Saturday, 8 August 2015

Ajaran Mulia Rasulullah SAW Kurangilah Hukuman

Ajaran Rasulullah SAW Kurangilah hukuman pada orang-orang sejauh yang kamu bisa.


Berikanlaah kesempatan pada tiap-tiap pembelaan yang diberikan.. (Ajaran Mulia Rasulullah Saw h.85).

..akan lebih baik bagi hakim untuk salah dalam mengampuni daripada salah dalam menjatuhkan hukuman. (Ajaran Mulia Rasulullah Saw h.850.

..hakim berusaha sebaik mungkin & akhirnya memperoleh keputusan yg tepat mk ia mendapatkan pahala ganda.. (Ajaran Mulia Rasulullah Saw h.85).

Barangsiapa yg menyembunyikan bukti, apabila dipanggil sebagai saksi, maka dia sama seperti telah bersaksi palsu.(Ajaran Mulia Rasulullah Saw h.85).

Kesaksian dari seorang musuh adalah tidak berharga, juga kesaksian anggota keluarganya serta pembantunya. (Ajaran Mulia Rasulullah Saw h.86).

Penuhilah setiap janjimu karena sesungguhnya janji itu pasti diminta pertanggung jawabannya (Q.17:34). (Ajaran Mulia Rasulullah Saw h.86).

Memenuhi janji adalah sebagian dari iman. (Ajaran Mulia Rasulullah Saw h.86).

Buatlah janji hanya dgn nama Allah, berjanjilah dengan hati benar dan penuhilah dengan tepat. (Ajaran Mulia Rasulullah Saw h.87).

Orang yang diberikan kepadanya kewajiban/tugas dituntut untuk melaksanakan tanggung jawabnya. (Ajaran Mulia Rasulullah Saw h.87).

..janganlah membuat janji dengannya yang tidak mampu memenuhinya. (Ajaran Mulia Rasulullah Saw h.87).
-----

Friday, 7 August 2015

Kisah Perjuangan Pemuda Menyelesaikan Kuliah S2

Oleh  @Rhenald Kasali

Seorang mahasiswi mengeluh. Dari SD hingga lulus S-1, ia selalu juara. Namun kini, di program S-2, ia begitu kesulitan menghadapi dosennya yang menyepelekannya. Judul tesisnya selalu ditolak tanpa alasan yang jelas.
Kalau jadwal bertemu dibatalkan sepihak oleh dosen, ia sulit menerimanya.
Sementara itu, teman-temannya, yang cepat selesai, jago mencari celah. Ia menduga, teman-temannya yang tak sepintar dirinya itu "ada main" dengan dosen-dosennya. "Karena mereka tak sepintar aku," ujarnya.

Banyak orangtua yang belum menyadari, di balik nilai-nilai tinggi yang dicapai anak-anaknya semasa sekolah, mereka menyandang persoalan besar: kesombongan dan ketidakmampuan menghadapi kesulitan. Bila hal ini saja tak bisa diatasi, maka masa depan ekonominya pun akan sulit. 

Mungkin inilah yang perlu dilakukan orangtua dan kaum muda: belajar menghadapi realitas dunia orang dewasa, yaitu kesulitan dan rintangan.

Hadiah orangtua
Psikolog Stanford University, Carol Dweck, yang menulis temuan dari eksperimennya dalam buku The New Psychology of Success, menulis, "Hadiah terpenting dan terindah dari orangtua pada anak-anaknya adalah tantangan".

Ya, tantangan. Apakah itu kesulitan-kesulitan hidup, rasa frustrasi dalam memecahkan masalah, sampai kegagalan "membuka pintu", jatuh bangun di usia muda. Ini berbeda dengan pandangan banyak orangtua yang cepat-cepat ingin mengambil masalah yang dihadapi anak-anaknya.

Kesulitan belajar mereka biasanya kita atasi dengan mendatangkan guru-guru les, atau bahkan menyuap sekolah dan guru-gurunya. Bahkan, tak sedikit pejabat mengambil alih tanggung jawab anak-anaknya ketika menghadapi proses hukum karena kelalaian mereka di jalan raya.

