Thursday, 16 July 2015

Pesan Puasa Ramadhan Bagi Umat Islam Dalam Menyambut Idul Fitri 1436 H

Pesan Puasa Ramadhan Bagi Umat Muslim Akhir Zaman dan Sambut Labaran Yang Fitri 1436 H.

Andai Ramadhan bisa berpesan pada kita, maka inilah yang mungkin akan disampaikannya:.

👉Pesan pertama: setelah aku pergi, jangan kau lupakan aku (puasa) karena aku akan datang kembali menghampirimu selama 6 hari di bulan Syawal itu tiada lain agar aku dan kamu senantiasa dekat, aku akan lebih dekat lagi ketika kau melaksanakan puasa Senin dan Kamis, atau puasa ayyâmul baidh (tanggal 13,14, dan 15 setiap bulan qamariyah), puasa Arafah, puasa Asyura, bahkan Rasulullah SAW menganjurkan untuk melaksanakan puasa Daud (sehari berpuasa sehari berbuka). Itu semua tiada lain agar kau selalu mengingatku, sehingga aku pasti menunggumu di pintu ar Rayyân.

👉Pesan kedua: setelah aku pergi, jangan kau biarkan kitab suci Alquran bersampulkan debu, buatlah jadwal agar kamu bisa tetap membacanya seperti sediakala ketika aku ada bersamamu.

Ketahuilah bahwa Alquran itu salah satu gizi hatimu, dan Alquran merupakan salah satu yang dapat memberimu syafaat kelak. 

Sebagaimana sabda Rasulullah SAW : "Puasa dan Alquran itu akan memberikan syafa'at kepada hamba di hari kiamat. Puasa akan berkata, 'Ya Rabbi, aku telah menghalanginya dari makan dan syahwat, maka perkenankanlah aku memberikan syafa'at untuknya.' 

Sedangkan Alquran akan berkata, 'Ya Rabbi, aku telah menghalanginya dari tidur di malam hari, maka perkenankanlah aku memberikan syafa'at untuknya.' Maka Allah SWT memperkenankan keduanya memberikan syafa'at." (HR Imam Ahmad dan Ath-Thabrani).

👉Pesan ketiga: setelah aku pergi, jangan kau tinggalkan shalat malam walaupun kamu sanggup hanya melakukan beberapa rakaat saja, sungguh shalat malam mampu mendekatkanmu dengan Raja-ku.

👉Pesan keempat: setelah aku pergi, jangan kau tinggalkan kebaikan-kebaikan yang sudah kamu lakukan di saat aku ada di sisimu, ketahuilah bahwasanya Raja-ku senantiasa mencintai satu amalan kebaikan yang dilakukan tanpa henti walaupun itu sedikit. Sebagaimana sebuah hadis dari 'Aisyah RA, beliau mengatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda "Amalan yang paling dicintai oleh Allah Ta'ala adalah amalan yang kontinu walaupun itu sedikit." (HR Muslim).

👉Pesan kelima: saat aku pergi, duhai kasihku Muslimah jangan kau lepaskan kembali jilbabmu, karena di situ kehormatan dan kemuliaanmu terjaga, jangan kau memakainya karena aku, tapi pakailah ia karena Raja ku.

👉Pesan terakhir: Kun Rabbâniyyan walâ takun Ramadhâniyyan, jadilah kau insan yang senantiasa beribadah kepada Allah, jangan kau beribadah hanya dibulan Ramadhan saja, karena sungguh Allah itu Tuhan di seluruh waktu.
Wallahu A'lam

Aku Pasrah Pada Allah Yang Menciptakan Aku dan Rasulullah Nabi Terakhirku

Aku Harus Bagaimana? Jika Allah sudah berkehendak.

Oleh Gus Mus
Aku pergi Tahlil, kau bilang amalan jahil
Aku baca Shalawat Burdah, kau bilang itu Bid'ah.

Lalu aku harus bagaimana…???
Aku Bertawassul dengan baik, kau bilang aku Musyrik.

Aku ikut Majelis Dzikir, kau bilang aku Kafir
Lalu aku harus bagaimana…???
Aku Shalat pakai Lafadz Niat, kau bilang aku Sesat.

