Saturday, 30 April 2016

Mengorbankan Apapun Yang Telah Direzekikan Allah SWT

MENGORBANKAN APAPUN YANG TELAH DIREZEKIKAN ALLAH

"Setelah itu tentang orang    mutaki dikatakan:

"Dan membelanjakan  dari apa yang direzekikan kepada mereka"  – Al-Baqarah:4

Di sini, bag orang mutaki digunakan kata mimmī (dari apa), sebab pada saat itu dia sedang berada di dalam kondisi buta. Oleh karena itu apa saja yang telah diberikan Tuhan kepadanya, sebagian dari antara anugerah (rezeki) itu dia berikan atas nama Tuhan.

Sebenarnya jika dia memiliki mata, tentu dia akan melihat bahwa dia tidak memiliki apa-apa, sebab segala sesuatunya hanya milik Tuhan. Ini adalah suatu tabir yang lazim terdapat  di dalam ittiqa (takwa). Keinginan kondisi ittiqa itu yang membuat orang mutaki tersebut mengeluarkan sebagian dari apa-apa yang telah diberikan Tuhan padanya.

Rasul Karim saw. pada saat menjelang wafat, beliau menanyakan kepada Hadhrat 'Aisyah, "Apakah masih ada yang tersisa dari rumah ini?" Maka diketahui bahwa ada uang satu dinar. Beliau bersabda,  "Ini sungguh jauh dari ciri¬ kehidupan seorang yang dekat dengan Tuhan, bahwa dia menyimpan segala-sesuatu pada dirinya".

Rasul Mulia saw. telah melewati derajat ittiqa dan sudah sampai pada derajat kesalihan,  karena itu tidak ada istilah  mimmā (sebagian dari) bagi beliau, sebab  orang itu   buta,  yaitu orang yang menyimpan sebagian  pada dirinya dan sebagian lagi dia berikan  kepada Tuhan.

Namun hal itu merupakan suatu kelaziman bagi orang mutaki, sebab dengan  memberikan harta di jalan Tuhan pun sudah merupakan peperangan melawan nafsu baginya. Itulah yang menyebabkan dia memberikan sebagian, sedangkan sebagian lagi dia simpan bagi dirinya. Ya, Rasul Mulia saw. telah memberikan segalla-galanya di jalan Tuhan, dan sedikit pun tidak ada yang beliau simpan untuk diri sendiri.

Sebagaimana di dalam tulisan "Dharm mahutsu"    terdapat keterangan  tentang tiga kondisi manusia yang dialami manusia dari sejak pertama hingga akhir, maka seperti itu pula di sini pun Al-Quran Karim – yang datang  untuk membawa manusia menempuh jenjang-jenjang kemajuan – telah memulai dengan ittiqa (ketakwaan).

Ini adalah sebuah jalan yang penuh usaha gigih (kerja keras). Ini adalah sebuah medan yang berbahaya. Di tangan orang mutaki terdapat pedang, dan di tangan lawan pun ada pedang. Jika dia selamat maka dia telah najāt (keselamatan), dan tidak termasuk ke dalam golongan 'Asfalus Sāfilīn' (paling rendah dari segala yang rendah).
      
Di sini tentang sifat-sifat orang mutaki tidak ada difirmankan bahwa, "Apa pun yang telah Kami berikan dia keluarkankan seluruhnya", sebab di dalam diri  orang mutaki tidak terdapat kekuatan iman seperti yang ada pada diri para nabi, sehingga – tidak seperti Pemberi petunjuk kita yang sempurna [saw.] – apa pun yang telah diberikan Tuhan kepadanya tidak semuanya diserahkan kembali kepada Tuhan.
      
Oleh karena itu pertama-tama ia hanya diwajibkan membayar pajak yang ringan, supaya setelah merasakan  kelezatan  itu dia menjadi siap untuk melakukan pengorbanan yang lebih banyak lagi.   
(Malfuzat, jld I, hlm. 31-32 / Pidato Pertama Hadhrat Masih Mau'ud a.s. pada Jalsah Salanah, 25 Desember 1897).
PAM-mubarak

Friday, 29 April 2016

Wahai Orang Yang Beriman Janganlah Mengikuti Langkah Setan

Wahai Orang Yang Beriman Janganlah Mengikuti Langkah Setan. 

