Sunday, 12 July 2015

Carita Muslim Yang Melakukan Marbot di Masjid Atta'awwun Cisarua.

Carita Muslim Yang Melakukan Marbot di Masjid Atta'awwun Cisarua.
Merbot masjid Atta'awwun Cisarua Puncak.

Cerita ini nyata yang mengisahkan dua sahabat yg terpisah cukup lama; Ahmad dan Zaenal. Ahmad ini pintar sekali. Cerdas. Tapi dikisahkan kurang beruntung secara ekonomi. Sedangkan Zaenal adalah sahabat yg biasa2 saja.

Namun keadaan orang tuanya mendukung karir dan masa depan Zaenal.
Setelah terpisah cukup lama, keduanya bertemu. Bertemu di tempat yg istimewa; di koridor wudhu, koridor toilet sebuah masjid megah dengan arsitektur yg cantik, yg memiliki view pegunungan dengan kebun teh yg terhampar hijau di bawahnya.

Mesjid tersebut adalah mesjid At-Ta'awun yang berada di puncak Bogor.
Adalah Zaenal, sudah menjelma menjadi seorang manager kelas menengah. Necis. Parlente. Tapi tetap menjaga kesalehannya.
Ia punya kebiasaan.

Setiap keluar kota, ia sempatkan singgah di masjid di kota yg ia singgahi. Untuk memperbaharui wudhu, dan sujud syukur. Syukur-syukur masih dapat waktu yg diperbolehkan shalat sunnah, maka ia shalat sunnah juga sebagai tambahan.

Seperti biasa, ia tiba di Puncak Pas, Bogor. Ia mencari masjid. Ia pinggirkan mobilnya, dan bergegas masuk ke masjid yg ia temukan.

Di sanalah ia menemukan Ahmad. Cukup terperangah Zaenal ini. Ia tahu sahabatnya ini meski berasal dari keluarga tak punya, tapi pintarnya minta ampun.

Zaenal tidak menyangka bila berpuluh tahun kemudian ia menemukan Ahmad sebagai merbot masjid..!
"Maaf," katanya menegor sang merbot. "Kamu Ahmad kan? Ahmad kawan SMP saya dulu?".
Yang ditegor tidak kalah mengenali. Lalu keduanya berpelukan, Ahmad berucap.
"Keren sekali Kamu ya Mas… Manteb…". Zaenal terlihat masih dlm keadaan memakai dasi. Lengan yg digulungnya untuk persiapan wudhu, menyebabkan jam bermerknya terlihat oleh Ahmad. "Ah, biasa saja…".

Zaenal menaruh iba. Ahmad dilihatnya sedang memegang kain pel. Khas merbot sekali. Celana digulung, dan peci didongakkan sehingga jidatnya yg lebar terlihat jelas.
"Mad… Ini kartu nama saya…".

Ahmad melihat. "Manager Area…". Wuah, bener-bener keren."
"Mad, nanti habis saya shalat, kita ngobrol ya. Maaf, kalau kamu berminat, di kantor saya ada pekerjaan yang lebih baik dari sekedar merbot di masjid ini. Maaf…".

Ahmad tersenyum. Ia mengangguk. "Terima kasih ya… Nanti kita ngobrol. Selesaikan saja dulu shalatnya. Saya pun menyelesaikan pekerjaan bersih2 dulu… Silahkan ya. Yang nyaman".
Sambil wudhu, Zaenal tidak habis pikir. Mengapa Ahmad yg pintar, kemudian harus terlempar darik kehidupan normal. Ya, meskipun tidak ada yang salah dengan pekerjaan sebagai merbot, tapi merbot… ah, pikirannya tidak mampu membenarkan.

Zaenal menyesalkan kondisi negerinya ini yg tidak berpihak kepada orang-orang yang sebenarnya memiliki talenta dan kecerdasan, namun miskin.

Air wudhu membasahi wajahnya…
Sekali lagi Zaenal melewati Ahmad yang sedang bersih-bersih. Andai saja Ahmad mengerjakan pekerjaannya ini di perkantoran, maka sebutannya bukan merbot. Melainkan "office boy".
Tanpa sadar, ada yang shalat di belakang Zaenal. Sama-sama shalat sunnah sepertinya.
Setelah menyelesaikan shalatnya Zaenal sempat melirik. "Barangkali ini kawannya Ahmad…", gumamnya.