Kesalahan mereka membuat kita resah. Masalah mereka adalah masalah kita, bukan milik mereka.
Termasuk di dalamnya adalah rasa bangga orangtua yang berlebihan ketika anak-anaknya mengalami kemudahan dalam belajar dibandingkan rekan-rekannya di sekolah.

Berkebalikan dengan pujian yang dibangga-banggakan, Dweck malah menganjurkan orangtua untuk mengucapkan kalimat seperti ini: "Maafkan Ibu telah membuat segala sesuatu terlalu gampang untukmu, Nak. Soal ini kurang menarik. Bagaimana kalau kita coba yang lebih menantang?"
Jadi, dari kecil, saran Dweck, anak-anak harus dibiasakan dibesarkan dalam alam yang menantang, bukan asal gampang atau digampangkan.

Pujian boleh untuk menyemangati, bukan membuatnya selalu mudah.
Saya teringat masa-masa muda dan kanak-kanak saya yang hampir setiap saat menghadapi kesulitan dan tantangan. Kata reporter sebuah majalah, saya ini termasuk "bengal". Namun ibu saya bilang, saya kreatif. Kakak-kakak saya bilang saya bandel. Namun, otak saya bilang "selalu ada jalan keluar dari setiap kesulitan".

Begitu memasuki dunia dewasa, seorang anak akan melihat dunia yang jauh berbeda dengan masa kanak-kanak. Dunia orang dewasa, sejatinya, banyak keanehannya, tipu-tipunya. Hal gampang bisa dibuat menjadi sulit. Namun, otak saya selalu ingin membalikkannya. Demikianlah, hal-hal sepele sering dibuat orang menjadi masalah besar.

Banyak ilmuwan pintar, tetapi reaktif dan cepat tersinggung. Demikian pula kalau orang sudah senang, apa pun yang kita inginkan selalu bisa diberikan.

Panggung orang dewasa
Dunia orang dewasa itu adalah sebuah panggung besar dengan unfair treatment yang menyakitkan bagi mereka yang dibesarkan dalam kemudahan dan alam yang protektif. Kemudahan-kemudahan yang didapat pada usia muda akan hilang begitu seseorang tamat SMU.

Di dunia kerja, keadaan yang lebih menyakitkan akan mungkin lebih banyak lagi ditemui. Fakta-fakta akan sangat mudah Anda temui bahwa tak semua orang, yang secara akademis hebat, mampu menjadi pejabat atau CEO. Jawabannya hanya satu: hidup seperti ini sungguh menantang.

Tantangan-tantangan itu tak boleh membuat seseorang cepat menyerah atau secara defensif menyatakan para pemenang itu "bodoh", tidak logis, tidak mengerti, dan lain sebagainya. Berkata bahwa hanya kitalah orang yang pintar, yang paling mengerti, hanya akan menunjukkan ketidakberdayaan belaka.  

Dan pernyataan ini hanya keluar dari orang pintar yang miskin perspektif, dan kurang menghadapi ujian yang sesungguhnya.

Dalam banyak kesempatan, kita menyaksikan banyak orang-orang pintar menjadi tampak bodoh karena ia memang bodoh mengelola kesulitan. Ia hanya pandai berkelit atau ngoceh-ngoceh di belakang panggung, bersungut-sungut karena kini tak ada lagi orang dewasa yang mengambil alih kesulitan yang ia hadapi.

Di Universitas Indonesia, saya membentuk mahasiswa-mahasiswa saya agar berani menghadapi tantangan dengan cara satu orang pergi ke satu negara tanpa ditemani satu orang pun agar berani menghadapi kesulitan, kesasar, ketinggalan pesawat, atau kehabisan uang.

Namun lagi-lagi orangtua sering mengintervensi mereka dengan mencarikan travel agent, memberikan paket tur, uang jajan dalam jumlah besar, menitipkan perjalanan pada teman di luar negeri, menyediakan penginapan yang aman, dan lain sebagainya. Padahal, anak-anak itu hanya butuh satu kesempatan: bagaimana menghadapi kesulitan dengan caranya sendiri.

