Monday, 16 March 2015

Anggota Ahmadiyah Kebayoran Sentil Presiden Jokowi.

Jakarta - Juru bicara Ahmadiyah cabang Kebayoran, Jakarta Selatan, Darisman, kecewa terhadap visi pluralisme pemerintahan Presiden Joko Widodo. Ia semula berharap Jokowi bisa membuka kebebasan memeluk agama dan menjalankan ibadah terhadap semua umat, termasuk Ahmadiyah.
"Tapi harapan tinggal harapan," kata Darisman saat diskusi buku Sisi Gelap Demokrasi di Menara Energi, Sudirman, Jakarta Selatan, Kamis, 26 Februari 2015.

Darisman dan sebagian besar muslim Ahmadiyah lainnya memilih Jokowi saat pemilihan presiden 2014. Musababnya, ia menilai Koalisi Jokowi relatif berisi tokoh pluralis. Namun, saat Jokowi terpilih menjadi orang paling berkuasa di Indonesia, dia dan kawan-kawannya tetap beribadah secara sembunyi-sembunyi. "Bahkan masjid kami di Ciamis dan Depok masih disegel massa ormas," kata Darisman.

Peneliti Pusat Studi Agama dan Demokrasi Yayasan Paramadina, Samsu Rizal Panggabean, mengatakan kebebasan beragama kini bukanlah barang publik yang dijamin negara. Menurut dia, kebebasan memeluk keyakinan adalah sebuah perjuangan, proses tawar-menawar, dan ajang pertarungan. Rizal juga skeptis Jokowi bisa mewujudkan kondisi masyarakat yang leluasa meyakini kepercayaannya. "Karena kita sekarang ini masuk era demokrasi 'PHP' (pemberi harapan palsu)," katanya.

Direktur Institut Analisis Kebijakan dan Konflik Sidney Jones menjelaskan alasan penegak hukum enggan campur tangan dalam kekerasan atas nama agama. Meski membawa senjata api dan memegang otoritas penuh, kepolisian, kata Sidney, juga khawatir diserang balik oleh kelompok ekstremis.

Selain itu, kata Sidney, dalam beberapa kesempatan, kelompok garis keras itu merupakan mitra kepolisian. "Dan alasan terakhir adalah polisi di daerah tak mendapat instruksi dari atasannya," kata Sidney. Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin membenarkan polisi tak cakap dalam mengatasi konflik agama. "Karena dasar regulasinya memang tak cukup," ujarnya.

sumber : 

Faktanya: Di zaman era Jokowi, koar2 ormas radikal berkurang drastis dibanding era sebelumnya. Artinya, ruang kemunculan mereka enggak dibikin 'gagah' seperti masa SBY. Masjid Depok sudah dibuka. Maksudnya shalat Jumat sudah di dalam masjid. Bukan di halaman. Cuma enggak diberitakan media saja.

Sunday, 15 March 2015

Jangan Salahkan Islam, Salahkanlah Muslim Ekstremis

Sohail Husain MD

Jika kalian seperti kebanyakan orang, kalian tidak akan membenci keimanan seseorang secara inheren. Kita tahu bahwa agama itu bersifat personal. Tetapi, kita juga tidak bisa menghindari berbagai headline berita sekarang yang menayangkan serangkaian kejadian yang melibatkan pelaku yang sama.

Pertama, kebebasan sipil nampaknya sedang dipertaruhkan. Dua Muslim militan yang memiliki keterkaitan dengan Al-Qaida menembaki penghuni di kantor majalah satir Charlie Hebdo di Perancis, sebagai bentuk balasan atas penerbitan kartun yang melecehkan Nabi Muhammad saw. Sementara itu, di Arab Saudi, seorang blogger menghadapi hukuman berat dengan seribu cambukan atas tuduhan samar menghina Islam. Begitu juga boneka salju pun nampak tidak aman, seorang ulama Saudi mengeluarkan fatwa bahwa membuat karakter boneka salju sekarang dilarang.

Di Suriah dan Irak, Isis terus gembar-gembor dengan teror mereka terhadap agama dan etnis minoritas melalui pemenggalan dan pembunuhan berdarah dingin. Mereka tunduk kepada seorang yang mereka sebut sebagai Khalifah, sebuah sebutan yang diberikan kepada pimpinan spiritual setelah berlalunya Nabi Muhammad saw 1400 tahun yang lalu.

Kedua, terdapat serangan gencar terhadap anak-anak dan hak mereka terhadap pendidikan. Taliban Pakistan menyerang sebuah sekolah di jam sekolah di Pakistan Utara saat siang hari dan membunuh 141 orang, kebanyakan korban adalah anak-anak. Di Nigeria, Boko Haram, yang secara harfiah berarti "pendidikan barat dilarang', menculik para anak siswi, menyerang beberapa desa, meledakkan masjid yang dimiliki musuh mereka, dan mereka mengusung Khalifah sendiri, yang memimpin mereka dengan versi 'brutal' pemerintahan Syariah.