Aku mengadakan Maulid, kau bilang tak ada Dalil yang Valid.

Lalu aku harus bagaimana…???
Aku Gemar Berziarah, kau bilang aku Alap-Alap Berkah.

Aku mengadakan Selamatan, kau bilang aku Pemuja Setan.

Lalu aku harus bagaimana…???
Aku pergi Yasinan, kau bilang itu tak Membawa Kebaikan.

Aku ikut Tasawuf Sufi, malah kau suruh aku Menjauhi.

Ya Sudahlah, aku ikut kalian
Kan kupakai Celana Cingkrang, agar kau senang.

Kan kupanjangkan Jenggot, agar dikira berbobot.

Kan kuhitamkan Jidat, agar dikira Ahli Ijtihad
Aku kan sering Menghujat, biar dikira Hebat
Aku kan sering Mencela, biar dikira Mulia
Ya Sudahlah Aku pasrah pada Tuhan Yang kusembah, dan semoga allah menerima amalan ini yg tidak berlebihan amin.
.
Karena Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebihan, dan semoga amalan umat islam akhir zaman ini termasuk sunah dari Rasulullah SAW.

Hukum Membaca Al-Quran dengan Tablet ketika Perempuan Sedang Haid

Membaca Quran dengan tablet ketika haid (datang bulan)
Pertanyaan:

Di bulan Ramadhan dianjurkan untuk menamatkan Al Quran, sedangkan terkadang kaum perempuan datang bulan ketika Al Quran belum selesai ditamatkan. Nah untuk itu apakah kita boleh menamatkan Quran dg tidak membaca dari Quran tapi dari tablet dan lain lain?

Jawab:
Berdasarkan surat Huzur aba tahun 2012 berkaitan dengan menilawatkan Quran ketika sedang datang bulan, Huzur bersabda bahwa dalam keadaan yang sangat mendesak maka boleh memegang Quran asalkan penuh  kehati-hatian dengan membalutnya terlebih dahulu dengan sehelai kain atau sapu tangan.

Selain itu mengajarkan Quran kepada anak-anak, memberitahu dalil-dalil, dan membaca ayat-ayat yang sudah dihafal juga diizinkan.

Akan tetapi tidak diizinkan menilawatkan Quran dalam keadaan haid baik itu membacanya melalui Quran sendiri maupun melalui komputer, tablet dan sebagainya. (jawaban oleh mufti silsilah, Mln Mubasyir Ahmad Kahlou shd).

Fiqh e masaail Muslim Televisi Ahmadiyah (MTA).
Terjemah bebas: Saifullah MAP

Wednesday, 15 July 2015

Ramadhan: Umat muslim diperintakan Berfikir Untuk Perubahan Dalam Diri

Tentang: Ramadhan: Perubahan Diri Dan Tanggung Jawab Kita.

Di dalam Al-Quran terdapat banyak perintah Ilahi yang hendaknya senantiasa diperhatikan sehingga kita dapat senantiasa berfikir untuk mengadakan perubahan di dalam diri kita.

Pada hari ini, beberapa perintah Ilahi dikemukakan dalam khutbah jumat yang memainkan peran dalam mensucikan diri seseorang dan juga dalam menciptakan kecintaan dan kedamaian di dalam masyarakat. Allah Ta'ala berfirman di dalam Al-Quran: Ùˆَعِبَادُ الرَّØ­ْÙ…َÙ†ِ الَّذِينَ ÙŠَÙ…ْØ´ُونَ عَÙ„َÙ‰ الأَرْضِ Ù‡َÙˆْÙ†ًا ÙˆَØ¥ِذَا Ø®َاطَبَÙ‡ُÙ…ُ الْجَاهِÙ„ُونَ Ù‚َالُوا سَلامًا Dan hamba-hamba Tuhan Yang Rahman ialah mereka yang berjalan di muka bumi dengan merendahkan diri; dan apabila orang-orang jahil menegur mereka, mereka mengucapkan "Selamat." [Al-Furqan, 25:64] Artinya, mereka tidak berjalan dengan kesombongan namun dengan kelembutan.

