Thursday, 29 October 2015

Surat Penolakan Permintaan Imam Dari Majelis Ulama Indonesia


8‬: أشْهَدُ أنْ لا إله إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لا شَرِيك لَهُ وأشْهَدُ أنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ.
JEMAAT AHMADIYAH INDONESIA
CABANG SUKABUMI.

Badan Hukum Keputusan Menteri Kehakiman RI No. JA.5/23/13 Tgl.13-3-1953
Domisili: Jln Sriwedari Gg. Sriwedari VI No.06,RT.06, RW.01, Kel. Selabatu, Kec. Cikole, Kodya Sukabumi,43114 Phone.081346635204
Nomer: 01/JAI-Sukabumi/10-09-2015
Lampiran: 6 lembar
Hal.: Tanggapan dan Penjelasan Surat Dari MUI Kota Sukabumi
Kepada Yth.
Bapak Wali Kota Sukabumi
H. Muhammad Muraz
Di
T e m p a t
السلام عليكم ورحمت الله وبركاته
Semoga Bapak beserta staf senantiasa berada dalam keadaan sehat wal afiat serta dalam limpahan karunia dan Inayah yang khas dari Allah Ta'ala. Aamiin.
Dengan surat ini kami sampaikan kepada bapak mengenai tanggapan kami tentang rencana Majelis Ulama Indonesi (MUI) Kota Sukabumi untuk untuk bertindak selaku Imam dan khotib pada Jum'at tanggal 11 September 2015 di masjid Bilal - Jalan Sriwedari.
Terlebih dahulu kami sampaikan kronologisnya bahwa pada hari Rabu, Tanggal 09/09/2015 JAI Sukabumi kedatangan tamu dari MUI Kota Sukabumi, yang diantaranya adalah Bapak Ketua umum I MUI Kota Sukabumi, Sekretris MUI Kota Sukabumi dan juga jajarannya. Adapun maksud dan tujuannya adalah untuk menyampaikan surat No.85/K/MUI-KOSI/IX/2015 perihal Ajakan sholat Jum'at Di Mesjid Bilal.
Kami dalam hal ini pengurus JAI Kota Sukabumi yang berbadan Hukum Keputusan Menteri Kehakiman RI No. JA.5/23/13 Tgl.13-3-1953, telah mengambil sikap bahwa kami JAI Kota Sukabumi tidak dapat mengizinkan yang Yth. Bapak-bapak Pengurus MUI untuk bertindak selaku Imam dan khotib pada Jum'at Tanggal 11 September 2015, karena di masjid kami telah diatur dengan resmi susunan kepengurusan dan juga jadwal imam sholat dan Khotibnya. Maka dengan hal ini harap bapak-bapak dari Pengurus MUI kota dapat memakluminya.
Sebagai tambahan lain mengenai sikap kami tidak mengizinkan sebagaimana yang tercantum dalam penjelasan diatas adalah sebagaimana tercantum dalam penjelasan kami berikut ini:
1.Kami menyambut baik gagasan tersebut dan sesungguhnya kami pun sudah sangat rindu untuk sholat berjamaah bermakmum khususnya dengan MUI, namun selama ini sikap MUI terhadap kami sangatlah intoleran, kami telah dinyatakan sesat, kafir, non muslim,  dan lain-lain bukan hanya kepada kami tapi terlebih kepada pimpinan kami dengan menyatakan bahwa pimpinan kami sebagai Nabi Palsu, dajjal, pendusta dan lain-lain. Bahkan bukan hanya hal yang tersebut diatas, tindakan penganiayaan secara bathin, secara pisik pun kami rasakan kami telah diberlakukan secara intoleran, mesjid kami dirusak, dibakar bahkan ada saudara-saudara kami yang terbunuh dan diasingkan tidak dapat tinggal lagi di rumahnya sendiri diakibatkan dari fatwa-fatwa sesat menyesatkan, dan juga fatwa kafir yang mana sudah menjadi label dari jemaah kami. Dengan kondisi demikian, bagaiman kami dapat bermakmum dengan saudara-saudara kami dari MUI?. Sungguh sangat naif sekiranya diri kita, orang tua kita telah dihina dan dicaci maki, dijelek-jelekan kemudian kita harus mengikuti org yang telah menghina dan menjelek-jelekan diri kita dan orang tua kita sendiri?.
2.Sebagaimana Sabda Rasulullah saw, : وَلَا تَؤُمَّنَّ الرَّجُلَ فِي أَهْلِهِ وَلَا فِي سُلْطَانِهِ وَلَا تَجْلِسْ عَلَى تَكْرِمَتِهِ فِي بَيْتِهِ إِلَّا أَنْ يَأْذَنَ لَكَ أَوْ بِإِذْنِهِ yang artinnya : Jangan sampai seseorang menjadi imam dalam keluarga orang lain dan jangan pula dalam wilayah kekuasaan (wewenang) nya dan jangan duduk di tempat duduk di rumah orang lain selain telah mendapat izin, atau seizinnya."(HR. Muslim), 3.Begitupun dalam hal bertamu di lingkungan mesjid yang telah terbentuk kepengurusan DKM, pihak MUI tidak dapat sewenang-wenang untuk dapat menjadi Imam Dan Khotib ditempat kami karena seuai dengan ketentuan dan perintah Nabi Muhammad saw pun demikian petunjuknya.
Selama ini beberapa kalangan MUI menyatakan bahwa sholat kami berbeda dengan muslim pada umumnya, seharusnya yang dilakukan oleh MUI adalah mengikuti sholat yang kami lakukan baik dari segi bacaan dan gerakan dalam sholat, bukan memaksa kami bermakmum, bagaimana kami bisa membuktikan tuduhan bahwa sholat kami sama apabila kami tidak diberi kesempatan untuk menjadi Imam Sholat?.
4.Prinsip sholat pada hakekatnya adalah hubungan pribadi  hamba dengan Sang Khalik  dan untuk itu terdapat syarat-syarat yang dapat dikategorikan syah dan tidaknya sholat sebagaimana hadist Rasulullah saw diantaranya adalah bahwa dalam berjamaah seorang makmum harus yakin terhadap kualitas iman seseorang Imam dan juga bukan dalam keadaan terdzalim.
5.Kami sangat berterima kasih dan siap menerima dengan rasa hormat dan penuh kehangatan, apabila pihak MUI ingin melakukan pembinaan kepada kami dalam bentuk tarbiyah dan diskusi shingga dapat terjalin rasa saling pengertian yang selama ini terkesan terputus dan juga kami terkesan eklusif. Dan adapun mengenai mengadakan Sholat dan juga khutbah jum'at bagi kami bukanlah sarana yang efektif untuk hal itu itu karena tidak tersedia ruang dua arah dan cenderung  kontra produktif sehingga menimbulkan suasana ukuwah islamiyyah kita tercedrai dimanfaatkan oleh oknum yang akan memperkeruh suasana dikarenakan masih terdapat hambatan-hambatan prinsip dalam pelaksanaan ibadah tersebut sebagaimana diuraikan dalam point-point awal. Dan dengan hal itu kami siap menerima kapan saja pembinaan dari MUI diluar rencana Sholat Jum'at dan juga Khutbahnya.
Demikianlah uraian kami ini kami sampaikan kepada Yth. Bapak Wali Kota Sukabumi, semoga hal ini dapat bapak maklumi untuk dapat ditindak lanjuti oleh jajaran staf MUSPIDA Kota Sukabumi.
Jazakumullah Ahsanal jaza
والسلام عليكم ورحمت الله وبركاته
Kami Yang termat Lemah,
            H. Agus Yunus
Ketua Cabang Sukabumi Kota
Tembusan Disampaikan kepada :
Yth. Bapak Ketua MUI Kota Sukabumi di Sukabumi
Yth. Kapolres Sukabumi di Sukabumi
Yth. DANDIM 0607 Sukabumi kota di Sukabumi
Yth. Kepala Kemenag Kota Sukabumi di Sukabumi
Yth. Komnasham
Yth. LBH Jabar
Yth. Kapolda Jabar
Yth. Kementrian Dalam Negeri RI
Yth. Menkopolhukam RI
Yth. Kementrian Agama RI
Yth. Amir Jemaat Ahmadiyah Indonesia.
Dalam kondisi sedikit "tegang" dan dlm penjagaan dr kepolisian,, Alhamdulillah sktr jam.10 td pagi justru bai'at seorang pemuda u/ bergabung k dlm jemaat.

