Sunday, 3 April 2016

Siapapun Bisa Masuk Muslim Ahmadiyah Hanya dengan Takwa

Ungkapan Drs. Chatib S. M.Ag, Dosen Fak. Dakwah UIN SGD Bandung yg baiat pada acara LIVE IN 25-26 Maret yg lalu di Parung:

1. Pada waktu penelitian di Manislor, sy dan istri jalan-jalan keliling kampung, sy bertemu dan ngobrol dengan seorang ibu Ahmadi tentang penyerangan Manislor. "Ibu merasa takut atau tidak waktu Manislor diserang?" tanya sy kpd Ibu itu.

"Huuuh tentu saja Pak, saya mah takut sekali." jawabnya.

"Kalo begitu kenapa ibu tidak keluar saja dari Ahmadiyah supaya aman?" tanya sy lg.

"Saya tidak mungkin keluar dari Ahmadiyah Pak, karena saya merasa dekat dengan Gusti Allah di Ahmadiyah!" jawabnya.

2. Saya salut dan kagum kepada Ahmadiyah, walaupun terus menerus diserang, disiksa dianiaya, Ahmadiyah tetap saja diam,  sabar dan tawakal, tidak marah atau balik membalas. Tapi meskipun begitu terus saja Ahmadiyah maju dan survive.

3.Orang-orang Ahmadiyah itu baik-baik. Siapa pun tdk akan bisa menjadi orang yg baik kalu tidak masuk ke dalam Ahmadiyah.
Itulah sebabnya saya masuk dan beat, karena saya ingin menjadi orang baik, saya ingin belajar menjadi orang baik.

Saturday, 2 April 2016

Orang Islam Yang Bertakwa Jauhilah Sifat Sombong

kado buat teman👇

Untuk bahan renungan kita 😊

Suatu hari di tepi sungai Dajlah, Hasan al-Basri melihat seorang pemuda duduk berdua-duaan dengan seorang perempuan. Di sisi mereka terletak sebotol arak. .

Kemudian Hasan berbisik dalam hati, "Alangkah buruk akhlak orang itu & baiknya kalau dia seperti aku!" .
Tiba-tiba Hasan melihat sebuah perahu di tepi sungai yang sedang tenggelam. Lelaki yang duduk di tepi sungai tadi segera terjun utk menolong penumpang perahu yang hampir lemas karena karam. .

Enam dari tujuh penumpang itu berhasil diselamatkan. .

Kemudian dia berpaling ke arah Hasan al-Basri dan berkata, "Jika engkau memang lebih mulia daripada saya, maka dengan nama Allah, selamatkan seorang lagi yang belum sempat saya tolong. Engkau diminta untuk menyelamatkan satu orang saja, sedang saya telah menyelamatkan enam orang" .

Bagaimanapun Hasan al-Basri gagal menyelamatkan yang seorang itu. Maka lelaki itu berkata padanya, "Tuan, sebenarnya perempuan yg duduk di samping saya ini adalah ibu saya sendiri, sedangkan botol itu hanya berisi air biasa, bukan anggur atau arak" .

Hasan al-Basri tertegun lalu berkata, "Kalau begitu, sebagaimana engkau telah menyelamatkan enam orang tadi dari bahaya tenggelam ke dalam sungai, maka selamatkanlah saya dari tenggelam dalam kebanggaan dan kesombongan". .

Lelaki itu menjawab, "Mudah-mudahan Allah mengabulkan permohonan tuan" .

Semenjak itu, Hasan al-Basri semakin & selalu merendahkan hati bahkan ia menganggap dirinya sebagai makhluk yg tdk lebih daripada orang lain. .

Jika Allah membukakan pintu solat tahajud utk kita, janganlah lantas kita memandang rendah saudara seiman yg sedang tertidur nyenyak. .

Jika Allah membukakan pintu puasa sunnah, janganlah lantas kita memandang rendah saudara seiman yang tidak ikut berpuasa sunnah .

Boleh jadi orang yang gemar tidur & jarang melakukan puasa sunnah itu lebih dekat dengan Allah, daripada diri kita.

Ilmu Allah sangat amatlah luas. Jangan pernah ujub & sombong pada amalanmu. .
Mudah mudahan cerita ini sebagai Pengobat jiwa agar kita terhindar dari sifat mazmumah walau sehebat manusia.