Hidup yang indah adalah hidup dalam alam sebenarnya, yaitu alam yang penuh tantangan. Dan inilah esensi perekonomian abad ke-21: bergejolak, ketidakpastian, dan membuat manusia menghadapi ambiguitas. Namun dalam kondisi seperti itulah sesungguhnya manusia berpikir. Dan ketika kita berpikir, tampaklah pintu-pintu baru terbuka, saat pintu-pintu hafalan kita tertutup.

Jadi inilah yang mengakibatkan banyak sekali orang pintar sulit dalam menghadapi kesulitan. Maka dari itu, pesan Carol Dweck, dari apa yang saya renungi, sebenarnya sederhana saja: orangtua, jangan cepat-cepat merampas kesulitan yang dihadapi anak-anakmu. Sebaliknya, berilah mereka kesempatan untuk menghadapi tantangan dan kesulitan.

Thursday, 6 August 2015

Wanita Muslim Wajib Menjaga Auratnya Sesuai Ajaran Nabi Muhammad SAW

Janganlah memperlihatkan aurat, begitu pula jangan melihat aurat seseorang yg masih hidup/yg sudah mati. (Ajaran Mulia Rasulullah Saw h.74).

Jgnlah bahkan utk mendekati perzinahan,sebab sesungguhnya zinah itu perbuatan yg keji & cara hidup setan..(Ajaran Mulia Rasulullah Saw h.74).

Perzinahan membawa kepada kemelaratan. (Ajaran Mulia Rasulullah Saw h.74).

Perzinahan mata adalah pandangan yang penuh nafsu (birahi). (Ajaran Mulia Rasulullah Saw h.74).

Perzinahan lidah adalah berbicara cabul. (Ajaran Mulia Rasulullah Saw h.75).

Ada dua dosa yg oleh Allah menghukumnya langsung di dunia ini jg; kezaliman & durhaka terhadap orang tua. (Ajaran Mulia Rasulullah Saw h.75).

.. merebut sekecil apapun tanah dgn tidak adil akan membawa beban 7 kali dipundaknya pd Hari Pembalasan. (Ajaran Mulia Rasulullah Saw h.76).

Allah akan menghukum berat orang2 yg melukai orang lain dan akan mengerasi orang2 yg keras kpd orang lain.(Ajaran Mulia Rasulullah Saw h.76).

Berhati-hatilah terhadap tangisan orang2 yg tertindas karena tidak ada jarak pemisah antaranya dan Allah. (Ajaran Mulia Rasulullah Saw h.76).

Tangisan seorang yang tertindas akan sampai kepada Allah walaupun ia seorang pendosa..(Ajaran Mulia Rasulullah Saw h.76).
-----

Wednesday, 5 August 2015

Umat Muslim Wajib Bersyukur Kepadal Allah SWT Dalam Kehidupannya.

Barangsiapa yg tdk bersyukur kepada manusia, dia juga tidak bersyukur kepada Allah. (Ajaran Mulia Rasulullah Saw h.73).

Satu cara menyatakan syukur atas suatu berkah adalah dengan menceritakannya. (Ajaran Mulia Rasulullah Saw h.73).

Katakanlah pada laki-laki yang beriman hendaklah menahan pandangannya dan menjaga kehormatanya.. (Ajaran Mulia Rasulullah Saw h.73).

Kesederhanaan merupakan sebagian dari iman. (Ajaran Mulia Rasulullah Saw h.73).

Setiap keimanan dicirikan oleh beberapa kwalitas moral, ciri Islam adalah kesederhanaan. (Ajaran Mulia Rasulullah Saw h.73).

Kesederhanaan dan keimanan adalah sejalan, apabila salah satu berpisah yang lain mengikutinya. (Ajaran Mulia Rasulullah Saw h.73).

Kesederhanaan adalah budi pekerti yang sempurna. (Ajaran Mulia Rasulullah Saw h.73).

Barangsiapa yang tidak merasa malu pada manusia, juga tidak merasa malu pada Allah. (Ajaran Mulia Rasulullah Saw h.73).