Pentingnya Tahrik Jadid Dalam Jemaat Ahmadiyah


Amanat Huzur melalui Utusannya Tuan Laiq Ahmad Nasir. Berkantor di Rabwah di bidang Tahrik Jadid, membawahi seluruh mubaligh di seluruh dunia.

Saya hadir di hadapan Bapak-Bapak dan Ibu-Ibu atas perintah Huzur. Huzur bersabda bahwa beliau mengirim salam kepada anda. Huzur ingin mengetahui kabar kebaikan-kebaikan di cabang Anda.
Huzur bersabda bahwa banyaklah berdoa, berdoa, dan berdoa agar keadaan kita akan berubah meraih kemenangan seperti yg disabdakan Masih Mau'ud. Bersabarlah Anda semua menghadapi keadaan ini, banyak berdoa, insya Allah akan berubah baik. Tidak perlu takut dan cemas, justru harus banyak-banyak berdoa.

Selanjutnya beliau sampaikan bahwa Masih Mau'ud as. adalah nabi Allah. Kita harus bersyukur atas nikmat ini karena berada dalam jemaat Nabi ini. Cara terbaik mensyukuri nikmat ini adalah dengan mengamalkan sabda-sabda Masih Mau'ud as. Hanya mengatakan bahwa sudah baiat, baiat secara zahir, tak ada nilai apa-apa, selama belum mengamalkan amalan soleh dan ajaran-ajaran Masih Mau'ud as.
Hendaknya kita mengabarkan pada orang2 bahwa ini adalah Jemaat Nabi Allah yang membawa petunjuk bagi hidup kita. Seseorang telah datang dalam wujud Masih Mau'ud as. Beliau as. Bersabda "lihatlah wajahku, apakah ini wajah yang benar atau wajah pendusta. Karena wajah pendusta dan wajah yang benar sangat berbeda." Karena itu ketika kita berada di jemaat Nabi yang benar, maka kita pun harus menjadi anggota yang benar. Maka akan terbukti jemaat ini benar apabila kita mengamalkan ajaran2 Masih Mau'ud as. Tinggalkan hal-hal yang jelek. Harus berusaha sekuat tenaga mencapai kebaikan-kebaikan.

Beliau as. adalah seorang nabi yang ditunggu orang-orang suci sebelum beliau. Begitupula para aulia yang telah berlalu. Tetapi Allah Ta'ala memberi kita taufik berada di jemaat ini. Karena itulah kita harus bersyukur degan mengerjakan apa yang diperintahkan-Nya. Beliau juga mengatakan bahwa setelah beliau akan ada nikmat lain berupa khilafat. Sebagaimana setelah Rasulullah khilafat berdiri. Yang setelah itu berlalu. Yang mana pada waktu itu para sahabat telah hidup bersama mereka. Jika kita bandingkan diri kita dengan para sahabat, kita tidak ada apa-apanya, tak secuil debu pun. Tetapi Allah telah mengaruniakan kita menjadi murid-murid masih mauud as.