Kesamaan umum dari setiap tindakan kekerasan itu adalah semuanya dilakukan oleh Muslim ekstremis dan mengatasnamakan Islam.

islam damai peace

Kemudian, salahkah jika ada kesimpulan bahwa terdapat sesuatu yang tidak beres dengan agama Islam?

Nah, saya ingin menyampaikan disini, kalian tentunya dapat menyalahkan kelompok-kelompok Islam yang menyimpang tersebut, tetapi menyalahkan Islam adalah hal yang keliru.

Mengapa?

Kitab Suci Al-Qur'an telah mengajarkan bahwa "Tidak ada paksaan dalam agama. Sesungguhnya jalan benar itu nyata bedanya dari kesesatan (2:256). Mengenai hubungan yang adil Al-Qur'an telah memerintahkan kepada umat Islam untuk menerapkan keadilan; "janganlah kebencian sesuatu kaum mendorong kamu bertindak tidak adil. Berlakulah adil; itu lebih dekat kepada takwa. (5:8)

Begitupun studi terhadap sisi-sisi kehidupan Nabi Muhammad saw- yang sangat sedikit para penentang lakukan - mengungkapkan bahwa setelah menyatakan kenabiannya Nabi Muhammad saw mengalami banyak penganiayaan pahit dari penduduk kota Mekkah selama 13 tahun, tetapi dihadapi oleh beliau dengan kesabaran tinggi. Setelah hijrah ke Madinahpun beliau diserang oleh tentara Mekkah. Puncaknya, Al-Qur'an akhirnya menyebutkan bahwa Allah mengizinkan umat Islam untuk melawan, tidak saja untuk membela diri tetapi juga untuk menegakkan kebebasan beragama bagi semua agama; mereka diperintahkan untuk melindungi 'biara, gereja, sinagog, dan masjid, dimana didalamnya nama Allah banyak disebut (22:40-41). Jadi ini sama sekali berbeda dari apa yang tertulis di buku panduan atau silabus di madrasah-madrasah kelompok ekstremis.

3 Cara pencegahan

Maka sebagaimana kita mencari cara untuk membasmi ekstremisme dalam Islam, berikut adalah tiga langkah penting yang sering kita lewatkan:

  1. Jangan dukung ekstremisme. Kedengarannya sederhana, tetapi kita benar-benar perlu untuk menghentikan dukungan terhadap ekstremisme, terlepas dari hasil jangka pendek yang didapatkan. Di era 80-an, pemerintah Amerika Serikat memelihara kelompok ekstremis Mujahidin Afganistan sampai memuji mereka sebagai "Freedom Fighters," karena mereka menentang saingannya, Soviet. Hari ini, mereka telah menjelma menjadi Taliban. Jadi Untuk menghindari kerugian jangka panjang, jalan yang terbaik adalah menolak tegas ekstremisme.

  2. Dukunglah yang moderat. Mereka mewakili mayoritas umat Islam yang baik di dunia. Saya misalnya, yang berasal dari Jamaah Muslim Ahmadiyah, pemimpin kami, khalifah Mirza Masroor selalu berpesan tentang perdamaian, yang mana baru-baru ini beliau telah berkeliling dunia termasuk ke Capitol Hill. Beliau percaya pada pemisahan antara negara dan agama dan berada di garis depan dalam mengutuk ekstremisme. Di bawah arahannya, Jamaah saya di Amerika telah meluncurkan sebuah kampanye nasional "Stop CrISIS," yang menyampaikan ceramah-ceramah di kampus-kampus, dengan tujuan untuk memberikan pemahaman tentang prinsip-prinsip Islam yang sebenarnya. Suara Muslim moderat dan pemimpin mereka perlu untuk dibawa ke permukaan. 

  3. Berhenti menyalahkan Nabi Muhammad. Umat Islam menghormati Nabi Muhammad saw melebihi orang lain dan tidak akan membiarkan orang lain mengejek sosok yang mereka cintai tersebut. Setelah peristiwa Charlie Hebdo, beberapa pemimpin muslim, termasuk saya sendiri, sangat mengecam insiden ini sebagai penghinaan terhadap masyarakat dan melawan Islam. Kami menulis secara panjang lebar terhadap kekejaman tersebut dan telah dimuat di media. Terdapat juga tanggapan-tanggapan dari beberapa kalangan lainnya, tetapi sayangnya banyak komentar yang tidak masuk akal. Hal itu meningkatkan jumlah penerbitan Charlie Hebdo yang semakin banyak menerbitkan karikatur yang menghina Nabi. Charlie Hebdo, sebuah majalah yang oleh banyak perkiraan berada di ambang kebangkrutan, dengan sirkulasi sekitar 60.000, kemudian dalam dua minggu mendapat pesanan yang meningkat menjadi lebih dari 6 juta. Pesanan pertama perusahaan yang hampir bangkrut itu bisa diprediksi: mencetak ulang karikatur Nabi Muhammad saw. Lebih dari seratus tahun yang lalu, sebagai tanggapan atas serangan serupa terhadap Nabi Muhammad saw pendiri Jamaah Muslim Ahmadiyah, Mirza Ghulam Ahmad, yang tinggal di India selama pemerintahan Inggris, memohon pemerintah India untuk melakukan moratorium selama beberapa tahun terhadap pernyataan-pernyataan menghina tokoh-tokoh suci agama manapun. Beliau menyarankan kelompok agama harus didorong untuk menjadi tuan rumah dialog antar agama dengan tujuan supaya saling memahami kebajikan masing-masing pendiri agama. Kebijakan ini akan mendorong toleransi dan kerukunan; jadi kalian bisa melakukan debat agama, tetapi jangan ada penghinaan. Saya percaya kita masih memiliki kesempatan. Dan saya menghargai pemimpin seperti Paus Francis yang memberikan pernyataan ketika ditanya tentang peristiwa Charlie Hebdo bahwa kebebasan berpendapat "tidak bisa untuk membuat provokasi,' terutama terhadap agama orang lain. 