Ayat ini secara singkat menguraikan perubahan revolusioner terhadap akhlak dan rohani yang diciptakan oleh Hadhrat Rasulullah saw yang diamalkan oleh para sahabat beliau saw. Ini adalah saat ketika dunia terjatuh ke dalam jurang kegelapan moral dan pengaruh syaithan sedang merajalela. Dunia sedang berada dalam kekacauan karena egoisme, keakuan dan kejahatan. Ini adalah ketika manusia diajarkan akhlak dan kerendahan hati yang bermutu tinggi yang menghasilkan perwujudan dari ayat yang disebutkan di atas di dalam diri manusia. 

Pada hari ini, situasi dunia pun sama dan dengan mengutus seorang pecinta sejati Hadhrat Rasulullah saw, yakni Hadhrat Masih Mau'ud as, Allah Ta'ala menginginkan para hamba yang sama dengan yang telah Allah Ta'ala ciptakan di masa Hadhrat Rasulullah saw. Untuk alasan ini, kita perlu memperhatikan agar berjalan di muka bumi ini dengan penuh wibawa, dengan kelembutan dan merendahkan diri serta dengan menghilangkan kesombongan. 

Para hamba sejati Allah Ta'ala perlu memperhatikan hal ini. Orang-orang yang seperti ini senantiasa menyebarluaskan kecintaan dan menjadi penjamin kedamaian di dalam masyarakat. Mereka menjawab segala hasutan dari orang-orang jahil dengan mengucapkan salam dan bahkan tidak hanya membalas dengan kebaikan, mereka juga mendoakan demi keamanan dan kedamaian orang-orang jahil tersebut. 

Menjawab segala hasutan demi Allah Ta'ala dengan cara yang seperti ini tatkala seseorang sedang memiliki kekuatan dan kekuasaan merupakan suatu akhlak yang luhur yang akan menjadikannya seorang hamba sejati Allah Ta'ala. Orang-orang yang mengikuti hal ini juga merasakan pengabulan atas doa-doa mereka dan menjadi kisah yang mengenainya Hadhrat Masih Mau'ud sabdakan sebagai mereka yang mensucikan dirinya, mencari kerajaan Ilahi dan mendirikannya di muka bumi.

Sumber.
Kutipan Ringkasan Khutbah Jum'at, 26 Juni 2015
Sayyidina Amirul Mu'minin, Hadhrat Mirza Masroor Ahmad
Khalifatul Masih al-Khaamis ayyadahullaahu Ta'ala binashrihil 'aziiz.
Penerjemah: Hafizurrahman.

Tuesday, 14 July 2015

Rasulullah Saw Tak Pernah Memubazirkan makanan, Dengan Menyisakannya.

Rasulullah Saw tak pernah memubazirkan makanan.

Beliau makan jika lapar dan berhenti sebelum kenyang. (Ajaran Mulia Rasulullah Saw h.39)
..sesungguhnya(meminum)khamar,berjudi,(berkorban)utk berhala,mengundi nasib dgn panah,adl perbuatan keji..(Ajaran Mulia Rasulullah Saw h.39).

Jauhilah minuman yang memabukkan. (Ajaran Mulia Rasulullah Saw h.39).

Janganlah meminum minuman keras, karena meminum minuman keras adalah kunci kejahatan. (Ajaran Mulia Rasulullah Saw h.39).

Barangsiapa yang meminum minuman keras, maka nur keimanan akan menghilang dari dirinya. (Ajaran Mulia Rasulullah Saw h.39).

Dan pakaianmu bersihkanlah, dan perbuatan dosamu tinggalkanlah (Q.74:4-5). (Ajaran Mulia Rasulullah Saw h.40).

Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri (Q.2:222). (Ajaran Mulia Rasulullah Saw h.40).

Allah tidak hendak menyulitkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, supaya kamu bersyukur (Q.5:6). (Ajaran Mulia Rasulullah Saw h.40).

..Allah tidak suka yang kotor dan yang tidak rapi. (Ajaran Mulia Rasulullah Saw h.40).

Gosoklah gigimu, bersihkan mulutmu sehingga senanglah Tuhanmu. (Ajaran Mulia Rasulullah Saw h.40).

Bersambung...

Monday, 13 July 2015

Obrolan dua orang Muslim, Santri dan Kiayi

Seorang Kiyai memiliki burung Beo yg selalu mengucapkan, Tahlil, Tasbih dan Tahmid karena setiap hari sang Kiyai mengajarinya.

