Thursday, 7 April 2016

Teologi, Cinta Untuk Semua Tanpa Ada Benci Untuk Siapapun

Kolom

Zuhairi Misrawi

Ketua Moderate Muslim Society

Intelektual Muda Nahdlatul Ulama dan Ketua Moderate Muslim Society. Pernah mondok selama 6 tahun di Pondok Pesantren al-Amien, Prenduan. Menyelesaikan kuliah di Jurusan Akidah-Filsafat Fakultas Ushuluddin Universitas al-Azhar, Kairo, Mesir. Menerbitkan sejumlah buku. I Akun twitter @zuhairimisrawi.

Cinta pada Semua Tanpa Kebencian pada Siapapun

Selasa, 29 Maret 2016 | 16:52 WIB

   



Dalam sebulan terakhir, aksi bom bunuh diri mengguncang Turki dan Belgia. Yang paling mutakhir, bom bunuh diri menewaskan lebih dari 65 orang di Lahore, Pakistan justru saat warga merayakan liburan Paskah di sebuah taman tempat anak-anak bermain.

Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) dan Taliban mengakui sebagai aktor utama di balik bom yang menewaskan warga sipil tak berdosa.

Pertanyaan yang muncul ke permukaan: kenapa ISIS dengan gagah mengakui aksi bom bunuh diri? Tidakkah sedikit pun mereka menyesali perbuatan tersebut sebagai kejahatan? Bukankah aksi mereka telah mencoreng ajaran Islam yang penuh kasih-sayang dan toleransi?

Memang, tidak mudah menalar seseorang nekat melakukan aksi bom bunuh diri yang menewaskan warga sipil. Apalagi ia mengklaim bahwa tindakannya mendapatkan justifikasi dari agama yang diyakininya.

Jelas sekali, Islam melarang aksi bom bunuh diri. Perbuatan tersebut melanggar salah satu prinsip utama dalam Islam, yaitu melindungi jiwa (hifdz al-nafs). Di dalam al-Quran disebutkan, barangsiapa membunuh satu jiwa sesungguhnya ia telah membunuh seluruh umat manusia (QS al-Maidah [5]: 32).

Namun sekali lagi, kaum ekstremis kerap bersikukuh bahwa aksinya mendapatkan mandat dari agama yang diyakininya. Bahkan, mereka meyakini telah ditunggu oleh bidadari di surga nanti. Membunuh, bagi kaum ekstremis adalah tiket eksekutif menuju surga. Sungguh keyakinan yang sangat absurd. Pembunuhan yang jelas-jelas sebagai tindakan kejahatan dianggap sebagai tiket ke surga!

Pada titik ini, dekonstruksi terhadap teologi kaum ekstremis menjadi keniscayaan. Teologi yang menghalalkan pembunuhan dan kekerasan ini tidak bisa lagi dibiarkan bergentayangan di dunia. Jika dibiarkan akan ada dua kerugian besar yang akan ditanggung peradaban.

Pertama, Islam sebagai agama yang menekankan pentingnya kasih-sayang akan dibajak kaum ekstremis sebagai justifikasi atau stempel untuk membenarkan pembunuhan. Kita melihat kelompok yang menghalalkan pembunuhan, kekerasan, dan kejahatan lambat laun mulai bermunculan di media sosial. 

Belajar dari pengalaman Eropa, mereka yang mudah terhipnotis pemahaman tersebut dikarenakan kondisi obyektif mereka yang terpinggirkan secara ekonomi dan politik. Ketika muncul kelompok ekstremis yang menawarkan ideologi "surgawi", mereka dengan mudah bergabung dengan kelompok-kelompok ekstremis, seperti ISIS, al-Qaeda, dan lain-lain.

Di media sosial, kaum ekstremis merekrut kaum muda yang baru mengenal agama dan mempunyai kegairan keagamaan. Kaum muda merupakan komunitas yang paling rentan direkruit kelompok ekstremis, karena mereka mempunyai gairah eksistensial yang tinggi.