Semoga kita terhindar dari sikap bangga diri, sombong, ujub dgn amalan kita sendiri

Semoga bermanfaat😊

Friday, 1 April 2016

Menurut Islam ada Beberapa Manfaat Duniawi Dan Poligami

Manfaat Duniawi Dan Poligami
Porsi pengambilan manfaat duniawi hendaknya sangat sedikit dalam kehidupan manusia, supaya 'Fal-yadh-hakû qolîlaw wa yabkû katsîrô' (At-Taubah:82). Yakni, jadilah kalian penggenap 'tertawa sedikit dan menangis banyak'. Akan tetapi seseorang yang sangat banyak mengambil manfaat duniawi dan siang malam tenggelam di tengah-tengah para istrinya, kapan pula dia akan merasakan kesenduan dan menangis?
Kebanyakan orang berpendapat, untuk mengikuti dan memenuhi suatu pandangan/pemikiran, mereka mempersiapkan segala keperluan dan dengan cara itu mereka menyimpang jauh dari keinginan Allah Ta'ala yang sebenarnya. Walaupun Allah Ta'ala mengizinkan/menghalalkan beberapa hal, namun tidaklah berarti bahwa seluruh kehidupan dihabiskan di situ.  Mengenai sifat hamba-hamba-Nya, Allah Ta'ala berfirman, "Yabitûna li Robbihim sujjadaw wa qiyâmâ" (Al-Furqan:65). Yakni, mereka menghabiskan seluruh malam mereka dengan bersujud dan berdiri untuk Tuhan mereka.
Sekarang lihatlah, orang-orang yang tenggelam siang-malam dengan istri-istri mereka, bagaimana mungkin mereka dapat melakukan ibadah pada malam hari sesuai kehendak Allah? Mereka mengawini banyak istri seakan-akan mereka menciptakan sekutu bagi Allah. Rasulullah(S.A.W.) memiliki 9 orang istri. Namun walau demikian beliau tetap saja menghabiskan seluruh malam dengan beribadah kepada Allah. Suatu malam, giliran beliau bersama Aisyah Shiddiqah(R.A.). Sebagian waktu malam telah berlalu, tiba-tiba mata Aisyah terbuka, lalu melihat bahwa Rasulullah(S.A.W.) tidak ada di tempat. Aisyah menduga, mungkin Rasulullah pergi ke salah seorang istri lainnya. Aisyah bangun dan mencari ke setiap rumah, namun tidak menemukan beliau. Akhirnya beliau dijumpai berada di pekuburan, sedang menangis dalam posisi bersujud.
Kini lihatlah, beliau meninggalkan istri beliau yang hidup dan yang beliau sukai itu lalu pergi ke tempat orang-orang mati di kuburan. Apakah [dengan demikian] istri-istri beliau itu dapat dikatakan sebagai tempat pelampiasan hawa nafsu atau pengumbaran syahwat? Ringkasnya, ingatlah baik-baik, maksud Allah yang sebenarnya adalah supaya nafsu syahwat tidak menguasai kalian, dan jika dibutuhkan, untuk memenuhi ketakwaan, maka kawinlah lagi.
Gambaran pengambilan manfaat duniawi yang dilakukan Rasulullah(S.A.W.) adalah sebagai berikut. Suatu kali Hadhrat Umar(R.A.) datang menemui Rasulullah(S.A.W.). Umar mengutus seorang anak ke dalam rumah untuk meminta izin [masuk ke dalam rumah]. Rasulullah(S.A.W.) sedang berbaring di atas sebuah tikar daun kurma. Ketika Hadhrat Umar masuk ke dalam, maka Rasulullah(S.A.W.) pun duduk. Hadhrat Umar melihat bahwa rumah itu kosong dan tidak ada barang suatu perhiasan pun. Di salah satu sudut tergantung sebuah pedang. Dan itu tadi, yakni tikar yang beliau pakai untuk berbaring, yang menimbulkan bekas pada punggung beliau sedemikian rupa sehingga dengan melihatnya Hadhrat Umar menangis.
Rasulullah(S.A.W.) bertanya, "Wahai Umar, apa yang telah membuat engkau menangis?" Umar menjawab, "Kisra dan Kaisar memiliki sarana-sarana kenikmatan. Sedangkan Tuan yang merupakan Rasul Allah dan raja kedua alam, hidup dalam kondisi seperti ini?"
Rasulullah(S.A.W.) bersabda, "Wahai Umar, apalah artinya dunia ini bagi saya. Saya toh bagaikan seorang musafir yang menunggang unta menempuh perjalanan ke suatu tujuan. Jalan di padang pasir. Karena terik panas matahari yang sangat menyengat, dia berteduh di bawah naungan sebuah pohon. Begitu keringat sudah kering maka dia menempuh perjalanannya lagi." Sekian banyak nabi dan rasul telah datang, kesemuanya menitik-beratkan pada sisi kedua (akhirat). (Malfuzhat, Add. Nazir Isyaat, London, 1984, jilid 7, h. 65-67).
PAM-MUBARAK