Jadi jika kita menyalahkan Islam atau Nabi Muhammad atas masalah yang ditimbulkan oleh beberapa muslim ekstremis pada saat ini maka hal itu akan berarti juga kita harus menyalahkan Kristen atau Yesus untuk inkuisisi Spanyolnya, penyiksaan sistematis yang dilakukan selama berabad-abad, pengusiran dan pemaksaan agama (yang sebagian besar terjadi terhadap Muslim dari Spanyol Selatan). Atau kita harus meminta Kristen bertanggung jawab atas perbudakan terhadap jutaan orang Afrika oleh para majikan Kristen, yang membenarkan tindakan mereka karena menggunakan ayat-ayat Alkitab. Penyalahgunaan agama memiliki sejarah panjang dan luas bahkan diluar Kristen ataupun Islam.

Keimanan adalah hal yang bersifat pribadi. Tujuan utama agama adalah untuk meningkatkan akhlak seseorang. Jadi keliru sekali menyematkan nama buruk terhadap agama lain. Kita memiliki hak untuk menyalahkan Muslim ekstremis, tetapi benar-benar tidak adil jika menyerang Islam atau nabi Muhammad saw.

*Dr Sohail Husain, seorang dokter anak, adalah mantan ketua Khuddam Ahmadiyah Connecticut.

Sumber: www.themuslimtimes.org
Di Postkan Islam-damai.com
Terjemah: Jusman 

Saturday, 14 March 2015

Muezza-Kesayangan Nabi Muhammad Rasulullah Salallahu Alaihi Wa Salam.

Rasulullah s.a.w. Sangat Sayang Terhadap Kucing
Muezza, Nama Kucing Kesayangan Rasulullah S.A.W. :

Banyak kisah-kisah tentang kucing (karena kucing memang binatang yang banyak berkeliaran di sekitar manusia), bahkan Rasulullah S.A.W. sendiri juga memiliki kucing peliharaan yang bernama Muezza. Setiap Rasulullah S.A.W. menerima tamu di rumah, Beliau SELALU menggendong muezza (nama kucingnya) dan di letakkan di pahanya. Beliau pun bahkan berpesan untuk menyayangi kucing peliharaan, layaknya menyanyangi keluarga sendiri.

Salah satu sifat Muezza yang paling Nabi sukai adalah :
Muezza selalu bersuara (mengeong) ketika mendengar adzan, seolah-olah suaranya seperti mengikuti lantunan suara adzan. Pernah juga saat Rasulullah S.A.W. mau mengambil jubahnya dan Muezza ketika itu sedang tidur di atasnya, karena tidak ingin membangunkan kucingnya yang sedang tidur di atas jubahnya, maka Nabi pun memotong belahan lengan yang di tiduri oleh Muezza, betapa sayangnya dan mulianya akhlak Rasulullah S.A.W.

Apabila Rasulullah S.A.W. pulang ke rumah, Muezza terbangun dan menunduk kepada majikannya. Dan sebagai balasan, Rasulullah S.A.W. pun membalas dan menyatakan kasih sayangnya...dengan mengusap lembut ke badan kucing itu. Rasulullah S.A.W. menekankan di beberapa haditsnya, bahwa kucing itu tidaklah najis...dan bahkan diperbolehkan untuk berwudhu dengan menggunakan air bekas minum kucing, karena memang suci.

Catatan tambahan:
•       Tahun 1940-an   -  masih Zaman Walanda, Enin Jalaksana / Kuningan bersama para ibu2 dan bapak2 nya yang guru dan pegawai Kantor Kecamatan Jalaksana dipotret di depan rumah. Para bapak berdiri di belakang, ibu2 duduk di kursi, Enin duduk ditengah sambil memangku kucingnya.
•       Tahun 2014, setelah bercerai dengan suaminya, Ny. T.  yang pernah bekerja di Wisma Zahra Cengkareng kemudian usaha bordiran di Jakarta dan kemudian di Tasik, ia dikawin oleh seorang Bos Daging sapi sebagai istri ke-dua;  ia tinggal di Puncak Bogor yang hidupnya senang karena tugasnya hanya harus memelihara seekor kucing. Kucingnya harus dibawa kemana pun T pergi, yang ditaruh dalam tas khusus. Suaminya ini baru datang sekitar jam 02 pagi (setelah mengantar daging sapi) dan pulang subuh.