Terjemah bebas Khutbah Jumat 11-03-2016 oleh Saifullah Mubarak Ahmad. Terjemah langsung ini inisiatif sendiri dan  hanya bersifat sementara, sedangkan untuk rujukan resmi akan ada terjemahan resmi dari Jemaat.

---

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَا تَتَّبِعُوا۟ خُطُوَٰتِ ٱلشَّيْطَٰنِ ۚ وَمَن يَتَّبِعْ خُطُوَٰتِ ٱلشَّيْطَٰنِ فَإِنَّهُۥ يَأْمُرُ بِٱلْفَحْشَآءِ وَٱلْمُنكَرِ ۚ وَلَوْلَا فَضْلُ ٱللَّهِ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَتُهُۥ مَا زَكَىٰ مِنكُم مِّنْ أَحَدٍ أَبَدًا وَلَٰكِنَّ ٱللَّهَ يُزَكِّى مَن يَشَآءُ ۗ وَٱللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

Yã ayyuhal ladzīna āmanū lā tattabiū khutuwātisy syaithān.... (An-Nur 24:22)

Terjemah: wahai orang-orang yang beriman janganlah kalian mengikuti langkah setan, sesungguhnya itu hal yang memalukan dan menjauhkan karunia Allah Taala. setan adalah musuh abadi manusia. bukan karena dia memiliki kekuatan, namun ketika penciptaan manusia dia diberi kebebasan, karena Tuhan tahu bahwa hambaNya akan selamat dari godaan setan. setan menjauhkan manusia dari kebaikan.

setan berkata kepada Tuhan bahwa dengan maksud apa Engkau menciptakan manusia, maka aku akan menghalangi mereka, kalau Engkau memberi izin maka aku akan menyesatkan mereka, namun hamba Engkau yang hakiki tidak akan bisa aku jatuhkan

namun Allah Taala mengirim nabi-nabiNya untuk menyelamatkan manusia, untuk memberi tahu jalan menuju setan, dan memberi tahu bahwa setan adalah musuh kalian yang nyata. setan merayu kalian sedemikin rupa yang menghantarkan kalian ke arah keburukan-keburukan.

setan nanti di akhirat akan berkata, memang aku merayu dan mengajak kalian menuju keburukan, namun kalian kan makhluk yang berakal, mengapa kalian mau nurut? sekarang masuklah kalian ke neraka. di ayat yang saya tilawatkan tadi bahwa setan senantiasa mengikuti manusia. melancarkan serangan-serangan kepada manusia dengan menghalanginya dari siratal mustakim.

ada orang yang mengatakan bahwa aku sudah berada di jalan yang lurus sehingga aku tidak akan pernah diserang setan. orang seperti ini sudah salah paham, orang yang beriman kepada nabi Musa dan nabi Isa  juga dulu bisa disesatkan setan. bahkan orang-orang yang menamakan nya muslim sampai bisa murtad. hanya kerunia khusus Allah Taala saja yang bisa menyelamatkan kita.

dalam kalimat terakhir ayat di atas Allah taala memberikan ketenangan kepada hambaNya bahwa Dia adalah Maha Mendengar. maka mintalah pertolongan kepadaNya, sehingga membuat Allah Taala berghairat untuk memberikan kekuatan kepada hambaNya untuk menangkis serangan-serangan setan. jadilah hamba yang murni yakni jadilah hamba yang senantiasa menjauhkan diri dari laghhau atau yang sia-sia sehingga bisa mencapai tazkiya e nafs.

dalam ayat ini kita juga dapat memahami bahwa serangan setan tidak serta merta sekaligus. namun dia pelan-pelan menyerang sehingga manusia lalai. apapun keburukan yang menyebabkan keamanan lingkungan terganggu maka itu adalah keburukan besar. apabila ingin mendapat ridho Allah Taala maka dimana kalian secara dawam berusaha meninggalkan langkah-langkah setan maka di sana kalian harus dawam minta pertolongan kepada Tuhan.