Apapun, akibat aksi kelompok ekstremis yang menghalalkan aksi terorisme pada intinya telah membajak agama sebagai yang menekankan pentingnya cinta-kasih dan mengubahnya menjadi agama yang menyeramkan. Ini sungguh kerugian besar.

Kedua, aksi kelompok teroris pada akhirnya akan menebarkan kebencian, ketakutan, bahkan hilangnya nyawa yang tidak berdosa. Bayangkan, berapa jumlah manusia yang sudah tewas akibat aksi keji kaum teroris? 

Jumlahnya sangat besar, melampaui ratusan ribu. Sebab terorisme sudah menjadi fenomena global. Tidak ada satu negara yang benar-benar aman dari target kelompok teroris. 

Maka dari itu, diperlukan rekonstruksi teologi yang dapat membangkitkan harapan baru bagi kemanusiaan. Dalam hal ini, teologi cinta pada semua, tanpa kebencian pada siapapun perlu dijadikan pijakan.

Teologi ini disampaikan pertama kali oleh Hazrat Mirza Nasir Ahmad pada 8 Oktober 1980 saat meresmikan Masjid Perobad, Spanyol. Nasir Ahmad menegaskan, Islam mengajak kita agar hidup saling mencintai, penuh kasih-sayang, dan kerendahhatian. Tidak ada perbedaan antara Muslim dan Non-Muslim. Ia menegaskan, "pesan saya kepada semua umat Islam untuk cinta pada semua orang dan tanpa kebencian pada siapapun".

Di tengah semakin gencarnya aksi terorisme yang mengatasnamakan Islam, saya memandang teologi cinta pada semua tanpa kebencian pada siapapun menjadi relevan dan penting. Kita membutuhkan cinta dan tanpa kebencian kepada siapapun sebagai nilai yang harus selalu hidup bagi kaum agamawan, khususnya umat Muslim.

Saya kira kita juga harus menebarkan cinta kepada kaum teroris. Kita ajak mereka untuk mereformasi pemahamannya terhadap Islam. Mereka selama ini telah membajak ajaran Islam yang penuh cinta dan kasih-sayang. 

Jujur, strategi Barat dalam memerangi kelompok teroris semakin mengkhawatirkan, karena balasan dari kaum teroris jauh lebih menakutkan. Apalagi ISIS mengancam akan melakukan aksi besar-besaran di Eropa.

Saatnya cinta pada semua tanpa kebencian pada siapapun menjadi jalan baru untuk mengatasi masalah terorisme.

Penulis: Zuhairi Misrawi

Editor: Wisnu Nugroho

Monday, 4 April 2016

Hukum Riba menurut Sanda Nabi Muhammad saw

Hukum Riba menurut Sanda Nabi Muhammad saw

"Dari Abu Nandharah dari said Al-khudri berkata bahwa Umar bin Khattab ra berkhutbah kepada kami, Beliau bersabda ; 'Sesungguhnya saya mau melarang kamu dari barang-barang yang bias memperbaiki kamu dan dari barang-barang yang diperintahkan untuk dilakukan, untuk diperbaiki kamu dan sesungguhnya ayat Al-Qur'an yang terakhir turun adalah ayat tentang RIBA. Kemudian Rasulullah saw wafat. Padahal Beliau saw belum menerangkan tentang itu sejelas-jelasnya kepada kita. Oleh karena itu tinggalkanlah hal-hal yang menimbulkan keraguan di dalam hati kamu dan pilihlahapa-apa yang tidak menimbulkan keraguan'" {Bukharai, Tafsir Ibnu Kasir, Hal. 329}

Sabda ini sesuai dengan hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas :
"Ayat Al-Qur'an yang terakhir diturunkan kepada Nabi Muhammad saw adalah ayat RIBA. {Bukhari}.