.Di Jepang diberitakan baru2 ini, mereka menaruh dan memelihara kucing di kantor untuk meningkatkan gairah kerja pegawai kantornya.

Agar Anak Tidak Menjadi Teroris


Agar Anak Tidak Menjadi Teroris

Betapa hancur hati kedua orangtua, tatkala dikabarkan kepada mereka ternyata anaknya yang selama ini dikenal sebagai anak baik-baik dan pendiam diciduk aparat kepolisian karena terlibat jaringan terorisme. Orangtua yang lain pun shock begitu mendengar anaknya tewas dalam aksi peledakan.
Sementara itu, teman-temannya serasa tidak percaya mendengar berita bahwa anak yang selama ini mereka kenal sebagai anak baik, supel, dan ramah, ternyata terlibat aksi terorisme!!
Demikianlah, betapa menyedihkan. Nyata jaringan terorisme telah berhasil menyeret anak-anak baik dari putra-putra kaum muslimin dalam aksi biadab yang bertentangan dengan agama dan akal sehat tersebut.

Tentunya, kita bertanya-tanya bagaimana anak-anak muslimin bisa terseret jaringan terorisme? Melalui pintu apa terorisme bisa masuk ke alam pikiran mereka sehingga mereka tertarik dan mau mengikutinya?

Pembaca, kaum muslimin yang dirahmati oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala…
Akar munculnya terorisme adalah dari paham sempalan Khawarij. Suatu paham ekstrem dalam beragama, yang membuahkan sikap merasa benar sendiri, kemudian serampangan dalam memahami dan mengamalkan dalil-dalil syariat, lepas dari bimbingan para ulama, yang berujung pada pengkafiran semua pihak yang bertentangan dengan pendapatnya, termasuk mengkafirkan pemerintah kaum muslimin.

Gerakan terorisme yang pertama kali muncul dalam sejarah Islam adalah di akhir masa Khilafah 'Utsman bin 'Affan radhiyallahu 'anhu, yang diprakarsai oleh seorang Yahudi, Abdullah bin Saba', dengan menampilkan slogan keadilan dan benci kezaliman. Sebagai korban pertama kali adalah sang khalifah Utsman bin 'Affan radhiyallahu 'anhu sendiri! Kemudian semakin gencar pada masa kekhalifahan 'Ali bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhu, yang beliau sendiri pun menjadi korban aksi terorisme tersebut. Merekalah kelompok sempalan Khawarij, yang tumbuh menggerogoti dan menghancurkan Islam. Di atas paham mengkafirkan orang-orang yang bertentangan dengan mereka, dan berlanjut menghalalkan darah mereka, terutama pemerintah muslimin, yang telah mereka vonis sebagai pemerintah kafir. Itu semua mereka lakukan atas nama agama.

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam jauh-jauh hari telah memberitakan kemunculan kelompok sesat ini, lengkap dengan ciri-ciri dan sifat-sifatnya. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
سَيَخْرُجُ فِي آخِرِ الزَّمَانِ قَوْمٌ أَحْدَاثُ الْأَسْنَانِ سُفَهَاءُ الْأَحْلاَمِ يَقُوْلُوْنَ مِنْ قَوْلِ خَيْرِ الْبَرِيَّةِ، يَقْرَءُوْنَ الْقُرْآنَ لاَ يُجَاوِزُ حَنَاجِرَهُمْ، يَمْرُقُوْنَ مِنَ الدِّينِ كَمَا يَمْرُقُ السَّهْمُ مِنَ الرَّمِيَّةِ
"Akan keluar di akhir zaman suatu kaum yang muda-muda umurnya, pendek akalnya. Mereka mengatakan ucapan sebaik-baik manusia. Mereka membaca Al-Qur'an, tapi tidak melewati kerongkongan mereka. Mereka melesat (keluar) dari (batas-batas) agama seperti melesatnya anak panah menembus binatang buruannya." (HR. Al-Bukhari no. 3611, 5057, 6930; Muslim no. 1066)
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam menyifati mereka sebagai:

هُمْ شَرُّ الْخَلْقِ وَالْخَلِيْقَةِ

"Mereka adalah sejahat-jahat makhluk." (HR. Muslim no. 1067)
Maka apabila pada anak-anak kaum muslimin ada kecenderungan mengkritisi pemerintah muslimin, selalu menentang kebijakan pemerintah muslimin, bahkan berani memvonis kafir terhadap pemerintah muslimin tanpa bimbingan para ulama, maka hati-hati dan waspadalah! Ini merupakan bibit paham takfir (mudah mengkafirkan kaum muslimin), yang merupakan benih awal untuk seseorang berani menghalalkan darah pemerintah muslimin dan siapapun yang mereka anggap membela dan mendukung pemerintah. Ujung-ujungnya, mengantarkan mereka untuk berani melakukan aksi kekerasan yang dilabeli sebelumnya sebagai jihad. Inilah awal mula seseorang terseret dalam aksi terorisme.

