ini adalah kebiasaan orang di luar Islam.
Amr bin Huroits -radhiyallahu 'anhu- berkata,
أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَطَبَ وَعَلَيْهِ عِمَامَةٌ سَوْدَاءُ
"Nabi -Shallallahu 'alaihi wa sallam- pernah berkhutbah, sedang beliau memakai surban hitam". [HR. Muslim dalam Shohih-nya (1359), Abu Dawud dalam Sunan-nya (4077), Ibnu Majah dalam Sunan-nya (1104 & 3584)]
Al-Hasan Al-Bashriy -rahimahullah- berkata dalam menceritakan kebiasaan sahabat dalam memakai songkok dan imamah,
كَانَ الْقَوْمُ يَسْجُدُوْنَ عَلَى الْعِمَامَةِ وَالْقَلَنْسُوَةِ وَيَدَاهُ فِيْ كَمِّهِ
"Dahulu kaum itu (para sahabat) bersujud pada surban, dan songkok (peci), sedang kedua tangannya pada lengan bajunya". [HR. Al-Bukhoriy dalam Kitab Ash-Sholah: Bab As-Sujud ala Ats-Tsaub fi Syiddah Al-Harr (1/150) secara mu'allaq dengan shighoh jazm, Abdur Razzaq dalam Al-Mushonnaf (1566)]
Abdullah bin Sa'id-rahimahullah- berkata,
رَأَيْتُ عَلَى عَلِيِّ بْنِ الْحُسَيْنِ قَلَنْسُوَةً بَيْضَاءَ مِصُرِيَّةً
"Aku lihat pada Ali bin Al-Husain ada sebuah songkok putih buatan Mesir". [HR. Ibnu Abi Syaibah dalam Al-Mushonnaf (24855)]
Inilah beberapa hadits dan atsar yang menunjukkan bahwa para salaf (Nabi -Shallallahu 'alaihi wa sallam-, sahabat, tabi'in, dan tabi'ut tabi'in), dan generasi setelahnya memiliki akhlaq, dan kebiasaan, yaitu menutup kepala baik di luar sholat, apalagi dalam sholat. Kebiasaan dan sunnah ini telah ditinggalkan oleh generasi Islam, hanya karena alasan malu, dan tidak sesuai zaman –menurut sangkaannya- !! Terlebih lagi dengan munculnya berbagai macam model, dan gaya rambut yang terkenal, seperti model Duran-Duran, Bechkham, Mandarin, dan lainnya. Semua ini menyebabkan sunnah memakai penutup kepala mulai pudar, dan menghilang. Nas'alullahas salamah minal fitan.
Jadi, disunnahkan bagi setiap orang yang mau melaksanakan shalat untuk mengenakan pakaian yang layak dan paling sempurna. Di antara kesempurnaan busana shalat adalah dengan memakai imamah (sorban), songkok, atau lainnya yang biasa dikenakan di kepala ketika beribadah. Boleh melakukan shalat dengan membuka kepala bagi kaum laki-laki, sebab kepala hanya menjadi aurat bagi kaum wanita, bukan untuk kaum pria. Namun tentunya jangan dijadikan kebiasaan seorang masuk ke dalam sholat ataupun di luar sholat tanpa mengenakan surban atau songkok.

Tidak pernah disebutkan sebuah riwayat yang menyatakan bahwa Rasulullah -Shollallahu 'alaihi wasallam- tidak memakai tutup kepala ketika shalat kecuali hanya ketika ihram. Barangsiapa yang menyangka beliau pernah tidak memakai imamah ketika shalat -selain pada saat melakukan ihram-, maka dia harus bisa menunjukkan dalilnya. Yang benar itulah yang paling berhak untuk diikuti. [Lihat Ad-Dinul Khalish (3/214)
PAM-mubarak

Pentingnya Sarana Modern Dalam Penyebaran Islam Damai

Kutipan Ringkasan Khutbah Jum'at 04 Maret 2016
Sayyidina Amirul Mu'minin, Hadhrat Mirza Masroor Ahmad
Khalifatul Masih al-Khaamis ayyadahullaahu Ta'ala binashrihil 'aziiz

Tentang: Khalifatul Masih II ra: Mutiara Hikmah (Paragraf 18-19)

Penerjemah: Hafizhurrahman
Editor: Dildaar Ahmad

Setelah menerima Ahmadiyah, kita dapat menjaga keimanan kita dengan tetap memelihara hubungan yang kuat dan terus-menerus dengan Nizam Jemaat dan Khilafat. Untuk itu kita hendaknya menggunakan sarana-sarana yang dapat membuat diri kita senantiasa terhubung dengan Nizam Jemaat dan Khilafat meskipun berada di tempat yang jauh. Hadhrat Mushlih Mauud ra mengatakan bahwa tidak akan ada kemajuan di dalam pekerjaan Jemaat jika kita tidak memiliki hubungan dengan sumber utamanya. Beliau ra memberikan contoh pada masa beliau ra lalu bersabda bahwa surat kabar [terbitan Jemaat] merupakan suatu sarana terbaik untuk memelihara hubungan tersebut. Jika seseorang senantiasa membaca surat kabar Jemaat dimana pun ia berada, maka ia seolah-olah senantiasa berada di dekat Jemaat ini. Beliau ra bersabda bahwa di kesempatan Jalsah, beliau ra bisa memberikan ceramah kepada para lajnah hingga yang duduk di tempat yang jauh melalui loudspeaker. Demikian pula, surat kabar juga bisa senantiasa memelihara mereka yang berada di tempat yang jauh agar tetap berhubungan dengan Jemaat. Hadhrat Masih Mauud as senantiasa bersabda bahwa surat kabar Al-Hakam dan Badr merupakan dua tangan beliau as. Pada masa Hadhrat Masih Mauud as, surat kabar Jemaat ini sangat terkenal di kalangan anggota Jemaat dan meskipun Jemaat masih sedikit, namun penjualan surat kabar Badr sangat luas. Bahkan, para Ahmadi yang tidak berpendidikan pun akan membeli surat kabar ini lalu memberikannya kepada orang lain agar dapat dibaca sebagai sarana tabligh. Seorang Ahmadi yang tidak terpelajar, yang bekerja sebagai penarik kereta kuda, selalu membeli surat kabar Al-Hakam. Dan ketika ia merasa bahwa penumpangnya merupakan seorang yang baik, ia akan memberikan mereka surat kabar tersebut lalu meminta untuk membacakannya. Seperti inilah caranya memperkenalkan Ahmadiyah kepada para penumpangnya. Dikatakan, meskipun ia tidak berpendidikan, namun ia merupakan orang yang paling banyak membawa orang-orang baiat semasa hidupnya.

Waktu telah berubah dan sekarang terdapat banyak sarana yang tersedia. Setiap Ahmadi hendaknya menanamkan kebiasaan menonton MTA bagi tarbiyat diri sendiri serta untuk menumbuhkan hubungan yang kuat dengan Khilafat. Hendaknya kita menyampaikan kepada teman-teman kita mengenai website Jemaat. Banyak orang yang menulis surat seraya berkata bahwa semenjak mereka mulai dawam menonton MTA, paling tidak menonton Khotbah Jumat, maka keimanan mereka semakin kuat dan mereka merasa hubungan mereka dengan Jemaat juga semakin kokoh. MTA dan website Jemaat (www.alislam.org) merupakan sumber yang sangat bagus bagi pertablighan dan juga tarbiyat para Ahmadi serta senantiasa menghubungkan mereka dengan Khilafat dan Jemaat.

--