Zaenal menyelesaikan doanya secara singkat. Ia ingin segera bicara dengan Ahmad.
"Pak," tiba2 anak muda yg shalat di belakangnya menegur.
"Iya Mas..?"
"Pak, Bapak kenal emangnya sama bapak Insinyur Haji Ahmad…?"
"Insinyur Haji Ahmad…?"
"Ya, insinyur Haji Ahmad…"
"Insinyur Haji Ahmad yang mana…?"
"Itu, yang barusan ngobrol sama Bapak…"
"Oh… Ahmad… Iya. Kenal. Kawan saya dulu di SMP. Emangnya udah haji dia?"
"Dari dulu udah haji Pak. Dari sebelum beliau bangun ini masjid…".
Kalimat itu begitu datar. Tapi cukup menampar hatinya Zaenal… Dari dulu sudah haji… Dari sebelum beliau bangun masjid ini…
Anak muda ini kemudian menambahkan, "Beliau orang hebat Pak. Tawadhu'. Saya lah yg merbot asli masjid ini.

Saya karyawannya beliau. Beliau yang bangun masjid ini Pak. Di atas tanah wakafnya sendiri. Beliau biayai sendiri pembangunan masjid indah ini, sebagai masjid transit mereka yg mau shalat. Bapak lihat hotel indah di sebelah sana? … Itu semua milik beliau… Tapi beliau lebih suka menghabiskan waktunya di sini. Bahkan salah satu kesukaannya, aneh. Yaitu senangnya menggantikan posisi saya. Karena suara saya bagus, kadang saya disuruh mengaji saja dan azan…".

Zaenal tertegun, entah apa yang ada di hati dan di pikiran Zaenal saat itu
*****
Ada pelajaran dari kisah pertemuan Zaenal dan Ahmad. Jika Ahmad itu adalah kita, mungkin begitu bertemu kawan lama yang sedang melihat kita membersihkan toilet, segera kita beritahu posisi kita yang sebenarnya.
Dan jika kemudian kawan lama kita ini menyangka kita merbot masjid, maka kita akan menyangkal dan kemudian menjelaskan secara detail begini dan begitu. Sehingga tahulah kawan kita bahwa kita inilah pewakaf dan yang membangun masjid ini.
Tapi kita bukan Haji Ahmad. Dan Haji Ahmad bukannya kita. Semoga ia selamat dari rusaknya nilai amal, sebab ia tetap tenang dan tidak risih dengan penilaian manusia. Haji Ahmad merasa tidak perlu menjelaskan apa-apa. Dan kemudian Allah yg memberitahu siapa dia sebenarnya…
"Al mukhlishu, man yaktumu hasanaatihi kamaa yaktumu sayyi-aatihi" Orang yang ikhlas itu adalah orang yang menyembunyikan kebaikan-kebaikannya, seperti ia menyembunyikan keburukan-keburukan dirinya.[Ya'qub YahimaHullah, dalam kitab Tazkiyatun Nafs] sumber: fb Farisi

Thursday, 9 July 2015

Muslim Akhir Zaman Harus Berusaha Sekuat Tenaga Menyampaikan Karunia Tuhan

Muslim Akhir Zaman Harus berusaha sekuat tenaga untuk menyampaikan karunia tuhan.


Kutipan Ringkasan Khutbah Jalsah Salanah Jum'ah 12 Juni 2015.

Sayyidina Amirul Mu'minin, Hadhrat Mirza Masroor Ahmad.

Khalifatul Masih al-Khaamis ayyadahullaahu Ta'ala binashrihil 'aziiz.

Tentang : Nyatakanlah Karunia-Karunia Allah Ta'ala (Paragraf 12, 13, 14)gira paling banyak akan hadir ratusan tamu lalu akntung.

Seorang tamu dari mmad saw. Bagaimanapun juga, apa yang ia lihat dari dekat dengan mata kepalanya sendiri membuatnya sadar bahwa segala tuduhan tersebut benar-benar salah.

Seorang tamu dari Belgia yang aslinya adalah dari Moroko berkata bahwa suasana kerohanian pada Jalsah telah menyentuh hatinya.

rIa berkata bahwa pandangannya berubah ketika melihat Hadhrat Khalifatul Masih dan kemudian berdoa semoga Allah Ta'ala memungkinkannya.

Wednesday, 8 July 2015

Muslim Akhir zaman di Repotkan dengan Beras Oplosan

Metrotvnews.com, Jakarta: Polisi berhasil mengamankan seorang tersangka dalam pegolosan beras standar menjadi organik. Beras berbahan kimia itu sudah beredar di super market di Jabodetabek.
"Ini dipasarkan ke supermarket besar di seluruh Jabodetabek," ujar Direktur Reskrimsus Polda Metro Jaya Kombes Mudjiono di Polda Metro Jaya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan, Jumat (26/6/2015).