Kesederhanaan dan tidak banyak bicara adalah dua ciri keimanan.. (Ajaran Mulia Rasulullah Saw h.74).

..kesombongan dan membual adalah tanda kemunafikan. (Ajaran Mulia Rasulullah Saw h.74)
-----

Tuesday, 4 August 2015

Ketika Wanita Muslim Memutuskan Untuk Menggunakan Hijab

Sejak memutuskan untuk berjilbab, sosok Sandrina Malakiano tak lagi membawakan berita, Ia menghilang.
Metro TV tempat ia bekerja dikecam karena melarang Sandrina Malakiano mengenakan jilbab pada saat siaran, meskipun Sandrina sudah memperjuangkannya selama berbulan-bulan dengan mengajak jajaran pimpinan level atas Metro TV berdiskusi panjang. Larangan inilah, alasan Sandrina keluar dari Metro TV.

(Curhat dari seorang Sandrina Malakiano dari Facebook-nya Sandrina Malakiano Fatah)
Setiap kali sebuah musibah datang, maka sangat boleh jadi di belakangnya sesungguhnya menguntit berkah yang belum kelihatan. Saya sendiri yakin bahwa " sebagaimana Islam mengajarkan " di balik kebaikan boleh jadi tersembunyi keburukan dan di balik keburukan boleh jadi tersembunyi kebaikan.

Saya sendiri membuktikan itu dalam kaitan dengan keputusan memakai hijab sejak pulang berhaji di awal 2006. Segera setelah keputusan itu saya buat, sesuai dugaan, ujian pertama datang dari tempat saya bekerja, Metro TV.

Sekalipun tanpa dilandasi aturan tertulis, saya tidak diperkenankan untuk siaran karena berjilbab. Pimpinan Metro TV sebetulnya sudah mengijinkan saya siaran dengan jilbab asalkan di luar studio, setelah berbulan-bulan saya memperjuangkan izinnya. Tapi, mereka yang mengelola langsung beragam tayangan di Metro TV menghambat saya di tingkat yang lebih operasional. Akhirnya, setelah enam bulan saya berjuang, bernegosiasi, dan mengajak diskusi panjang sejumlah orang dalam jajaran pimpinan level atas dan tengah di Metro TV, saya merasa pintu memang sudah ditutup.

Sementara itu, sebagai penyiar utama saya mendapatkan gaji yang tinggi. Untuk menghindari fitnah sebagai orang yang makan gaji buta, akhirnya saya memutuskan untuk cuti di luar tanggungan selama proses negosiasi berlangsung. Maka, selama enam bulan saya tak memperoleh penghasilan, tapi dengan status yang tetap terikat pada institusi Metro TV.

Setelah berlama-lama dalam posisi yang tak jelas dan tak melihat ada sinar di ujung lorong yang gelap, akhirnya saya mengundurkan diri. Pengunduran diri ini adalah sebuah keputusan besar yang mesti saya buat. Saya amat mencintai pekerjaan saya sebagai reporter dan presenter berita serta kemudian sebagai anchor di televisi. Saya sudah menggeluti pekerjaan yang amat saya cintai ini sejak di TVRI Denpasar, ANTV, sebagai freelance untuk sejumlah jaringan TV internasional, TVRI Pusat, dan kemudian Metro TV selama 15 tahun, ketika saya kehilangan pekerjaan itu. Maka, ini adalah sebuah musibah besar bagi saya.

Tetapi, dengan penuh keyakinan bahwa Allah akan memberi saya yang terbaik dan bahwa dunia tak selebar daun Metro TV, saya bergeming dengan keputusan itu. Saya yakin di balik musibah itu, saya akan mendapat berkah dari-Nya.

Hikmah Berjilbab
Benar saja. Sekitar satu tahun setelah saya mundur dari Metro TV, ibu saya terkena radang pankreas akut dan mesti dirawat intensif di rumah sakit. Saya tak bisa membayangkan, jika saja saya masih aktif di Metro TV, bagaimana mungkin saya bisa mendampingi Ibu selama 47 hari di rumah sakit hingga Allah memanggilnya pulang pada 28 Mei 2007 itu. Bagaimana mungkin saya bisa menemaninya selama 28 hari di ruang rawat inap biasa, menungguinya di luar ruang operasi besar serta dua hari di ruang ICU, dan kemudian 17 hari di ruang ICCU?

