Sunday, 19 July 2015

Ajaran Yang Mulia Rasulullah SAW Tentang Tatacara Memotong Kuku.

Ajaran Yang Mulia Rasulullah SAW Tentang Tatacara Memotong Kuku.

Ada sebagian diantara kalian yg mencari kebaikan tetapi membiarkan kukunya tumbuh seperti cakar burung.. (Ajaran Mulia Rasulullah Saw h.40).

..laki2 yg tdk mencukur bulu badannya yg berlebihan&tdk merapikan kuku&kumisnya,bukan termasuk golonganku.(Ajaran Mulia Rasulullah Saw h.40).

..pergi tidur selagi tanganya berbau makanan, maka hny bagi dirinyalah kesalahan & kerugian ditimpakan. (Ajaran Mulia Rasulullah Saw h.40).

Jika kamu mendengar adanya wabah penyakit menular di suatu daerah menjauhlah dari sana.. (Ajaran Mulia Rasulullah Saw h.41).

Terdapat 2 nikmat yang tidak dimanfaatkan oleh seseorang secara penuh (maksimal): kesehatan & waktu luang.(Ajaran Mulia Rasulullah Saw h.41).

Pakailah pakaianmu dan jangan keluar rumah tanpa menutup auratmu. (Ajaran Mulia Rasulullah Saw h.41).

Berbusanalah dgn baik & hiasilah binatang tungganganmu dgn baik, shg kamu akan dibedakan diantara orang2..(Ajaran Mulia Rasulullah Saw h.42).

Memakai pakaian putih adalah yg terbaik, dan kafani mayatmu juga dengan warna ini. (Ajaran Mulia Rasulullah Saw h.42).


Ketika Allah mengarunaiai kemakmuran bagimu, kamu harus menampakkan tanda-tanda kemurahan dan rahmat-Nya. (Ajaran Mulia Rasulullah Saw h.42)
Rasulullah Saw mencela laki-laki yang memakai pakaian wanita dan wanita yang memakai pakaian laki-laki. (Ajaran Mulia Rasulullah Saw h.42)

Saturday, 18 July 2015

Wikileaks Ungkapkan Bukti Saudi Menekan pemerintah dan MUI untuk menghabisi Ahmadiyah di Indonesia

Wikileaks Ungkapkan Bukti Saudi Menekan pemerintah dan MUI untuk menghabisi Ahmadiyah.

Oleh Ade Armando*
Dugaan bahwa pemerintah Arab Saudi terlibat dalam beragam bentuk penindasan berbasis agama di Indonesia mendapat dukungan bukti baru. Wikileaks baru saja mempublikasikan bocoran komunikasi rahasia Kerajaan Arab saudi yang menunjukkan bahwa pemerintah Saudi  menekan pemerintah Indonesia dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk menghabisi Ahmadiyah. Pemerintah Saudi bahkan juga menyuap media di Indonesia untuk mencapai tujuan itu.

Informasi rahasia ini terungkap saat Wikileaks pekan lalu mempublikasikan lebih dari 600 ribu dokumen rahasia surat elektonik atau telegram pemerintah Saudi di seluruh dunia.

Organisasi rahasia yang dipimpin Julian Assange ini memang secara rutin membocorkan informasi-informasi rahasia yang berhasil mereka sadap untuk membongkar kejahatan pemerintah maupun perusahaan raksasa di berbagai negara.

Kali ini yang mereka ungkapkan adalah korespondensi rahasia antara berbagai kedutaan besar Saudi di seluruh dunia dengan Kementerian Luar Negeri  dan istana Saudi.

Khusus mengenai Indonesia, ditemukan dua surat yang menunjukkan peran Saudi dalam menekan Ahmadiyah.

Surat pertama pada 14 Maret 2012 dibuat oleh almarhum Pangeran Naif bin Abdil Aziz sebagai respons terhadap sejumlah surat dan laporan yang diterimanya dari Pimpinan Mahkamah Kerajaan, Menteri Luar Negeri dan Kedutaan Besar Saudi di Jakarta terkait dengan kegiatan Ahmadiyah di Indonesia.

Di dalam surat itu terbaca rencana kerjasama Majelis Tinggi Urusan Agama Kerajaan Saudi dengan Kementerian Luar Negeri, Kementerian Agama dan Majelis Ulama Indonesia untuk menghentikan penyebaran Ahmadiyah di Indonesia.

Dalam surat itu juga terbaca pernyataan bahwa "Kedutaan Besar Saudi di Jakarta harus menjelaskan bahaya Ahmadiyah pada pemerintah Indonesia".