Kesalahan fatal berikutnya, yang mengantarkan anak-anak kaum muslimin untuk tertarik dengan gerakan terorisme adalah semangat berjihad yang besar dan kebencian yang besar terhadap orang-orang kafir, namun tidak disertai dengan pemahaman yang benar tentang apa itu jihad, bagaimana aturan Islam tentang masalah jihad, serta orang kafir manakah yang boleh untuk diperangi?
Tidak diragukan lagi, bahwa jihad merupakan puncak Islam yang tertinggi. Orang-orang kafir adalah musuh-musuh Islam yang harus dibenci dan diperangi oleh kaum muslimin. Namun, dalam agama Islam ada aturan dan tuntunan yang harus dipahami dengan benar dan tidak boleh dilanggar. Hal inilah yang tidak dipahami dengan baik oleh mereka yang terlibat dalam aksi terorisme tersebut. Karena memang di antara sifat dan ciri-ciri mereka adalah pendek akalnya dan cupet (Bhs. Jawa: dangkal) cara pandangnya. Tak heran bila aksi terorisme (baca: kebodohan) yang mereka lakukan tersebut merusak citra Islam dan mencemarkan nama baik kaum muslimin, terkhusus lagi nama baik orang-orang yang istiqamah di atas agamanya.

Sebagai contoh, bahwa dalam syariat Islam tidak semua orang kafir boleh dibunuh. Kafir dzimmi, kafir mu'ahad, dan kafir musta'min, dalam Islam jiwanya terlindungi, tidak boleh dibunuh. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
مَنْ قَتَلَ مُعَاهَدًا لَمْ يَرِحْ رَائِحَةَ الْجَنَّةِ وَإِنَّ رِيْحَهَا لَيُوْجَدُ مِنْ مَسِيْرَةِ أَرْبَعِيْنَ عَامًا
"Barangsiapa membunuh seorang kafir mu'ahad, maka dia tidak akan mencium aroma wangi jannah (surga). (Padahal) sesungguhnya aroma wangi jannah itu didapati (tercium) sejauh perjalanan 40 tahun." (HR. Al-Bukhari no. 3166, 6914, An-Nasa'i no. 4764, Ibnu Majah no. 2736, dan Ahmad 5/36)
Adapun orang kafir yang boleh diperangi dan dibunuh adalah kafir harbi, yaitu orang-orang kafir yang memerangi muslimin, tidak ada antara muslimin dengan mereka perjanjian, dzimmah, tidak pula jaminan keamanan.

Kita perlu waspada pula, apabila seorang mulai kagum dan mengidolakan tokoh-tokoh teroris semacam Usamah bin Laden, Aiman Azh-Zhawahiri, seraya menganggapnya sebagai tokoh ulama besar yang diikuti ucapan dan fatwa-fatwanya. Sebagai contoh, aktor peledakan bom Bali yang bernama Imam Samudra. Dia menganggap tokoh-tokoh teroris panutannya di atas sebagai ulama dan menyejajarkannya dengan para ulama besar Ahlus Sunnah. Padahal, sifat dasar para khawarij, pelaku aksi teror tersebut ,adalah sama sekali lepas dari bimbingan para ulama besar Ahlus Sunnah wal Jama'ah dalam memahami dan mengaplikasikan dalil-dalil syariat.

Lebih rumit lagi, orang-orang yang terlibat dalam jaringan terorisme, ternyata bukanlah orang-orang yang jauh dari agama. Sebaliknya mereka adalah orang yang zhahirnya sangat dekat kepada agama, menampakkan syi'ar-syi'ar Islam dalam penampilan dan pakaian mereka, serta sangat rajin beribadah. Bahkan aksi teror yang mereka lakukan tersebut diyakini dalam rangka memperjuangkan Islam dan merupakan bagian dari ajaran Islam!!

Sikap komitmen terhadap ajaran agama, berpegang teguh kepada Al-Qur'an dan As-Sunnah merupakan sikap yang harus kita jalankan. Tidak boleh bagi kaum muslimin untuk menjauh atau apriori terhadap Islam dan bimbingan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam. Namun sikap berpegang teguh terhadap agama tersebut harus berdasarkan manhaj (metode pemahaman) yang benar, dengan bimbingan para ulama sejati dari kalangan Ahlus Sunnah wal Jama'ah. Alhamdulillah, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam telah meninggalkan umatnya di atas petunjuk yang sangat jelas. Beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam menegaskan:

وَايْمُ اللهِ قَدْ تَرَكْتُكُمْ عَلَى مِثْلِ الْبَيْضَاءِ، لَيْلُهَا وَنَهَارُهَا سَوَاءٌ
"Demi Allah, aku tinggalkan kalian di atas (agama) yang terang-benderang. Kondisi malam dan siangnya sama." (HR. Ibnu Majah no. 5. Lihat Ash-Shahihah no. 688)
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam juga telah menggariskan manhaj yang benar dalam memahami dan mengaplikasikan agama ini, yaitu dengan sabda beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam:

فَإِنَّهُ مَنْ يَعِشْ مِنْكُمْ فَسَيَرَى اخْتَلاَفًا كَثِيْرًا، فَعَلَيْكُمْ بِسُنَّتِي وَسُنَّةِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ الْمَهْدِيِّينَ مِنْ بَعْدِي، عَضُّوْا عَلَيْهَا بِالنَّوَاجِذِ
"Sesungguhnya orang yang hidup di antara kalian (sepeninggalku), dia akan mendapati perselisihan yang banyak. Maka wajib atas kalian untuk berpegang dengan sunnah (bimbingan)ku dan sunnah para Khulafa' Rasyidin sepeninggalku. Gigitlah sunnah tersebut dengan gigi geraham kalian." (HR. 
Abu Dawud no. 4607, At-Tirmidzi no. 2676. Lihat Ash-Shahihah no. 937)

Beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam juga bersabda tentang jalan yang benar dalam memahami Islam:
مَا أَنَا عَلَيْهِ الْيَوْمَ وَأَصْحَابِي
"Jalan/prinsip yang aku (Rasulullah) berada di atasnya hari ini dan juga para sahabatku." (HR. At-Tirmidzi no. 2641, Ath-Thabarani 1/256. Lihat Ash-Shahihah no. 203, 204)
Jika kita tidak memerhatikan prinsip di atas, akan menyebabkan salah dalam memahami dan mengaplikasikan dalil-dalil agama yang membuahkan sikap ekstrem dan menyimpang dalam beragama.

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam telah mencela sikap ekstrem tersebut dalam sabda beliau:
"Binasalah orang-orang yang ekstrem, binasalah orang-orang yang ekstrem, binasalah orang-orang yang ekstrem." (HR. Muslim no. 2670). Wallahu a'lam.

Dikutip dari http://www.Asysyariah.com diambil dari http://www.assalafy.org Penulis : Redaksi Judul: Agar Anak Tidak Menjadi Teroris
Baca risalah terkait:
1.BOM BUNUH DIRI Dilarang Dalam Islam
2.Rambu-rambu Dalam Beragama Agar Tidak Menyimpang
3.Mengenal Kelompok Pertama yang Menyimpang Dalam Islam
4.Demonstrasi (Unjuk rasa) Laki-laki-Perempuan di Jalan-jalan Merupakan Suatu Penentangan Kepada Pemerintah yang Dilarang Rasulullah
5.Titik Akhir Ahlul Hawa Ahli Bid'ah
6.Kewajiban Taat Kepada Pemerintah

Manfaat air Bagi Tubuh


Melakukan aktivitas fisik di luar ruangan atau suhu yang panas memang bisa membuat kita mudah dehidrasi. Tapi, siapa sangka kalau bekerja seharian di ruangan ber-AC tak membuat kita luput dari risiko kekurangan cairan tubuh.

Kondisi yang sejuk dan nyaman seperti di dalam kantor sering membuat seseorang jarang merasa haus sehingga lebih sedikit minum. Padahal, tubuh orang dewasa memerlukan cairan sekitar 2 liter per hari. Makin tinggi aktivitas fisik dan pengeluaran keringat, jumlah air yang dikonsumsi bisa lebih banyak lagi.

Manfaat air Bagi Tubuh

Saat berada pada suhu yang dingin atau ber-AC, para pekerja sering tidak menyadari adanya pengeluaran air melalui keringat. Di ruangan ber-AC, pengeluaran cairan sebagian besar melalui urine atau saluran pencernaan, sangat sedikit melalui keringat.  

"Tidak adanya refleks haus menyebabkan kurangnya asupan cairan," kata dr. Maya Setyawati, spesialis okupasi dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dalam acara talkshow yang diadakan oleh Perhimpunan Spesialis Kedokteran Okupasi Indonesia (PERDOKI) di Jakarta (4/3/15).
JAKARTA, KOMPAS.com — Sebuah laporan terbaru yang ditulis dalam British Medical Journal menjelaskan bahwa tidak ada bukti kalau minum banyak air dapat mencegah beberapa masalah kesehatan dan ancaman dehidrasi.

Bahkan sejumlah ahli kesehatan di Inggris berani mengklaim, anjuran minum delapan gelas air sehari sebagai pepatah yang keliru dan malah justru bisa membahayakan. Menanggapi laporan itu, spesialis penyakit dalam dari Rumah Sakit Mitra Kemayoran Jakarta dr. Candra Wibowo, SpPD, menyatakan bahwa klaim tentang kebutuhan air memang bisa menjadi sangat relatif. Namun, menurut dia, anjuran minum air delapan gelas sehari (sekitar 1500-2000 cc) sudah tepat, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat khususnya di wilayah tropis seperti Indonesia.