Menurut Agama Islam Ada Beberapa Nasihat Bagi Kaum Wanita Muslim

Sejemput Nasihat Bagi Kaum Wanita
Pada zaman kita ini beberapa bid'ah tertentu telah menjalari kalangan wanita juga. Mereka memandang dengan pandangan amat buruk terhadap poligami. Mereka seakan-akan tidak percaya terhadap masalah itu. Mereka tidak mengetahui, bahwa di dalam syariat Tuhan terkandung segala obat.
Maka seandainya di dalam agama Islam tidak ada peraturan poligami (beristri lebih dari seorang), maka apabila kaum pria dihadapkan kepada keadaan-keadaan yang memaksa mereka kawin kedua, maka di dalam syariat ini tidak akan terdapat obatnya untuk itu.
Umpamanya, jika sang istri menjadi gila atau kena penyakit lepra atau selamanya mengidap suatu penyakit serupa itu sehingga menjadikannya tidak berfungsi ataupun karena timbul suatu keadaan di mana sang istri patut dikasihani, tetapi tidak berfungsi dan sang suami pun patut dikasihani, karena tidak dapat bersabar hidup seorang diri, maka keadaan serupa itu merupakan suatu keaniayaan terhadap kekuatan kelaki-lakiannya, jika ia tidak diperkenankan kawin kedua. Sebenarnya syariat Tuhan telah memperhatikan kasus-kasus serupa itu, dan telah membuka jalan bagi kaum pria.
Pada keadaan-keadaan memaksa, bagi kaum wanita pun ada jalan terbuka, yaitu, bila sang suami tidak berfungsi, mereka dapat menuntut khula' dengan perantaraan hakim, sebagai pengganti talak.
Syariat Tuhan merupakan sebuah toko obat. Jadi, seandainya toko itu tidak menyediakan obat bagi segala macam penyakit, toko itu tidak dapat berjalan.
Maka renungkanlah, apakah tidak benar kaum pria kadang kala dihadapkan kepada beberapa kesulitan demikian rupa sehingga mereka dalam keadaan terpaksa kawin lagi, dan apakah gunanya syariat yang di dalamnya tidak memungkinkan untuk mengobati segala macam kesulitan?
Perhatikanlah, berkenaan dengan masalah talak di dalam Injil, hanyalah zina yang menjadi syarat. Sedangkan ratusan macam sebab lainnya yang dapat menimbulkan permusuhan mendalam antara kaum pria dan wanita, sedikitpun tidak disebut-sebut mengenai itu. Oleh karena itu umat Kristen tidak dapat menahan diri (mentolerir) terhadap kekurangan itu, dan pada akhirnya di Amerika terpaksa dibuat suatu undang-undang perceraian. Maka pikirlah sekarang, dengan adanya undang-undang itu, ke manakah Injil pergi?
Wahai kaum wanita, janganlah berkecil hati! Kitab yang anda miliki tidak menggantungkan diri pada perubahan yang dilakukan tangan manusia, seperti halnya Injil. Sebagaimana hak-hak bagi kaum pria terjamin, demikian pula hak-hak bagi kaum wanitapun terjamin di dalam Kitab (Al-Qur-an) itu.
Apabila seorang istri tidak sudi suaminya menikah lagi (berpoligami) ia dapat menuntut khula' dengan perantaraan hakim.
Tuhan merasa wajib agar segala macam keadaan yang akan dihadapi kaum muslimin, disebutkan oleh-Nya di dalam syariat-Nya supaya syariat jangan ternyata tak sempurna.
Maka wahai kaum wanita! Janganlah anda berkeluh-kesah kepada Tuhan apabila suami-suami anda sekalian bermaksud untuk kawin lagi. Melainkan hendaklah anda sekalian berdo'a, semoga Tuhan memelihara anda dari musibah dan percobaan. Tidak syak lagi, bahwa seorang laki-laki yang setelah memperistri dua orang tetapi ia tidak berlaku adil, ia sangat berbuat aniaya dan patut dimintai pertanggung-jawaban. Akan tetapi oleh karena ketidak-taatan kepada Tuhan, anda sendiri janganlah ditanyai mengenai perbuatan masing-masing. Apabila pada pemandangan Allah anda dinilai sebagai orang soleh, maka suami anda pun akan dijadikan soleh. Sekalipun syariat membenarkan poligami dengan mengingat berbagai kemaslahatan, namun demikian undang-undang takdir terbuka bagi anda. Jika peraturan syariat tidak sanggup anda pikul, maka manfaatkanlah undang-undang takdir dengan perantaraan do'a. Sebab undang-undang takdir dapat mengalahkan peraturan syariat juga.
Jalanilah takwa! Janganlah hati anda lekat pada dunia beserta segala pesona keindahannya itu. Janganlah membanggakan kebangsawanan. Janganlah mencemoohkan serta menertawakan seorang wanita lain. Janganlah menuntut dari sang suami sesuatu yang melebihi kemampuannya. Berusahalah agar anda masuk ke lubang kubur dalam keadaan anda maksum dan suci. Janganlah malas dalam menunaikan kewajiban-kewajiban terhadap Tuhan: mendirikan sembahyang, membayar zakat dan sebagainya. Patuhilah suami-suami anda sekalian dengan segenap hati dan jiwa. Banyaklah bagian kehormatan mereka ada pada tangan anda sekalian. Tunaikanlah tanggung jawab anda ini dengan sebaik-baiknya, demikian rupa sehingga anda sekalian terhitung di sisi Allah di dalam golongan wanita-wanita soleh dan patuh. Janganlah boros dan membelanjakan kekayaan suami secara tidak pada tempatnya. Janganlah mencuri. Janganlah berkeluh-kesah. Hendaknya seorang wanita jangan melemparkan tuduhan palsu terhadap wanita lain atau laki-laki lain. (Bahtera Nuh, Jemaat Ahmadiyah Indonesia, 1996, h. 116-118).
PAM-mubarak