Dari hadits ini kita dapat mengetahui bahwa ayat tentang riba ini turun pada masa akhir kehidupan Rasulullah saw. Dan Beliau saw belum sempat menjelaskan kepada kita.
Menurut riwayat, Beliau saw wafat 81 hari kemudian setelah ayat tersebut turun. Hal ini sesuai sabda Umar bin Khattab ra.
Tetapi walaupun masalah riba ini tidak terperinci betul, kita dapat memaklumi dari perkataan Umar bin Khattab ra ini ; Tinggalkanlah hal-hal yang meragukan di hatimu, ambillah yang tidak meragukan.
Pada zaman Rasulullah saw orang-orang Mu'min sangat Ta'at. Seperti sebelum minuman keras diharamkan, banyak orang yang meminumnya, akan tetapi kita ketahui dari riwayat bahwa tatkala larangan dari Tuhan telah turun berkenaan dengan minuman keras, maka semua arak pun dibuang.
Di dalam Hadits kita dapati riwayat bahwa ketika orang-orang mu'min telah mendengar bahwasannya Allah Ta'ala telah melarang minuman keras dan Rasulullah saw telah mengumumkannya, maka bagaikan banjir, arak bertumpahan di lorong-lorong jalan. Inilah orang-orang beriman. Dan didalam keimanan mereka terdapat keitaatan yang kuat, karena tanpa keitaatan maka iman tidak akan dapat berkembang subur. Bahkan mungkin akan hancur. Untuk menjaga keutuhan imam, kita harus itaat. Buanglah hal-hal yang menimbulkan keraguan di dalam hati.
Setan selalu menimbulkan keraguan di dalam hati. Apabila keimanan manusia semakin lama semakin rapuh, maka keitaatan pun semakin kendur. Dan akhirnya mereka kembali ke zaman Jahiliyah. Seperti yang dinyatakan di dalam hadits :
"Diriwayatkan oleh Abu Hurairah bahwa Nabi Muhammad saw bersabda : 'Nanti akan dating pada manusia suatu zaman dimana mereka pada masa itu akan memakan riba. Dan Abu Hurairah berkata ; Ditanyakan kepada Rasulullah saw, apakah semua manusia pada zaman itu akan memakan riba ?. Rasulullah saw menjawab ; 'Barangsiapa yang tidak memakannya maka dia akan kena debunya'" {Abu Daud}.
Jadi di dalam hadits ini Rasulullah saw bersabda bahwa riba itu akan begitu meluasnya dengan bermacam-macam cara, sehingga setiap orang akan kena debunya walaupun tidak memakannya.

Bilakah zaman itu dating ? Datangnya zaman itu sudah pasti apabila dajjal dengan sifat Yakjud dan Makjud nya telah merajalela di dunia ini.Dengan berbagai cara mereka berusaha menghancurkan ekonomi yang memakai riba. Lihat ! siapa yang yang mempunyai sifat Yakjud dan Makjud ? Tentu yang terkandung di dalam surah Al-Fatihah ; Bukan orang yang dimurkai dan bukan pula yang sesat. Orang yang telah dimurkai oleh Ilahi tentunya adalah mereka yang telah merubah kalam Ilahi yang diturunkan kepada nabi-Nya. Begitu pula halnya orang yang sesat adalah tentunya mereka yang menyekutukan Tuhan. Jalan satu-satunya untuk menghindarkan diri dari itu adalah beriman kepada Ilahi dengan ketakwaan yang sempurna serta keitaatan pada Ilahi dan Rasul-Nya. Dan dengan doa ; Hanya kepada Engkau kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan.