Semoga Allah Ta'ala memberi kita semua karunia untuk dapat menyemournakan apa yang dikehendaki dalam jemaat ini. Semoga Allah Ta'ala menutupi keburukan-keburukan dalam dir kita.
Q: Kapankah kemenangan Islam akan terjadi?

A: Allah telah menjanjikan kemenangan Islam. Dia tidak pernah mengingkari janji-Nya. Janji ini telah Dia sabdakan kepada Rasulullah saw. dan Masih Mau'ud as. Dia telah bersabda bahwa Jemaat ini tidak hanya berdiri 300 tahun saa, tetapi hingga laut menjadi kring. Kemenangan itu akan terjadi kapanpun Dia menghendakinya.

Q: Metode bertabligh
A: Tidak perlu banyak adu argumen dalam bertabligh. Tunjukkan bahwa kita orang yang benar dan baik. Allah telah menanamkan bibit kebaikan dalam diri setiap manusia, cukup tunjukkan itu. Kalau orang melihat kita baik, tidak mungkin mereka akan berbuat buruk pada kita. Kalau orang tertarik akan kebaikan kita, maka apapun yang Anda sampaikan akan diterima. Dengan sendirinya mereka akan mengikuti jemaat ini. Itulah yang paling berpengaruh dalam pertablighan. Saya perhatikan banyak turis datang ke Indonesia. Apabila Anda melihat turis, jangan sungkan-sungkan untuk menawarkan rumah misi juga perpustakaan. Syaratnya perpustakaan Anda harus sempurna isinya. Buku-buku tersedia dalam berbagai bahasa.
Q: bagaimana caranya mengajak seseorang untuk aktif?
A: Ajak makan bersama. Kalau dia senang dan menerima ajakan Anda, maka dia percaya pada Anda. Buat dia tertarik pada Anda dengan membicarakan apa yang dia suka.
Q: Bagaimana pembatasan penggunaan Facebook mengingat manfaatnya bisa bertemu kawan-kawan, tetapi Huzur V melarang penggunaannya?
A: Benar bahwa Huzur V melarang penggunaan Facebook terutama untuk anak-anak perempuan. Karena terbukti Facebook banyak melahirkan keburukan dan banyak kebohongan. Karena itu Huzur melarang penggunaan Facebook untuk anak-anak perempuan. Memang setiap hal itu ada dua sisi. Ada hal baik dan buruk. Kalau kita bisa menggunakannya dengan baik, kita akan meraih faedah. Sesuatu yg lebih banyak keburukannya, maka tinggalkanlah. Inilah alasan Huzur melarang penggunaan Facebook khususnya bagi anak perempuan kta agar mereka terjaga, selamat.
Q: Apakah Ristanata seperti ta'aruf?
A: Tidak benar kalau seorang ghaer Ahmadi dan pemuda Ahmadi mengadakan hubungan gelap tanpa sepengetahuan orangtua atau pengurus. Karena banyak keburukannya.

Amanat Huzur ATBA melalui Utusannya Tuan Laiq Ahmad Nasir.


Bontang, 21 sep 2015. Amanat Huzur melalui Utusannya Tuan Laiq Ahmad Nasir. Muballigh yang berkantor di Rabwah di bidang Tahrik Jadid.

Saya hadir di hadapan Bapak-Bapak dan Ibu-Ibu atas perintah Huzur. Huzur bersabda bahwa beliau mengirim salam kepada anda. Huzur ingin mengetahui kabar kebaikan-kebaikan di cabang Anda.
Huzur bersabda bahwa banyaklah berdoa, berdoa, dan berdoa agar keadaan kita akan berubah meraih kemenangan seperti yg disabdakan Masih Mau'ud. Bersabarlah Anda semua menghadapi keadaan ini, banyak berdoa, insya Allah akan berubah baik. Tidak perlu takut dan cemas, justru harus banyak-banyak berdoa.

Selanjutnya beliau sampaikan bahwa Masih Mau'ud as. adalah nabi Allah. Kita harus bersyukur atas nikmat ini karena berada dalam jemaat Nabi ini. Cara terbaik mensyukuri nikmat ini adalah dengan mengamalkan sabda-sabda Masih Mau'ud as. Hanya mengatakan bahwa sudah baiat, baiat secara zahir, tak ada nilai apa-apa, selama belum mengamalkan amalan soleh dan ajaran-ajaran Masih Mau'ud as.
Hendaknya kita mengabarkan pada orang2 bahwa ini adalah Jemaat Nabi Allah yang membawa petunjuk bagi hidup kita. Seseorang telah datang  kehadapan Masih Mau'ud as. 

Dan bertanya untuk menunjukkan 1 tanda kebenaran beliau. Beliau as. Bersabda "lihatlah wajahku, apakah ini wajah yang benar atau wajah pendusta. Karena wajah pendusta dan wajah yang benar sangat berbeda." Karena itu ketika kita berada di jemaat Nabi yang benar, maka kita pun harus menjadi anggota yang benar. Maka akan terbukti jemaat ini benar apabila kita mengamalkan ajaran2 Masih Mau'ud as. Itu akan terbukti dari amal baik kita yang akan mempengaruhi orang.Tinggalkan hal-hal yang jelek. Harus berusaha sekuat tenaga mencapai kebaikan-kebaikan.