"Kalau dikatakan mitos tidak juga. Anjuran minum delapan gelas sehari masih bisa diterima secara keilmiahan," ujarnya, saat ditemui di ruang praktiknya, Senin (18/7/2011). Candra melihat, yang harus digarisbawahi terkait hasil penelitian tersebut adalah  penelitian itu dilakukan di Eropa, bukan di daerah tropis. Seperti diketahui, secara cuaca di negara Eropa jauh lebih dingin dibandingkan Indonesia sehingga wajar jika penelitian tersebut mengklaim anjuran minum delapan gelas air sehari sebagai suatu yang keliru.

"Daerah Eropa mungkin berbeda dengan daerah tropis. Intinya, minum air itu secukupnya," ujarnya.
Lebih lanjut Candra memaparkan, pada dasarnya ginjal dalam setiap tubuh manusia mempunyai otoregulasi (pengaturan  secara otomatis). Jadi, ketika kita haus, kekurangan air, badan akan memberikan feedback negatif ke otak sehingga mendorong kita untuk minum. Begitu pula sebaliknya, kalau kita cukup cairan di dalam badan, kita tidak akan merasa haus. Bahkan, secara otomatis ginjal akan mengeluarkan kelebihan air dalam tubuh melalui urine.

Secara tidak disadari, setiap saat manusia akan kehilangan cairan karena evaporasi (penguapan).  Evaporasi, kata Candra, bisa terjadi ketika orang bernapas, bicara, berkeringat, berkemih (kencing), dan buang air besar sehingga dibutuhkan cairan yang masuk tubuh untuk menggantikannya.
Dia menambahkan, adalah sesuatu yang sangat sederhana untuk mengukur dan mengetahui apakah seseorang sudah cukup atau tidak mengonsumsi air per harinya."Parameternya, kita lihat saja air seninya. Kalau warnanya sudah seperti teh (kuning keruh) kita kurang cairan. Tapi kalau sudah kuning bening, sudah cukup. Enggak perlu minum terlalu banyak," ujarnya.

Kebutuhan cairan setiap orang umumnya berbeda-beda. Menurut Candra, berdasarkan usia, seorang anak membutuhkan lebih banyak cairan dibandingkan orang dewasa dan orangtua. Pada anak-anak kebutuhan air 20-25 cc per kg berat badan per hari, dewasa 15 cc per kg berat badan per hari, sedangkan orang tua 10 cc per kg berat badan per hari.

Candra juga memperingatkan supaya tidak mengonsumsi air minum dalam jumlah yang berlebih. Pasalnya, minum air yang berlebihan bukan membuat ginjal Anda sehat, justru malah akan membuat kerja ginjal menjadi berat. Dalam beberapa penelitian, Candra mengemukakan, kalau kita minum lebih dari 2.810 cc air per hari, dalam konsumsi yang terus-menerus pada akhirnya akan merusak dan menurunkan fungsi ginjal.

"Saya setuju mitos yang mengatakan minum air banyak tidak menyehatkan. Saya selalu mengatakan ke pasien saya, minum banyak itu bisa menurunkan fungsi ginjal karena filtrasinya semakin sering," ujarnya. Salah satu akibat kelebihan asupan air dalam tubuh di antaranya bisa membuat seseorang menjadi tidak sadar karena pembengkakan otak. Hal ini, menurut dia, disebabkan kandungan natrium dalam darah berkurang lantaran lebih banyak air (homeostasis). Namun, hal ini hanya terjadi pada orang-orang yang psikogenik atau mempunyai kelainan ginjal.

"Jadi kalau terlalu banyak minum juga tidak baik. Pada prinsipnya kita tidak boleh makan dan minum yang berlebih. Karena segala sesuatu yang lebih pasti tidak baik," ujarnya. Berkurangnya cairan dalam tubuh tanpa disadari menyebabkan penurunan konsentrasi, kemampuan berpikir, dan kewaspadaan seseorang. Hal ini tentu berpengaruh bagi kualitas kinerja, bahkan keselamat kerja.
Dalam acara tersebut PERDOKI juga meluncurkan buku "Pedoman Kebutuhan Cairan bagi Pekerja agar Tetap Sehat dan Produktif". Dalam buku tersebut dijelaskan anjuran konsumsi air bagi para pekerja sesuai aktivitasnya.

"Melakukan pekerjaan ringan dan berada pada suhu lingkungan yang tidak panas, tubuh membutuhkan paling tidak sebanyak 1,9 liter perhari. Minumlah paling tidak satu gelas air putih setiap setengah jam dalam sehari", katanya. Sementara itu mereka yang bekerja dalam iklam cukup panas, dianjurkan untuk minum segelas air (150-200 ml) setiap 15-20 menit. Lingkungan kerja yang panas atau jenis pekerjaan berat membutuhkan air minum 2,8 liter perhari.