Pada 23 April 2012, hanay satu bulan setelah surat Pangeran naïf itu, terjadi serangan brutal gerombolan warga terhadap sebuah masjid Ahmadiyah di desa Cipakat, Singaparna, Jawa Barat. Serangan itu dilakukan setidaknya 80 pria yang membawa simbol Islam.

Surat kedua datang dari Raja Saudi Abdullah bin Abdulaziz Al Saud tertanggal 15 Mei 2012 yang merupakan kelanjutan surat Pangeran Naïf.

Dalam surat kedua ini, terbaca instruksi Raja Abdullah agar Pangeran Naif melakukan hal-hal yang diperlukan terkait keberadaan Ahmadiyah di Indonesia, antara lain:
Pertama,  Kedutaan Besar Kerajaan Saudi di Jakarta diminta terus memonitor perkembangan Ahmadiyah di Indonesia.

Kedua, Kementerian Luar Negeri Saudi diminta menasehati organisasi Islam Internasional (mungkin maksudnya Organisasi Konferensi/Kerjasama Islam) untuk mengeluarkan pernyataan yang menjelaskan sikap mereka tentang keberadaan komunitas Ahmadiyah di Indonesia.
Ketiga, Kementerian Agama Saudi meminta dukungan para ulama.

Keempat, meminta Rabtihah al-Alam Islami(Liga Dunia Muslim berbasis Mekkah) untuk memperingatkan bahaya Ahmadiyah dan ideologi mereka, seraya menghindari tindak kekerasan terhadap anggotanya.

Kelima, Kedutaan Besar Saudi melanjutkan dukungan pada MUI untuk menjalankan Dakwah Islam dalam rangka menghadapi komunitas Ahmadiyah.

Keenam, Kedutaan Besar Saudi menyampaikan pada pemerintah Indonesia tentang sikap Saudi terhadap Ahmadiyah.

Ketika korespondensi dilakukan, Pangeran Naif berposisi sebagai Wakil Perdana Menteri dan Ketua Majelis Agung Urusan Agama. Ia meninggal pada Juni 2012. Raja Abdullah sendiri meninggal pada Januari 2015, pada usia 90 tahun.

Setelah Raja Abdullah wafat, saudaranya Salman bin Abdulaziz menjadi Raja Saudi. Pada April 2015, Raja Salman menunjuk Muhammad bin Nayef, yang adalah putra Pangrean Naif, untuk menjadi Putra Mahkota Kerajaan yang menjadikan dirinya sebagai kandidat utama pengganti Raja Salman di kemudian hari.

Bocornya kedua surat rahasia ini menunjukkan bahwa kecurigaan bahwa pemerintah Saudi terlibat dalam upaya penyingkiran Ahmadiyah dari Indonesia dalam satu dekade terakhir ini tidaklah mengada-ada. Kendatipun kedua surat tersebut merujuk pada korespondensi 2012, namun ini tak berarti upaya serupa tak dilakukan pemerintah Saudi di tahun-tahun sebelumnya.

Serangan terhadap Ahmadiyah memang terus meningkat dan nyata-nyata didukung oleh MUI dan pejabat pemerintah di masa pra Jokowi. Menteri Agama Suryadharma Ali yang kini tersangkut kasus korupsi di masa menjabat pernah menyatakan bahwa Ahmadiyah harus dibubarkan agar masalah tidak berlarut-larut. Sampai saat ini ratusan jemaat Ahmadiyah masih hidup menderita di kamp Transito, Mataram, Nusa Tenggara Barat, setelah perkampungan mereka diluluhlantakkan kaum ekstremis. Pada Februari 2011,  tiga jemaat Ahmadiyah dibantai di Cikeusik, Tasikmalaya. Bahkan saat ini, masjid Ahmadiyah di Jakarta disegel atas perintah pemerintah daerah.

Pemerintah Saudi juga dikenal sangat murah hati menyalurkan uang untuk mempengaruhi kelompok-kelompok strategis. Kedutaan Saudi diketahui membiayai renovasi masjid Universitas Indonesia di Salemba, Jakarta sehingga nampak megah. Namun di sisi lain, kerajaan Saudi mensyaratkan agar setiap penceramah yang akan tampil bicara di masjid tersebut – termasuk dalam Shalat Jumat – harus memperoleh persetujuan Kedutaan Saudi terlebih dahulu. Untuk kemurahan hati itu, Raja Abdullah almarhum memperoleh gelar Doktor Honoris Causa dari Universitas Indonesia.