kenapa setan diciptakan? Hz Masih Mau'ud as: "dalam diri manusia ada dua tarikan. pertama tarikan ke arah keburukan dan kedua tarikan ke arah kebaikan. terkadang manusia melakukan keburukan namun tanpa rasa malu kembali ke arah kebaikan, namun terkadang manusia ketika melakukan keburukan maka dia merasa malu dan bertobat. syariat Islam menamakan potensi kebaikan dengan lamma e malaik dan petensi keburukan lamaa e setan. yang mengajak ke arah kebaikan dinamakan malaikat atau ruhul qudus dan yang mengajak ke arah kaburukan disebut setan. tujuan diciptakan keduanya supaya insan mendapatkan hak atas ganjaran amalnya, ketika manusia juga memiliki potensi untuk berbuat buruk lalu dia menghindarinya maka untuk itu dia berhak untuk mendapat ganjaran"

bagaimanapun juga kedua pengaruh ini datang dari luar,yakni malikat dan setan. orang-orang yang tidak bertobat dari berbuat buruk maka dia sendiri akan menjadi setan. kenapa Allah Taala tidak mengazab setan seperti ini? Hz Aqdas: sesuai dengan ayat ini setan seperti ini akan diazab sesuai dengan yang telah dijanjikan yakni hari yang telah ditetapkan. apakah itu di dunia ini atau di akhirat nanti. sebagian setan sudah di azab dan sebagian nanti di akhirat.

akhlah fadilah, seperti sabar, iman, ikhlas, mengajak manusia ke arah Allah Taala dan ada akhlak yang buruk. insan berada ditengah kedua-dua ini, dia bisa ditarik ke arah Allah dan bisa juga ke arah setan. setan mengajak ke arah bohong, serakah, dengki.

segala sesuatu ada tandanya. seperti seorang tabib yang mengetahui dalam tumbuh-tumbuhan ada khasiyat untuk menyembuhkan penyakit maka dia memanfaatkannya, dan ketika dia tahu bahwa dalam suatu tumbuhan tidak ada khasiyat maka dia akan membuangnya. begitu pula dalam hamba yang mengaku beriman akan dijumpai tanda-tanda bahwa dia beriman yang ditunjukan dari amalnya.

takabur mengantarkan manusia ke arah kehancuran. setan dan adam sama-sama melakukan kesalahan, namun setan takabur dan tak mau minta maaf sedangkan adam tidak takabur dan mau minta maaf sehingga adam diampuni. takabur terkadang tidak dirasakan oleh manusia.

bagaimmana setan menggelincirkan manusia? ketika manusia tidak melakukan perbuatan yang menuju dosa, namun tetap saja setan senantiaa terus berusaha menggoda. bisa saja dia tidak melakukan dosa secara zahir, namun setan dengan berbagai cara menanam benih dosa dalam diri manusia. namun apabila ada rasa takut terhadap Allah taala makan setan tidak akan bisa menanam benih dosa dalam dirinya, sehingga setan putus asa dan pergi meninggalkannya.

apabila ada rasa takut kepadaTuhan maka manusia akan terhindar dari berbagai keburukan. pencuri pun tidak akan mencuri. kebanyakan manusia tidak bisa membedakan bisikan setan dan nikmat-nikmat dari Allah Taala.

bersama manusia senantiasa ada dua kekuatan yang menempel yakni malaikat dan setan. kita tidak bisa mengingkari itu. apabila tidak ada ilmu tentang sesuatu maka tidak berarti hal itu tidak ada. (orang-orang yang mengingkari wujud malaikat karena ilmunya tidak sampai kesitu, lihat ainah kamalaat e islam).

saat ini dengan ada penemuan-penemuan baru, kemajuan teknologi sehingga menjauhkan dari Allah Taala, di dalamnya pemerintah-pemerintah pun ikut serta, berusaha menjauhkan manusia dari agama, seyogyanya ini adalah serangan setan. dulu setan tidak langsung datang di hadapan hawa, sembunyi-sembunyi datangnya. saat ini juga setan seperti itu bahwa setan sembunyi-sembunyi membisikan keburukan kepada manusia.