Data badan Pusat Statistik Februari 2014 menyebutkan, Indonesia saat ini memiliki pekerja lebih dari 118 juta orang, sekitar 70 persen bekerja di industri kecil menengah atau sektor informal. "Sebagian besar diantaranya memiliki tingkat pendidikan yang rendah, sehingga belum banyak yang memiliki pengetahuan mengenai fungsi dan kebutuhan air pada pekerja," kata Anung Sugihantoro, Mkes, sebagai Direktur Jenderal Bina Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak, dalam acara yang sama.

Iklim tropis di Indonesia diketahui menyebabkan risiko gangguan kesehatan pada pekerja menjadi lebih tinggi, salah satunya gangguan kesehatan akibat tekanan panas. (Monica Erisanti)

Sumber : KOMPAS.com 

Isis Nyatakan akan Menghancurkan Kabah dan Membunuh Pejiarahnya.

Ankara – Seorang yang diidentifikasi sebagai genk teroris  Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS), yang baru-baru ini menamakan dirinya hanya sebagai Negara Islam, di dalam media sosial Twitter, menyatakan akan menghancurkan Kabah di kota suci Makkah, Arab Saudi, yang merupakan situs paling suci bagi umat Islam sejagat.


Abu Turab al-Mugaddasi, si pemilik akun Twitter dengan atribut ISIS di photo profilenya, berdasarkan yang dilaporkan islamicinvitationturkey.com menyatakan, ISIS sedang persiapan  ke wilayah Arar Arab Saudi melalui gurun Anbar menuju Mekah untuk menghancurkan Kabah tempat suci umat Islam seluruh dunia.
“Jika Allah menghendaki, kami akan membunuh mereka yang menyembah batu di Makkah dan menghancurkan Kabah. Orang-orang yang pergi ke Makkah hanya untuk menyentuh Hajar Aswad, bukan untuk Allah,” tulis anggota ISIS itu di Twiter.
ISIS dikabarkan berencana untuk mengambil alih Kota Arar, Arab Saudi, yang sangat dekat dengan perbatasan Irak. Kota ini dapat ditempuh sekitar lima belas jam dengan berkendara dari Makkah, tempat pelaksanaan ibadah haji di mana semua kaum muslim diharapkan dapat menunaikannya setidaknya sekali.
“Dengan bantuan Allah dan pimpinan kami Syekh Abu Bakr al-Baghdadi, kami akan serang Mekah dan membunuhi orang yang ziarah. Mereka hanya menyembah batu, maka kami akan menghancurkan Kabah,”tulis Abu Turab al-Mugaddasi, di akun twitternya.
Jika memang pernyataan itu dari seorang anggota ISIS, maka ini merupakan hal mengejutkan bahkan bagi mereka, mengingat ISIS telah berusaha untuk meningkatkan perekrutan dari kaum muslim di seluruh dunia dengan menyatakan pemulihan kekhalifahan Islam.

sumber : satuislam.org

mulut anjing jauh lebih santun daripada mulut politisi.

"CINA anjing ... " Begitulah teriak seorang anggota DPRD kepada Gubernur DKI dalam proses mediasi di Kemendagri. Berita di media sosial menengarai teriakan itu datang dari mulut Haji Tubagus Arif, S. Ag. (Sarjana Agama, Sodara-sodara!), anggota DPRD DKI dari Partai Keadilan Sejahtera.



Ucapan, 'Cina, Lu' sendiri sering dipakai untuk menghina etnik Cina di Indonesia. Pengertiannya tidak sekedar kulit kuning dan mata sipit tetapi juga serakah (karena dianggap kaya dan kekayaannya diperoleh dengan cara tidak adil) dan kafir.

Sementara 'Anjing, Lu' adalah makian yang sangat kasar.
Dengan menggandakan hinaan ini, politisi ini seakan menyatakan keyakinan moralnya. Orang seperti Ahok tidak sederajat dengan dirinya karena (1) dia Cina; (2) dia sederajat anjing.

Sikap dan keyakinan seperti ini bukan sesuatu yang aneh di negeri ini. Orang menjadi makin eksklusif. Mereka tidak saja menolak apa saja yang dianggap bukan bagian dari identitasnya. Mereka juga merasa berhak untuk melontarkan hinaan sekeji-kejinya.

Ironisnya, bangunan argumen yang dipakai oleh DPRD DKI untuk menentang Ahok adalah bahwa dia tidak tahu etika dan tidak tahu sopan santun. Tapi kita lihat sendiri, apakah tingkahlaku anggota DPRD ini beretiket dan santun?

Sisi yang baik adalah bahwa Ahok kabarnya menyerap hinaan itu dengan mengatakan, "Daging anjing itu enak ..." Tapi kita tahu dimaki 'Anjing" itu tidak enak. Begitu juga untuk etnik Cina yang dihina kecinaannya. jauh lebih santun daripada mulut politisi ini.
Dan sesungguhnya mulut anjing jauh lebih santun daripada mulut politisi ini.