Thursday, 17 March 2016

Makna dari Surat AN-Naml

Pernahkankita mendengar tentang kata An-Naml? Ya, An-Naml adalah salah satu namasurat dalam Al Quran yang berarti semut. Ternyata, semut memiliki segudang keistimewaan yang membuat mata kita terbelalak karena takjub dengannya.

Coba kita perhatikan baik-baik tentang hewan lemah yang satu ini, dengan kelemahannya dibanding hewan yang lain, ia memiliki kecerdasan dan kecakapan yang tinggi dalam mencari makanan untuk kehidupan sehari-hari. Satu komunitas semut jika ingin mengumpulkan makanan, mereka keluar dari sarangnya secara serempak. Ketika ada yang mendapatkan makanan, yang pertama kali dilakukan adalah membuat jalan yang menghubungkan antara makanan tersebut dengan sarangnya. Lalu dengan segera mereka berusaha untuk memindahkan makanan tersebut ke sarang. Dalam usaha memindah makanan tersebut semut membagi tugas menjadi dua bagian. Satu  berusaha untuk memindahkan makanan ke sarang, yang lainnya menyambut untuk kemudian dibawa masuk dan disimpan ke gudang penyimpanan makanan. Uniknya masing-masing semut tidak saling bercampur tugasnya, mereka melakukannya secara teratur.


Apabila makanan yang ditemukan sangat besar, maka para semut bergotong royong untuk membawanya. Hal ini tak ubahnya seperti manusia yang bergotong royong untuk mengangkat sesuatu yang besar lagi berat. Jadi, semut memiliki insting tolong menolong dan bergotong royong untuk mendapatkan kebaikan bagi mereka.

Adasuatu kisah menarik dari Ibnul Qayyim v tentang semut ini. Dahulu, ada seseorang yang berkisah bahwa suatu saat ia melihat seekor semut sedang mencari makanan. Orang ini pun meletakkan makanan untuk semut tersebut, makanan yang sangat besar. Ketika mendapatkannya, semut ini pun berusaha mengangkatnya namun tidak mampu. Sejenak ia pergi untuk memanggil teman-temannya. Lalu, datanglah semut tersebut dengan sekelompok pasukan semut. Orang ini pun mengangkat makanan tersebut. Mulailah sekelompok semut itu berkeliling untuk mencari makanan tadi, namun mereka tidak mendapatkannya.