Menurut Mudjiono, tersangka berinisial G tak hanya sekali melakukan aksinya. G telah menyulap beras kualitas standar merk Burung Dara olahan Cipinang menjadi beras organik palsu selama dua tahun tiga bulan.
Dalam sebulan, kata Mudjiono, G melakukan tiga kali pengemasan. Dengan pasokan sebanyak 30 sampai 100 ton. "Setiap bulannya sebanyak 100 ton," ungkap dia.
Tak tanggung, omset yang didapat tersangka mencapai Rp12 miliar selama dua tahun.
Dalam aksinya,   menyulap beras standar dengan mencampur beras menggunakan pewangi pandan serta Fumiphos. Fumiphos adalah bahan beracun yang digunakan untuk mengendalikan hama yang merusak hasil pertanian.
"Pelaku kita jerat UU konsumen dan pangan," tukasnya.
Untuk diketahui, merk-merk yang dibuat tersangka adalah:
1. Super Pandan Wangi 10 liter dengan harga jual Rp229 ribu
2. Super Long Grain 10 liter dengan harga jual Rp270 ribu
3. Super Ramos Setra 10 liter dengan harga jual Rp280 ribu
4. Ratu Ayu Brand 10 liter dengan harga jual Rp260 ribu
5. Beras Riso Soil Organik Free Sugar 0% 5 liter dengan harga jual Rp60 ribu, dan
6. Beras Riso Soil Organik Free Sugar 0% 2 liter dengan harga jual Rp40 ribu.

Tuesday, 7 July 2015

Sulitnya membangun Mesjid Ahmadiyah di Kersamaju Garut


Asslm Wr Wb. Kami dari Polda Jabar menyampaikan kronologis penyegelan tempat ibadah ahmadyah oleh SATPOL PP sbb :

a. Pd tanggal 31 april telah dilakukan penyegelan tempat ibadah ahmadyah oleh sat pol PP atas persetujuan bakorpakem dan seluruh muspida atas pertimbangan pendirian tempat ibadah tdk memenuhi persyaratan pendirian tempat ibadah.
b. pada tanggal 26 juni 2015 ketua JAI mengirim surat permintaan utk membuka tempat ibadah yg di segel kepada Muspida dan bakorpakem, oleh bakor pakem dijawab melalui surat bahwa tempat ibadah tetap belum boleh dilakukan penyegelan karena belum memenuhi persyaratan.
c. Pada hàri ini senin tgl 29 juni pkl 11.00 mendapat informasi dari intelijen bahwa JAI di dusun gadel desa kersamaju, kec. Cigalontang kab. Tasikmalaya akan membuka paksa segel yg telah terpasang. Pkl 11.00 kapolres memerinthkan kasat intel untuk mengecek informasi tersebut.
Pkl. 13.00 mendapat informasi dari intelijen bahwa FPI dari kota tasik, banjar, garut dan salawu telah berkumpul di tempat masing-masing sekitar 2000 orang lkurang lebih menunggu ketegasan pemerintah dan akan menyerang tempat ibdah JAI tersebut .
Pkl13.00 kapolres beserta angggota, Satpol PP,  danramil, camat mendatangi lokasi untuk mengecek dan mengamankan kelompok JAI di desa kersamaju.
Pkl. 14.00 di dapatkan tempat ibadah sudah dibuka dan di duduki oleh kelompok JAI. Upaya kades, camàt, menghimbau JAI yang ada di dalam tempat ibadah utk keluar, karena tempat itu belum memenuhi syarat utk mendirikan bangunan tempat ibadah sesuai perda kab. Tasikmalaya.
Pkl 15.00 jamaah JAI yg didalam tempat ibadah mau keluar dan diadakan penyegalan oleh satpol PP dan di kawal anggota polres dengan pertimbangan utk diamankan supaya tidak.mendapat perlawanan dari massa pok JAI.
Catatan :
- pada saat kejadian diamankan satu orang yg mengaku sbg jurnalis dari media "Pantau" utk diperiksa identitasnya dan dimintai keterangan karena memprovokasi massa JAI utk melawan petugas dan sekarang sudah dilepaskan.
-Polres kab tasikmalaya dengan sat pol PP cepat mendatangi TKP dan SATPOL PP cepàt memasang lagi segel yg sudah dilepas dengan alasan kemanusian yang lebih besar, karena apabila pemerintah tdk tegas maka ormas islam (FPI dan TALIBAN ) akan menyerang tempat ibadah tersebut dan akan menghancurkan sehingga timbul konflik sosial yang lebih besar.
Saat ini situasi masih aman terkendali dan tempàt ibadah masih dijaga oleh dua peleton dalmas, satpol PP, TNI dan masyarakat.
Demikian informasi sementara yang dapat di sampaikan,atas perhatian nya diucapkan terima kasih.
Wasslm Wr Wb.
Asalamualaikum wr wb..
Terima kasih atas informasi yang dikirimkan kepada kami, sebelumnya kami menyampaikan permohonan maaf apabila ada bahasa maupun tindakan yang kurang berkenan, karena tindakan yang diambil adalah atas dasar untuk keamanan dan ketertiban masyarakat serta lingkungan bukan untuk kepentingan perseorangan maupun pihak tertentu. Berdasarkan hasil konfirmasi kami untuk kronologis kejadian tentang jemaah ahmadiyah di kab.Tasikmalaya. sbb:
1. Tgl 31 Maret 2015 dari jam 08.30-09.30 dilakukan penyegelan tempat ibadah jemaah ahmadiyah oleh satpol PP kab.Tasikmalaya, giat tsb didasari adanya pertemuan pd tgl 27 Maret 2015 yg dihadiri oleh sekda kab.tasikmalaya, kejari, kasatpol pp dan Polres Tasikmalaya yg diwakili oleh kabag ops dimana membahas masalah pembangunan tempat ibadah jemaah ahmadiyah yg tidak memiliki ijin.
2. Tgl 29 Juni 2015 sekitar pk.12.30 wib telah terjadi pembongkaran segel dari jemaah ahmadiyah dipimpin oleh ust.saeful uyun dan jemaah ahmadiyah menduduki tempat ibadah tsb, dengan adanya aktivitas tsb ada indikasi kerawanan gangguan kamtibmas  dimana terdapat kelompok ormas FPI yg mendengar bahwa ada Jamaah Ahmadiyah yg akan membuka mesjid yg disegel, maka satpol PP didampingi oleh Polres Tasikmalaya mendatangi TKP dan menghimbau kpd warga ahmadiyah utk tidak menduduki tempat ibadah tsb. Sempat terjadi perdebatan antara pihak ahmadiyah dan satpol PP dan Polres Tasikmalaya. Pada akhirnya sekitar pukul 16.00 warga ahmadiyah berhasil dievakuasi dari tempat ibadah ahmadiyah dan pihak satpol PP sdh menyegel kembali tempat ibadah tsb dan disaksikan oleh Polres Tasikmalaya.
3. Dalam proses pengamanan penyegelan oleh satpol PP, Polres Tasikmalaya sempat mengamankan satu orang yg mengaku jurnalis dari media "Pantau" dikarenakan pada saat ditanyakan identitas dan surat tugas dari media tsb, ybs sempat menolak, maka utk menghindari hal yg tdk diinginkan maka orang tsb dimintai keterangan di kantor Polres Tasikmalaya.
Dan saat ini Polres Tasikmalaya sdh mencatat identitas ybs dan melepaskan kembali.
Demikian informasi yang diterima berdasarkan hasil konfirmasi dengan Polres Tasikmalaya, diharapkan kepada masing-masing pihak untuk meredam massanya agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan. Permasalahan ini akan dipantau secara intensif sehingga dapat diselesaikan secepat mungkin.
Was wr wb..