Satu hari burung Beo itu terbang saat sang Kiyai hendak memandikannya. Seketika itu juga sang Kiyai dan para Santrinya mengejar burung tsb.
Naas bagi sang Beo, saat hendak terbang tinggi ia tertabrak Truk dan jatuh. Ketika sang Kiyai mengambilnya Beo itu mengeluarkan suara "kreeek...kreeek...kreek", kemudian mati.

Sepeninggalan burung tsb sikap sang Kiyai berubah. Ia sering gelisah, banyak diam dan merenung di sudut Masjid. Melihat kejadian ini seorang Santri Senior mendekatinya dan berusaha menghiburnya.
Santri: "Kiyai, sejak matinya si Beo, Kiyai sering gelisah, merenung dan banyak diam. Kami sangat prihatin melihatnya. Kami para santri berjanji untuk mencarikan Beo yg baru.

Kiyai: "Bukan itu yg membuat saya merenung dan gelisah. Saya hanya tidak bisa membayangkan jika Sakaratul Maut menjemput apakah mulut saya mengeluarkan Tasbih, Tahmid dan Tahlil atau mengeluarkan suara "kreeek...kreeek...kreeek" karena sakitnya.

Beo saja yg setiap hari membaca Tasbih, Tahmid dan Tahlil saat Sakaratul Maut mengeluarkan bunyi "kreeek...kreeek". Apalagi saya yg jarng bertasbih, bertahlil dan bertahmid. Saya gelisah membayangkannya.

Sunday, 12 July 2015

Perempuan dan laki-laki islam JANGAN PACARAN

Perempuan dan laki-laki islam JANGAN PACARAN, ini berusaha sedikit demi sedikit untuk menjadi Umat Nabi Muhammad SAW.

Karena di dalam islam tidak ada istilah PACARAN..  sedih ketika melihat fenomena yang merebak di kalangan remaja islam ini.
Harusnya mereka tahu jikalau islam tidak pernah mengenal yang namanya pacaran, jika mereka terus melakukan ini sama saja mereka berusaha sedikit demi sedikit untuk meniadakan eksistensi islam.
Ketika Anda islam bertingkahlakulah seperti orang islam. Setau saya.sih islam hanya mengenal siklus seperti ini, khitbah-taaruf-nikah bagi yang mampu tanpa embel-embel pacaran.
Tapi, begitu mengenaskan ketika kita menjadi jomblo untuk menghindari maksiatnya pacaran kita disangka gila bahkan dianggap tidak punya rasa cinta oleh para aktivis pacaran. Menurut saya sih, Orang yang memiliki rasa cinta tidak hanya dipandang dari segi dia memiliki pacar atau tidak. Biadablah cinta,sempitlah arti cinta bila hanya bermakna pacaran.
Bukankah cinta itu suci? Bukankah cinta itu bermakna luas? Cinta tak sekedar berlarut-larut dalam peradaban ikatan saling suka menyukai. Bukan cinta namanya jikalau hanya pentingkan ego dan nafsu, syahwat itu namanya. Yahhh.. memang beginilah hidup di zaman kapitalis, yang taat agama dianggap gila yang langgar agama dianggap pendekar.
Tidak salah lagi, remaja muslim sekarang telah di suguhkan oleh opini sesat, yang melegalkan maksiat atas nama cinta. Sering menemui para remaja yang telah terbius doktrin yahudi yang bertujuan untuk menjadikan sesuatu yang tidak biasa menjadi biasa.
Banyak remaja yang berpacaran di tepi jalan, di dalam kelas, bahkan di atas pohon yang tujuannya untuk menyalurkan birahi mereka dengan nafsu yang membuncah. Harusnya, benar kata teman , Atok. Jangan biarkan orang yang non mengira bahwa islam itu menghalalkan pacaran. Solusinya yah.. jangan pacaran.
memandang menjadi jomblo bukan sebuah pilihan melainkan sebuah kewajiban guna menghindari maksiatnya pacaran. Karena memang islam menganjurkan jangan mengenal cinta sebelum ikatan pernikahan.
Lebih indah mengatakan nikah dulu baru pacaran..