Pulanglah mereka ke sarangnya tanpa membawa apa-apa. Selang beberapa saat semut itu pun datang kembali ke tempat tersebut untuk mencari makanan. Lalu orang ini meletakkan makanan itu ke tempatnya kembali. Kembali semut itu pun menemukannya dan berusaha mengangkatnya namun tak mampu. Ia pun pulang untuk memanggil teman-temannya. Datanglah kembali rombongan tadi dengan bersemangat untuk mendapatkan makanan yang sangat besar. Namun, lagi-lagi orang ini pun mengangkat makanan tersebut sehingga mereka pulang tanpa membawa apapun. Kejadian ini berulang ketiga kalinya, maka setelah hal ini berulang tiga kali, dan mereka tidak mendapatkan hasil sedikit pun, akhirnya sekelompok semut ini membuat lingkaran dan bersama-sama mengelilingi si semut. Kemudian mereka bersama-sama mengangkat semut tadi dan memotong- motong tubuhnya menjadi beberapa bagian.

Kecerdikan semut yang lain adalah apabila mereka ingin menyimpan biji-bijian sebagai makanan, mereka membelah biji tersebut supaya tidak tumbuh menjadi tanaman. Kalau biji tersebut termasuk biji yang berkeping dua maka mereka potong menjadi empat bagian. Setelah dalam gudang penyimpanan makanan pun biji-bijian tersebut dirawat supaya tetap awet. Tatkala biji tersebut basah atau lembab, mereka mengeluarkan biji-bijian tersebut untuk dijemur dibawah terik matahari agar tidak membusuk, lalu memasukkannya kembali setelah kering. Oleh sebab itulah kita terkadang melihat ada biji-bijian yang terpotong-potong berserakan di sekitar lubang semut lalu dalam waktu sekejap biji-biji itu menghilang kembali.

Demikianlah sekilas mengenai keajaiban semut, tentulah masih banyak keajaiban yang lain yang mengagumkan untuk dibahas. Semoga bermanfaat.
PAM-mubarak

Motivasi Dan Keinginan Seseorang Senantiasa Berbeda

Motivasi Dan Keinginan Seseorang Senantiasa Berbeda. Assalamu'alaikum member PAM...
semoga di pagi yg indah ini senantiasa meraih kebaikan yang mubarak...senantiasa bergerak maju...dengan gerak ada berkat...

Jika ditanya tentang keinginan, semua orang memiliki keinginan. Namun, jika kita bicara pencapaian, kita sering kali melihat, bahkan pada diri kita sendiri, ternyata kita sering kali tidak mencapai apa yang kita inginkan, bahkan mandek pada kondisi yang sama terus menerus.

Semua orang memiliki motivasi untuk meraihnya. Namun kenapa, apa yang kita ingin tidak pernah tercapai? Kita mandeg alias macet. Kita ingin bergerak, namun tidak pernah bergerak. Kita ingin melangkah namun tidak pernah terayun langkah ini.
Sebagian orang bisa melangkah. Sebagian orang bisa bergerak. Namun seperti berlari di tempat. Dia sibuk tetapi tidak menghasilkan. Dia cape, tetapi tidak ada bayaran atas kelehan yang menderanya.

Apa yang salah?
Mari coba kita renungkan, bagaimana hati, mindset, dan tindakan kita dimasa lalu. Mengapa tidak juga bergerak meraih apa yang kita inginkan? Apa penyebab kita selalu mandeg?
Coba periksa, apakah salah satu atau lebih penyebab dibawah ini ada pada diri Anda?