PAM-mubarak

Sunday, 3 April 2016

Siapapun Bisa Masuk Muslim Ahmadiyah Hanya dengan Takwa

Ungkapan Drs. Chatib S. M.Ag, Dosen Fak. Dakwah UIN SGD Bandung yg baiat pada acara LIVE IN 25-26 Maret yg lalu di Parung:

1. Pada waktu penelitian di Manislor, sy dan istri jalan-jalan keliling kampung, sy bertemu dan ngobrol dengan seorang ibu Ahmadi tentang penyerangan Manislor. "Ibu merasa takut atau tidak waktu Manislor diserang?" tanya sy kpd Ibu itu.

"Huuuh tentu saja Pak, saya mah takut sekali." jawabnya.

"Kalo begitu kenapa ibu tidak keluar saja dari Ahmadiyah supaya aman?" tanya sy lg.

"Saya tidak mungkin keluar dari Ahmadiyah Pak, karena saya merasa dekat dengan Gusti Allah di Ahmadiyah!" jawabnya.

2. Saya salut dan kagum kepada Ahmadiyah, walaupun terus menerus diserang, disiksa dianiaya, Ahmadiyah tetap saja diam,  sabar dan tawakal, tidak marah atau balik membalas. Tapi meskipun begitu terus saja Ahmadiyah maju dan survive.

3.Orang-orang Ahmadiyah itu baik-baik. Siapa pun tdk akan bisa menjadi orang yg baik kalu tidak masuk ke dalam Ahmadiyah.
Itulah sebabnya saya masuk dan beat, karena saya ingin menjadi orang baik, saya ingin belajar menjadi orang baik.

Saturday, 2 April 2016

Orang Islam Yang Bertakwa Jauhilah Sifat Sombong

kado buat teman👇

Untuk bahan renungan kita 😊

Suatu hari di tepi sungai Dajlah, Hasan al-Basri melihat seorang pemuda duduk berdua-duaan dengan seorang perempuan. Di sisi mereka terletak sebotol arak. .

Kemudian Hasan berbisik dalam hati, "Alangkah buruk akhlak orang itu & baiknya kalau dia seperti aku!" .
Tiba-tiba Hasan melihat sebuah perahu di tepi sungai yang sedang tenggelam. Lelaki yang duduk di tepi sungai tadi segera terjun utk menolong penumpang perahu yang hampir lemas karena karam. .

Enam dari tujuh penumpang itu berhasil diselamatkan. .

Kemudian dia berpaling ke arah Hasan al-Basri dan berkata, "Jika engkau memang lebih mulia daripada saya, maka dengan nama Allah, selamatkan seorang lagi yang belum sempat saya tolong. Engkau diminta untuk menyelamatkan satu orang saja, sedang saya telah menyelamatkan enam orang" .

Bagaimanapun Hasan al-Basri gagal menyelamatkan yang seorang itu. Maka lelaki itu berkata padanya, "Tuan, sebenarnya perempuan yg duduk di samping saya ini adalah ibu saya sendiri, sedangkan botol itu hanya berisi air biasa, bukan anggur atau arak" .

Hasan al-Basri tertegun lalu berkata, "Kalau begitu, sebagaimana engkau telah menyelamatkan enam orang tadi dari bahaya tenggelam ke dalam sungai, maka selamatkanlah saya dari tenggelam dalam kebanggaan dan kesombongan". .

Lelaki itu menjawab, "Mudah-mudahan Allah mengabulkan permohonan tuan" .

Semenjak itu, Hasan al-Basri semakin & selalu merendahkan hati bahkan ia menganggap dirinya sebagai makhluk yg tdk lebih daripada orang lain. .

Jika Allah membukakan pintu solat tahajud utk kita, janganlah lantas kita memandang rendah saudara seiman yg sedang tertidur nyenyak. .

Jika Allah membukakan pintu puasa sunnah, janganlah lantas kita memandang rendah saudara seiman yang tidak ikut berpuasa sunnah .

Boleh jadi orang yang gemar tidur & jarang melakukan puasa sunnah itu lebih dekat dengan Allah, daripada diri kita.