Beliau as. adalah seorang nabi yang ditunggu oleh ribuan orang-orang suci sebelum beliau. Begitupula para aulia yang telah berlalu. Tetapi Allah Ta'ala memberi kita taufik berada di jemaat ini. Karena itulah kita harus bersyukur degan mengerjakan apa yang diperintahkan-Nya. Beliau juga mengatakan bahwa setelah beliau akan ada nikmat lain berupa khilafat. Sebagaimana setelah Rasulullah khilafat berdiri. Yang setelah itu berlalu. Yang mana pada waktu itu para sahabat telah hidup bersama mereka. Jika kita bandingkan diri kita dengan para sahabat, kita tidak ada apa-apanya, bahkan dengan secuil debu yang menempel dispatu mereka pun kita tidak ada apa-apanya. Tetapi Allah telah mengaruniakan kita menjadi murid-murid masih mauud as.

Semoga Allah Ta'ala memberi kita semua karunia untuk dapat menyemournakan apa yang dikehendaki dalam jemaat ini. Semoga Allah Ta'ala menutupi keburukan-keburukan dalam dir kita.
Q: Kapankah kemenangan Islam akan terjadi dibawah khilafat dan sampai kapan?
A: insyaAllah kemenangan akan terjadi. Allah telah menjanjikan kemenangan Islam. Allah SWT berfirman"lam tajida li sunnatillahi tabdila" bahwa sunnah Allah tidak akan melenceng. 

Allah adalah zat yang tidak pernah mengingkari janji-Nya. Janji ini telah Dia sabdakan kepada Rasulullah saw. dan Masih Mau'ud as. Dia telah bersabda bahwa Jemaat ini tidak hanya berdiri 300 tahun saja, bahkan hingga lautan menjadi kring. Tetapi Kemenangan itu akan terjadi kapanpun Dia menghendakinya. Sebagaimana dalam hadits Rasulullah bahwa khilafat ini akan sampai pada hari Qiyamat. Kalau kita lihat dalam Alquran Bahwa orang-orang mukmin yang akan mendapatkannya adalah yang mengamalkan amal shaleh.

Q: Metode bertabligh yang terbaik?
A: Tidak perlu banyak adu argumen dalam bertabligh. Tunjukkan bahwa kita orang yang benar dan baik. Allah telah menanamkan bibit kebaikan dalam diri setiap manusia, cukup tunjukkan itu. Kalau orang melihat kita baik, tidak mungkin mereka akan berbuat buruk pada kita. Kalau orang tertarik akan kebaikan kita, maka apapun yang Anda sampaikan akan diterima. Dengan sendirinya mereka akan mengikuti jemaat ini. Itulah yang paling berpengaruh dalam pertablighan. Saya perhatikan banyak turis datang ke Indonesia. Apabila Anda melihat turis, jangan sungkan-sungkan untuk menawarkan rumah misi juga perpustakaan. Syaratnya perpustakaan Anda harus sempurna isinya. Buku-buku tersedia dalam berbagai bahasa.

Q: bagaimana caranya mengajak anggota yang tidak aktif?
A: dekati,  jadikan teman atau sahabat. Cari hal-hal yang membuat dia tertarik. Kalau dia sudah bisa diajak/diundang makan bersama. InsyaAllah dia pun akan mau diajak kemesjid. Jangan mengajak dengan kasar dan membuka aibnya. Kalo seperti itu justru dia akan semakin menjauh.
Q: Bagaimana pembatasan penggunaan Facebook mengingat manfaatnya bisa bertemu kawan-kawan, tetapi Huzur V melarang penggunaannya?

A: Benar bahwa Huzur V melarang penggunaan Facebook terutama untuk anak-anak perempuan. Karena terbukti Facebook banyak melahirkan keburukan dan banyak kebohongan. Karena itu Huzur melarang penggunaan Facebook untuk anak-anak perempuan. Memang setiap hal itu ada dua sisi. Ada hal baik dan buruk. Kalau kita bisa menggunakannya dengan baik, kita akan meraih faedah. Sesuatu yg lebih banyak keburukannya, maka tinggalkanlah. Inilah alasan Huzur melarang penggunaan Facebook khususnya bagi anak perempuan kta agar mereka terjaga, selamat.

Q: Apakah Ristanata seperti ta'aruf?
A: Tidak benar kalau seorang khuddam atau Lajnah mengadakan hubungan gelap tanpa sepengetahuan orangtua atau pengurus. Karena akan banyak keburukannya.

Q: bagaimana kedudukan jalsah. Ada yg mngatakan saya ikut jalsah tapi tidak ada perubahan dalam diri saya, bagaimana dengan hal itu?
A: dengan mengikuti jalsah dengan baik maka dia akan mengetahui kelemahan dirinya sehingga dia bisa merubah dirinya menjadi lebih baik. Kalo ada orang yang mengatakan hal itu berarti dia tidak mengikuti jalsah dengan sebaik-baiknya.

Berkaca Pada Contoh Nabi Muhammad SAW mengenai Perbedaan


Berkaca Pada Contoh Nabi Muhammad SAW Mengenai Perbedaan Keyakinan.


Oleh: Nasaruddin Umar (Wamenag RI)
DALAM wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), perlu didefinisikan apa itu aliran sesat? Siapa yang berhak menyesatkan sebuah aliran? Apa kriteria aliran sesat? Siapa yang menentukan kriteria itu? Apa dasarnya?

Apakah aliran sesat itu pelanggaran pidana? Apa sanksi aliran yang dinyatakan sesat itu? Bagaimana menghukum aliran sesat? Siapa yang berhak menghukumnya? Bagaimana menyelesaikan dampak penyesatan sebuah aliran yang sudah lama eksis di dalam masyarakat?

Kesemuanya ini menjadi bukti tidak sederhananya menyelesaikan persoalan penyesatan sebuah aliran. Apalagi aliran itu berada di dalam wilayah keyakinan seseorang, sulit dideteksi, dan berpotensi menghakimi secara tidak adil kepada orang yang disangka penganut aliran sesat.