Kurang Bersyukur Terhadap Apa Yang Anda Miliki
Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih".  (QS. Ibrahim:7)
Bisa jadi kita telah berusaha, namun karena kita tidak mensyukuri nikmat yang ada, Allah belum mengijinkan kita untuk menambah nikmat yang baru. Bagaimana akan diberikan nikmat yang baru, jika nikmat yang ada saja tidak kita syukuri.
Kalau pun Anda tetap diberikan nikmat baru, meski tidak bersyukur, itu jauh lebih bahaya sebab nikmat tersebut akan berubah menjadi azab-Nya baik di dunia dan di akhirat. Syukur, bukan hanya akan menambah nikmat, namun menyelamatkan kita dari azab-Nya yang pedih.
Maka, mari kita syukuri nikmat yang ada pada diri kita. Besar, nikmat yang kita miliki itu besar. Seringkali kita sendiri yang menyepelekan nikmat-nikmat itu dengan mengeluh dan mengingkarinya. Orang yang mengingkari nikmatnya diantara lain suka protes untuk mendapatkan yang lebih, protes ingin nikmat yang lain, atau protes karena merasa sedikit. Mengeluh dan mengeluh.
Bersyukurlah, insya Allah kita akan mendapatkan yang lebih banyak. Janji Allah pasti benar.

Tidak Shabar Terhadap Kondisi
Kadang, kondisi memang tidak kondusif. Seolah tidak mendukung kita untuk meraih impian. Orang-orang di sekitar kita tidak mendukung. Cuaca tidak mendukung. Kondisi politik tidak mendukung. Kondisi ekonomi tidak mendukung. Pokoknya, semua terasa tidak mendukung kita untuk meraih impian.
Lalu bagaimana?
Jawabannya ada bershabar. Shabar bukan berarti diam, tetapi teguh pada kebenaran. Anda akan selalu bertanya, apa yang seharusnya saya lakukan pada kondisi seperti ini? Orang yang shabar akan akan memiliki prinsip, yang penting bukan apa yang terjadi pada diri Anda, tetapi bagaimana Anda menyikapinya dengan cara yang benar. Maka Anda akan menemukan jalan, bagaimana pun kondisi yang ada.
Sebaliknya, orang yang tidak shabar, akan sibuk menyalahkan kondisi. Orang yang tidak shabar akan menjadi diri menjadi korban sehingga akhirnya dia menyerah dan tidak pernah bergerak.

Hidup Adalah Ibadah
Meski kita harus memiliki tujuan dalam hidup, namun orientasi hidup kita sesungguhnya adalah pada proses, yaitu amal kita. Tujuan diciptakan kita adalah untuk beribadah, artinya untuk beramal atau dengan kata lain berproses.
Orang yang lupa bahwa tugas pokok dia untuk beribadah, dia hanya akan mudah berhenti. Orientasi dia hanya hasil dan kemudahan. Saat hasil tidak terlihat, dia berhenti. Saat kemudahan tidak dirasa, dia akan berhenti.
Berbeda dengan orang yang orientasi ibadah, seberat apa pun akan dia lakukan, sebab itu tidak akan sia-sia selama melakukan dengan ikhlas.

Menyerah Pada Ketakutan
Salah satu penyebab utama kenapa orang tidak bertindak atau bertindak namun tidak sepenuh hati, karena dia menyerah pada ketakutan. Saya katakan menyerah, sebab pada dasarnya semua orang itu takut, hanya saja ada yang menyerah ada juga yang tidak menyerah.
Setiap yang kita lakukan akan selalu mengandung resiko. Jika Anda ingin meraih apa yang Anda inginkan, maka Anda harus Berani Mengambil Resiko tidak boleh tidak.

Kurang Percaya Diri
Kepercayaan diri ibarat gigi persneling pada kendaraan Anda. Anda bisa menaikan kecepatan jika gigi persneling Anda pindah ka gigi yang lebih tinggi. Begitu juga dengan diri Anda, jika Anda tidak meningkatkan kepercayaan diri Anda, maka Anda tidak akan pernah berubah. Anda akan terus mandeg.
Jika Anda tidak mau mandeg lagi, maka tingkatkan kepercayaan diri Anda, sebab kepercayaan diri itu adalah Kondisi Dasar Untuk Sukses. Sukses ada dipengaruhi sejauh mana Anda percaya diri.

Terus Melihat Ke Belakang
Bisakah Anda mengendarai kendaraan hanya dengan melihat kaca spion? Tidak. Anda akan berhenti karena Anda akan menabrak apa yang ada di depan. Anda boleh melihat ke belakang, namun hanya sekali-kali saja, jangan terus melihat ke belakang, sebab bukan ke sana tujuan Anda.
Tujuan Anda adalah di depan, maka lihatlah ke depan. Artilah lihatlah masa depan, pikirkan apa yang bisa Anda lakukan untuk masa depan yang baik, dan ambilah tindakan untuk meraihnya.