Monday, 29 June 2015

Khalifah islamiyah Akhir Zaman Melakukan Tanya Jawab di USA

Khalifah islamiyah Akhir Zaman Melakukan Tanya Jawab di USA.

Sesi Tanya Jawab di USA dengan Hz. Mz. Tahir Ahmad rh.

Soal: "Seseorang yang saya kenal memiliki kebiasaan buruk mendengar musik, sebenarnya apa status (dalam perspektif Islam) dari musik?"


Jawab: 'Semuanya tergantung pada tingkat kebiasaan dan jenis Musiknya. Musik sendiri, secara keseluruhan, tidak bisa dibilang buruk. Prinsip Islaminya adalah bahwa sesuatu yang memiliki tingkat keburukan lebih dari 50%, itu seharusnya tidak diterima dan sesuatu yang memiliki tingkat keburukan kurang dari 50%, yang baikknya diambil dan yang buruknya dihindari. Musik turun di tanah tak bertuan, secara keseluruhan tidak dilarang dan tidak pula diperbolehkan tanpa syarat apapun.

Kita tahu bahwa pada zaman Hadhrat Muhammad saw. ketika beliau berjalan memasuki Madinah, wanita-wanita Madinah mendendangkan sebuah lagu untuk menyambut beliau sembari menabuh gendang yang disebut 'rebana'. Itu merupakan satu jenis musik yang tersedia untuk orang Arab dan tidak ada orang yang menyebutnya bukan musik. Akan tetapi, bukanlah sunnah Rasulullah saw. mengijinkan para sahabat untuk menikmati musik dan terlena pada musik sehingga itu tidak menjadi kebiasaan mereka. Mereka menikmati pembacaan al-Quran Suci atau sajak-sajak penuh makna dari para penyair yang bagus, tetapi cita rasa mereka berangsur meningkat dan beralih dari syair kepada al-Qur'an.