Ilmu Allah sangat amatlah luas. Jangan pernah ujub & sombong pada amalanmu. .
Mudah mudahan cerita ini sebagai Pengobat jiwa agar kita terhindar dari sifat mazmumah walau sehebat manusia.

Semoga kita terhindar dari sikap bangga diri, sombong, ujub dgn amalan kita sendiri

Semoga bermanfaat😊

Friday, 1 April 2016

Menurut Islam ada Beberapa Manfaat Duniawi Dan Poligami

Manfaat Duniawi Dan Poligami
Porsi pengambilan manfaat duniawi hendaknya sangat sedikit dalam kehidupan manusia, supaya 'Fal-yadh-hakû qolîlaw wa yabkû katsîrô' (At-Taubah:82). Yakni, jadilah kalian penggenap 'tertawa sedikit dan menangis banyak'. Akan tetapi seseorang yang sangat banyak mengambil manfaat duniawi dan siang malam tenggelam di tengah-tengah para istrinya, kapan pula dia akan merasakan kesenduan dan menangis?
Kebanyakan orang berpendapat, untuk mengikuti dan memenuhi suatu pandangan/pemikiran, mereka mempersiapkan segala keperluan dan dengan cara itu mereka menyimpang jauh dari keinginan Allah Ta'ala yang sebenarnya. Walaupun Allah Ta'ala mengizinkan/menghalalkan beberapa hal, namun tidaklah berarti bahwa seluruh kehidupan dihabiskan di situ.  Mengenai sifat hamba-hamba-Nya, Allah Ta'ala berfirman, "Yabitûna li Robbihim sujjadaw wa qiyâmâ" (Al-Furqan:65). Yakni, mereka menghabiskan seluruh malam mereka dengan bersujud dan berdiri untuk Tuhan mereka.
Sekarang lihatlah, orang-orang yang tenggelam siang-malam dengan istri-istri mereka, bagaimana mungkin mereka dapat melakukan ibadah pada malam hari sesuai kehendak Allah? Mereka mengawini banyak istri seakan-akan mereka menciptakan sekutu bagi Allah. Rasulullah(S.A.W.) memiliki 9 orang istri. Namun walau demikian beliau tetap saja menghabiskan seluruh malam dengan beribadah kepada Allah. Suatu malam, giliran beliau bersama Aisyah Shiddiqah(R.A.). Sebagian waktu malam telah berlalu, tiba-tiba mata Aisyah terbuka, lalu melihat bahwa Rasulullah(S.A.W.) tidak ada di tempat. Aisyah menduga, mungkin Rasulullah pergi ke salah seorang istri lainnya. Aisyah bangun dan mencari ke setiap rumah, namun tidak menemukan beliau. Akhirnya beliau dijumpai berada di pekuburan, sedang menangis dalam posisi bersujud.
Kini lihatlah, beliau meninggalkan istri beliau yang hidup dan yang beliau sukai itu lalu pergi ke tempat orang-orang mati di kuburan. Apakah [dengan demikian] istri-istri beliau itu dapat dikatakan sebagai tempat pelampiasan hawa nafsu atau pengumbaran syahwat? Ringkasnya, ingatlah baik-baik, maksud Allah yang sebenarnya adalah supaya nafsu syahwat tidak menguasai kalian, dan jika dibutuhkan, untuk memenuhi ketakwaan, maka kawinlah lagi.
Gambaran pengambilan manfaat duniawi yang dilakukan Rasulullah(S.A.W.) adalah sebagai berikut. Suatu kali Hadhrat Umar(R.A.) datang menemui Rasulullah(S.A.W.). Umar mengutus seorang anak ke dalam rumah untuk meminta izin [masuk ke dalam rumah]. Rasulullah(S.A.W.) sedang berbaring di atas sebuah tikar daun kurma. Ketika Hadhrat Umar masuk ke dalam, maka Rasulullah(S.A.W.) pun duduk. Hadhrat Umar melihat bahwa rumah itu kosong dan tidak ada barang suatu perhiasan pun. Di salah satu sudut tergantung sebuah pedang. Dan itu tadi, yakni tikar yang beliau pakai untuk berbaring, yang menimbulkan bekas pada punggung beliau sedemikian rupa sehingga dengan melihatnya Hadhrat Umar menangis.
Rasulullah(S.A.W.) bertanya, "Wahai Umar, apa yang telah membuat engkau menangis?" Umar menjawab, "Kisra dan Kaisar memiliki sarana-sarana kenikmatan. Sedangkan Tuan yang merupakan Rasul Allah dan raja kedua alam, hidup dalam kondisi seperti ini?"
Rasulullah(S.A.W.) bersabda, "Wahai Umar, apalah artinya dunia ini bagi saya. Saya toh bagaikan seorang musafir yang menunggang unta menempuh perjalanan ke suatu tujuan. Jalan di padang pasir. Karena terik panas matahari yang sangat menyengat, dia berteduh di bawah naungan sebuah pohon. Begitu keringat sudah kering maka dia menempuh perjalanannya lagi." Sekian banyak nabi dan rasul telah datang, kesemuanya menitik-beratkan pada sisi kedua (akhirat). (Malfuzhat, Add. Nazir Isyaat, London, 1984, jilid 7, h. 65-67).
PAM-MUBARAK