ada dua macam orang, pertama, ada yang menerima Islam lalu larut dalam pekerjaan-pekerjaan dan bisnis duniawi, sehingga dia berada dalam serangan setan. ini bukan berarti bisnis dilarang, para sahabat juga berbisnis , namun mereka mendahulakan agama di atas dunia sehingga setan tidak dapat menyerang mereka. jenis kedua, adalah orang-orang yang hidupnya senantiasa memikirkan agama, dan menyerahkan dirinya untuk kemajuan agama. orang-orang seperti ini ada hizbullah (kelompok/pasukan Allah). mereka tidak akan pernah diserang setan.

terkadang sebagian orang secara zahir nampak baik dan sangat soleh, namun mengapa dia mahrum dari nikmat-nikmat Allah? karena di dalam dirinya terdapat dosa tersembunyi yang lebih berbahaya dari dosa zahir. seperti penyakit yang terlihat dapat segera diobati, namun penyakit yang tidak terlihat dan pelan-pelan dari dalam menghancurkan manusia yang dampaknya lebih berbahaya dibandingkan penyakit zahir,  seperti kanker.

tazkiya e nafs (penyucian diri) sangat penting. muslim yang benar adalah orang yang menjadi penjelmaan para nabi seperti para sahabat yakni mereka larut dan fana di dalamnya. selama tidak ada keitaatan seperti itaat yang di tunjukan para sahabat maka selama itu kalian ada dalam bahaya serangan setan.

semoga Allah Ta'ala senantiasa menolong kita. semoga senantiasa kita jauh dari godaan setan aamiin. semoiga Allah Tala memberikan kita taufik untuk mengamalkannnya. Aamiin.

---

*teks dirapikan oleh tim ARH Library

Thursday, 28 April 2016

Manusia Yang Paling dicintai Allah adalah Manusia Yang Bermanfaat

Wajah Allah bukan hanya ada saat Kita   Shalat, Puasa, Bayar candah, Menghadiri Majelis Zikir,, " Tetapi Wajah Allah ada juga pada Orang-2 yg Membutuhkan Pertolongan/ Perhatian Kita..

1. Pada suatu hari Rasululah SAW ditanya oleh sahabat beliau : "Ya Rasulullah, siapakah manusia yang paling dicintai Allah dan apakah perbuatan yang paling dicintai oleh Allah ? Rasulullah SAW menjawab : "Manusia yang paling dicintai oleh Allah adalah manusia yang paling banyak bermanfaat dan berguna bagi manusia yang lain; sedangkan perbuatan yang paling dicintai Allah adalah memberikan kegembiraan kepada orang lain atau menghapuskan kesusahan orang lain, atau melunasi hutang orang yang tidak mampu untuk membayarnya, atau memberi makan kepada mereka yang sedang kelaparan dan jika seseorang itu berjalan untuk menolong orang yang sedang kesusahan itu lebih aku sukai daripada beri'tikaf di masjidku ini selama satu bulan " ( Hadits riwayat Thabrani ).

2. Setiap gerakan pertolongan merupakan nilai pahala " Siapa yang menolong saudaranya yang lain maka Allah akan menuliskan baginya tujuh kebaikan bagi setiap langkah yang dilakukannya " (HR. Thabrani ).

3. Memberikan bantuan juga dapat menolak bala, sebagaimana dinyatakan " Sedekah itu dapat menolak tujuh puluh pintu bala " (HR Thabrani ). Pertolongan Allah kepada seseorang juga tergantung dengan pertolongan yang dilakukannya antar manusia. "Sesungguhnya Allah akan menolong seorang hamba-Nya selama hamba itu menolong orang yang lain". (Hadits muslim, abu daud dan tirmidzi)