Oleh karena itu, memerlukan beberapa waktu dan kesabaran untuk anda mengembangkan kualitas cita rasa anda, dan tanpa terlebih dahulu melakukan itu, maka untuk menghapuskan hal-hal tertentu akan menjadi kejam. Dalam perihal ini, ini merupakan persoalan cita rasa, sedangkan dalam persoalan untuk tunduk dengan cepat terhadap aturan yang keras maka  itu tidak akan merubahnya. Contohnya, anda tidak dapat mengatakan saya harus memperbaiki cita rasa saya pada air sebelum saya bisa berhenti minum anggur. Itu tidak akan diperbolehkan karena anggur dilarang dan apa yang dilarang adalah terlarang, akan tetapi musik tidak termasuk dalam katergori itu.

Berkenaan dengan musik, anda dapat memperoleh sebuah pendekatan bijaksana tentang pembebasan yang sistematis dan bertahap dari kebiasaan itu. Sejauh musik pop yang bersangkutan, saya tidak tahu bagaimana orang-orang bisa mentolerir itu, padahal itu omong kosong belaka. Dengan musik pop ketika orang-orang mendengar musik itu, mereka berlaku seperti orang gila dan candu yang tidak dapat mereka puaskan. Cita rasa itu ditinggalkan oleh kemodern-an 'yang disebut musik' ini adalah buruk dan jahat karena masyarakat yang berada di bawah pengaruhnya menjadi lebih buruk dan lebih permisif dan lebih ceroboh terhadap nilai-nilai tradisional, sehingga musik ini jelas-jelas buruk dan penuh dosa.

Anda tidak bisa menghilangkan setiap bentuk dari musik yang sejenis, yang itulah mengapa saya katakan, anda harus bijaksana dan selektif dalam memilih. Sesekali bersinggungan dengan musik tidak dapat dianggap sebuah praktek dimana anda akan dikirim ke nereka, saya yakin tidak. Akan tetapi, jika anda telah bergelut dengan musik yang menarik anda ke dalam musik itu sendiri dengan biaya yang lebih tinggi, sehingga ingatan kepada Allah swt., dan ibadah-ibadah anda luput karenanya dan menjadi satu-satunya ambisi dan obsesi anda, maka anda akan menjadi seorang yang jelas-jelas kalah.

Terjemah bebas: aerha_hakeem
* Catatan: The full video answer can be found at the following link:

Sunday, 28 June 2015

Khilafah Islamiyah yang Akan Datang Di Akhir Zaman.

Khilafah Islamiyah yang Akan Datang Di Akhir Zaman.
Pengertian Khalifah dan Khilafah
Dari Wikipedia Khalifah (Arab:خليفة Khalīfah) adalah gelar yang diberikan untuk pemimpin umat Islam setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW (570–632). Khalifah juga sering disebut sebagai Amīr al-Mu'minīn (أمير المؤمنين) atau "pemimpin orang yang beriman", atau "pemimpin orang-orangmukmin", yang kadang-kadang disingkat menjadi "amir".
Setelah kepemimpinan Khulafaur Rasyidin (Abu Bakar, Umar bin Khattab, Utsman bin Affan, dan Ali bin Abi Thalib), kekhalifahan yang dipegang berturut-turut oleh Bani Umayyah, Bani Abbasiyah, dan Kesultanan Utsmaniyah, dan beberapa negara kecil dibawah kekhilafahan, berhasil meluaskan kekuasaannya sampai ke Spanyol, Afrika Utara, dan Mesir.
Khalifah memimpin sebuah Khilafah, yaitu sebuah sistem kepemimpinan umat, dengan menggunakan Islam sebagai Ideologi serta undang-undangnya mengacu kepada Al-Quran, Hadist, Ijma dan Qiyas.
Jabatan dan pemerintahan kekhalifahan terakhir, yaitu kekhalifahan Utsmani berakhir dan dibubarkan dengan pendirian Republik Turki pada tanggal 3 Maret 1924 ditandai dengan pengambilalihan kekuasaan dan wilayah kekhalifahan oleh Majelis Besar Nasional Turki, yang kemudian digantikan oleh Kepresidenan Masalah Keagamaan (The Presidency of Religious Affairs) atau sering disebut sebagai Diyainah.