Menurut Agama Islam Ada Beberapa Nasihat Bagi Kaum Wanita Muslim

Sejemput Nasihat Bagi Kaum Wanita
Pada zaman kita ini beberapa bid'ah tertentu telah menjalari kalangan wanita juga. Mereka memandang dengan pandangan amat buruk terhadap poligami. Mereka seakan-akan tidak percaya terhadap masalah itu. Mereka tidak mengetahui, bahwa di dalam syariat Tuhan terkandung segala obat.
Maka seandainya di dalam agama Islam tidak ada peraturan poligami (beristri lebih dari seorang), maka apabila kaum pria dihadapkan kepada keadaan-keadaan yang memaksa mereka kawin kedua, maka di dalam syariat ini tidak akan terdapat obatnya untuk itu.
Umpamanya, jika sang istri menjadi gila atau kena penyakit lepra atau selamanya mengidap suatu penyakit serupa itu sehingga menjadikannya tidak berfungsi ataupun karena timbul suatu keadaan di mana sang istri patut dikasihani, tetapi tidak berfungsi dan sang suami pun patut dikasihani, karena tidak dapat bersabar hidup seorang diri, maka keadaan serupa itu merupakan suatu keaniayaan terhadap kekuatan kelaki-lakiannya, jika ia tidak diperkenankan kawin kedua. Sebenarnya syariat Tuhan telah memperhatikan kasus-kasus serupa itu, dan telah membuka jalan bagi kaum pria.
Pada keadaan-keadaan memaksa, bagi kaum wanita pun ada jalan terbuka, yaitu, bila sang suami tidak berfungsi, mereka dapat menuntut khula' dengan perantaraan hakim, sebagai pengganti talak.
Syariat Tuhan merupakan sebuah toko obat. Jadi, seandainya toko itu tidak menyediakan obat bagi segala macam penyakit, toko itu tidak dapat berjalan.
Maka renungkanlah, apakah tidak benar kaum pria kadang kala dihadapkan kepada beberapa kesulitan demikian rupa sehingga mereka dalam keadaan terpaksa kawin lagi, dan apakah gunanya syariat yang di dalamnya tidak memungkinkan untuk mengobati segala macam kesulitan?
Perhatikanlah, berkenaan dengan masalah talak di dalam Injil, hanyalah zina yang menjadi syarat. Sedangkan ratusan macam sebab lainnya yang dapat menimbulkan permusuhan mendalam antara kaum pria dan wanita, sedikitpun tidak disebut-sebut mengenai itu. Oleh karena itu umat Kristen tidak dapat menahan diri (mentolerir) terhadap kekurangan itu, dan pada akhirnya di Amerika terpaksa dibuat suatu undang-undang perceraian. Maka pikirlah sekarang, dengan adanya undang-undang itu, ke manakah Injil pergi?
Wahai kaum wanita, janganlah berkecil hati! Kitab yang anda miliki tidak menggantungkan diri pada perubahan yang dilakukan tangan manusia, seperti halnya Injil. Sebagaimana hak-hak bagi kaum pria terjamin, demikian pula hak-hak bagi kaum wanitapun terjamin di dalam Kitab (Al-Qur-an) itu.
