Showing posts with label toleransi. Show all posts
Showing posts with label toleransi. Show all posts

Thursday, 30 July 2015

Sikap Ahok Yang Islami Seharusnya Di Ikuti Oleh Aheryawan

Seharusnya Aher Lebih Islami daripada Ahok yang menunjukan Toleransi Beragama. Soal Rumah Jemaat Ahmadiyah Disegel, Ahok: Kita Izinkan Ubah Peruntukkan.

Mengutip Ayunda Windyastuti Savitri - detikNews Soal Rumah Jemaat Ahmadiyah Disegel, Ahok: Kita Izinkan Ubah Peruntukkan Foto: Mulya Nurbilkis Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama (Ahok) angkat bicara seputar penyegelan rumah milik Jemaat Ahmadiyah di kawasan Tebet. Ia memberikan penjelasan.

"Disposisi ke Penataan Kota, kita rapat pimpinan. Kita izinkan dia ubah peruntukan, jadi boleh rumah diubah peruntukan jadi tempat ibadah. Soal perselisihan sesat atau enggak sesat itu sesuatu yang berbeda," ujar Ahok memberikan tanggapannya di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (15/7/2015).

"Kita negara nggak ikut mencampuri urusan itu. Secara konstitusi nggak mencampuri itu," imbuhnya.
Menurut Ahok, tidak ada alasan baginya untuk membatasi seseorang dalam menjalankan ibadah agama. Oleh karenanya, dia tidak ingin alasan tersebut digunakan untuk penyegelan sebuah rumah. "Prinsip kami semua orang berhak menjalankan kepercayaannya masing-masing  kan di dalam undang-undang diatur kan kepercayaan dari masing-masing ada," terang dia.

"Boleh dong harusnya, kalau dia selisih paham dia nggak menyebarkan saja menurut saya gitu loh. Kalau dia menyebarkan urusannya kena misalnya MUI atau apa tapi kalau soal ibadah kan ada haknya dia," lanjut dia.

Mantan Bupati Belitung Timur tersebut menyarankan apabila sang pemilik rumah, Diantoro, merasa keberatan dengan penyegelan untuk menemui langsung Wali Kota Jakarta Selatan. Ahok justru menyoroti banyaknya rumah yang tidak memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB) resmi namun tetap dibiarkan.

"Ketemu sama Wali Kota, saya bilang kalau misalnya segel alasannya apa. Saya bilang banyak sekali rumah ibadah di jakarta juga tidak ada IMB, kenapa nggak disegel?" tanya Ahok. "Negara ini tidak didirikan berdasarkan mayoritas minoritas, nggak ada. Negara ini dasarnya konstitusi. Itu saja," pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, rumah milik Diantoro yang merupakan Jemaat Ahmadiyah di Jl Bukit Duri Tanjakan Batu No 13, RT 002/008, Kelurahan Bukit Duri, Tebet disegel pada Rabu (8/7) lalu pukul 07.40 WIB. Penyegelan dipimpin oleh Kesbangpol Walikota Jakarta Selatan, Supriadi.

"Penyegelan dimaksudkan untuk menciptakan kehidupan beragama yang kondusif di Kelurahan Bukit Duri dan Kecamatan Tebet. Pukul 07.53 WIB dilanjutkan dengan pemasangan papan segel yang berisikan bangunan karena tidak sesuai dengan penggunaannya sesuai dengan Peraturan Gubernur Prov. DKI Jakarta No 128 Tahun 2012," kata Kasi Humas Mapolsek Tebet, Aiptu Recky Tansil dalam keterangannya.

Selain dari pihak Wali Kota Jaksel, kepolisian dari Polsek Tebet, Mapolres Jaksel, Satpol PP dan Brimob turut membantu penyegelan rumah tersebut. Dalam penyegelan ini tidak ada aktivitas penolakan dari Jemaat Ahmadiyah. (aws/aan).

Sunday, 28 June 2015

Umat Muslim di United Kingdom mendukung Toleransi Beragama dan Menolak Ekstrimisme

"Muslim UK mendukung Toleransi Beragama dan Menolak Ekstrimisme"

Umat Muslim di United Kingdom mendukung Toleransi Beragama dan Menolak Ekstrimisme.

Pemuda Muslim Ahmadiyah Inggris berkumpul dalam rapat umum di Surrey, berjanji setia untuk negara Inggris dan membuka dialog mengenai Islam.


Hazrat Mirza Masroor Ahmad Aba, Khalifah terkini Jemaat Muslim Ahmadiyah hadiri acara tersebut. Ribuan Muslim Inggris berkumpul dalam rapat umum damai di Surrey bertujuan mendukung toleransi beragama dan menolak ekstrimisme.

Sekitar 5000 Pemuda Jemaat Muslim Ahmadiyah (AMYA), dianggap sebagai kelompok pemuda Muslim terbesar di Inggris akan berperan serta dalam acara tersebut yang berlangsung selama 3 hari dimulai pada Jum'at untuk mempromosikan dialog damai dan menolak kekerasan keagamaan.
"Pemuda Ahmadiyah pada rapat umum ini akan mengingat tugas mereka sebagai Muslim yakni setia kepada negara mereka dan berperan positif dalam masyarakat," AMYA menyatakan ini pada Jum'at lalu.

"Ini merupakan bagian dari kampanye nasional Jemaat Muslim Ahmadiyah untuk menghilangkan kesalahpahaman tentang Islam dan bahwa keyakinan mereka adalah, "bahwa reformasi dikaitkan dengan mengajari kawula muda mereka tentang komitmen Islam menuju perdamaian," kata asosiasi AMYA.

Rafiq Hayat, Pemimpin Asosiasi Pemuda Muslim Ahmadiyah mengatakan bahwa komunitas kami merasa terganggu oleh kekerasan dan terorisme yang didasarkan pada ideologi ekstrimisme yang sangat meracuni dimana mereka (para ektrimisme) menggunakan agama untuk mengedepankan agenda fasis mereka."

"Kami berbagi apa yang menjadi perhatian Perdana Menteri David Cameron mengenai bagaimana kejadian di Suriah dan Irak memiliki dampak yang kuat di Inggris," kata Hayat. Hazrat Mirza Masroor Ahmad Aba, Khalifah Dunia dari Jemaat Muslim Ahmadiyah dan dianggap sebagai pemimpin ruhani bagi jutaan Muslim Ahmadi di seluruh dunia hadir pada acara ini dan berpidato di hadapan partisipan. "Inggris telah menyediakan rumah bagi orang-orang dari seluruh dunia," kata Ahmad . "Sebagai Muslim Ahmadi, kami berterima kasih kepada Ratu Inggris dan negara ini yang membolehkan kami untuk menjalankan keyakinan kami dengan bebas."

Jemaat Muslim Ahmadiyah didirikan pada tahun 1889 oleh Mirza Ghulam Ahmad di India dan menganut keyakinan sama seperti kebanyakan Muslim lainnya namun beberapa ajarannya ditentang oleh pemikiran Islam mainstream.

Sumber: Al Jazeera

Alih bahasa: Iin Qurrotul Ain