Dalam surat yang dibocorkan Wikileaks itu  juga terungkap bahwa Kerajaan Saudi mengucurkan dana ke berbagai suratkabar dan majalah Indonesia, dengan kisaran 3.000 dolar AS sampai 10.000 dolar AS per media. Bahkan ada kalimat yang menunjukkan bahwa Kementerian Komunikasi dan Kebudayaan Saudi berusaha menyuap Kompas dan Jakarta Post dengan cara berlangganan secara massif kedua suratkabar tersebut.

Bila apa yang dibocorkan ini benar, peran pemerintah Saudi terhadap kondisi agama di Indonesia ini tentu memalukan. Apalagi bila terbukti Saudi memang menyuap MUI, UI dan media massa.  Karena itu, masyarakat Indonesia nampaknya harus ekstra hati-hati dengan Kerajaan yang sering mengklaim diri sebagai Penjaga Islam ini.

(sumber: www.rabwah.net)
*Ade Armando adalah Pemimpin Redaksi Madina Online dan Dosen Komunikasi FISIP Universitas Indonesia

Friday, 17 July 2015

Ramadhan: Perubahan Diri Dan Tanggung Jawab Seorang Muslim

Tentang: Ramadhan: Perubahan Diri Dan Tanggung Jawab Seorang Muslim.

Allah Ta'ala menghendaki agar kecintaan, kedamaian dan persaudaraan di kalangan manusia tersebar di seluruh dunia, manusia menjadi terbebas dari jeratan syaithan dan dunia ini menjadi seperti surga.
Ini adalah alasan Allah Ta'ala mengutus para nabi dan Hadhrat Rasulullah saw merupakan yang paling sempurna di antara mereka dalam mengajarkan kepada manusia bagaimana menjadi hamba sejati Allah Ta'ala.

Beliau saw mengajarkan bahwa jika surga dicari di dunia ini, maka pertama-tama dunia ini harus menjadi surga dan jadilah seperti mereka yang Allah Ta'ala telah firmankan di dalam Al-Quran, فَادْخُلِي فِي عِبَادِي وَادْخُلِي جَنَّتِي "Maka masuklah dalam hamba-hamba-Ku dan masuklah ke dalam surga-Ku" [Al-Fajr, 89:30-31].

Ramadhan membawa kabar suka bahwa selama bulan ini pintu-pintu surga akan terbuka sedangkan pintu-pintu neraka akan tertutup dan Allah Ta'ala senantiasa mendatangi para hamba-Nya.
Memang, Allah Ta'ala dekat dengan hamba-Nya setiap saat. Namun maksudnya di sini adalah bahwa Dia senantiasa meninggikan ganjaran untuk kebaikan yang dilakukan di bulan ini.

Setiap Ahmadi, yang merupakan seorang Muslim sejati, yang telah berbaiat kepada Hadhrat Masih Mau'ud as untuk menjadi hamba Allah Ta'ala, perlu meninggalkan segala kesombongan dan keakuan, mengakhiri keasingan dan menciptakan perbaikan dan menyebarkan kedamaian dengan kerendahan hati di rumah dan di masyarakat.

Sumber.
Kutipan Ringkasan Khutbah Jum'at, 26 Juni 2015
Sayyidina Amirul Mu'minin, Hadhrat Mirza Masroor Ahmadi
Khalifatul Masih al-Khaamis ayyadahullaahu Ta'ala binashrihil 'aziiz .
Penerjemah: Hafizurrahman.

Thursday, 16 July 2015

Pesan Puasa Ramadhan Bagi Umat Islam Dalam Menyambut Idul Fitri 1436 H

Pesan Puasa Ramadhan Bagi Umat Muslim Akhir Zaman dan Sambut Labaran Yang Fitri 1436 H.

Andai Ramadhan bisa berpesan pada kita, maka inilah yang mungkin akan disampaikannya:.

👉Pesan pertama: setelah aku pergi, jangan kau lupakan aku (puasa) karena aku akan datang kembali menghampirimu selama 6 hari di bulan Syawal itu tiada lain agar aku dan kamu senantiasa dekat, aku akan lebih dekat lagi ketika kau melaksanakan puasa Senin dan Kamis, atau puasa ayyâmul baidh (tanggal 13,14, dan 15 setiap bulan qamariyah), puasa Arafah, puasa Asyura, bahkan Rasulullah SAW menganjurkan untuk melaksanakan puasa Daud (sehari berpuasa sehari berbuka). Itu semua tiada lain agar kau selalu mengingatku, sehingga aku pasti menunggumu di pintu ar Rayyân.

👉Pesan kedua: setelah aku pergi, jangan kau biarkan kitab suci Alquran bersampulkan debu, buatlah jadwal agar kamu bisa tetap membacanya seperti sediakala ketika aku ada bersamamu.