Ketika sebuah rezim otoriter berkuasa dan ketika dinasti mayoritas memegang kendali nilai, maka di situ berpotensi muncul kalimat dan akronim menakutkan, terutama kepada kaum minoritas.

Akronim itu misalnya kelompok oposisi, pemberontak, ideologi radikal, aliran sesat, ajaran terlarang, dan lain sebagainya. Bahkan tokoh di balik kelompok minoritas itu sering disebut orang gila, tukang sihir, paranormal, provokator, dan lain-lain.

Nabi Muhammad saw sendiri, sama seperti nabi-nabi sebelumnya, pernah mengalami hal yang sama dari penguasa Mekkah ketika pertama kali memperkenalkan ajaran Islam yang dibawanya. Ia pernah dianggap sebagai penganut aliran sesat, diusir, diancam akan dibunuh, dan ajaran agama yang diperkenalkannya dianggap sesat.

Nabi Muhammad sendiri dianggap orang gila (Mereka berkata: "Hai orang yang diturunkan Al Qur'an kepadanya, sesungguhnya kamu benar-benar orang yang gila". (Q.S. al-Hijr/15:16), dianggap paranormal atau tukang tenung ("Maka tetaplah memberi peringatan, dan kamu disebabkan nikmat Tuhanmu bukanlah seorang tukang tenung dan bukan pula seorang gila. (Q.S. al-Thur/52:29).

Bahkan Nabi dianggap tukang sihir ("Demikianlah tidak seorang rasul pun yang datang kepada orang-orang yang sebelum mereka, melainkan mereka mengatakan: "Ia adalah seorang tukang sihir atau orang gila"). (Q.S. al-Dzariyat/51: 52). Ada juga yang mengganggap penyair gila (Dan mereka berkata: "Apakah sesungguhnya kami harus meninggalkan sembahan-sembahan kami karena seorang penyair gila? (Q.S. al-Shaffat/37:36).

Nabi Muhammad sebagai seorang pemegang kendali otoritas Mekah-Madinah, tidak pernah membumi hanguskan para penganut aliran sesat. Bahkan Musailimah al-Kadzdzab yang nyata-nyata mendeklarasikan diri sebagai Nabi (palsu) di depan Nabi tidak pernah ditangkap atau diinstruksikan untuk dieksekusi.

Musailimah bahkan ditantang untuk menayangkan karya andalannya berupa imitasi wahyu yang dibuatnya sendiri dipamerkan di pintu masuk ka'bah. Biar nanti masyarakat menilai, mana ajaran orisinal mana ajaran yang palsu.

Nabi Muhammad juga pernah memarahi panglima perang Usamah lantaran membunuh seorang musuh yang sudah bersyahadat. Setelah Usama diinterogasi Nabi, Ia menjawab saya membunuh orang itu karena hanya ingin menyelamatkan diri ketika dirinya terpojok.

Saat itulah Rasulullah mengeluarkan pernyataan sebagaimana dikutip di dalam Al-Muwaththa': Nahnu nahkumu bi al-dhawahir waAllahu yatawalla al-sarair (Kita hanya menghukum apa yang tampak, hanya Allah yang berhak menghukum apa yang tidak tampak).

Dalam banyak riwayat Nabi memberikan kesempatan kepada mereka yang dianggap sesat untuk mengintrospeksi diri. Nabi tidak pernah memaksakan kehendaknya kepada kelompok minoritas, apalagi kalau hal itu menyangkut masalah aliran.

Bukankah Allah Swt juga telah mengingatkan kita: "Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah member petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya". (Q.S. al-Qashash/28:56).

Sunday, 30 August 2015

Doa bukanlah Ban Serep, Doa adalah kompas Penunjuk Arah.


Doa bukanlah Ban Serep, Doa adalah kompas Penunjuk Arah tujuan Manusia.

Seseorang telah menuliskan kata-kata yang indah ini.
Cobalah ambil sedikit untuk mengerti maknanya.
1. Doa bukanlah "ban serep" yang dapat kamu keluarkan ketika dalam masalah, tapi "kemudi" yang menunjukkan arah yang tepat.

2. Kenapa kaca depan mobil sangat besar dan kaca spion begitu kecil?
Karena masa lalu kita tidak sepenting masa depan kita.
Jadi, pandanglah ke depan dan majulah.
3. Pertemanan itu seperti sebuah buku.
Hanya membutuhkan waktu beberapa detik untuk membakarnya, tapi butuh waktu tahunan untuk menulisnya.

4. Semua hal dalam hidup adalah sementara.
Jika berlangsung baik, nikmatilah, karena tidak akan bertahan selamanya.
Jika berlangsung salah, jangan khawatir, karena juga tidak akan bertahan lama.
5. Teman lama adalah emas. Teman baru adalah berlian! Jika kamu mendapat sebuah berlian, jangan lupakan emas! Karena untuk mengikat sebuah berlian menjadi cincin, kamu selalu memerlukan dasar emas.

6. Seringkali ketika kita hilang harapan dan berpikir ini adalah akhir dari segalanya, Tuhan tersenyum dari atas dan berkata " Tenang sayang, itu hanyalah belokan, bukan akhir!
7. Ketika Tuhan memecahkan masalahmu, kamu memiliki kepercayaan pada kemampuanNYA; ketika Tuhan tidak memecahkan masalahmu, Dia memiliki kepercayaan pada kemampuanmu.
8. Seorang buta bertanya pada seorang bijak : "Apakah ada yang lebih buruk daripada kehilangan penglihatan mata?" Dia menjawab : "Ya ada, kehilangan visimu!"