Pemilihan Khalifah
Dalam sejarah umat Islam, khususnya sejak masa Khulafaurrasyidin sepeninggalan sistem Nubuwah di bawah kepemimpinan Nabi Muhammad Saw. sampai jatuhnya Khilafah Utsmaniyah di bawah kepemimpinan Khalifah Abdul Hamid II yang berpusat di Istambul, Turkey tahun 1924, maka terdapat tiga sistem pemilihan Khalifah.
Pertama, dengan sistem Wilayatul ‘Ahd (penunjukan Khalifah sebelumnya), seperti yang terjadi pada Umar Ibnul Khattab yang ditunjuk oleh Abu Bakar.
Kedua, dengan sistem syura, sebagaimana yang terjadi pada Khalifah Utsman dan Ali. Mereka dipilih dan diangkat oleh Majlis Syura. Sedangkan anggota Majlis Syura itu haruslah orang-orang yang shaleh, faqih, wara’ (menjaga diri dari syubhat) dan berbagai sifat mulia lainnya. Oleh sebab itu, pemilihan Khalifah itu tidak dibenarkan dengan cara demokrasi yang memberikan hak suara yang sama antara seorang ulama dan orang jahil, yang shaleh dengan penjahat dan seterusnya. Baik sistem pertama ataupun sistem kedua, persyaratan seorang Khalifah haruslah terpenuhi seperti yang dijelaskan sebelumnya. Kemudian, setelah sang Khalifah terpilih, maka umat wajib berbai’at kepadanya.
Ketiga, dengan sistem kudeta (kekuatan) atau warisan, seperti yang terjadi pada sebagian Khalifah di zaman Umawiyah dan Abbasiyah. Sistem ini jelas tidak sah karena bertentangan dengan banyak dalil Syar’i dan praktek Khulafaurrasyidin.

Fungsi dan Peran Khalifah
Penentuan fungsi dan peran Khalifah saat menjadi lebih luas, tidak hanya terkait dengan seorang pemimpin sebuah agama tapi juga khalifah dituntut mengepalai suatu pemerintahan (Islam). Sesungguhnya tugas dan kewajiban khalifah itu sangat berat. Wilayah kepemimpinannya bukan untuk sekelompok umat Islam tertentu, akan tetapi mecakup seluruh umat Islam sedunia. Cakupan kepemimpinannya bukan hanya pada urusan tertentu, seperti ibadah atau mu’amalah saja, akan tetapi mencakup penegakan semua sistem agama atau syari’ah dan managemen urusan duniawi umat. Tanggung jawabnya bukan hanya terhadap urusan dunia, akan tetpi mencakup urusan akhirat. Tugasnya bukan sebatas menjaga keamanan dalam negeri, akan tetapi juga mencakup hubungan luar negeri yang dapat melindungi umat Islam minoritas yang tinggal di negeri-negeri kafir. Kewajibannya bukan hanya sebatas memakmurkan dan membangun bumi negeri-negeri Islam, akan tetapi juga harus mampu meberikan rahmat bagi negeri-negeri non Muslim (rahmatan lil ‘alamin).

Karena pendefinisian Khalifah seperti di ataslah yang kemudian memicu upaya pembentukan negara agama untuk sebuah pemerintahan, contoh NII, DI/TII, ISIS. Hal ini karena keadaan Umat Islam sekarang tidak mempunyai seorang pemimpin yang dapat memberi petunjuk kepada mereka. Padahal jumlah pemeluk agama Islam sangat banyak sekali dan tersebar luas di deluruh dunia. Dan di dalam Islam juga tidak ada bendera tertentu, dimana seluruh umat Islam dapat berkumpul dan bernaung di bawahnya. Kita tidak punya khalifah, yang dapat diikuti/ ditaati. Dan kita di tinggal bagaikan anak-anak yatim yang hina. Dan tidak punya seorang syeik Islam (pemimpin Islam), yang suaranya dapat diikuti serta ,menjadi contoh dan tauladan bagi umat manusia.

Terlebih dengan dijelaskan pula, sesuai Syariat Islam, sangat penting dan harus ada Khilafah dalam Islam. Sebagaimana Rasulullah saw bersabda:
Seorang yang mati dan tidak baiat kepada saeorang Imam [yakni Khalifah], maka matinya adalah mati jahiliyah”. (Muslim & Miskat hal. 320).
Siapa yang rela mati dalam keadaan jahil?