4. Lebih hebat lagi, membantu orang yang susah lebih baik daripada ibadah umrah, sebagaimana disebutkan dalam hadits shahih berikut ini: "Siapa yang berjalan menolong orang yang susah maka Allah akan menurunkan baginya tujuh puluh lima ribu malaikat yang selalu mendoakannya dan dia akan tetap berada dalam rahmat Allah selama dia menolong orang tersebut dan jika telah selesai melakukan pertolongan tersebut, maka Allah akan tuliskan baginya pahala haji dan umrah dan sesiapa yang mengunjungi orang yang sakit maka Allah akan melindunginya dengan tujuh puluh lima ribu malaikat dan tidaklah dia mengangkat kakinya melainkan akan dituliskan Allah baginya satu kebaikan, dan tidaklah dia meletakkan tapak kakinya untuk berjalan melainkan Allah angkatkan daripadanya, Allah akan ampunkan baginya satu kesalahan dan tinggikan kedudukannya satu derajat sampai dia duduk disamping orang sakit, dan dia akan tetap mendapat rahmat sampai dia kembali ke rumahnya " (HR Thabrani ).

5. Memberikan bantuan juga dapat memadamkan kemarahan Tuhan, perhatikan hadits berikut ini: "Sesungguhnya sedekah yang sembunyi-sembunyi akan memadamkan kemarahan Allah, dan setiap perbuatan baik akan mencegah keburukan dan silaturrahmi itu akan menambah umur dan menghilangkan kefaqiran dan itu lebih baik daripada membaca laa haula wa laa quwwata illaa billah padahal dengan membacanya saja akan mendapat perbendaharaan surga dan dengan berbuat baik itu juga dapat menyembuhkan penyakit dan menghilangkan kegelisahan " (HR. Thabrani ).

6. Menolong orang lain juga dapat mengampuni dosa. "Siapa yang berjalan untuk membantu saudaranya sesama muslim maka Allah akan menuliskan baginya suatu kebaikan dari tiap langkah kakinya sampai dia pulang dari menolong orang tersebut. Jika dia telah selesai dari menolong saudaranya tersebut, maka dia telah keluar dari segala dosa-dosanya bagaikan dia dilahirkan oleh ibunya, dan jika dia ditimpa kecelakaan (akibat menolong orang tersebut) maka dia akan dimasukkan ke dalam surga tanpa hisab " (HR. Abu Ya'la ).

7. Allah SWT akan memberikan pelayanan surga kepada orang yang menolong meringankan beban hidup orang lain. Perhatikan hadits berikut ini: " Sesiapa yang bersikap ramah kepada orang lain dan meringankan beban hidupnya baik sedikit maupun banyak maka kewajiban bagi Allah untuk memberikan kepadanya.

Wednesday, 27 April 2016

Istigfar selalu Dilakukan Oleh Nabi Muhammad SAW, bagaimana dengan Kita Umatnya

Istigfar selalu Dilakukan Oleh Nabi Muhammad SAW, bagaimana dengan Kita Umatnya?

ISTIGHFAR

Nabi Muhammad SAW bersabda,
  " Barang siapa memperbanyak mohon ampunan ( Istighfar ) maka Allah SWT akan membebaskannya dari Kedukaan, memberinya jalan keluar dari kesempitan dan memberinya rezeki dari arah yg tdk diduganya " ( HR Abu Dawud ).

       " Makna hakiki istighfar adalah Berdoa memohon pertolongan kepada Allah Ta'ala agar terlepas dari setiap keburukan dan kesalahan yang berlaku disebabkan kelemahan manusiawi,  dan agar dg karunia Allah Ta'ala kelemahan itu jangan sampai nampak ke permukaan, bahkan tetap tersembunyi, kemudian arti istighfar utk manusia umumnya diperluas lagi, dan masalah ini juga termasuk didalam istighfar ; orang yg telah terlanjur berbuat kesalahan dan keburukan, Allah Ta'ala melindungi akibat buruk dan pengaruh racun kejahatannya di dunia ini dan diakhirat juga, Sumber hakekat najat ( keselamatan ) adalah kecintaan pribadi kpd Allah Ta'ala. Yang sebaliknya menarik kecintaan Allah Ta'ala melalui perangai lemah lembut manusia penyerahan diri dan Istighfar secara Dawam..