9. Ketika kamu berdoa untuk orang lain, Tuhan mendengarkanmu dan memberkahi mereka, dan terkadang, ketika kamu aman dan happy, ingat bahwa seseorang telah mendoakanmu.
10. Khawatir tidak akan menghilangkan masalah besok, hanya akan menghilangkan kedamaian hari ini.
Jika kamu menikmati & merasa sudah diberkahi, mohon mengirimkan juga ke orang lain. Karena siapa tahu akan mencerahkan hari seseorang.

Thursday, 27 August 2015

Perubahan Cepat Melalui Sudden Shift, Umat Manusia Di Abad 21

Perubahan Cepat Melalui Sudden Shift, Umat Manusia Di Abad 21 atau atau dalam Islam Akhir Zaman.


Hati-hati "Sudden Shift", Fenomena Perubahan Abad 21
Senin, 24 Agustus 2015 | 05:41 WIB
Oleh Prof.Rhenald Kasali
KOMPAS.com - Lima tahun yang lalu, mantan Dirut Pertamina, Ari Soemarno pernah menyampaikan sepotong data kepada saya. Itu tentang shale gas, yang kalau sampai kongres Amerika Serikat memberi lampu hijau untuk dieksplore dan diekspor, maka harga gas dunia akan turun.
Data itu rupanya segera direspons oleh para pemain saham yang mengakibatkan harga-harga saham perusahaan tambang batu bara kita anjlok. Mengapa demikian? Inilah gejala perubahan mendasar yang disebut 3S : "Sudden Shift, Speed dan Surprise!"

Sudden Shift
Daripada mereka-reka kapan dollar AS akan kembali turun, atau tenggelam dalam rasa takut yang besar bahwa PHK besar-besaran akan terjadi, lebih baik kita paham apa yang tengah terjadi, mengapa dan bagaimana meresponsnya.

Gejala ini kita sebut sudden shift (tiba-tiba berpindah). Faktanya, konsumennya tetap di situ, populasinya tetap besar (8 miliar jiwa), semuanya butuh makan, minum, transportasi, gadget, hiburan, dan sebagainya. Tetapi siapa yang menikmati perpindahan itu? 

Sudah begitu, berpindahnya mengejutkan karena seakan tiba-tiba (sudden), cepat sekali (speed) dan membuat kita terkaget-kaget (surprise). Mengapa? Karena kita mengabaikan, kita menyangkal, kita gemar berolok-olok, berpolitik, bersiasat, berpura-pura menyelamatkan (padahal menyesatkan). Kadang mengatasnamakan rakyat pula, menghiburnya, berpura-pura seakan-seakan masalahnya ada di tempat lain.

Kembali ke shale gas, Ari Soemarno memberi tahu saya bahwa cost-nya sangat rendah, demikian harga jualnya, yakni ¼ dari harga jual gas konvensional. Saya membayangkan begitu informasi itu beredar, maka para pemakai minyak (oil) pun akan beralih. Maka harga minyak pun akan goncang. Lalu pada akhirnya, tambang energi lain akan terganggu: batu bara.

Di luar dugaan saya, ternyata batu bara terkena imbasnya lebih dulu, lalu baru minyak. Maklum harga kertasnya (saham) sudah lama dijadikanbubble, lagi pula ia sangat merusak lingkungan. Sekarang harga minyak dunia baru turun sekitar 50-60 persen. Para ahli menduga ia masih akan turun hingga sekitar 10 dollar AS (saat ini masih sekitar 47dollar AS) per barel. 

Bisa dibayangkan kerugian apa yang akan diderita pengusaha-pengusaha minyak, kalau mereka tak berani merevolusi biaya-biaya "kenikmatan" yang selama ini sudah dirasakan para pegawai. Dulu, saat harga minyak di bawah 10 dollar AS per barel, mereka sanggup berproduksi dengan biaya 6 dollar AS per barel, tetapi begitu harga pasarnya 120 dollar AS per barel, mereka berproduksi dengan biaya 100 dollar AS per barel. Segala yang membuatnya mahal, akan membuat manusia meningkatkan biaya kenikmatan.

Zalora
Di Bandara Halim Perdanakusuma, saya menerima CEO Zalora Indonesia. Anak-anak muda tentu lebih tahu apa itu Zalora. Ini situs belanja online yang sedang digemari konsumen muda. Dengan belanja online, selain mendapat barang-barang baru, anak-anak muda bisa mendapat harga yang lebih murah.

Saat itu saya baru membaca data penjualan ritel Indonesia yang dilaporkan turun besar-besaran. Keadaan ekonomi pun kita persalahkan. Bahkan para politisi menduga adanya miss managementdalam pemerintahan.

Saat industri ritel konvensional melaporkan penurunan 3-4  persen, Zalora justru mengatakan omzet mereka naik 240 persen. "Dalam dunia online, kalau kami tumbuhnya di bawah 100 persen itu sama dengan kegagalan," ujar mereka.

Saya pikir Zalora masih kecil. Tetapi bayangan saya kembali ke tahun 1998 saat semua orang dicekam rasa takut akibat gelombang PHK. Asing pun hengkang. Ketika para ekonom di FE UI masih berpikir keras bagaimana menciptakan iklim yang kondusif agar investasi asing kembali lagi, saya memilih untuk mendorong lahirnya entrepreneur lokal.

Saya masih ingat ejekan para ekonom yang mengabaikan kemampuan bangsa ini berwirausaha. Saya bahkan ditanya, apa bisnis yang akan diekmbangkan wirausaha lokal? Saya sebutkan nama-nama produk mereka: kacang (Garuda dan Dua Kelinci), herbal (Sido Muncul), kosmetik (Wardah), bola buatan masyarakat di Majalengka dan lain-lain.