Ketahuilah bahwa Alquran itu salah satu gizi hatimu, dan Alquran merupakan salah satu yang dapat memberimu syafaat kelak. 

Sebagaimana sabda Rasulullah SAW : "Puasa dan Alquran itu akan memberikan syafa'at kepada hamba di hari kiamat. Puasa akan berkata, 'Ya Rabbi, aku telah menghalanginya dari makan dan syahwat, maka perkenankanlah aku memberikan syafa'at untuknya.' 

Sedangkan Alquran akan berkata, 'Ya Rabbi, aku telah menghalanginya dari tidur di malam hari, maka perkenankanlah aku memberikan syafa'at untuknya.' Maka Allah SWT memperkenankan keduanya memberikan syafa'at." (HR Imam Ahmad dan Ath-Thabrani).

👉Pesan ketiga: setelah aku pergi, jangan kau tinggalkan shalat malam walaupun kamu sanggup hanya melakukan beberapa rakaat saja, sungguh shalat malam mampu mendekatkanmu dengan Raja-ku.

👉Pesan keempat: setelah aku pergi, jangan kau tinggalkan kebaikan-kebaikan yang sudah kamu lakukan di saat aku ada di sisimu, ketahuilah bahwasanya Raja-ku senantiasa mencintai satu amalan kebaikan yang dilakukan tanpa henti walaupun itu sedikit. Sebagaimana sebuah hadis dari 'Aisyah RA, beliau mengatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda "Amalan yang paling dicintai oleh Allah Ta'ala adalah amalan yang kontinu walaupun itu sedikit." (HR Muslim).

👉Pesan kelima: saat aku pergi, duhai kasihku Muslimah jangan kau lepaskan kembali jilbabmu, karena di situ kehormatan dan kemuliaanmu terjaga, jangan kau memakainya karena aku, tapi pakailah ia karena Raja ku.

👉Pesan terakhir: Kun Rabbâniyyan walâ takun Ramadhâniyyan, jadilah kau insan yang senantiasa beribadah kepada Allah, jangan kau beribadah hanya dibulan Ramadhan saja, karena sungguh Allah itu Tuhan di seluruh waktu.
Wallahu A'lam

Aku Pasrah Pada Allah Yang Menciptakan Aku dan Rasulullah Nabi Terakhirku

Aku Harus Bagaimana? Jika Allah sudah berkehendak.

Oleh Gus Mus
Aku pergi Tahlil, kau bilang amalan jahil
Aku baca Shalawat Burdah, kau bilang itu Bid'ah.

Lalu aku harus bagaimana…???
Aku Bertawassul dengan baik, kau bilang aku Musyrik.

Aku ikut Majelis Dzikir, kau bilang aku Kafir
Lalu aku harus bagaimana…???
Aku Shalat pakai Lafadz Niat, kau bilang aku Sesat.

Aku mengadakan Maulid, kau bilang tak ada Dalil yang Valid.

Lalu aku harus bagaimana…???
Aku Gemar Berziarah, kau bilang aku Alap-Alap Berkah.

Aku mengadakan Selamatan, kau bilang aku Pemuja Setan.

Lalu aku harus bagaimana…???
Aku pergi Yasinan, kau bilang itu tak Membawa Kebaikan.

Aku ikut Tasawuf Sufi, malah kau suruh aku Menjauhi.

Ya Sudahlah, aku ikut kalian
Kan kupakai Celana Cingkrang, agar kau senang.

Kan kupanjangkan Jenggot, agar dikira berbobot.

Kan kuhitamkan Jidat, agar dikira Ahli Ijtihad
Aku kan sering Menghujat, biar dikira Hebat
Aku kan sering Mencela, biar dikira Mulia
Ya Sudahlah Aku pasrah pada Tuhan Yang kusembah, dan semoga allah menerima amalan ini yg tidak berlebihan amin.
.
Karena Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebihan, dan semoga amalan umat islam akhir zaman ini termasuk sunah dari Rasulullah SAW.

Hukum Membaca Al-Quran dengan Tablet ketika Perempuan Sedang Haid

Membaca Quran dengan tablet ketika haid (datang bulan)
Pertanyaan:

Di bulan Ramadhan dianjurkan untuk menamatkan Al Quran, sedangkan terkadang kaum perempuan datang bulan ketika Al Quran belum selesai ditamatkan. Nah untuk itu apakah kita boleh menamatkan Quran dg tidak membaca dari Quran tapi dari tablet dan lain lain?