Hikmah lain yang saya sungguh syukuri adalah karena berjilbab saya mendapat kesempatan untuk mempelajari Islam secara lebih baik. Kesempatan ini datang antara lain melalui beragam acara bercorak keagamaan yang saya asuh di beberapa stasiun TV. Metro TV sendiri memberi saya kesempatan sebagai tenaga kontrak untuk menjadi host dalam acara pamer cakap (talkshow) selama bulan Ramadhan.

Karena itulah, saya beroleh kesempatan untuk menjadi teman dialog para profesor di acara Ensiklopedi Al Quran selama Ramadhan tahun lalu, misalnya. Saya pun mendapatkan banyak sekali pelajaran dan pemahaman baru tentang agama dan keberagamaan. Islam tampil makin atraktif, dalam bentuknya yang tak bisa saya bayangkan sebelumnya. Saya bertemu Islam yang hanif, membebaskan, toleran, memanusiakan manusia, mengagungkan ibu dan kaum perempuan, penuh penghargaan terhadap kemajemukan, dan melindungi minoritas.

Saya sama sekali tak merasa bahwa saya sudah berislam secara baik dan mendalam. Tidak sama sekali. Berjilbab pun, perlu saya tegaskan, bukanlah sebuah proklamasi tentang kesempurnaan beragama atau tentang kesucian. Berjibab adalah upaya yang amat personal untuk memilih kenyamanan hidup.
Berjilbab adalah sebuah perangkat untuk memperbaiki diri tanpa perlu mempublikasikan segenap kebaikan itu pada orang lain. Berjilbab pada akhirnya adalah sebuah pilihan personal. Saya menghormati pilihan personal orang lain untuk tidak berjilbab atau bahkan untuk berpakaian seminim yang ia mau atas nama kenyamanan personal mereka. Tapi, karena sebab itu, wajar saja jika saya menuntut penghormatan serupa dari siapapun atas pilihan saya menggunakan jilbab.

Hikmah lainnya adalah saya menjadi tahu bahwa "fundamentalisme" bisa tumbuh di mana saja. Ia bisa tumbuh kuat di kalangan yang disebut puritan. Ia juga ternyata bisa berkembang di kalangan yang mengaku dirinya liberal dalam berislam.

Tak lama setelah berjilbab, di tengah proses bernegosiasi dengan Metro TV, saya menemani suami untuk bertemu dengan Profesor William Liddle " seseorang yang senantiasa kami perlakukan penuh hormat sebagai sahabat, mentor, bahkan kadang-kadang orang tua " di sebuah lembaga nirlaba. Di sana kami juga bertemu dengan sejumlah teman, yang dikenali publik sebagai tokoh-tokoh liberal dalam berislam.
Saya terkejut mendengar komentar-komentar mereka tentang keputusan saya berjilbab. Dengan nada sedikit melecehkan, mereka memberikan sejumlah komentar buruk, sambil seolah-olah membenarkan keputusan Metro TV untuk melarang saya siaran karena berjilbab. Salah satu komentar mereka yang masih lekat dalam ingatan saya adalah, Kamu tersesat. Semoga segera kembali ke jalan yang benar.

Saya sungguh terkejut karena sikap mereka bertentangan secara diametral dengan gagasan-gagasan yang konon mereka perjuangkan, yaitu pembebasan manusia dan penghargaan hak-hak dasar setiap orang di tengah kemajemukan.

Bagaimana mungkin mereka tak faham bahwa berjilbab adalah hak yang dimiliki oleh setiap perempuan yang memutuskan memakainya? Bagaimana mereka tak mengerti bahwa jika sebuah stasiun TV membolehkan perempuan berpakaian minim untuk tampil atas alasan hak asasi, mereka juga semestinya membolehkan seorang perempuan berjilbab untuk memperoleh hak setara? Bagaimana mungkin mereka memiliki pikiran bahwa dengan kepala yang ditutupi jilbab maka kecerdasan seorang perempuan langsung meredup dan otaknya mengkeret mengecil?