Tujuan Yang Tidak Jelas
Anda tidak akan pernah membidik target Anda, jika Anda tidak bisa melihat target Anda dengan jelas. Begitu juga dalam bisnis, karir, dan aspek kehidupan lainnya. Jika kita tidak memiliki target yang jelas, Anda akan kesulitan untuk mendapatkannya.
Lalu bagaimana membuat target yang jelas?

Selalu Mencari Tongkat Ajaib
Salah satu penyakit yang membuat kita mandeg adalah selalu mencari tongkat ajaib. Tongkat ajaib yang dimaksud adalah mencari cara mudah, tanpa usaha keras, dan tanpa mengeluarkan modal. Pengen hasil besar tanpa mau ribet dan/atau berkorban.
Dia akan sibuk, namun bukan sibuk meraih impiannya, tetapi sibuk mencari tongkat ajaib untuk mendapatkan impiannya. Apa yang terjadi, dia tidak akan pernah kemana-mana karena tongkat ajaib itu tidak ada. Dia hanya membuang waktu saja.
Terlalu Sibuk Untuk Mengasah Gergaji
Jangan seperti si penebang kayu, yang produktivitasnya terus menurun karena gergajinya yang sudah mulai tumpul. Namun, saat disarankan untuk mengasah gergaji, dia bilang sibuk. Maka tidak aneh jika produktivitasnya akan rendah terus.
Sama seperti kebanyakan orang yang sering beralasan terlalu sibuk untuk membaca buku, mengikuti pelatihan, menonton video pendidikan, dan sebagainya. Selain alasan terlalu sibuk, biasanya alasannya adalah tidak punya uang (atau tidak memprioritaskannya).
Jika Anda ingin maju atau tidak mandeg lagi, Anda harus meningkatkan level Anda. Jangan berharap akan mengalami kemajuan jika level Anda tidak pernah meningkat.
PAM-mubarak

Wednesday, 16 March 2016

Enam Pilar Keimanan Seorang Muslim

Enam Pilar Keimanan Seorang Muslim Di antara enam pilar keimanan seorang muslim.

Seorang Muslim adalah meyakini akan ketentuan dan ketetapan Allah yang lazim disebut qadla-qadar. Artinya, keimanan seseorang diindikasikan sempurna ketika ia yakin akan keputusan Allah yang berimplikasi pada sikap menerima, apapun wujudnya baik yang sesuai dengan kehendak diri atau pun tidak.

Namun, pada kenyataannya, kebanyakan manusia hanya mampu menerima takdir yang sesuai dengan keinginan.

Adapun sikap kurang etis sebagai seorang muslim terlihat ketika mendapat sesuatu yang tidak diharapkan. Sikap menyesali diri, mencari kambing hitam, distress bahkan eutress, marah-marah, high temperament, dll., selalu menyertai realitas yang tidak bersahabat tersebut. Sedikit sekali orang menerima dengan senang hati kenyataan yang tidak sesuai maksud hati.

Ketetapan Allah dibagi menjadi dua, yaitu mubram dan mu'allaq atau ikhtiariy. Mubram adalah ketetapan Allah secara mutlak dan tidak terkait dengan hukum  kausalitas. Misalnya, waktu kematian, masa tua, kelahiran, dll..

Sedangkan mu'allaq berarti adanya keterkaitan antara ikhtiar manusia dengan realitas yang terjadi. Mencita-citakan kekayaan tidak akan terwujud dengan hanya berpangku tangan. Mengharapkan mendapat prestasi baik tidak akan terbeli dengan sikap malas dan memelas. Mendambakan suami shalih/istri shalihah tidak akan tercapai hanya dengan mencari akses kesana kemari, sedangkan diri tidak dievaluasi dan diperbaiki. Itulah contoh ketetapan yang mesti diupayakan terlebih dahulu.

Tetapi, dilarang menggugat Allah ketika usaha dirasa sudah maksimal sedangkan hasilnya minimal. Karena dalam kejadian tersebut ada hikmah yang bisa diambil. Mungkin saja apa yang kita inginkan bukanlah yang terbaik untuk diri kita sehingga Allah menyiapkan sesuatu yang lain yang membawa maslahat untuk dunia-akhirat kita. Tetapi, hanya orang yang berkeyakinan mantap lah yang mampu menerima hal ini dan semoga kita termasuk di dalamnya.
PAM-mubarak