Di luar perkiraan saya, mereka mempertanyakan, "Sampai kapan kacang dan jamu bisa menciptakan lapangan kerja? Yang bisa itu otomotif. Rakyat kita itu pegawai, bukan entrepreneur."
Anda tahu berapa jumlah wirausaha kita sekarang? Jangan lagi mengatakan masih di bawah 1 persen. Kalau mereka yang sudah terlibat dalam sektor informal saja sudah 60 juta orang, bisa hitung sendiri berapa banyak orang yang sudah bergulat dalam bidang kewirausahaan.   

Demikian juga dengan Zalora dan mereka yang bergerak dalam sektor ekonomi kreatif lainnya. Sekarang memang masih kecil. Tetapi mereka memiliki daya disruptif yang bisa menggerus para pelaku usaha konvensional.

Semua Shifting
Pergeseran konsumsi tak hanya terjadi dalam dunia energi dan belanja melainkan dalam konsumsi di segala bentuk kehidupan kita. Semuanya bergeser. Keseimbangan baru belum terbentuk, tetapi pindah-pindahnya mulai terasa.

Minggu lalu, 17 Agustus 2015, Indonesia-X baru saja meluncurkan situs belajar bebas biaya (massive online course) di mana Rumah Perubahan ikut di dalamnya.

Pernahkah anda membayangkan bahwa kampus-kampus besar sedang berjuang melawan perubahan? Ya, di seluruh dunia, bukan cuma surat kabar berbasis kertas yang kesulitan karena hadirnya media-media online, melainkan juga kampus–kampus yang kini ditantang dunia belajaronline.

Bahkan gelar akademis pun kini mulai ditinggalkan para kaum terpelajar dunia. Para pemberi kerja mulai melirik mereka–mereka yang tak bergelar. Dari "siapa kamu" ( atau "apa gelar akademismu"), dunia manajemen mulai beralih pada "apa yang bisa kamu lakukan". Lihatlah di perusahaan- perusahaan besar, di kartu-kartu nama para pimpinan dan stafnya. Tak banyak lagi yang mencantumkan gelar akademisnya.

Gerakan masif ini membuat kaum muda beralih dari membeli degree (formal) kepada membeli keahlian dan paket–paket  kursus, yang mereka ramu sendiri racikannya. Bukan lagi racikan akademik yang dibuat pemerintah karena mereka ingin membangun keahlian yang unik, yang tidak massal dan siap pakai. Dan pasar tenaga kerja global pun mengakomodir mereka. Apa yang bisa mereka berikan di dunia kerja bukan lagi rangkaian matakuliah racikan kampus. 

Dan Indonesia-X  menjadi pelopor belajar onlineyang heboh. Kelak Anda bisa mengambil kursus apa saja. Karena murah (gratis), switching cost nya menjadi rendah. Dan perubahan pun terjadi.
 Gojek, Uber, Seven Eleven, dan lain lain.

Kalau anda belum puas dengan contoh–contoh di atas, maka pelajarilah segala fenomena di dunia transportasi, retail, telekomunikasi, trading,financing, dan sebagainya. Anda pasti akan menyaksikan gejala sudden shift ini.

Konsumen perbankan pun mulai meninggalkan kunjungan ke loket-loket bank. Mereka beralih kemobile banking. Pemakaian voice dalam berkomunikasi beralih ke cara-cara baru: data. Dari voice ke BBM, lalu pindah lagi ke Whatsapp dansocial media.

Sama halnya pertarungan sengit yang tengah dihadapi tukang-tukang ojek pangkalan vs Gojek dan Grab-Bike, atau taksi biasa Vs Uber. Semua mengalami gejala shifting.

Jadi, jangan melulu menyalahkan krisis ekonomi dunia. Karena krisis berdampak pada semua usaha dan kali ini terjadi luas di seluruh dunia. Yang jauh lebih penting bukan krisis itu sendiri. Bukan dollar AS, tetapi apa respons kita terhadap usaha yang kita jalani. Dan apa respons kita untuk mempersiapkan masa depan anak-anak kita dalam dunia yang benar-benar baru ini. 

Kalau Anda diamkan, bukan krisis yang menghantam, tetapi persaingan baru melaluibusiness model yang benar-benar berbeda.
Lagi pula, krisis selalu menjadi alasan bagi kaum malas untuk berhenti bekerja, dan bagi mereka yang senang mencari kambing untuk menyalahkan orang lain atas kesalahan yang dilakukannya.
Selamat merenungkannya!

Wednesday, 26 August 2015

Konsep Ketuhanan Islam Yang Dijalankan Oleh Om Google.

Konsep Ketuhanan Islam Yang Dijalankan Oleh Om Google, Manusia Hanya berusaha Tuhan yang Menentukan hasil.


Posted on August 14, 2015
Rio Beni Arya
Jadi…kenapa sebenarnya Google tidak membuat sebuah teknologi PC (Personnal Computer) atau membuat sebuah Operating System untuk sebuah PC atau Laptop? Saya bertanya tentang itu kepada seorang rekan saya yang kebetulan dulu pernah bekerja di Nokia. Saat dia masih di negara asalnya, China.

Mengetahui fakta bahwa rekan saya ini dulunya pernah bekerja di NOKIA, pembicaraan kami sepanjang jalanan dari Balikpapan menuju Kutai Kartanegara pagi itu diwarnai dengan diskusi ngalor ngidul, dimulai dari kenapa NOKIA tidak memasang Android pada Operating Systemnya, kenapa malah Windows Mobile? Lalu cerita tentang kebangkrutan NOKIA, lalu menyambar pada cerita tentang raksasa teknologi Google.