Bersama suami, saya kemudian menyimpulkan bahwa fundamentalisme "mungkin dalam bentuknya yang lebih berbahaya" ternyata bisa bersemayam di kepala orang-orang yang mengaku liberal.

Wahai Umat Muslim Zaman Akhir, Sangat Berat Malakukan Perjalanan Ke Mesjid

Wahai umat Muslim Perjalanan terjauh dan terberat adalah perjalanan ke MASJID.

Betapa banyak orang yg kaya raya tidak sanggup utk mengerjakannya. Jangankan sehari lima waktu, seminggu sekali pun terlupa. Tidak jarang pula seumur hidup, tidak pernah singgah ke sana.

Orang pintar dan pandai pun sering tidak mampu melkukannya. Walaupun mereka mampu mencari ilmu hingga ke universitasdi Eropa,Australia ataupun Amerika.

Mampu melangkahkan kaki ke Jepang,cina dan Korea dgn semangat yg membara,namun ke masjid, tetap saja perjalanan yg tidak mampu mereka tempuh, walaupun telah bergelar Dr. Filsafat
Pemuda yg kuat dan bertubuh sehat yg mampu menakluki puncak Gunung Guntur Garut dan Cikuray garut juga Everest pun sering mengeluh ketika diajak ke masjid.

Alasan mereka pun beragam. Ada yg berkata sebentar lagi, ada yg berkata takut dikata alim.
Maka berbahagialah dirimu wahai anakku. Bila dari kecil engkau telah terbiasa melangkahkan kaki ke masjid.

Karena Bagi kami, sejauh manapun engkau melangkahkan kaki, tidak ada perjalanan yg paling kami banggakan selain daripada perjalananmu ke masjid.

Biar ku beritahu rahasianya kepadamu. Sejatinya perjalananmu ke masjid adalah perjalanan utk menemui Rabmu. Itulah perjalanan yg diajarkan oleh nabi serta perjalanan yg akan membedakanmu dengan orang-orang yg lupa akan Rabnya.

Maka lakukanlah walaupun engkau harus merangkak dalam gelap subuh, demi mengenal Rabbmu.
Silakan SUKA dan BAGIKAN

Rasulullah SAW mengajarkan Janganlah Berlebihan dalam Memakan Sesuatu.


Adalah sesuatu yang berlebihan untuk memakan apa saja yang kamu sukai. (Ajaran Mulia Rasulullah Saw h.79).

Adalah baik bagimu untuk (sering) memberikan sesuatu. (Ajaran Mulia Rasulullah Saw h.79).

Kehidupan seseorang terus mengikutinya seperti juga halnya dengan kematiannya. (Ajaran Mulia Rasulullah Saw h.79).

Kasih sayang-Ku mencakup semuanya (Q.7:156). (Ajaran Mulia Rasulullah Saw h.79)

Barangsiapa yang memaafkan dan berdamai maka pahalanya ada di sisi Allah (Q.42:41). (Ajaran Mulia Rasulullah Saw h.79).

Sifat kasih sayang (Allah) dapat diperoleh oleh setiap orang kecuali orang yang merugi. (Ajaran Mulia Rasulullah Saw h.79).

Hai orang2 yg beriman taatilah Allah & taatilah RasulNya & Ulil Amri (Penguasa) diantara kamu. (Q.4:60). (Ajaran Mulia Rasulullah Saw h.80).

Seorang muslim harus mentaati peraturan-peraturan pemerintah kecuali yang menyuruh ingkar kepada Allah. (Ajaran Mulia Rasulullah Saw h.80).

Apabila seorang penguasa berlaku semena-mena (lalim) maka berarti setan telah mengendalikannya. (Ajaran Mulia Rasulullah Saw h.81).

Ya Allah, timpakanlah kesukaran2 pd orang yg apabila diberi kekuasaan thdp umatku,ia berlaku keras/kejam..(Ajaran Mulia Rasulullah Saw h.81).