Apabila seorang istri tidak sudi suaminya menikah lagi (berpoligami) ia dapat menuntut khula' dengan perantaraan hakim.
Tuhan merasa wajib agar segala macam keadaan yang akan dihadapi kaum muslimin, disebutkan oleh-Nya di dalam syariat-Nya supaya syariat jangan ternyata tak sempurna.
Maka wahai kaum wanita! Janganlah anda berkeluh-kesah kepada Tuhan apabila suami-suami anda sekalian bermaksud untuk kawin lagi. Melainkan hendaklah anda sekalian berdo'a, semoga Tuhan memelihara anda dari musibah dan percobaan. Tidak syak lagi, bahwa seorang laki-laki yang setelah memperistri dua orang tetapi ia tidak berlaku adil, ia sangat berbuat aniaya dan patut dimintai pertanggung-jawaban. Akan tetapi oleh karena ketidak-taatan kepada Tuhan, anda sendiri janganlah ditanyai mengenai perbuatan masing-masing. Apabila pada pemandangan Allah anda dinilai sebagai orang soleh, maka suami anda pun akan dijadikan soleh. Sekalipun syariat membenarkan poligami dengan mengingat berbagai kemaslahatan, namun demikian undang-undang takdir terbuka bagi anda. Jika peraturan syariat tidak sanggup anda pikul, maka manfaatkanlah undang-undang takdir dengan perantaraan do'a. Sebab undang-undang takdir dapat mengalahkan peraturan syariat juga.
Jalanilah takwa! Janganlah hati anda lekat pada dunia beserta segala pesona keindahannya itu. Janganlah membanggakan kebangsawanan. Janganlah mencemoohkan serta menertawakan seorang wanita lain. Janganlah menuntut dari sang suami sesuatu yang melebihi kemampuannya. Berusahalah agar anda masuk ke lubang kubur dalam keadaan anda maksum dan suci. Janganlah malas dalam menunaikan kewajiban-kewajiban terhadap Tuhan: mendirikan sembahyang, membayar zakat dan sebagainya. Patuhilah suami-suami anda sekalian dengan segenap hati dan jiwa. Banyaklah bagian kehormatan mereka ada pada tangan anda sekalian. Tunaikanlah tanggung jawab anda ini dengan sebaik-baiknya, demikian rupa sehingga anda sekalian terhitung di sisi Allah di dalam golongan wanita-wanita soleh dan patuh. Janganlah boros dan membelanjakan kekayaan suami secara tidak pada tempatnya. Janganlah mencuri. Janganlah berkeluh-kesah. Hendaknya seorang wanita jangan melemparkan tuduhan palsu terhadap wanita lain atau laki-laki lain. (Bahtera Nuh, Jemaat Ahmadiyah Indonesia, 1996, h. 116-118).
PAM-mubarak

Thursday, 17 March 2016

Makna dari Surat AN-Naml

Pernahkankita mendengar tentang kata An-Naml? Ya, An-Naml adalah salah satu namasurat dalam Al Quran yang berarti semut. Ternyata, semut memiliki segudang keistimewaan yang membuat mata kita terbelalak karena takjub dengannya.