Banyak hal menarik yang dia ceritakan mengenai Google, tetapi satu hal mengenai pertanyaan saya di atas tadilah yang kemudian menjadi tema menarik kami sepanjang perjalanan.
Kenapa Google tidak membuat Operating System sendiri untuk sebuah PC atau LAPTOP, atau kenapa malah Google tidak merambah bisnis PC?

Lalu rekan saya ini menjelaskan dalam bahasa inggris yang pekat dengan logat China-nya. Ini saya baru tahu sekarang. Menurut dia, ada dua pendekatan besar dalam dunia teknologi komputer.
Pendekatan pertama, adalah golongan yang percaya bahwa trend di masa depan adalah personnal computer. Maksudnya, di masa depan, sebuah komputer haruslah menjadi semakin canggih, semakin complicated, dan mempunyai resource atau kemampuan perangkat yang semakin hebat. Apa sebab, sebabnya adalah sebuah aplikasi akan semakin canggih dan untuk menjalankannya butuh resource dan kemampuan dahsyat. Pada golongan inilah berada IBM dan kawan-kawannya.

Pada sisi yang berseberangan, adalah ORACLE. Yang berpendapat bahwa bukan sebuah PC yang harus menjadi semakin kompleks, melainkan sebuah server. Server, haruslah sangat digdaya, sedangkan sebuah PC atau LAPTOP hanya menjadi corong input dan display dari data yang diolah server. Tetapi, sebuah PC itu bisa tersambung ke server.

Tak ingin berpanjang lebar menceritakan tentang teknologi yang saya sendiri tak paham benar, tetapi ide itulah yang ternyata kemudian dipakai oleh Google.

Google tak membuat PC, juga tak terlalu getol membuat operating system, karena Google percaya, bahwa trend masa mendatang adalah CLOUD COMPUTING, dimana orang-orang akan semakin tergantung kepada server.

Sederhananya, seseorang hanya butuh komputer atau perangkat dengan kemampuan kelas medium, asalkan bisa input data, dan bisa display, dan ini yang paling penting "Terhubung dengan internet".
Maka kita cobalah lihat semua produk Google. Ada Google maps. Google satelite. Google sky. Street view. Dan segala macam produk Google lainnya kesemuanya bisa dijalankan pada komputer kelas menengah, atau rendah, asalkan punya network yang kencang. Dan Google membuat browser hebat untuk menjadi corong display dan inputnya, yaitu Chrome.

Coba kita bayangkan, seandainya, semua kemampuan google maps, semua bank data Google maps, semua kecanggihan grafik Google maps itu harus disimpan pada sebuah PC, kita butuh PC seberapa dahsyat? PC kelas rendah sampai menengah tak akan sanggup menjalankan aplikasi itu. 

Tetapi, karena segala perhitungan dan algoritma google maps dijalankan oleh server, dan PC hanya menjadi display saja lewat browser, maka aplikasi yang sejatinya begitu kompleks itu terasa sangat ringan. Bahkan handphone bisa membukanya. Sekali lagi, hanya jika kita punya koneksi internet yang cepat dan stabil.

Wah, ini hal yang sangat menarik dan membuka mata saya. Saya mengucapkan terimakasih kepada rekan saya itu. Lalu tiba-tiba saya terfikir tentang sesuatu.

"You know what," Saya sampaikan padanya, bahwa saya teringat tentang sebuah wejangan yang hampir analog dengan cerita dia barusan.

Sepertinya, saya tahu bagaimana mengaplikasikan strategi Google dalam kehidupan sehari-hari.
Rekan saya itu tertarik dan bertanya, bagaimana caranya?

Saya katakan padanya. Kita ini, setiap hari berhadapan dengan berbagai macam masalah dan perhitungan yang sangat kompleks. Masalah pekerjaan. Masalah rumah tangga. Masalah ekonomi. Dan segala macam masalah.

Dan pendekatan kita dalam mengatasi masalah itu selama ini adalah seperti golongan IBM yang merasa harus mengatasi segala masalahnya sendiri.

Akibatnya, kita harus memiliki PC yang demikian kompleks. Kita membebani diri kita sendiri. Sedangkan, hampir kita bisa katakan bahwa mungkin lebih dari sembilan puluh sembilan persen kejadian di dalam hidup ini tak bisa kita kontrol sama sekali, dan setiap kejadian akan berkelindan dengan kejadian lainnya yang saling mempengaruhi dalam hidup ini.

Jika kita ingin menghadapi semua masalah dengan perhitungan kita sendiri, maka kita bisa gila dan depresi. Apa pasal? Perhitungannya luar biasa kompleks.

Maka sebaiknya, kita tiru google. Sebenarnya kita hanya perlu kemampuan input data, dan kemampuan untuk display saja. Selebihnya, biarkan kalkulasinya dijalankan oleh server. Yang Maha Kuasa. Maka hidup kita akan menjadi lebih ringan.

Saya jadi teringat kembali dengan salah satu kutipan bijak dari aforisma Al-Hikam. "istirahatkan dirimu dari tadbir" kata Sang Bijak Ibnu Athoillah.

Apa itu tadbir? Tadbir adalah memastikan hasil usaha. Menghitung-hitung seandainya saya melakukan aksi begini, maka hasilnya PASTI begini.

Just do your part. Input datanya. Dan selebihnya biarkan Sang Maha Server –meski kita tahu tak ada umpama bisa menjelaskannya– yang mengaturnya.

Satu hal saja yang harus kita benar-benar jaga, yaitu "network", koneksi yang sangat kencang dan stabil pada Sang Maha Server. Dzikrullah.....
Salam SUKSES semua ya teman2...