Pengertian Khalifah Menurut Alquran
Wujud khalifah diperlukan bila tertib harus ditegakkan dan hukum harus dilaksanakan. Hal ini terungkap dari ayat Alquran S Al Baqarah:30, yang artinya:
Dan ketika Tuhan engkau berkata kepada para malaikat,  “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang  khalifah di bumi;” berkata mereka, “Apakah Engkau akan menjadikan di dalamnya orang yang akan membuat kekacauan di dalamnya dan akan menumpahkan darah?  Padahal kami bertasbih dengan pujian Engkau dan kami mensucikan  Engkau.” Berfirman Dia, “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.”
Dari catatan kaki  The Holy Quran untuk ayat ini disebutkan bahwa malaikat tidak mengemukakan keberatan terhadap rencana Ilahi atau mengaku diri mereka lebih unggul dari Adam a.s. Pertanyaan mereka didorong oleh pengumuman Tuhan mengenai rencana-Nya, untuk mengangkat seorang khalifah. Bahkan terungkap bahwa  wujud khalifah diperlukan bila tertib harus ditegakkan dan hukum harus dilaksanakan.  Hal ini sangat jelas terungkap dari “argumentasi” Tuhan kepada malaikat- yang hanya menyebut segi gelap tabiat manusia sebagai pembuat kekacauan dan menumpahkan darah- yang  mengetahui bahwa manusia dapat mencapai tingkat akhlak yang demikian tingginya, sehingga ia dapat menjadi cermin sifat-sifat Ilahi. Kata-kata, Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui, menyebutkan segi terang tabiat manusia.
Di tempat lain dalam Alquran, Allah ta ala berjanji dalam S An Nur:56 - Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman dari antara kamu dan berbuat amal shaleh, bahwa Dia pasti akan menjadikan mereka itu khalifah di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan khalifah orang-orang yang sebelum mereka ; dan Dia akan meneguhkan bagi mereka agama mereka, yang telah Dia ridhai bagi mereka ; dan niscaya Dia akan menggantikan mereka sesudah ketakutan mereka dengan keamanan. Mereka akan menyembah Aku, dan mereka tidak akan mempersekutukan sesuatu dengan Aku. Dan barangsiapa ingkar sesudah itu, mereka itulah orang-orang yang durhaka.

Bila menelaah ayat-ayat sebelumnya (52-55) berulang-ulang diberi tekanan mengenai ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya. Tekanan ini merupakan isyarat mengenai tingkat dan kedudukan seorang khalifah dalam Islam. Ayat ini berisikan janji, bahwa orang-orang Muslim akan dianugerahi pimpinan ruhani maupun duniawi.
Janji itu diberikan kepada seluruh umat Islam, tetapi lembaga khilafat akan mendapat bentuk nyata dalam wujud perorangan-perorangan tertentu, yang akan menjadi penerus Rasulullah saw. serta wakil seluruh umat Islam. Janji mengenai ditegakkannya khlafat adalah jelas dan tidak dapat menimbulkan salah paham. Sebab kini Rasulullah saw satu-satunya hadi (petunjuk jalan) umat manusia untuk selama-lamanya, khilafat beliau akan terus berwujud dalam salah satu bentuk di dunia ini sampai Hari Kiamat, karena semua khilafat yang lain telah tiada lagi. Inilah di antara yang lainnya banyak  keunggulan, merupakan kelebihan Rasulullah saw yang menonjol di atas semua nabi dan rasul Tuhan lainnya. Zaman kita ini telah menyaksikan khalifah ruhani beliau yang terbesar dalam wujud Pendiri Jemaat Ahmadiyah.

Kekhalifahan yang Ada Saat Ini
Nubuwwatan atau kabar gaib tentang khilafah dapat kita temukan dalam hadits Rasulullah saw yang memberikan gambaran bahwa khilafah setelah beliau akan terbagi dalam empat fase, sekaligus mengambarkan peri keadaan Islam:

“Hudzaifah ra meriwayatkan bahwa Rasulullah saw bersabda:’Akan terjadi nubuwat sampai masa yang disukai Allah… Kemudian akan ada khilafat dalam nubuwwat sampai masa yang disukai Allah.. Kemudian akan berdiri kerajaan sampai waktu yang dikehendaki Allah..Kemudian akan ada khilafat dalam nubuwwah’. Kemudian beliau saw berdiam diri” (Musnad Ahmad Baihaqi, Misykat hal. 461).

Dari keterangan hadits tersebut terlihat bahwa khilafah ala min hajjin nubuwwah akan terjadi dua kali. Kalau yang pertama terjadi pada fase khulafaurrasyiddin, maka periode kedua mestinya hanya ditemukan dalam silsilah Jemaat Ahmadiyah. Ialah Khalifatul Masih yang melanjutkan nizam khilafat setelah wafatnya Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad as. Nizam Khilafat Ahmadiyah berlangsung sejak tanggal 27 Mei 1908, ialah sejak terpilihnya Al Hajj Hadhrat Hakim Nuruddin ra sebagai Khalifatul masih awwal, sesaat setelah wafatnya Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad as.