Jawab:
Berdasarkan surat Huzur aba tahun 2012 berkaitan dengan menilawatkan Quran ketika sedang datang bulan, Huzur bersabda bahwa dalam keadaan yang sangat mendesak maka boleh memegang Quran asalkan penuh  kehati-hatian dengan membalutnya terlebih dahulu dengan sehelai kain atau sapu tangan.

Selain itu mengajarkan Quran kepada anak-anak, memberitahu dalil-dalil, dan membaca ayat-ayat yang sudah dihafal juga diizinkan.

Akan tetapi tidak diizinkan menilawatkan Quran dalam keadaan haid baik itu membacanya melalui Quran sendiri maupun melalui komputer, tablet dan sebagainya. (jawaban oleh mufti silsilah, Mln Mubasyir Ahmad Kahlou shd).

Fiqh e masaail Muslim Televisi Ahmadiyah (MTA).
Terjemah bebas: Saifullah MAP

Wednesday, 15 July 2015

Ramadhan: Umat muslim diperintakan Berfikir Untuk Perubahan Dalam Diri

Tentang: Ramadhan: Perubahan Diri Dan Tanggung Jawab Kita.

Di dalam Al-Quran terdapat banyak perintah Ilahi yang hendaknya senantiasa diperhatikan sehingga kita dapat senantiasa berfikir untuk mengadakan perubahan di dalam diri kita.

Pada hari ini, beberapa perintah Ilahi dikemukakan dalam khutbah jumat yang memainkan peran dalam mensucikan diri seseorang dan juga dalam menciptakan kecintaan dan kedamaian di dalam masyarakat. Allah Ta'ala berfirman di dalam Al-Quran: وَعِبَادُ الرَّحْمَنِ الَّذِينَ يَمْشُونَ عَلَى الأَرْضِ هَوْنًا وَإِذَا خَاطَبَهُمُ الْجَاهِلُونَ قَالُوا سَلامًا Dan hamba-hamba Tuhan Yang Rahman ialah mereka yang berjalan di muka bumi dengan merendahkan diri; dan apabila orang-orang jahil menegur mereka, mereka mengucapkan "Selamat." [Al-Furqan, 25:64] Artinya, mereka tidak berjalan dengan kesombongan namun dengan kelembutan.

Ayat ini secara singkat menguraikan perubahan revolusioner terhadap akhlak dan rohani yang diciptakan oleh Hadhrat Rasulullah saw yang diamalkan oleh para sahabat beliau saw. Ini adalah saat ketika dunia terjatuh ke dalam jurang kegelapan moral dan pengaruh syaithan sedang merajalela. Dunia sedang berada dalam kekacauan karena egoisme, keakuan dan kejahatan. Ini adalah ketika manusia diajarkan akhlak dan kerendahan hati yang bermutu tinggi yang menghasilkan perwujudan dari ayat yang disebutkan di atas di dalam diri manusia. 

Pada hari ini, situasi dunia pun sama dan dengan mengutus seorang pecinta sejati Hadhrat Rasulullah saw, yakni Hadhrat Masih Mau'ud as, Allah Ta'ala menginginkan para hamba yang sama dengan yang telah Allah Ta'ala ciptakan di masa Hadhrat Rasulullah saw. Untuk alasan ini, kita perlu memperhatikan agar berjalan di muka bumi ini dengan penuh wibawa, dengan kelembutan dan merendahkan diri serta dengan menghilangkan kesombongan. 

Para hamba sejati Allah Ta'ala perlu memperhatikan hal ini. Orang-orang yang seperti ini senantiasa menyebarluaskan kecintaan dan menjadi penjamin kedamaian di dalam masyarakat. Mereka menjawab segala hasutan dari orang-orang jahil dengan mengucapkan salam dan bahkan tidak hanya membalas dengan kebaikan, mereka juga mendoakan demi keamanan dan kedamaian orang-orang jahil tersebut. 

Menjawab segala hasutan demi Allah Ta'ala dengan cara yang seperti ini tatkala seseorang sedang memiliki kekuatan dan kekuasaan merupakan suatu akhlak yang luhur yang akan menjadikannya seorang hamba sejati Allah Ta'ala. Orang-orang yang mengikuti hal ini juga merasakan pengabulan atas doa-doa mereka dan menjadi kisah yang mengenainya Hadhrat Masih Mau'ud sabdakan sebagai mereka yang mensucikan dirinya, mencari kerajaan Ilahi dan mendirikannya di muka bumi.

Sumber.
Kutipan Ringkasan Khutbah Jum'at, 26 Juni 2015
Sayyidina Amirul Mu'minin, Hadhrat Mirza Masroor Ahmad
Khalifatul Masih al-Khaamis ayyadahullaahu Ta'ala binashrihil 'aziiz.
Penerjemah: Hafizurrahman.