Monday, 25 April 2016

Cerita ‘Cak Nun’ dengan Imam Mesjid Ahmadiyah di Berlin Jerman

Cerita 'Cak Nun' dengan Imam Mesjid Ahmadiyah di Berlin Jerman

Pada kesempatan itu Emha dan Novia menyempatkan bertemu dengan Jemaat Ahmadiyah, berikut ini adalah penuturan Emha yang disampaikan melalui email; Selama ini terdapat kesalahpahaman dan disinformasi serius tentang 'kasus' Ahmadiyah di Indonesia. Berita-berita yang sampai ke masyarakat Ahmadiyah di sejumlah Negara menyebutkan bahwa yang terjadi di Indonesia bukan hanya aktivitas Ahmadiyah dilarang, tapi juga para pimpinan atau Imam-Imam Jemaat Ahmadiyah di Indonesia, dibunuh. Demikian menurut Emha Ainun Nadjib, sesudah perjumpaannya dengan Imam Abdel Basith Thariq (Imam Ahmadiyah di Berlin, Jerman) 24 Oktober 2008 yang lalu.
Pertemuan itu berlangsung di Masjid Khadija, markas Jemaat Ahmadiyah Qodiyan di wilayah yang dulunya terletak di Berlin Timur sebelum reunifikasi dua Jerman beberapa tahun silam. "Kecanggihan teknologi informasi tidak banyak menolong berkurangnya kemungkinan distorsi dan deviasi atau bahkan pembalikan fakta-fakta tentang sesuatu hal, terutama yang menyangkut Islam", katanya.

Jemaat Ahmadiyah dan Kaum Muslimin di Jerman mengalami berbagai 'ujian'. Berdirinya Masjid Khadija mendapat tentangan keras dari pemerintah lokal dan masyarakat setempat yang dulunya adalah rakyat DDR atau Negara sosialisme Jerman Timur yang memang tidak punya pengalaman berinteraksi dengan Ummat Islam. Tidak sedikit di antara masyarakat lokal tersebut yang bukan hanya fobi atau bahkan anti-Islam, tapi juga belum bisa menerima pergaulan dengan "orang asing" dengan Agama apapun. Akan tetapi konstitusi Negara Jerman mensyahkan berdirinya Masjid itu dan secara konsekwen aparat kepolisian menjaga keamanannya.

Pertemuan Emha dengan Imam Ahmadiyah Berlin itu untuk 'memastikan' pandangan Ahmadiyah di kota besar Eropa tentang tiga hal. Pertama, apakah Mirza Ghulam Ahmad itu Nabi atau bukan. Kedua, hujjah atau argumentasi kenabiannya. Ketiga,posisi dan fungsi kitab "Tadzkiroh".

Sejauh ini yang dimengerti oleh banyak kalangan di Indonesia, alasan kenabian Mirza Ghulan Ahmad adalah menyangkut "khataman-nabiyyin" atau penutup para Nabi. Menurut tafsir Ahmadiyah, kata "khatam" bukan bermakna "penutup" melainkan "cincin". Muhammad SAW adalah "cincin"nya para Nabi, semacam mutiara indah para Nabi. Argumentasi kedua menyangkut Hadits Nabi Muhammad SAW tentang pelaku hijrah yang terakhir, di mana Ulama Ahmadiyah berbeda pendapat dengan Ulama lain tentang salah satu kata dari kalimat Hadits itu.

Emha mengatakan Imam Ahmadiyah di Berlin itu menyatakan dengan tegas bahwa Mirza Ghulam Ahmad adalah Nabi. Argumentasi utamanya adalah kalau sesudah Muhammad SAW tidak ada Nabi, maka Nabi Isa tidak akan bisa turun lagi ke bumi sebagai Al-Masih atau Messiah atau Ratu Adil.