Secara berturut-turut kekhalifahan Ahmadiyah adalah:
Al Hajj Hadhrat Mirza Basyiruddin Mahmud Ahmad ra, sebagai Khalifatul Masih Tsani,
Hadhrat Mirza Nasir Ahmad ra, sebagai Khalifatul Masih Tsalis,
Hadhrat Mirza Tahir Ahmad ra, sebagai Khalifatul Masih Ar Rabi dan,
Hadhrat Mirza Masroor Ahmad atba, sebagai Khalifatul Masih Al Khamis sampai sekarang.

Kesimpulan
Kekhalifahan peninggalan Rasulullah saw (Khulafaur Rashidah dan khalifah-khalifah yang mengikutinya), telah berakhir pada tahun 1924. Sementara itu jaminan Allah ta ala dalam Alquran bahwa di antara orang-orang mukmin dan beramal shaleh pasti akan dipilih seorang khalifah sebagaimana orang-orang sebelumnya.  Maka kekhalifahan yang ada saat ini (Khalifatul Masih) tentunya merupakan perwujudan dari janji  Allah ta ala dalam Alquran dan akan berlangsung sampai Hari Kiamat.

Jakarta, 27 Mei 2015

Oleh: Yadi Supriadi Wendy*)
Sumber:
http://id.wikipedia.org/wiki/Khalifah, disunting pada tanggal 25 Mei 2015
http://watirachma.blogspot.com/2012/03/pengertian-khilafah-dan-khalifah.html, disunting pada tanggal 25 Mei 2015
The Holy Quran with Translation & Commentary in Indonesia.


*) Penulis dilahirkan tepat setengah abad sejak kekhalifahan Ahmadiyah terbentuk

Umat Muslim di United Kingdom mendukung Toleransi Beragama dan Menolak Ekstrimisme

"Muslim UK mendukung Toleransi Beragama dan Menolak Ekstrimisme"

Umat Muslim di United Kingdom mendukung Toleransi Beragama dan Menolak Ekstrimisme.

Pemuda Muslim Ahmadiyah Inggris berkumpul dalam rapat umum di Surrey, berjanji setia untuk negara Inggris dan membuka dialog mengenai Islam.


Hazrat Mirza Masroor Ahmad Aba, Khalifah terkini Jemaat Muslim Ahmadiyah hadiri acara tersebut. Ribuan Muslim Inggris berkumpul dalam rapat umum damai di Surrey bertujuan mendukung toleransi beragama dan menolak ekstrimisme.

Sekitar 5000 Pemuda Jemaat Muslim Ahmadiyah (AMYA), dianggap sebagai kelompok pemuda Muslim terbesar di Inggris akan berperan serta dalam acara tersebut yang berlangsung selama 3 hari dimulai pada Jum'at untuk mempromosikan dialog damai dan menolak kekerasan keagamaan.
"Pemuda Ahmadiyah pada rapat umum ini akan mengingat tugas mereka sebagai Muslim yakni setia kepada negara mereka dan berperan positif dalam masyarakat," AMYA menyatakan ini pada Jum'at lalu.

"Ini merupakan bagian dari kampanye nasional Jemaat Muslim Ahmadiyah untuk menghilangkan kesalahpahaman tentang Islam dan bahwa keyakinan mereka adalah, "bahwa reformasi dikaitkan dengan mengajari kawula muda mereka tentang komitmen Islam menuju perdamaian," kata asosiasi AMYA.

Rafiq Hayat, Pemimpin Asosiasi Pemuda Muslim Ahmadiyah mengatakan bahwa komunitas kami merasa terganggu oleh kekerasan dan terorisme yang didasarkan pada ideologi ekstrimisme yang sangat meracuni dimana mereka (para ektrimisme) menggunakan agama untuk mengedepankan agenda fasis mereka."

"Kami berbagi apa yang menjadi perhatian Perdana Menteri David Cameron mengenai bagaimana kejadian di Suriah dan Irak memiliki dampak yang kuat di Inggris," kata Hayat. Hazrat Mirza Masroor Ahmad Aba, Khalifah Dunia dari Jemaat Muslim Ahmadiyah dan dianggap sebagai pemimpin ruhani bagi jutaan Muslim Ahmadi di seluruh dunia hadir pada acara ini dan berpidato di hadapan partisipan. "Inggris telah menyediakan rumah bagi orang-orang dari seluruh dunia," kata Ahmad . "Sebagai Muslim Ahmadi, kami berterima kasih kepada Ratu Inggris dan negara ini yang membolehkan kami untuk menjalankan keyakinan kami dengan bebas."

Jemaat Muslim Ahmadiyah didirikan pada tahun 1889 oleh Mirza Ghulam Ahmad di India dan menganut keyakinan sama seperti kebanyakan Muslim lainnya namun beberapa ajarannya ditentang oleh pemikiran Islam mainstream.

Sumber: Al Jazeera

Alih bahasa: Iin Qurrotul Ain