Coba kita perhatikan baik-baik tentang hewan lemah yang satu ini, dengan kelemahannya dibanding hewan yang lain, ia memiliki kecerdasan dan kecakapan yang tinggi dalam mencari makanan untuk kehidupan sehari-hari. Satu komunitas semut jika ingin mengumpulkan makanan, mereka keluar dari sarangnya secara serempak. Ketika ada yang mendapatkan makanan, yang pertama kali dilakukan adalah membuat jalan yang menghubungkan antara makanan tersebut dengan sarangnya. Lalu dengan segera mereka berusaha untuk memindahkan makanan tersebut ke sarang. Dalam usaha memindah makanan tersebut semut membagi tugas menjadi dua bagian. Satu  berusaha untuk memindahkan makanan ke sarang, yang lainnya menyambut untuk kemudian dibawa masuk dan disimpan ke gudang penyimpanan makanan. Uniknya masing-masing semut tidak saling bercampur tugasnya, mereka melakukannya secara teratur.


Apabila makanan yang ditemukan sangat besar, maka para semut bergotong royong untuk membawanya. Hal ini tak ubahnya seperti manusia yang bergotong royong untuk mengangkat sesuatu yang besar lagi berat. Jadi, semut memiliki insting tolong menolong dan bergotong royong untuk mendapatkan kebaikan bagi mereka.

Adasuatu kisah menarik dari Ibnul Qayyim v tentang semut ini. Dahulu, ada seseorang yang berkisah bahwa suatu saat ia melihat seekor semut sedang mencari makanan. Orang ini pun meletakkan makanan untuk semut tersebut, makanan yang sangat besar. Ketika mendapatkannya, semut ini pun berusaha mengangkatnya namun tidak mampu. Sejenak ia pergi untuk memanggil teman-temannya. Lalu, datanglah semut tersebut dengan sekelompok pasukan semut. Orang ini pun mengangkat makanan tersebut. Mulailah sekelompok semut itu berkeliling untuk mencari makanan tadi, namun mereka tidak mendapatkannya.

Pulanglah mereka ke sarangnya tanpa membawa apa-apa. Selang beberapa saat semut itu pun datang kembali ke tempat tersebut untuk mencari makanan. Lalu orang ini meletakkan makanan itu ke tempatnya kembali. Kembali semut itu pun menemukannya dan berusaha mengangkatnya namun tak mampu. Ia pun pulang untuk memanggil teman-temannya. Datanglah kembali rombongan tadi dengan bersemangat untuk mendapatkan makanan yang sangat besar. Namun, lagi-lagi orang ini pun mengangkat makanan tersebut sehingga mereka pulang tanpa membawa apapun. Kejadian ini berulang ketiga kalinya, maka setelah hal ini berulang tiga kali, dan mereka tidak mendapatkan hasil sedikit pun, akhirnya sekelompok semut ini membuat lingkaran dan bersama-sama mengelilingi si semut. Kemudian mereka bersama-sama mengangkat semut tadi dan memotong- motong tubuhnya menjadi beberapa bagian.

Kecerdikan semut yang lain adalah apabila mereka ingin menyimpan biji-bijian sebagai makanan, mereka membelah biji tersebut supaya tidak tumbuh menjadi tanaman. Kalau biji tersebut termasuk biji yang berkeping dua maka mereka potong menjadi empat bagian. Setelah dalam gudang penyimpanan makanan pun biji-bijian tersebut dirawat supaya tetap awet. Tatkala biji tersebut basah atau lembab, mereka mengeluarkan biji-bijian tersebut untuk dijemur dibawah terik matahari agar tidak membusuk, lalu memasukkannya kembali setelah kering. Oleh sebab itulah kita terkadang melihat ada biji-bijian yang terpotong-potong berserakan di sekitar lubang semut lalu dalam waktu sekejap biji-biji itu menghilang kembali.

Demikianlah sekilas mengenai keajaiban semut, tentulah masih banyak keajaiban yang lain yang mengagumkan untuk dibahas. Semoga bermanfaat.
PAM-mubarak