Akan tetapi dinyatakan kenabian Mirza Ghulam Ahmad sama sekali tidak mengurangi kebesaran dan keagungan Nabi Muhammad SAW. "Justru Mirza Ghulam Ahmad diperintahkan oleh Allah untuk menyebarkan keagungan dan keindahan Rasulullah Muhammad SAW", kata Emha menirukan Abdel Basith Thariq (Imam Ahmadiyah di Berlin), "Muhammad adalah Maestro, Mirza Ghulam Ahmad hanya salah seorang murid beliau, pengagum beliau, pecinta beliau, sehingga kesungguhan cintanya membuat Allah memberinya wahyu dan mengangkatnya sebagai Nabi yang bertugas menyebarkan Syariat Islam yang dibawa oleh Rasulullah Muhammad SAW. Kitab Tadzkiroh adalah wahyu Allah kepada Mirza Ghulam Ahmad yang dimaksudkan untuk menjunjung keindahan Al-Quran dan turut menyebarkan kebenaran dan keindahannya".

Di bagian luar maupun dalam Masjid Khadija yang didirikan oleh Jemaat Ahmadiyah itu terdapat berbagai tanda dan tulisan-tulisan sebagaimana yang terdapat pada Masjid Ummat Islam pada umumnya: kaligrafi "Allah", "Muhammad", "Syahadatain", nama-nama Khalifah Empat, Asmaul Husna, di bagian atap dalam Masjid tertulis ayat "Ala bidzikrillahi tathmainnul qulub" (Niscaya dengan mengingat Allah-lah ketenangan hati didapatkan). "Semua yang saya kemukakan ini hanya report dan tidak ada opini saya sendiri", kata Emha.

Sunday, 24 April 2016

Jangan Berikan Anak perempuan kepada Ghair Ahmadi

Jangan Berikan Anak perempuan kepada Ghair Ahmadi

Ada satu pertanyaan apakah boleh memberikan anak gadis kepada ghair ahmadi atau tidak?. Dalam hal ini Hadhrat Masih Mauud a.s. sangat marah pada orang tersebut yang memberikan anak gadisnya pada ghair ahmadi. Ada seorang yang selalu bertanya pada Hadhrat Masih Mauud a.s. tentang hal ini dan memberikan  berbagai alasan bahwa ia terpaksa melakukannya. Tetapi Hadhrat Masih Mauud a.s. selalu menjawab, "Biar anak gadis tinggal selamanya di dalam rumah tapi jangan sekali-kali memberikan-nya pada ghair ahmadi". Maka Hadhrat Khalifatul Masih I ra mengeluarkan orang itu dari Jamaat Ahmadiyah dan beliau ra. tidak mau menerima taubat orang itu selama 6 tahun beliau menjadi Khalifah. Walaupun orang itu berkali-kali menyatakan bahwa dia telah bertaubat
. Banyak orang yang berkata kepada Hadhrat Abu Bakar r.a. bahwa apabila setelah Hadhrat Abu Bakar r.a., yang menjadi Khalifah adalah Hadhrat Umar r.a., maka akan terjadi kekacauan besar. Karena Hadhrat Umar ra. seorang yang pemarah. Hadhrat Abu bakar ra. bersabda bahwa "Sifat pemarah Umar hanya kelihatan selama saya memperlihatkan lemah lembut. Dan apabila saya sudah tidak ada maka dengan sendirinya ia akan berubah menjadi lemah lembut". Begitu juga dengan sifat saya  dulu, kalau ada yang melanggar perintah Hazrat Masih Mauud as. Maka orang itu harus diberi hukuman yang sangat berat, tapi sekarang sifat itu sudah hilang. Dan bahkan berubah menjadi penuh kelemah lembutan. Sampai kita merasa senang dengan adanya 10 orang saja yang sangat mukhlis dalam Jamaat. Tapi sangat tidak menyenangkan bahwa dengan sepuluh juta  anggota Jamaat tapi tidak taat kepada perintah Hadhrat Masih Mauud a.s.. Maka dari itu kepada anggota Jamaat yang ada dalam golongan itu dengarlah baik-baik, bahwa Hazrat Masih Mau'ud a.s. sangat tidak senang dengan hal itu. Maka dari itu kita harus mengamalkan perintahnya. Bukan kebiasaan saya utnuk mengeluarkan mereka dari Jamaat, tapi kalau ada yang melanggar perintah tersebut, maka saya akan mengeluarkan orang tersebut dari Jamaat. Baru beberapa bulan yang lalu ada seseorang yang memberikan anak gadisnya kepada ghair ahmadi, maka saya telah mengeluarkan orang itu dari Jamaat. Dan setelah itu dia betul-betul bertaubat dan meminta maaf. Tapi saya katakan kepadanya, bahwa penyesalan ini baru kamu ingat setelah kejadian berlalu, jadi penyesalan itu tidak ada gunanya. Kita memerlukan orang yang jujur. Andaikata saya mengambil bai'at seseorang,  maka apakah orang itu sampai waktunya nanti akan tetap sebagai Ahmadi? Padahal dalam pandangan Allah Ta'ala dia bukan Ahmadi. Yang dikatakan Ahmadi hanya mereka yang dalam pandangan Allah Ta'ala sebagai Ahmadi. Tidak ada orang yang boleh menjadi Ahmadi hanya karena telah bai'at kepada saya. Oleh sebab itu, jadilah orang Ahmadi dalam pandangan Allah, dan berusahalah sekuat tenagamu untuk  mentaati perintah Hazrat Masih Mau'ud a.s.. Semoga Allah Ta'ala melimpahkan taufik-Nya kepada kalian. Amin. (Pidato Hadhrat Khalifatul Masih II r.a. pada  jalsah Salanah tgl. 28 Desember 1915 di Qadian, India)

Renungan Ringan Untuk Menemani Minum Kopi disore Hari

RENUNGAN RINGAN TUK MENEMANI MINUM KOPI DISORE HARI.

Profesor: "Apakah Allah menciptakan segala yang ada?"
Para mahasiswa: "Betul! Dia pencipta segalanya."
Prof : "Jika Allah menciptakan segalanya, berarti Allah juga menciptakan kejahatan."
(Semua terdiam. Agak kesulitan menjawab hipotesis profesor itu).
Tiba-tiba suara seorang mahasiswa memecah kesunyian.
Mahasiswa: "Prof! Sy ingin bertanya. Apakah dingin itu ada?"
Prof :  "Pertanyaan macam apa itu? Tentu saja, dingin itu ada."
Mahasiswa: "Prof! Dingin itu tdk ada. Menurut hukum fizik, yg kita anggap dingin sebenarnya adl ketiadaan panas.
Suhu -460 degree Fahrenheit adlh ketiadaan panas sama sekali. Semua partikel mnjd diam. Tdk boleh bertindak pada suhu tersebut.
Kita menciptakan kata 'dingin' untuk mengungkapkan ketiadaan panas ya.
Selanjutnya! Apakah gelap itu ada?"
Prof : "Tentu saja ada!"
Mahasiswa: "Anda salah lagi Prof! Gelap juga tdk ada.
Gelap adlh keadaan dimana tiada cahaya. Cahaya boleh kita pelajari. Sedangkan gelap tdk boleh.
Kita boleh menggunakan prisma Newton untuk mengurai cahaya menjadi beberapa warna dan mempelajari panjang gelombang setiap warna.
Tapi! Anda tdk boleh mengukur gelap. Seberapa gelap suatu ruangan diukur melalui berapa besar intensiti cahaya di ruangan itu.
Kata 'gelap' dipakai manusia untuk menggambarkan ketiadaan cahaya.
Jadi! Apakah kejahatan, kemaksiatan itu ada?"
Profesor mulai bimbang tapi menjawab juga: "Tentu saja ada."
Mahasiswa: "Sekali lagi anda salah Prof! Kejahatan itu tdk ada. Allah tdk menciptakan kejahatan atau kemaksiatan. Seperti dingin & gelap juga.
Kejahatan adalah kata yg dipakai manusia untuk menggambarkan ketiadaan Allah dalam dirinya.
Kejahatan adalah hasil dari tdk hadirnya Allah dalam hati manusia."

Profesor terpaku dan terdiam.
Dosa terjadi kerana manusia lupa hadirkan Allah dalam hatinya..

Hadirkan Allah dalam hati pada setiap saat, maka akan selamatlah diri kita..

Itulah IMAN..

SESUNGGUHNYA DOSA ITU LAHIR SAAT IMAN TIDAK HADIR DALAM HATI KITA

Sugeng dahar siang....